NovelToon NovelToon
Memilih Terbawa Arus

Memilih Terbawa Arus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Mengubah Takdir
Popularitas:414
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Selama tujuh malam, dia memimpikan hal buruk tentang pria yang selama ini dicintainya. Ketika hari lamaran tiba, dia memilih membatalkan perjodohan dan menjadikan Arus, pria berandal yang dibenci warga desa, sebagai alasannya.

Namun, semakin dekat dengan Arus, semakin dia menyadari bahwa pria itu tidak seperti yang orang-orang katakan. Di balik luka dan reputasinya, tersimpan kehidupan yang tak pernah dia bayangkan.

Awalnya hanya pelarian. Tapi bagaimana jika arus yang dia ikuti justru membawanya menemukan cinta yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

"apa aku benar benar istrimu kak...?" tanya Alya tiba tiba.

"buku nikah ada di tas..."

"bukan itu maksudku...."

Alya ragu ingin melanjutkan... Ia hanya menunduk.

"perceraian sangat di benci Allah, jadi mau bagaimanapun pernikahan harus di jalani dengan serius. Kalau bisa jangan pernah mempermainkan janji kepadanya." jawab arus yang tau maksud Alya.

Alya masih menunduk, ia tau pertanyaan ini salah. Dan dia kini bingung mau meminta maaf bagai mana.

"sudahlah, kita belum makan.... Mau makan di sini apa ikut turun..?" tanya arus.

Alya mendongak...

ia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, sekilas ada secercah harapan di matanya.

" jam segini harusnya sepi kan...?" tanya Alya.

"kalau mau sepi tunggu jam 12 ke atas"

seketika wajah Alya yang semangat langsung menghilang.

"sudah, biar aku ambil makan di bawah. mau makan apa".

Alya tampak berfikir, namun pikirannya malah terlintas ke dagangan pinggir jalan.

"kalok nasi goreng Abang abangan gak papa kan..?" tanya Alya.

"nasi goreng Abang abangan...?"

"ia, tadi sebelum pertigaan aku ngeliat ada yang jual nasi goreng. Kata suci nasi goreng di kota enak enak.".

"ya udah, kamu tunggu di sini. Biar ku beli."

tak menunggu persetujuan, arus mengambil jaketnya.

Saat di depan pintu, arus menoleh ke belakang.

"kartu ini ku bawa, kartu akses satunya ada di sebelah laptop."

setelah kepergian arus, Alya membaringkan diri di kasurnya.

Namun saat ia menjatuhkan diri, satu per satu lampu di kamar mati.

"loh ada apa..." bingung Alya.

Ia menyalakan senter hp, bahkan Alya sampai mengecek kulkas yang ada di sana.

"masih nyala kok, ac-nya juga masih kerasa. Apa ada lampunya rusak ya..."

bahkan Alya mengendus endus ke beberapa tempat, takut ada konslet listrik.

"udahlah, nanti kalok salah arus suruh ganti. Dia lagi mode baik."

Alya tak berani banyak bertindak, ia hanya menyibukkan diri dengan ponselnya.

Namun saat bermain dia salah fokus dengan screensaver laptop arus.

Alya mendekat, ia melihat gambar beberapa lansia dan anak anak, bahkan ada beberapa binatang.

"ini siapa...?"

Alya tau ini bukan gambar dari google, karena ada gurun di dalamnya. Jelas ini foto yang di ambil langsung.

Walau begitu, Alya tak berani mengotak Atik laptop itu.

ia memilih kembali ke kasur, namun walaupun begitu senyum terbit di bibirnya mengingat anak anak tersenyum di dalam laptop.

"apa arus tak sekejam yang di ceritakan orang...? Jelas senyum anak di foto itu terlihat bahagia bukan tertekan, binatang binatang di sana juga terlihat sehat, gak kayak yang di ceritain ibu warung" batin Alya.

ia juga mengingat betapa muridnya kagum dengan arus.

Tak lama pintu terbuka, satu per satu lampu kembali menyala.

Alya menoleh, melihat arus yang mendekat membawa nasi goreng pesanannya.

"kenapa lampunya di matiin" tanya arus.

"gak tau, tadi mati sendiri.." jawab Alya.

Arus melihat kartu akses yang masih berada di mejanya.

"lain kali, kalok aku pergi. Karu aksesnya masukin ke situ"

Alya mengangguk, mendekat ke arus yang sudah duduk..

