NovelToon NovelToon
Happy Ending ?

Happy Ending ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: Ar's

"Briar" seorang wanita muda berusia 20an yang menata kembali kehidupannya setelah mengalami serangkaian kejadian buruk semasa kecilnya, melawan dunia sendirian setelah kehilangan hal-hal berharga dalam hidupnya.

Sifatnya yang polos dan parasnya yang cantik serta kesederhanaannya, mempertemukanya dengan Adrian si tetangga barunya yang tampan sekaligus pemilik sebuah perusahaan.

Adrian yang mendekati Briar tanpa ragu, dan
dalam waktu singkat hubungan itu berubah menjadi sebuah kehidupan pernikahan. Memberikan kebahagiaan yang tak pernah Briar dapatkan sebelumnya.

Akan tetapi..
Apakah yang membuat pria sesempurna Adrian menikahi Briar dengan sangat terburu-buru..?

Akankah kebahagiaan itu berlangsung selamanya..?

Rahasia apa yang sebenarnya Adrian simpan..?

Akankah cinta mereka menang melawan permainan takdir..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tetangga baru sempurna

"Again..?"

Adalah satu-satunya kata yang ku ucapkan disetiap kali aku baru membuka mata di pagi hari. Pertanda bahwa aku tidak punya semangat untuk memulai hariku lagi. Kalau bisa aku hanya ingin berbaring seharian tanpa melakukan hal apa-apa.

Hari ini sudah genap hampir 2 minggu sudah insiden memalukan dipantai itu terjadi. Dan gara-gara kejadian itu, aku jadi merasa takut dab ragu-ragu untuk bepergian lagi kepantai, padahal kemarin sore di hari minggu adalah jadwalku untuk bersantai disana. Aku hanya khawatir mereka mengingat wajahku dan membuatku jadi bahan tertawaan seperti waktu itu. Meskipun.. mungkin ini hanya sebatas perasaanku saja.

-

"Brak..!!"

"Brak..!!"

"Kiri.. terus.. terus.. lagi.. kanan.. kanan..".

"Ooop.. stop !".

Aku mendengar suara mobil pick up pengangkut barang dan beberapa orang yang sedang sibuk bekerja menurunkan barang ke rumah baru yang ada di seberang tempatku tinggal. Sepertinya tetangga baru yang membangun rumah di seberang jalan itu sudah mulai menempati rumah barunya. Rumah itu terlihat cukup besar dengan desain yang modern berlantai dua. Sudah di pastikan, si pemilik rumah adalah orang yang kaya raya.

"Wahh.. Kapan ya.. aku bisa punya rumah seperti itu..? Jangankan rumah sebesar itu, yang kecilpun tidak masalah asalkan menjadi milikku sendiri..". Gumamku sambil menatap rumah yang besar di seberang jalan itu.

"Hussh!".

"Stop berhayal..".

"Saatnya kerja-kerja..". Aku harus mulai membereskan rumah, dan mulai menyelesaikan beberapa jahitan-jahitanku yang sudah mulai menumpuk. Aku harus bekerja keras untuk membayar kontrakanku di bulan ini dan juga yang pastinya.. Untuk kebutuhan-kebutuhanku hidupku yang lain.

"Semangat..!".

-

Beberapa saat kemudian, aku pun pergi berbelanja ke sebuah warung yang jaraknya dekat dengan kontarakanku, sambil sesekali melirik kearah rumah si tetangga baru itu.

"Eh mbak Briar.. mau beli apa..?". Sapa tetanggaku, si ibu pemilik warung.

"Aku mau beli mie instannya bu.. satu. Biasalah.. soalnya aku lagi malas banget buat masak..". Ucapku sambil tersenyum pada ibu pemilik warung.

"Aduh mbak Briar.. jangan di biasain makan mie instan, ntar kalau udah menikah harus sering-sering masak lho buat suaminya..". Ucap ibu si pemilik warung menggodaku.

"Eh' itu kalau di lihat-lihat sepertinya nak Adrian sudah mulai pindah kerumah barunya". Ibu warung menunjuk dengan bibirnya, kearah rumah brsar milik si tetangga baru itu.

"Iya, ya bu..? Aku belum tau siapa yang punya rumah itu..". Jawabku dengan sedikit penasaran.

"Tanah itu sebelumnya punya ibu, tapi ibu jual karena butuh uang.. Lah terus sekitar 6 bulanan kemudian.. si nak Adrian ini yang beli tanah kosong ibu ini terus di bangunlah oleh nak Adrian ini. Nah, nak Adrian ini, tempat tinggal sebelumnya itu, di Kota lain.. terus pindah kesini, karena bangun salah satu cabang perusahaan bapaknya disini.. Jadi si nak Adrian ini adalah pemilik perusahaan yang disini.. Apa istilahnya itu yang kayak di film-film..? CEO.. bukan..? Pokoknya nak Adrian itu orangnya tajir melintirrr..". Ujar ibu si pemilik warung menjelaskan seluk beluk si tetangga baru kami.

"Ohh.. gitu ya bu..". Aku mendengarkan sambil menganggukan kepalaku.

"Dia itu masih bujangan lho..". Bisik ibu warung sambil melirik kearahku.

"Ehm.. Oh iya bu.. aku sepertinya mau pulang dulu, soalnya pekerjaanku dirumah masih numpuk banget, lain kali kita obrolin lagi ok?..". Aku berpamitan agar ibu warung tidak mengajakku bergosip lebih lama lagi, lebih baik aku buat alasan buat pulang sebelum ibu warung membicarakan hal-hal yang buat aku menjadi betambah risih.

"Iya.. iya.. makasih udah belanja ya.." Ucap ibu pemilik warung.

-

Saatnya lanjut bekerja..

Di tengah-tengah pekerjaanku, aku memandang kearah luar jendela.

Aku sedang menjahit di ruangan depan. Lalu sepertinya aku melihat seorang pria di seberang jalan sedang menatap lurus kearahku.

Sudahlah mungkin hanya perasaanku saja.. mungkin dia hanya penasaran tentang usaha jahitku ini..

Akupun kembali melanjutkan aktivitasku..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!