NovelToon NovelToon
Cinta Di Langit Papua

Cinta Di Langit Papua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Aku mulai tertarik dengan sosok wanita yang duduk disebelah ku dibangku delapan delapan C dalam penerbangan pesawat Jakarta ke Makassar. Dia duduk diam, mengunakan baju serba hitam, sepintas ku melihat ada air mata yang membasahi pipinya. Hatiku mulai ibah, siapa kamu manis, ingin rasanya aku mau menenangkanmu.
Ini perasaan yang dirasakan oleh Kapten Marinir Martinus Revelino. Yang sedang dalam perjalanan menuju tempat tugas baru di Papua. Saat ini dia ditugaskan sebagai Komandan Intel pada kesatuan angkatan laut di Papua.
Dalam penerbangan ini, dia bertemu dengan Gracia Natasya, seorang apoteker yang harus kembali ke papua karena duka yang dia alami.
Apakah Ino dan Cia bisa menjalin hubungan cinta??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bandara Soekarno Hatta

"Hati - hati ya sayang disana."

"Mi, adek bukan anak kecil malu loh." Martina Renata menegur maminya.

"Kamu harus jaga kesehatanmu."

"Iya mami."

Ino masih terus di peluk oleh mami. Ini tugas pertama Ino yang jauh dari maminya. semenjak selesai pendidikan Akademi militer dan sekolah marinir di Surabaya.

"Mi, adekkan sudah biasa pisah dari kita."

"Ini beda usi, adek itu bertugas, bukan sekolah."

"Iya sih .... Tetapi ngak masalah lah. Adek kan laki - laki."

Drama kecil terjadi dibandara dalam keluarga Rehata. Karena saat ini pasangan suami istri dokter ini, harus mengantar anak bungsunya Kapten Marinir Martinus Revelino Rehata ketempat tugas yang baru. Pemuda berdarah Ambon, Manado, dan sedikit China ini harus berpisah dari mami, papi dan usinya yang semuanya ini adalah dokter.

Setelah drama pendek, sekarang Ino sedang menuju ke Gatenya untuk menunggu boarding, rencananya pesawat yang akan membawa Ino dan penumpang lainnya akan berangkat jam sepuluh malam.

Di sebelah kursi tunggu, ada seorang gadis tinggi, putih manis, rambut berombak menggunakan baju serba hitam sedang duduk dan menerima telepon. Ino mendengar bahwa nanti tantenya yang menjemput. Gadis itu adalah Gracia Anastasya seorang apoteker, yang harus mengajukan ijin untuk kembali ke Papua, karena duka yang dia alami. Saat ini Cia bertugas sebagai apoteker di rumah sakit swasta terkenal yang mempunyai cabang ada di mana - mana.

Waktu boarding tiba. Semua penumpang pesawat sudah di ijinkan untuk masuk ke pesawat. Kembali lagi Ino sederet dengan perempuan yang manarik perhatiannya. Cia ada cewek manis, namun saat ini dia sedang dalam keadaan sedih, atas terpanggil pulang ke rumah bapa di sorga mama terkasih untuk selama - lamanya. Satu deret dan bersebelahan. Cia sudah duduk dan menggunakan sabuk pengaman. Karena menangis dan matanya bengkak, dia terpaksa menggunakan kacamata untuk menutupi jejek kesedihannya. Ino terus menatap gadis itu ingin menyapa, tetapi takut.

Dua jam penerbangan mereka tiba di Makassar, dan saat penerbangan selanjutnya yang akan di tempuh ke Papua kembali lagi Kapten Marinir Martinus Revelino Rehata sederat dengan gadis yang mencuri perhatiannya semenjak dari bandara Soekarno Hatta. Dua jam penerbangan ditempuh, bandara udara pertama Frans Kaisepo Biak menjadi tujuan akhir dari Ino. Tanpa sengaja lagi, dia melihat gadis itu di bandara yang sama, namun kali ini dia sudah lebih dahulu di jemput oleh seorang perempuan yang menggunakan baju serba hitam, terlihat mereka berpelukan dan menangis.

