NovelToon NovelToon
CEO Arogan Jatuh Cinta

CEO Arogan Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: B.E.P

Dave merupakan CEO di perusahaan properti. ia dikenal sabagai bos yang arogan. Setiap penjualan yang tidak mencapai target, ia tidak ragu untuk memecatnya. Sudah banyak karyawan yang menjadi korbannya.

Disisi lain, ada seorang wanita pekerja keras, lembut dan baik hati. Namanya Emma. Ia seorang kurir pengantar pizza.

Emma tinggal bersama dua adiknya yang masih sekolah di SD. Ibunya sudah lama meninggal. Tepatnya saat melahirkan adiknya yang terakhir. Ayahnya adalah seorang penjudi yang selalu kalah. Hutangnya sangat banyak.

Emma memilih tinggal di sebuah apartemen dengan harga sewa yang terjangkau. Ia akan bekerja kerasa untuk memenuhi kebutuhan hidup dan ia tak peduli pada ayahnya.

Perusahaan properti, perkembangannya selalu menurun. Ayahnya Dave, langsung ambil alih pimpinan. Ia menegur keras kearoganan Dave.

Sebagai pembelajaran hidup, ayahnya membuat Dave bekerja ditempat pamannya dan disitulah ia mendapat pelajaran hidup dari Emma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Bab 1

Dave

Suasana ruang meeting terasa sangat dingin. Padahal pendingin ruangan sudah dinaikkan ke suhu hangat. Namun, entah kenapa rasanya masih dingin dan membuat tubuh seakan menggigil.

Semua staf penjualan duduk tegang. Mereka berharap laporan penjualan yang akan disampaikan, tidak membuat mereka berhenti bekerja. Tak ada satu pun dari mereka yang mau membahas jumlah penjualan bulan ini.

Acara meeting sore hari ini, sudah terlambat lima menit dari jadwal dan pimpinan belum datang. Salah satu diantara staff mulai berharap meeting dibatalkan.

Ceklek...

Pintu terbuka seketika. Sosok pria tinggi dengan aura tegas, masuk keruangan. Sontak semua yang sudah hadir langsung berdiri.

Namanya Dave, CEO Avena Land sebuah perusahaan properti. Pria itu terkenal sangat arogan. Bulan lalu sudah ada dua karyawan yang ia pecat karena dianggap tidak pandai berjualan.

Dave duduk diujung meja. Semuanya pun langsung duduk kembali.

Selain suasana ruangan yang semakin terasa dingin, mereka yang hadir kecuali Dave, merasakan detak jantung yang berdegup kencang. Aura arogan pria itu benar-benar sudah mengintimidasi.

Dave memandang satu persatu semua staf yang hadir. "Baiklah, kita mulai meetingnya," ucapnya.

Seorang pimpinan bagian penjualan langsung berdiri ingin mempresentasikan progress bulan ini. Belum juga menjelaskan beberapa kata, Dave menghentikannya.

"Tidak usah presentasi. Kita sudah terlambat dari jadwal. Saya ingin langsung ke intinya. Saya ingin mendengar laporan penjualan masing-masing dari kalian," ucap Dave.

Tiba-tiba suasana ruangan terasa sesak dan panas. Keringat dingin mulai dirasakan oleh semua staf.

Satu per satu, semua staf menjelaskan progres penjualan mereka dengan perasaan tegang. Dimulai dari sebelah kanan meja lalu berganti ke sebelah kiri. Dave menyimaknya dengan seksama.

Setiap terdengar ada perbandingan yang cukup jauh dari jumlah penjualan yang disampaikan orang sebelumnya, Dave mengangkat satu alisnya sambil tersenyum sinis.

Semua staf yang hadir sudah menyampaikan hasil penjualan mereka. Namun, itu belum bisa membuat mereka tenang dan lega. Mereka masih tegang, jika belum mendengar tanggapan dari Dave.

"Oke, saya sudah dengar semua hasil penjualan kalian." Dave menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Tidak ada satu pun yang berhasil mencapai target. Semuanya masih jauh dari keinginan saya. Hanya satu kata yang ingin saya ucapkan. Ke-ce-wa. Jika dibandingkan bulan lalu tidak ada peningkatan, bulan ini semakin menurun," ucapnya sambil mengelengkan kepala.

