NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 7

Disebuah bukit hijau yang begitu sunyi dan indah, mereka duduk di ayunan menghadap pada matahari yang akan menenggelamkan dirinya. Warna oranye yang sudah mulai terlihat di garis garis langit senja itu membuat takjub siapapun yang memandang nya.

Angin sepoi-sepoi menerpa wajah cantik kedua wanita yang tengah menikmati keindahan alam ini, tampak Nisa yang menatap nanar ke arah senja yang Mulai tengelam.

" apa kau ingat saat pertama kali kita bertemu Disni?" Nisa melontarkan pertanyaan tanpa menoleh kepada kora

Kora hanya mengangguk ia ingat betul bagaimana ia dan Nisa bertemu hingga menjadi sahabat, mereka bertemu karan suatu alasan ingin mencari ketenangan di kala dunia benar benar jahat pada mereka.

Dulu saat Nisa datang ketempat ini karena luka yang di sebabkan oleh keluarga nya sendiri, orang tuanya begitu menyayangi sang adik sampai lupa dengan kehadiran nya, ia selalu di anggap anak sial karna menyebabkan kematian sang nenek. Ayahnya begitu membenci diri nya ibunya baik namun begitu menyayangi sang adik hingga apapun yang di inginkan sang adik selalu di berikan.

Sementara dirinya selalu menjadi pion tempat sang adik memamerkan kemenangan nya atas perebutan kasih sayang, tidak ada dunia yang mengerti diri nya sampai kehadiran seseorang yang membawa ketulusan yang hakiki.

Nisa menatap kora wajah wanita itu lembut dan cantik matanya menatap kagum kearah langit yang menguning itu, tatapan mata lugu dan penuh cinta namun kenapa orang orang menyakiti nya.

" maaf"

Hanya kata itu yang sempat ia keluar kan dari mulutnya, ia tak bisa berbuat apa-apa di tengah semua ini. Kora hanya menatap kearah Nisa. Ia bingung kenapa bisa mengucapkan kata itu apa ia ada berbuat salah.

Namun hanya ada keheningan diantara mereka berdua tak ada lagi yang bersuara kedua nya menikmati waktu mereka untuk menikmati pemandangan didepan.

Kora teringat jelas saat pertama kali ia datang ke tempat ini, waktu itu ia baru berumur 7 tahun saat orang tuanya membawa nya piknik bersama di bukit ini, mereka menikmati waktu bersama bercanda tawa sampai pulang larut malam. Sebelum dunia merengut kedua orang yang begitu ia cintai, saat itu mama nya masih mengandung adiknya usai kandungan nya baru memasuki usia 2 bulan.

Namun dunia yang memberi nya kebahagiaan sesaat itu merengut sang ibu, ia keguguran dan meninggal bersama sang adik yang masih dalam kandungan, sejak saat itu hidup nya mulai berubah rumah yang dulunya hangat menjadi sunyi ayah sibuk bekerja dan lupa diri, mabuk mabukan hingga merengut nyawanya saat kecelakaan beruntun yang terjadi di kota kala itu. Kora kemudian di bawa kepanti asuhan oleh keluarga nya ia ditinggal kan disana namun ia di rawat oleh biarawati yang tulus yang menyayangi nya begitu tulus.

Dari tempat itulah ia belajar arti dari ketulusan dan cinta yang tampa pamrih, tetap mencintai meski dunia membenci.

Saat usia nya sudah menginjak 20 tahun ia belajar di universitas ternama berkat kepintaran nya, disana lah ia bertemu Hendra mahasiswa populer pada masanya disana lah hidupnya mulai berubah dan disana awal dari semua ini.

Mereka bercerita dan menikmati waktu bersama tanpa memperdulikan sekitar yang sudah mulai mengelap, disini di tempat ini mereka bisa meluangkan waktu nya sejenak untuk sekedar mensyukuri hidup dan menikmati masa nya.

...----------------...

Debora memutuskan untuk mampir kerumah anaknya, ia ingin memastikan keadaan orang rumah itu, apa keadaan disana baik-baik saja. Ia menarik nafasnya pelan ia akan bertemu kora lagi, hatinya sakit jika membayangkan jika selama ini ia sudah banyak menyakiti gadis itu. Namun ia gengsi untuk sekedar meminta maaf.

Saat masuk kedalam Debora melihat anak lelakinya mondar-mandir terlihat begitu panik,

" kamu kenapa?"

Hendra menoleh ke arah mama nya, wajahnya tampak kusut seperti seorang yang kehilangan separuh hidupnya. Debora menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.

" kora mah, kora sedari tadi tidak bisa dihubungi aku khawatir!" Hendra memelas ia takut jika kora pergi meninggalkan nya.

Dalam hatinya dia terus bertanya apakah kora tau tentang perselingkuhan nya, sehingga gadis itu memilih pergi meninggalkan rumah tanpa pesan.

Debora membuang nafasnya ia gregetan dengan sikap sang putra yang tidak bisa bersikap tenang saat menghadapi masalah, ia duduk disofa dengan tenang

" coba tenang dulu, mungkin saja kora lagi jalan sama Nisa!"

" ya betul Nisa!"

Wajah yang tadi memelas terlihat sumringah, ia mencari nomor ponsel Nisa di WhatsApp nya. Dari tadi ia lupa karna panik. Debora hanya menggelengkan kepala nya kelakuan Hendra dari dulu hingga sekarang sudah menginjak kepala 3 masih aja tidak bisa mengatasi masalah dengan tenang.

" hallo nis!"

Hendra membawa telpon nya menjauh dari ruang tamu, gelagat nya yang tampak panik membuat sang mama hanya menggelengkan kepala nya belum juga di tinggal sudah seperti itu apalagi benaran di tinggal mungkin dunia nya benar-benar akan runtuh.

Seketika Debora merasakan getaran dari hati kecilnya, ketika ia membayangkan kora pergi, pergi meninggalkan rumah ini. Apa semua akan baik-baik saja, Debora seketika merasakan perasaan yang ia sendiri tak tau kenapa, ada rasa takut, kasihan dan panik ini semua menyatu dalam hati nya.

Ia mencoba menyingkirkan perasaan itu mungkin ia terlalu berlebihan memikirkan itu, ia memilih untuk pulang ia melewati rumah yang begitu bersih dan tertata rapi gadis itu benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik dia perempuan yang hebat rasanya hatinya sakit membayangkan betapa ia telah menyakiti gadis itu.

tanpa berpamitan dengan Hendra ia pergi begitu saja, ia tak ingin mengusik Hendra yang sedang sibuk memikirkan istri nya. Saat sudah ada di halaman menuju mobilnya Debora berpasan dengan kora mereka saling bertemu pandang.

Senyuman tulus dan tatapan kasih yang tampak dari wajah kora membuat hati Debora terketuk. Ia membuang muka dan berlalu begitu saja, ia tak membenci gadis itu ia hanya tak ingin menyakitinya begitu dalam.

Debora menatap kepergian mertuanya degan tatapan nanar, sosok ibu yang pernah ia temukan dari wanita itu perlahan menghilang begitu saja. ia menatap perut nya yang masih rata ia bertanya.

" apakah aku bisa merasakannya?"

Air mata nya mengalir pelan dari pelupuk matanya, ia ingin memberikan kebahagiaan kepada orang-orang di sekitar nya ia tak niat menyakiti siapapun ia hanya ingin menjadi terang di tengah kegelapan seperti yang di ajarkan biarawati yang merawatnya saat itu.

Ada satu pesan yang masih ia ingat jelas :

" jika ingin mencintai belajarlah dari merpati, yang tulus ketika mencintai"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!