"Apa itu mamanya?" dalam hati Ino bertanya, sampai dia tidak sadar bahwa jemputannya dari kesatuan dia berdinas sudah menjemput.

Gracia Anastasya sarjana Apoteker sudah berada di rumah, dia kembali ke Biak karena mama terkasihnya meninggal. Sebagai anak tunggal dia sangat kehilangan, karena selama ini mamanya lah tempat dia berbagai cerita. Orang - orang di sekitar kehidupan mereka tahu, bahwa Cia dan mamanya bagaikan sahabat. Kompak menggunakan baju, kemana - mana selalu bersama. Bahkan mereka mengira Cia dan mamanya adalah adek dan kakak. Mama Cia adalah perempuan berdarah papua China.

Selama ini, mamanya merahasiakan penyakitnya dari dirinya. Hampir delapan tahun dia sembunyikan. Hubungan papa dan mamanya sudah tidak harmonis, semenjak mama mengetahui bahwa papa mempunyai wanita lain. Namun dia bertahan, karena dia tidak mau janji di pernikahannya dia langgar. Semenjak empat tahun terakhir, papa sudah tidak menjalin hubungan lagi, namun rasa cinta mama sudah hambar.

Sejak tahu sifat papanya, Cia sangat susah memaafkannya, perempuan yang memiliki sifat hampir sama dengan mamanya hanya cuek dan memendam sendiri. Sekarang dia sudah kehilangan semangat hidupnya. Keinginan mamanya untuk bisa berlibur ke Korea bersamanya belum bisa dia penuhi, karena tabungannya belum mencukupi untuk itu.

Sementara itu, Kapten Marinir Martinus Revelino Rahata sudah tiba di kesatuannya. Dan hari berikutnya dia resmi menjalankan tugas utamanya sebagai komandan intel di kesatuan ini. Laki - laki lulusan Akademi militer ini, begitu tiba di kesatuan menjadi incaran banyak gadis, karena penampilannya. Namun tidak ada satu pun yang menyentuh hatinya. Dia masih berjuang untuk mengetahui gadis yang dia temui di bandara Soekarno Hatta dan di pesawat. Dia tahu bahwa gadis itu berada di kota yang sama dengannya.

"Gerson....."

"Siap komandan."

"Ada ibadah apa?? Kamu dengar bunyi lonceng gereja kan."

"Siap komandan. Dengar, ada ibadah pelepasan pengurus gereja komandan."

Akhirnya Gerson menjelaskan kepada komandannya tentang tata gereja kristen di tanah Papua. Bahwa setiap majelis jemaat yang meninggal, akan di bawa ke gereja sebelum di makamkan.

"Jam berapa pemakamannya, kamu beribadah di gereja angkatan laut juga kan."

"Siap komandan, iya. Rencana jam dua belas komandan."

"Oke ingatkan saya, saya juga mau hadir dalam ibadah itu."

Gracia Anastasya sudah menggunakan dress putih sama seperti yang digunakan oleh mamanya. Ini dress kembar yang mereka miliki. Hanya mer8as diri senatural mungkin. Dia sudah iklas mengantarkan mamanya ke peristirahatan terakhir. Meskipun luka yang masih ada di hatinya. Namun dia tahu, bahwa sebelum mama pergi, dia sudah memaafkan papanya. Karena ada surat yang mamanya tinggalkan baginya.

Selesai doa pelepasan dirumah oleh rekan kerja sesama mejelis jemaat, jasad mama dibawa ke gedung gereja tempat dia setia melayani. Tekad Cia ketika bangun pagi, untuk kuat dan tidak menangis, runtuh ketika ada dalam suasana itu. Peti jenasah ditutup sementara, agar bisa di bawa ke gereja, keluarga mama yang menangis, suara sirene mobil jenasah, dan iring - iringan kendaraan membuat Gracia Anastasya pun meneteskan air matanya. Selama dukanya dia ditemani oleh tante dan omnya yang adalah adik - adik mamanya yang juga merasa kehilangan kakak mereka.