Dave menegakkan tubuhnya. Didalam hati semua yang ikut meeting, berharap sore ini tidak ada yang dipecat. "Baik, konsekuensi bagi yang tidak becus, Pak James ?" ucap Dave sambil memandang pria berkaca mata, umurnya sekitar empat puluh dua tahun.

"Iya, pak ?" jawab singkat Pak James.

"Bulan ini, penjualan anda sangat rendah. Walaupun anda sudah bekerja cukup lama bersama ayah saya, tapi hasil kerja seperti ini tidak bagus untuk saya. Anda saya berhentikan. Mulai besok anda sudah tidak bekerja disini lagi," ucap Dave tegas.

Mendengarkan perkataan Dave, Pak James hanya bisa tertunduk lesu. Ia tak menyangka sore ini adalah akhir dari karirnya. Sebelumnya, ia memang menyadari hasil penjualannya lebih rendah dari lainnya. Ia pikir mungkin Dave mau memberikan toleransi dengan alasan ia sudah lama bekerja di perusahaan ini sejak ayahnya masih menjabat.

Semua mata langsung tertuju pada Pak James. Semua terkejut mendengar keputusan pimpinan mereka.

Seorang wanita mengangkat tangan. "Iya, kenapa mengangkat tangan ?" tanya Dave.

"Coba dipikirkan kembali, Pak James sudah lama bekerja disini. Saya mohon beri toleransi pada Pak James," ucap wanita itu.

Dave tersenyum. "Kalau Pak James tidak jadi saya berhentikan, apakah kamu mau menggantikannya untuk saya berhentikan hari ini ?" ucapnya.

Wanita itu pun terdiam. Daripada karirnya selesai, ia memilih tak menjawabnya.

Dave menatap semua orang yang ada diruangan. Mereka tak ada yang berani beradu pandang dengannya. "Keputusan saya sudah bulat, tidak bisa diganggu gugat. Seperti yang selalu saya ucapkan, bekerja keras lah untuk perusahaan kalau tidak mau dipecat," ucapnya.

Dave berdiri. "Meeting sudah selesai, kalian boleh pulang," ucapnya. Ia pun melangkah pergi.

Saat pintu ditutup, semua yang diruang meeting langsung bisa bernapas lega. Sementara Pak James, hanya bisa pasrah menerima keadaan.

...----------------...

Pak Thomas

Satu minggu setelah Pak james diberhentikan, ayahnya Dave, Pak Thomas pulang dari menyelesaikan perjalanan bisnisnya di luar kota. Ia baru saja keluar bandara dan sedang menunggu taksi.

Sebuah taksi berhenti tepat di depannya. Saat kaca dibuka ia tak menduga kalau sopirnya adalah Pak James. "Pak James ? Kenapa tidak dikantor pak ?" ucap Pak Thomas.

"Saya sudah tidak bekerja lagi pak," jawab Pak James.

"Kenapa pak ?"

"Nanti saya jelaskan semuanya di perjalanan, silakan masuk dulu pak," ucap Pak James. Pak Thomas pun segera membuka pintu penumpang dan langsung duduk didalam mobil. Setelah memastikan pintu mobil ditutup kembali, Pak James melajukan mobil.

"Bagaimana Pak James tidak bekerja lagi di perusahaan saya ? Apakah yang terjadi ?" tanya Pak Thomas, penasaran kenapa karyawan lamanya bisa berhenti bekerja.

"Semenjak perusahaan diambil alih oleh Pak Dave, semua aturan berubah. Ketika target tidak tercapai, Pak Dave tidak segan-segan memecat pegawainya. Yaahh...seperti yang saya alami pak," jelas Pak James sambil fokus berkendara.

"Cara kepemimpinan anak saya seperti itu pak ?" kata Pak Thomas terkejut. Ia tak menyangka anaknya bisa bersikap arogan.

"Iya pak, kenyataannya memang seperti itu," jawab Pak James. Sesaat ia melirik spion didalam mobil untuk melihat reaksi Pak Thomas.

Pak Thomas sangat tak habis pikir dengan sikap anaknya. Ia merasa salah telah mengganti kepemimpinannya ke Dave. "Maafkan anak saya Pak James," ucapnya. Ia lalu melirik jam tangannya. "Sekarang Pak James antar saya ke kantor. Saya ingin memberi teguran pada Dave," lanjutnya.

