Malam reuni seharusnya menjadi malam penuh kenangan.
Namun bagi Cassandra Elvania, malam itu justru menghancurkan dunia yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Di balik senyum hangat para sahabat lama dan gemerlap pesta yang meriah, Cassandra menemukan kenyataan pahit. Tunangannya, pria yang ia cintai sepenuh hati, ternyata menjalin hubungan terlarang dengan orang yang paling ia percaya,sahabatnya sendiri.
Hancur? Tentu.
Tetapi Cassandra memilih sesuatu yang tidak pernah mereka duga.
Ia tidak menangis. Ia tidak mengamuk. Dan ia tidak membongkar rahasia mereka.
Sebaliknya, ia ikut memainkan permainan yang mereka ciptakan.
Sedikit demi sedikit, Cassandra menyusun langkahnya sendiri. Hingga pada akhirnya, mereka yang merasa telah menang justru kehilangan segalanya.
Saat penyesalan datang, semuanya sudah terlambat.
Karena ada luka yang bisa sembuh. Namun ada pengkhianatan yang tak pernah bisa dimaafkan.
Dan semua itu bermula...
Di Malam Reuni.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 07
Aditya mengirimkan pesan pada seseorang yang sangat dia kenal.
"Besok dia kembali ke Jakarta jika kamu bersedia aku mohon jaga dia untukku." tulisnya jelas.
Hanya dalam hitungan detik satu balasan pesan pun diterima.
"Jangan khawatir Ditya aku pasti akan menjaganya dengan sangat baik. Terima kasih informasinya."
Aditya pun tersenyum mendapatkan balasan seperti itu.
"Aku sudah menunggumu selama bertahun-tahun. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Buktikan kalau kamu benar-benar mampu menjaga adikku seperti yang pernah kamu janjikan." ungkapnya dalam hati.
Sandra yang melihat Aditya tersenyum sendiri langsung menggoda kakaknya itu.
"Mas sedang jatuh cinta ya kok senyum-senyum sendiri. Wanita mana yang bisa menaklukkan hati si pria gila kerja ini?"
Ucapan Sandra hanya dibalas senyuman dan tawa oleh Aditya.
"Jangan sok tahu deh. Emang Mas kamu ini seperti itu." celetuknya membuat Sandra pun tertawa..
Sandra hanya tertawa saja dia baru pertama kali melihat kakanya merasa malu.
"Mas kenapa Mas tidak menikah? Bahkan Mas juga tidak pernah memilki pacar?" pertanyaan Sandra membuat Aditya diam untuk waktu yang lumayan lama.
"Mas?"panggil Sandra dengan lembut.
Maafkan Sandra jika ucapan Sandra membuat Mas sedih." Sandra pun tertunduk baru saja dia tertawa kini telihat sedih lagi.
Aditya menatapnya dan kemudian mengangkat dagu Sandra..
"Mas hanya ingin kamu bahagia terlebih dahulu. Kamu itu hal yang paling berharga untuk Mas kamu juga amanah Mami dan Papi. Jadi Mas tidak akan pernah memikirkan diri Mas sebelum kamu benar-benar bahagia bersama orang yang benar-benar tulus mencintaimu?"
"Memang ada Mas laki-laki yang akan tulis mencintaiku tanpa melihat siapa Mas?"tanyanya tanpa regu.
"Ada,pasti ada." jawab Aditya yakin.
Sandra hanya tersenyum dan mengangguk.
"Mas tidak perlu berkorban seperti ini. Mas juga pantas untuk bahagia dan Mas juga harus mencari kebahagian Mas sendiri jangan terlalu memikirkan aku.." Sandra pun mengalihkan pandangannya karena ia tidak akan bisa menahan airmatanya ketika terus menatap Aditya.
Aditya melihat sikap Sandra yang terlihat tidak biasa,ia pun langsung menjahili adiknya itu.
"Kamu sudah dewasa tapi masih sangat cengeng. Apa kamu tidak malu sama Bik Wati dan juga pada semua orang yang ada disini. Tersenyumlah Sandra.."ucapnya sembari menarik rambut Sandra dengan lembut.
Sandra hanya menatapnya dan kemudian menghapus airmatanya.
"Aku tidak menangis Mas,mata aku hanya terkena debu."ucapnya pura-pura.
****
Hubungan Aditya dan Sandra semakin membaik dan Sandra juga terlihat lebih tenang dan juga lebih bahagia.
"Sandra.. Sering-sering kembali waktu 75 hari lagi masih lumayan lama. Kamu bisa sering pulang kesini jika mau kamu bisa pakai jet pribadi tidak perlu pakai ke bandara."
Ucapan kekhawatiran Aditya sangat terlihat jelas. Laki-laki itu sesungguhnya takut jika Sandra tiba-tiba akan merubah keputusannya. Dia akan kembali luluh dengan perhatian Bastian.
Sandra yang sedang mengemasi barangnya pun tersenyum. Ia tahu jika kakaknya sangat mengkhawatirkannya.
"Mas aku pasti akan sering pulang jika aku ada waktu. Mas tidak perlu mengkhawatirkannya aku,aku akan baik-baik saja." ucapnya pelan.
Aditya hanya bisa mengangguk. Semenjak kecil Sandra selalu menepati janjinya dan kini juga ia sangat yakin jika Sandra juga akan menepati setiap ucapannya.
"Baiklah kalau begitu Mas bisa tenang sekarang. Jika kamu memerlukan bantuan Mas kamu katakan saja. Mas pasti akan sampai dalam hitungan jam." ucapnya menyakinkan Sandra.
Sandra mengangguk dan kemudian dia meminta uang pada kakaknya.