Suasana semakin tidak tertahankan ketika Cia melihat rekan - rekan kerja mama di gereja menyambut mama dengan air mata. Cia kuat karena tante dan omnya memeluk dia sangat erat. Susana semakin tak tertahankan ketika Cia menyanyi lagu perpisahan kepada mamanya, lagu yang berisi doa mengantarkan kepergian orang yang dia cintai pergi ke alam yang berbeda. Lagu itu berisi bahwa dia siap menjalani hidup tanpa mama. Semua pelayat menangis. Bisik - bisik tentang hubungan mama dan anak terdengar di telinga Kapten Marinir Martinus Revelino Rehata tentang sosok yang mencuri perhatiannya dua hari ini. Hatinya berkata ternyata dia begitu dekat dengan gadis itu.

Ino bahkan mengikuti ibadah pemakaman sampai ke tempat peristirahatan terakhir mamanya Cia. Di ibadah pelepasan itu baru Ino tahu nama dati gadis yang sudah mencuri perhatiannya.

"Gracia Anastasya, nama yang indah dan cantik seperti kamu." Ino berkata dalam hati.

Setelah semua selesai pelayat mengucapkan turut berduka cita. Banyak sekali teman - teman sekolah Cia, dan juga teman - teman pemuda dan pemudi gereja, karena jika Cia berlibur ke Biak dia akan aktif melayani. Dan ini kali pertama Ino pun menyalami Cia.

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah kolonel Ino atas penempatan di biak
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan itu masih juga cari kesempatan untuk dekat dengan Ino
Ariany Sudjana
semoga kapal induk bisa menemukan keberadaan Ino dan teman-temannya
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats untuk baptis Nuel dan kehamilan cia
Chloe
lanjut Thor istrhat nya nanti di akhirat 🤣
Enz99
Bagus
Ceisye: terima kasih 🙏🙏🙏. saran dan kritiknya sangat di harapkan 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ariany Sudjana
tetap sabar dan kuat yah cia, papa kamu sudah sama Tuhan Yesus
Ariany Sudjana
puji Tuhan, hubungan cia dan papa kandungnya semakin membaik
Ceisye: terima kasih mba, masih mensuport karyaku. kritik saran mba sangat diharapka 👍👍👍🙏🙏🙏🙏😍
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Siska dan juga pembunuh
Ariany Sudjana
entah gimana reaksi orang tua ino, pas tau ada pelacur murahan di lingkungan kerja dan juga rumah ino dan cia
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Siska, bilang saja kamu iri sama ino dan cia,
Ariany Sudjana
kalau ini tegas, harus disingkirkan si pelacur murahan itu. waspada terus yah cia, pelacur murahan yang ga tahu diri itu akan terus mengawasi kamu
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Siska , waspada terus ya ino dan cia, apalagi cia lagi hamil
Ariany Sudjana
Mersi juga bodoh, max sudah berusaha memperbaiki kehidupan rumah tangganya, Mersi semakin menjadi-jadi
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Ino untuk kenaikan pangkat jadi mayor
Ariany Sudjana
kenapa ga dipecat saja si pelacur murahan Mersi itu?
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: ya Kak
total 2 replies
Ariany Sudjana
dasar bodoh Mersi, kenapa juga kamu harus melarang max ketemu dengan cia? lagian cia juga sudah memilih Ino sebagai calon suaminya, yang sudah jelas kelasnya jauh di atas max... atau jangan-jangan kamu juga ingin merebut ino lagi? supaya jadi istri komandan
Ariany Sudjana
puji Tuhan, finally cia menerima lamaran Ino
Ariany Sudjana
ciye yang pedekate 😂😂😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!