NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

"Budget nya ini terlalu berlebihan, harus lebih efisien!"

Kenzo Swara, memberikan revisi untuk Rain Edelweis tak terhitung jumlahnya.

Lelah dan ingin marah, tapi nasib sial Rain memang ada di tangan Teman Rival kantornya itu. Kepala Tim Marketing vs Kepala Tim Perencanaan memang sering bentrok.

Di sisi lain, ada Divisi Humas yang selalu jadi penengah.

Apa jadinya kalau rival kantor Rain malah diam diam suka sama Rain?

Padahal setiap hari Rain selalu mencacinya.

Simak kisah mereka disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Tim banget nih?

Senin pagi, seluruh tim Marketing dan Finance dikumpulkan mendadak di ruang rapat utama. Pak Hadi, Direktur Operasional, berdiri di depan dengan wajah serius, membuka rapat tanpa basa-basi.

"Proyek besar kuartal ini bakal jadi taruhan penting buat perusahaan," katanya, menatap satu per satu wajah di ruangan. "Karena itu, saya putuskan proyek ini dipimpin bareng, gabungan dari dua divisi. Biar hasilnya maksimal dari sisi kreatif dan dari sisi efisiensi anggaran."

Rain merasa firasat buruk mulai muncul sebelum nama-nama itu benar-benar disebut.

"Rain dari Marketing, dan Kenzo dari Finance, akan jadi penanggung jawab utama proyek ini," lanjut Pak Hadi. "Kalian berdua yang presentasikan progress ke direksi tiap dua minggu."

Ruangan hening sebentar. Rain melirik ke arah Kenzo, yang duduk dengan ekspresi datar seperti biasa, seolah nggak terkejut sama sekali dengan pengumuman itu.

"Ada pertanyaan?" tanya Pak Hadi.

Rain ingin sekali angkat tangan dan bilang, *"Saya keberatan, Pak, kami berdua nggak pernah sependapat soal apa pun,"* tapi tentu saja dia cuma diam, tersenyum kaku sambil mengangguk seperti anggota tim lain.

---

Selesai rapat, Rain dan Kenzo berjalan bareng menuju ruang kerja bersama yang baru disiapkan khusus buat proyek ini, satu ruangan kecil dengan dua meja berhadapan, papan whiteboard besar, dan timeline proyek yang udah ditempel di dinding.

"Well," kata Rain, menghela napas panjang sambil menaruh laptopnya di meja. "Sepertinya kita terjebak."

"Bukan terjebak," Kenzo membetulkan, duduk di kursinya sendiri. "Dipasangkan berdasarkan kompetensi."

"Kompetensi buat berantem terus, maksudnya?" Rain menyahut, setengah bercanda setengah serius.

Kenzo melirik sekilas, ada kilat geli di matanya meski wajahnya tetap datar. "Kalau kita nggak pernah berantem, proyek ini nggak akan sekuat ini."

Rain menggelengkan kepala, tapi diam-diam tersenyum kecil. Entah kenapa, obrolan seperti ini nggak lagi terasa semenyebalkan minggu-minggu sebelumnya.

---

Jam-jam berikutnya dihabiskan buat menyusun ulang timeline proyek. Seperti biasa, Kenzo mengkritik hampir semua yang Rain ajukan tapi kali ini, Rain mulai bisa melihat pola di balik kritik itu. Kenzo nggak pernah asal nolak; dia selalu kasih alasan, dan seringnya, alasan itu benar.

"Kalau budget campaign digital dikurangi sepuluh persen di sini," kata Kenzo, menunjuk salah satu bagian di layar, "kamu bisa alihin ke sini, buat riset audiens yang lebih dalam. Efeknya lebih besar jangka panjang."

Rain memerhatikan angka-angka itu sejenak, lalu mengangguk pelan. "Oke, aku setuju. Tapi kalau soal timeline eksekusi, aku yang lebih paham lapangan. Jangan dipangkas kayak minggu lalu."

"Deal," jawab Kenzo, singkat tapi tegas.

