NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga 2

Gulungan Dewa Naga 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Wush.

Angin pagi kembali berhembus menyapu sisa debu pertempuran di pelataran Istana Kota Awan Merah.

Kepergian Jenderal Zhao yang merangkak menyedihkan meninggalkan keheningan panjang di antara pasukan penjaga.

"Itu tadi pertunjukan yang sangat gila, Bos!" puji Wang Hao memecah kesunyian dengan antusias.

"Kau membelah dewa dari ibu kota layaknya memotong sepotong tahu sutra!"

Yang Zhen membalikkan tubuhnya menghadap kedua muridnya dengan senyum tipis.

Namun, sebelum pemuda itu sempat membalas pujian tersebut, raut wajahnya tiba-tiba berubah pucat pasi.

Uhuk.

Yang Zhen terbatuk cukup keras, memuntahkan setumpuk darah berwarna hitam kemerahan ke atas lantai marmer.

Darah yang dimuntahkan itu langsung mendidih dan menguap saat bersentuhan dengan udara luar.

Sssst.

"Guru!" teriak Mulan berlari menghampiri dengan wajah sangat panik.

Gadis tomboi itu belum pernah melihat gurunya yang sangat kuat terluka hingga muntah darah.

Tubuh Yang Zhen mulai limbung ke depan, kehilangan keseimbangan akibat rasa sakit yang tiba-tiba meledak dari Dantiannya.

Namun, Su Lin langsung melesat maju dan menahan tubuh suaminya dengan kedua tangannya.

Hap.

"Suhu kulitmu panas sekali, Yang Zhen!" seru Su Lin dengan mata membelalak terkejut.

Gadis berambut biru itu merasa seperti sedang memeluk sebuah tungku besi yang baru saja diangkat dari perapian.

"Energi darah iblis ini rupanya masih memiliki sisa kesadaran," bisik Yang Zhen dengan napas tersengal-sengal.

"Aku memaksakan penggunaan teknik singularitas ruang sebelum energi iblis ini benar-benar menyatu dengan aliran darahku."

Su Lin segera memancarkan aura es dari tubuhnya untuk mendinginkan suhu udara di sekitar mereka.

Sring.

"Hao, Mulan! Jaga seluruh perimeter istana dan jangan biarkan siapa pun mendekati aula utama!" perintah Su Lin dengan nada dingin dan tegas.

"Kami akan membawa Bos ke dalam, Nyonya!" sahut Wang Hao langsung menarik Mulan untuk kembali ke pos penjagaan.

Su Lin memapah tubuh Yang Zhen yang terasa semakin berat menuju ke bagian dalam istana.

Tap tap tap.

Mereka berjalan melewati lorong-lorong sepi menuju ke area pemandian pribadi khusus penguasa kota.

Ruangan pemandian itu terbuat dari batu giok putih dengan sebuah kolam air hangat berukuran cukup besar di tengahnya.

Su Lin membantu melepaskan jubah putih suaminya yang sudah basah oleh keringat panas.

"Kau selalu saja bertindak sembrono dan meremehkan batasan tubuh manusiamu," omel Su Lin dengan wajah cemas.

"Kau menyerap energi prasejarah dan langsung menggunakannya untuk membelah proyeksi Tahap Langit dalam waktu kurang dari dua jam."

Yang Zhen tertawa pelan meskipun wajahnya meringis menahan sakit.

Hahaha.

"Jika aku tidak pamer sedikit, anjing ibu kota itu tidak akan tahu siapa majikan barunya," balas Yang Zhen membela diri.

Su Lin memutar bola matanya dan mendorong tubuh suaminya masuk ke dalam kolam pemandian tersebut.

Byur.

Air kolam yang tadinya hangat langsung mendidih bergejolak saat bersentuhan dengan kulit Yang Zhen.

Bloop bloop.

Asap putih mengepul tebal memenuhi ruangan pemandian batu giok tersebut.

"Duduk dan pusatkan pikiranmu, aku akan menggunakan Inti Es Berat milikku untuk menekan hawa panas ini," instruksi Su Lin melangkah masuk ke dalam kolam.

Gadis itu tidak mempedulikan gaun sutranya yang basah kuyup dan menempel ketat di tubuh lekuknya.

Su Lin duduk berhadapan dengan suaminya dan menempelkan kedua telapak tangannya ke dada bidang Yang Zhen.

Syuut.

Aliran energi es yang sangat murni dan dingin langsung mengalir menembus pori-pori kulit Yang Zhen.

Pertemuan antara energi es ekstrem dan hawa panas iblis darah menciptakan suara desisan yang cukup keras di dalam air kolam.

Sssst.

Yang Zhen menghela napas panjang, merasakan siksaan di organ dalamnya perlahan mulai mereda.

Haaaah.

"Kau adalah satu-satunya orang di dunia ini yang bisa menyentuhku saat aku sedang dalam kondisi seperti ini, Istriku," ucap Yang Zhen membuka matanya perlahan.

Mata merah keemasan pemuda itu menatap lurus ke wajah cantik Su Lin yang berada sangat dekat dengannya.

"Jika orang lain yang menempelkan tangannya ke dadaku sekarang, tangan mereka pasti sudah meleleh menjadi tulang," lanjut Yang Zhen dengan nada lembut.