"Baik, pak," jawab singkat Pak James.

Setelah beberapa menit mobil melaju membelah keramaian jalan raya, akhirnya sampai dilobi perusahaan Avena Land.

"Pak James, tunggu saya diparkiran sebentar," ucap Pak Thomas. Ia lalu keluar dari mobil dan berjalan masuk. Lift membawanya ke lantai dimana ruangan CEO berada.

Tanpa mengetuk pintu, Pak Thomas langsung membuka pintu dan masuk kedalam ruangan. Dave yang sedang membaca berkas di atas meja, seketika terkejut.

"Ayah ?" ucap Dave. Ia lalu berdiri dan mendekat ke ayahnya. "Kenapa tidak bilang kalau pagi ini sudah pulang. Nanti bisa aku jemput," lanjutnya sambil memeluk hangat ayahnya.

"Dave, sudah berapa banyak karyawan perusahaan ini yang kamu pecat," kata Pak Thomas. Ia tak terlihat bahagia setelah bertemu Dave.

"Kenapa ayah tanya seperti itu ? Tidak ada ucapan bahagia setelah bertemu kah ?" tanya Dave heran. Ia lalu berjalan untuk menutup pintu.

"Pintu tidak usah ditutup. Biarkan saja terbuka. Sekarang kembali ke posisimu. Ayah ingin bicara denganmu," ucap Pak Thomas tegas.

"Tidak enak di dengar oleh karyawan." Dave perlahan menutup pintu.

"Jangan ditutup ! Cepat kembali ke posisimu !" ucap Pak Thomas dengan bentakan.

Dave langsung melepas tangannya dari gagang pintu. Ia berjalan ke depan ayahnya. "Apa yang ingin ayah bicarakan ?" ucapnya.

"Apa alasan kamu memecat karyawan ? Kenapa kamu bisa seenaknya memberhentikan mereka ?"

"Ya, karena mereka tidak bisa bekerja sesuai target perusahaan."

"Apa itu yang ayah ajarkan kepadamu ? Kenapa kamu tidak memberi mereka masa perbaikan ? Apa kamu bisa bekerja sesuai yang kamu inginkan jika kamu berada di poisi mereka ?"

"Pasti, pasti aku bisa. Tidak seperti mereka yang tidak becus," ucap Dave sombong.

"Mulai besok kamu tinggalkan perusahaan ini. Ayah akan kembali memimpin disini. Seharusnya ayah tidak memberikan kepemimpinan perusahaan ini kepadamu. Ayah sangat menyesal," ucap Pak Thomas. Ia lalu berbalik dan melangkah pergi.

Dave langsung menghadang ayahnya tepat saat dekat ke pintu. "Beri aku kesempatan ayah. Aku akan perbaiki semuanya," ucapnya.

"Keputusan ayah sudah tidak bisa diubah. Kembalilah ke mejamu. Ayah akan pikirkan apa yang pantas untukmu," ucap Pak Thomas.

Dave menghela pasrah. Ia menyingkir untuk memberikan jalan ke ayahnya. Pak Thomas pun langsung berjalan melewatinya.

1
Endah Lestary
ceritanya simpel ga ribet mikir dan ga kepanjangan pula.semoga semakin sukses 🥰
Putry Chan
jadi dia bos nya harus nungguin tanggapan orang ini dulu
@Semua orang
ya udh aku tinggal jejak di sini yah, semoga si author menepati yg di katakannya. semangat thor 💜💜💜
@Semua orang
ini pilihannya yg mana motor atau skuter
@Semua orang
hallow em.
@Semua orang
ala ebew
@Semua orang
PD banget om
@Semua orang
kayaknya ni org macam kayak aki mono itu ih.
@Semua orang
ho'oh
@Semua orang
hah cepet banget pak james, aneh. oh iya saran dari aku itu setelah tanda kutip hurufnya harus kapital udh itu aja.
@Semua orang
sekeras apapun cari duit org juga butuh rileksasi om
@Semua orang
dor
@Semua orang
di gw mah gerah bukan dingin, blm hujan lagi.
@Semua orang
hallow pak, salken pak.
Rumah Pena
lanjuuut
Rumah Pena
ceritanya seru dan menarik. lanjuttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!