"Mas. Boleh minta uang. Uang aku sudah mau habis.." ucapnya dengan manja.
Aditya tidak bertanya apapun diapun langsung mengeluarkan ponselnya dan kemudian mengetikan angka yang cukup fantastis.
"Apa itu cukup?"tanyanya lembut.
Sandra memeriksa ponselnya dan melihat notifikasi sebesar tiga miliar rupiah.
"Mas ini kebanyakan?"
"Sudah kamu habiskan saja buat apa aja silahkan. Jika kurang kamu tinggal telfon dan Mas akan kasih lagi."
"Terima kasih you is the best." ucapnya senang.
Keduanya pun tertawa dan kemudian menikmati makan malam bersama sebelum Sandra kembali ke Indonesia.
Sementara Bastian sedang menghabiskan waktu bersama Vanessa. Ia tahu jika besok Sandra akan kembali sehingga mereka ingin menghabiskan waktu bersama.
"Sayang apa kamu yakin Sandra tidak pernah curiga dengan hubungan kita?"tanya Vanessa tiba-tiba.
Bastian kembali memeluk Vanessa dengan erat dan kemudian memainkan rambutnya..
"Tidak akan pernah tahu jika kamu diam." jawab Bastian dengan lembut.
Vanessa pun membalikan tubuhnya dan kemudian menatap kearah Bastian.
"Sayang jika kamu beneran menikahi Sandra bagimana dengan hubungan kita?Bagimana dengan aku?"tanyanya tanpa basa-basi.
Bastian diam untuk sesaat. Ia sendiri bingung setelah menikah apakah dia akan melanjutkan hubungannya dengan Vanessa atau mengakhirinya.
"Mas kenapa diam saja?Jika kamu berani meninggalkan aku,jangan salahkan aku jika Sandra akan tahu tentang hubungan kita." ucapan Vanessa bagaikan pisau yang Lanang menusuk jantungnya.
Tiba-tiba saja sebuah tamparan keras mendarat di pipinya.
"Coba saja jika kamu berani mengatakan apapun pada Sandra. Dan satu lagi jika kamu berani menggagalkan pernikahanku jangan salahkan aku jika aku akan membuat hidupmu tidak pernah tenang."
Bastian telihat kesal.
Begitupun dengan Vanessa yang merasa bahwa dirinya hanya dijadikan mainan saja oleh Bastian.
"Lalu bagaimana dengan aku?"ucap Vanessa kali ini wanita itu menggunakan airmatanya untuk meluluhkan Bastian.
Melihat airmata Vanessa,tubuh Bastian pun bergetar. Dia pun mendekati Vanessa dan memeluknya.
"Maafkan aku. Aku emosi tadi. Aku hanya ingin kamu tetap menjaga rahasia hubungan kita. jangan sampai Sandra dan siapapun tahu jika kamu bisa menepati janjimu aku pasti tidak akan pernah meninggalkanmu."
"Kamu janji?"tanya Vanessa lirih.
Bastian mengangguk,dan mereka pun langsung melanjutkan aktifitas mereka.
"Besok Sandra kembali aku ingin malam ini kita menikmati waktu indah kita sayang." rayuan manis Bastian membuat Vanessa mabuk kepayang keduanya pun melanjutkan akhirnya.
Sementara seseorang yang mengawasi keduanya pun mengambil setiap momen yang sedang mereka lakukan. Dengan merasa jijik laki-laki itu mengabadikan semuanya.
"Kasihan sekali Nona Sandra dia wanita yang sangat baik namun dikhianati seperti ini. jika aku menjadi laki-laki itu aku pasti tidak akan pernah mengecewakan wanita sebaik Nona Sandra." pekiknya dalam hati.
Setelah mengabadikan semuanya laki-laki itupun pergi meninggalkan rumah Bastian.
Kemudian mengabari Sandra bahwa dia telah mendapatkan bukti baru.
"Nona, saya menemukan bukti baru. Dan mungkin ini akan membuat Nona merasa sangat kecewa."ucapnya lirih.
Diseberang sana Sandra pun mengerti dengan apa yang dikatakan oleh orang suruhannya.
"Tidak perlu kamu kirimkan padaku. Cukup kamu simpan saja semuanya. Nanti aku pasti akan menyuruh Mas Aditya untuk memberimu imbalan yang sepadan." ucap Sandra dengan datar.
Laki-laki itupun gembira. semenjak dia bekerja sebagai detektif keluarga Wijaya selalu memperlakukannya dengan sangat baik bahkan selalu mendapatkan bayaran yang sepadan.
"Terima kasih Nona."ucapnya singkat,kemudian sambungan telfon pun terputus.
Sandra diam untuk sesaat memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh orang suruhannya.
"Kalian nikmati saja waktu indah kalian aku juga tidak perduli dengan apa yang kalian lakukan. Aku hanya ingin sepenuhnya bebas dan memulai kehidupanku yang baru. Bastian lima tahun aku menemanimu dan tiga tahun juga kamu mengkhianati ku." ucapnya sembari tersenyum.
"Besok saatnya kembali ke Indonesia dan sekarang waktu terbaik untuk tidur."
Nb :
Kakakku pergi ke Shanghai dan pulang sebagai jenazah. Tapi aku menolak hidup dalam bayang-bayang ketakutan itu. Aku datang untuk menulis takdirku sendiri.”
"Dan,ketika semua berkata bahwa Shanghai adalah luka bagi keluargaku tapi bagiku Shanghai adalah awal dari perjalananku,kisah cintaku dan juga penyatuan antara dua negara,dua budaya dan dua bahasa."
Mau tahu lanjutannya silahkan baca novel aku yang berjudul "Diantara dua negara, satu hati by:naryati.
lanjut thor 🙏