"Bawak apa..."tanya Alya.

mendengar ini tentu arus langsung mengerutkan kening.

"bukannya kamu yang mesen...?" bingungnya.

Alya berdecak, mendengar jawaban arus..

"cuma basa basi, biar kayak pasangan lain." jawab Alya.

"oh...."

arus membuka bungkus nasi goreng dan memberikannya ke Alya.

Alya sendiri memakannya dengan begitu lahap, bahkan ini membuat arus tak jadi menyendokkan nasi ke mulutnya.

entah mengapa dia merasa melihat Alya makan lebih menyenangkan.

Uhuk....

Alya yang menyadari tatapan arus membuatnya tersedak.

"pelan pelan..." ucap arus menyodorkan segelas air.

"ternyata bener kata suci, nasi goreng di kota lebih enak."

"tapi harus tetap pelan pelan, kalo tersedak itu bahaya gak baik buat kesehatan"

"ya, aku kesedak juga gara gara kakak. Coba gak di liatin, aku gak akan kesedak. Lagian ngapain ngeliatin aku, kan kita punya masing masing"

arus hanya menggeleng, melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil.

Akhirnya ia memilih menyuapkan makanannya sendiri.

Setelah selesai makan, arus kembali dengan leptopnya.

Alya mendekati suminya itu.

"dari tadi ngapain si kak di depan laptop terus"

"rangkum data.."

"data...? Data apa, buat apa..?"

"buat kerjaan.."

"keraja....? Bukannya kak arus selama ini nganggur."

arus menoleh ke arah istrinya.

"kata siapa...?"

"kata orang orang, aku juga gak pernah ngeliat kak arus berangkat kerja. Apa lagi makek baju kantor atau baju tani".

Arus menunjukkan tabel data yang ia rangkum, melihat itu kepala Alya langsung pusing.

Sebenarnya Alya bukan orang yang bodoh, tapi melihat data yang terlihat sangat rapat dan penuh dengan perhitungan membuatnya tak mengerti.

"pekerjaan sekarang tak harus berangkat ke kantor atau di kebun, ada pekerjaan yang hanya di depan laptop dan ngandelin data."

"oh.... tapi kenapa kakak pergi pergian, kadang sampai berminggu Minggu sampai ber bulan bulan..?"

"walau bisa online, tapi jika keadaan mendesak aku tetap harus pergi ke kantor." ungkap arus yang sudah berkutat dengan leptopnya lagi.

Alya mengangguk, ia berpindah duduk ke dekat arus.

"pantes sebelum nikah kakak sempet pergi..."

arus menggeleng...

"kadang pergi tak selalu untuk kerja...".

"terus ke mana, apa kak arus bener bener main ke tempat yang gak bener. Kayak yang di ceritain orang orang...." curiga Alya.

Arus langsung menyentil kening istrinya itu, sedangkan Alya langsung memegang kepalanya.

"aduh... Sakit kak."

"gak semua yang kamu denger itu nyata, jangan kebiasaan percaya sama yang cuma di denger tanpa tau faktanya...."

"ya terus ke mana...?"

"aku pergi, nyari ketenangan...."

"ketenangan, bukanya di rumah juga tenang...?"

"udah kamu tidur, aku mau kerja"

Alya menatap arus...

"tapi kak, kewajibanku..."

"jangan maksain diri, aku gak masalah. Cepet tidur" perintah arus.

Di sisi lain Alya merasa senang, tapi ada sisi tak enak juga.

hari ini ia merasa arus sudah sangat baik kepadanya, bahkan mau menyakiti celotehan dan mau membantunya..

Tapi Alya masih belum siap, hal ini sempat menganggu pikirannya..

Namun ia tak mau berbohong tentang hal ini, jadi ia lebih memilih menurut apa kata suaminya.

Setelah Alya tidur, arus berjalan ke balkon. Ia merogoh saku, mengambil ponsel yang ada di sana.

"bagaimana..." tanya arus setelah panggilan terhubung.

"belum ada kepastian, tapi bukti memang mengarah ke nona muda putri".

"terus selidiki, target mereka sekarang sudah menjadi istriku, aku tak ingin ada siapapun yang bebas menyentuhnya atau melukainya"

"baik tuan".

Setelah menutup telefon, arus menatap Alya dari jendela.

"aku tak tau ini jalan yang baik atau berujung sama, tapi semoga saja hal itu tak akan terjadi setelah aku menikahimu"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!