Jingga membuka mata, kembali ke masa sebelum tragedi besar menimpa keluarga Amazon.
Kali ini, tidak ada lagi gadis lugu yang mudah dimanfaatkan, matanya penuh dendam dan kebencian.
Hanya ada satu hal, Balas Dendam!
Mari kila mulai permainannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Pewaris Grup Pratama
Di depan sebuah ruangan VIP, Jingga berdiri berdampingan dengan Arga setelah mereka diantar oleh manajer hotel.
"Ingat, jangan buat kekacauan! Lakukan dengan benar agar kerjasama ini berjalan dengan lancar. Jika nanti ada kesempatan, ajaklah tuan muda Pratama untuk makan malam di rumah kita," kata Arga yang berniat memperkenalkan tuan muda Pratama dengan Tasya agar kelak ketika Tasya menjadi pewaris, jalan Tasya menjadi semakin lancar.
"Aku mengerti," kata Jingga.
"Baguslah kalau Kau sudah mengerti, masuklah!" Perintah Arga.
Jingga menarik nafas panjang dan membuka pintu di hadapannya.
'Ini pertama kalinya aku bertemu dengan orang yang sangat penting, aku harus melakukannya dengan baik demi keluarga Amazon,' pikir Jingga dalam hati.
Saat masuk, Jingga melihat seorang pria muda berdiri membelakanginya, menghadap jendela.
Jingga berkerut, 'aku merasa familiar dengan postur tubuh ini, tapi tidak mungkin dia. Farhan hanya orang biasa, tidak mungkin akan berada di sini sebagai seorang pewaris, lagi pula dia masih berusaha merintis karinya, perusahaan kecil yang masih berkembang di kota Rama,' pikir Jingga dalam hati.
"Selamat sore tuan muda Pratama, saya Jingga Putri Amazon," ucap Jingga dengan sopan.
Sang pria tersenyum, ia berbalik sambil menatap Jingga dengan penuh kehangatan.
Jingga yang tadinya gugup kini terpaku di tempat suaranya tercekat tak mampu berkata apapun.
Bagaimana bisa?
"Sayang," pria yang tadi tampak gagah di jendela kini berbicara dengan manja berjalan menghampiri Jingga dan memeluk Jingga dengan erat, kepala Farhan bersandar di bahu Jingga dengan manja.
"Aku sangat merindukanmu," kata Farhan.
Saat itulah Jingga tersadar dari rasa terkejutnya, dia mendorong Farhan menjauh darinya.
"Kenapa?" Tanya Farhan protes.
"Kenapa kau di sini? Kau.. jangan bilang padaku kalau kau tuan muda Pratama yang akan kutemui itu?" Tanya Jingga.
"Aku akan menjelaskannya padamu," kata Farhan langsung menarik tubuh Jingga kembali ke pelukannya dan mengangkat kaki Jingga hingga hingga kedua kaki jingga terlingkar di pinggang Farhan.
Jingga menggertakkan giginya dengan kesal tapi tidak berkata apapun dan membiarkan Farhan membawanya ke meja.
Jingga didudukkan di meja, sementara Farhan berdiri di hadapan Jingga menangkup kedua pipi Jingga, "apa kamu kecewa?" Tanya Farhan.
"Apa menurutmu tidak?" Tanya balik Jingga dengan marah, tidak menyembunyikannya lagi.
"Maafkan aku, tapi aku juga tidak bersalah. Apa kau pernah bertanya aku dari keluarga mana? Terakhir kali aku bilang padamu Aku memiliki bisnis kecil--"
"Grup Pratama kau bilang bisnis kecil?" Tanya Jingga kesal.
"Tunggu beberapa tahun lagi, aku akan membuat grup Pratama menjadi bisnis yang sangat besar di dunia ini, saat itu kau akan menjadi nyonya muda Pratama yang bangga," ucap Farhan.
Jingga terbengong, pria ini benar-benar menganggap grup Pratama itu sebagai bisnis kecil?
Lalu grup Amazon itu apa?
"Jadi kau sudah tahu semua tentangku tapi pura-pura tidak tahu?" Tanya jingga masih kesal.
"Aku bukan pura-pura tidak tahu, coba saja kau pernah tanya padaku apakah aku tahu asal-usul mu, pasti aku akan menjawab dengan jujur," ucap Farhan.
"Kau!" Jingga sangat kesal, dia ingin membantah ucapan Farhan itu, tapi dia bahkan tidak tahu cara membantahnya.
"Pikirkan cara untuk membuat hatiku senang baru aku akan memaafkanmu!" Tegas Jingga sambil memalingkan muka.
Farhan menahan senyumnya melihat wanitanya yang tampak menggemaskan, "tutup matamu," kata Farhan.
Jingga mendengus kesal menatap Farhan, tetapi akhirnya ia menurut menutup matanya.
"Sekarang buka," ucap Farhan.
Begitu Jingga membuka matanya, sebuah kotak set perhiasan di hadapannya membuatnya terpaku.
Sebuah gelang giok murni berwarna hijau dan kalung dengan permata merah ruby besar diperlihatkan padanya.