Su Lin menatap balik mata suaminya tanpa rasa takut sedikit pun.

"Dan kau adalah satu-satunya orang gila yang berani menjadikan putri keluarga cabang sepertiku sebagai ratu di istanamu," balas Su Lin tersenyum manis.

Tangan gadis itu terus mengalirkan energi es tanpa henti, menjaga keseimbangan Dantian suaminya dengan sangat teliti.

"Apakah rasa panasnya sudah mulai hilang?" tanya Su Lin memastikan kondisi Yang Zhen.

"Masih sedikit perih di bagian meridian jantung, tapi ini jauh lebih baik dari sebelumnya," jawab Yang Zhen menyentuh punggung tangan Su Lin dengan lembut.

"Keberadaanmu selalu menjadi kelemahan terbesarku, tapi juga menjadi pertahanan mutlak yang tidak bisa ditembus oleh siapa pun."

Mendengar kata-kata romantis dari mulut penguasa yang terkenal kejam itu membuat pipi Su Lin merona merah.

"Berhentilah merayuku saat kau sedang sekarat, Bodoh," tegur Su Lin menyembunyikan rasa malunya.

"Simpan tenagamu untuk mencerna sisa energi iblis itu hingga tuntas."

Yang Zhen tertawa pelan dan menutup matanya kembali untuk fokus bermeditasi.

Kolam pemandian itu kembali hening, hanya terdengar suara gemericik air dan hembusan napas mereka berdua.

Ketenangan ini terasa sangat kontras dengan pembantaian brutal yang baru saja terjadi di pelataran depan.

Bagi musuh-musuhnya, Yang Zhen adalah dewa kematian yang tidak memiliki belas kasihan dan selalu memandang rendah nyawa orang lain.

Namun bagi Su Lin, pemuda arogan ini adalah pelindung yang bersedia menanggung seluruh rasa sakit demi membuka jalan menuju puncak dunia untuk mereka berdua.

Satu jam berlalu dengan sangat lambat di dalam pemandian giok putih tersebut.

Hawa panas dari tubuh Yang Zhen akhirnya benar-benar menghilang, digantikan oleh aura energi yang sangat stabil dan padat.

Wush.

Su Lin menarik kembali telapak tangannya dan menyeka keringat dingin di dahinya sendiri.

"Proses asimilasinya sudah selesai sempurna," lapor Su Lin dengan senyum lega.

"Sekarang kultivasimu benar-benar telah mapan di Tahap Inti Emas tingkat puncak tanpa ada efek samping lagi."

Yang Zhen membuka matanya dan menatap telapak tangannya sendiri yang kini tidak lagi memancarkan warna merah panas.

"Kerja bagus, Istriku. Elemen esmu membekukan kesadaran sisa iblis itu hingga mati sepenuhnya," puji Yang Zhen merasa tubuhnya jauh lebih ringan.

Pemuda itu tiba-tiba menarik pinggang Su Lin, membuat gadis itu jatuh ke dalam pelukannya di tengah kolam.

Byur.

"Kyaa! Apa yang kau lakukan, Yang Zhen?!" kejut Su Lin meronta kecil di dalam pelukan suaminya.

"Hanya ingin memberikan hadiah kecil untuk dokter pribadiku yang sangat hebat," bisik Yang Zhen dengan nada menggoda.

Pemuda itu mendaratkan sebuah ciuman lembut di bibir istrinya, membuat Su Lin terdiam dan akhirnya membalas pelukan tersebut.

Momen intim itu berlangsung cukup lama, menghangatkan kembali air kolam yang tadinya sempat mendingin akibat aura es Su Lin.

Sementara itu, di luar istana, berita tentang kekalahan Jenderal Zhao dan hancurnya proyeksi Master Sekte telah menyebar luas melalui mata-mata jalanan.

Seluruh penduduk Kota Awan Merah kini menyadari bahwa penguasa baru mereka benar-benar seorang monster yang tidak takut pada langit.

Di ruang bawah tanah, golem baja Leluhur Ye masih berdiri mematung menjaga pintu segel perunggu.

Kriet kriet.

"Tuan Yang Zhen memiliki kekuatan fisik dan strategi yang sempurna," gumam sang leluhur pada dirinya sendiri.

"Tapi besok malam, Sekte Pedang Langit pasti akan mengirimkan mesin perang rahasia mereka yang tidak bisa dihentikan oleh gravitasi."

Di saat yang sama, di ibu kota provinsi, pasukan besar berjumlah puluhan ribu orang telah mulai berbaris menuju utara.

Di barisan paling depan, terlihat sebuah bayangan tulang-belulang raksasa yang ditarik menggunakan puluhan rantai besi oleh para petarung sekte.

Raungan gaib terdengar dari tulang-belulang tersebut, menandakan kebangkitan monster mayat hidup yang siap meratakan Kota Awan Merah.

Masa tenang bagi Yang Zhen dan Su Lin akan segera berakhir saat malam berganti esok hari.

1
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪💪
Predi Siswanto
agak membosan kan sampai sekarang cuman berkutat disatu kota
DD
kok diulang Thor 😅
iwakali
RoboCop
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow jlebz 🔥🌽
Yan Panungkek
lanjutkan karyanya author kami tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!