Untuk pertama kalinya, mereka berdua menyelesaikan satu bagian rencana tanpa berantem panjang. Rain menyadari itu dengan sedikit kaget ternyata bisa juga mereka sepakat, kalau saling mau dengar.

---

Menjelang sore, Pandu mampir ke ruangan proyek, membawa dua cangkir kopi seperti biasa.

"Kudengar kalian berdua satu tim sekarang," katanya, menyerahkan satu cangkir ke Rain, sementara yang satu lagi agak canggung ditawarkan juga ke Kenzo.

"Nggak usah," kata Kenzo, menolak dengan sopan tapi singkat. "Nggak minum kopi sore."

Pandu mengangguk, menyimpan cangkir kedua itu buat dirinya sendiri. "Kalau butuh bantuan apa-apa, bilang aja," katanya ke Rain, meski matanya sesekali melirik ke arah Kenzo dengan ekspresi yang sulit didefinisikan.

"Makasih, Pandu," jawab Rain, tersenyum tulus.

Begitu Pandu keluar ruangan, Kenzo kembali fokus ke laptopnya, tapi sempat berkomentar singkat. "Dia perhatian banget sama kamu."

"Dia emang gitu ke semua orang," jawab Rain, refleks membela, meski di dalam hati sendiri mulai ragu apakah kalimat itu masih sepenuhnya benar.

"Kalau ke semua orang," kata Kenzo, tanpa menoleh dari layarnya, "harusnya dia nggak keliatan seolah nggak nyaman tiap kali aku ada di dekat kamu."

Rain terdiam. Dia nggak menyangka Kenzo bakal notice hal sekecil itu apalagi bicarain langsung dengan tenang seolah itu fakta biasa aja.

"Kamu terlalu jeli," gumam Rain, setengah menghindar dari topik itu.

"Aku cuma jujur," jawab Kenzo, akhirnya menoleh, menatap Rain lurus-lurus. "Beda sama diam-diam pura-pura nggak lihat."

Kalimat itu menggantung di udara, dan untuk beberapa detik, Rain nggak tahu harus menjawab apa.

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
Xlyzy
jelas lah dia dia dah Dig dug plu gugup pertama kali loh ketemu wajar aja, apalagi ini camer 🤭
Tamaa
Bagusnya memang Rain ke Surabaya aja, biar hubungan mereka teruji selain itu kalau hubungan terus berlangsung tanpa adanya masalah sedikitpun dan bertemu setiap hari pasti ada rasa bosan yang muncul sedikit.
Tamaa
awas hubungannya jadi renggang
Tamaa
Kena mutasi nih, harus ldr dong
-Thiea-
habisnya si pandu juga kagak jelas. kayak tarik-ulur gitu. jadi bingung kan si rain.
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠ : dia hablum minannas ke semua orang ka 😭
jadinya bikin cewek salah paham
total 1 replies
-Thiea-
mulai nyaman sih ya komunikasinya walau masih ketus.
Mingyu gf😘
nahh, sama kenzo aja deh yang gak plin plam
Mingyu gf😘
Jangan mau sama pandu rain, dia kayaknya terlalu plin plan sama hatinya
Aquarius97 🕊️
apakah itu artinya bang Kenzo juga percaya pada rain.. uhuyuhuyuhuy 😍😍
Aquarius97 🕊️
tenang saja... kan ada babang Kenzo rain...
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
moga aja ayahnya kenzo meridhoi rain
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
nontonnya di noveltoon juga kah?😄
Prayy
ternyata sifat Kenzo kaya gitu demi nutupin dari semua orang deh karena beban yang di pikul nya
Prayy
kenapa kaget ? masih canggung yaaa
Prayy
sampai pandu tauu buruan pandu nanti ke duluan pak Kenzo
Prayy
mulai mulai satu kantor udh tahu nih
Myz Pena
cieee yanh mau makan dengan calon mamernya... rain happy...tapi pandu auto mewek sendirian 🤧...
Putry Chan
kalimat " aku disini " itu singkat tapi power full genggaman tangan Kenzo bikin rain merasa lebih nyaman , tim solid bgt semoga mereka bisa ngelewatin tes dari papa kenzo
ginevra
nah, akhirnya kamu sadar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!