NovelToon NovelToon
Anak Genius: Ayahku Seorang Superstar

Anak Genius: Ayahku Seorang Superstar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anak Genius
Popularitas:627
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

Pada satu malam ... seorang pria merenggut kehormatannya, hingga menanamkan benih dalam rahimnya.
Lima tahun kemudian ... the twins hadir dikehidupannya. Selama itu tidak ada yang pernah tahu siapa ayah biologisnya, hingga the twins Semi & Arsyad mencari ayah mereka.

Dan di satu waktu Kedua orangtua mereka dipertemukan.

Akankah mereka saling mengenali?
Apa usaha Semi & Arsyad berhasil?

subscribe karya ini untuk ikuti cerita lanjutannya. Jangan jadi pembaca bisu ya, harus like, komen dan vote.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ide Nakal Arsyad

Brakk

Senyum Arsyad seketika memudar, tubuh kecilnya terpental ke bawah lantai setelah pintu kamar dibanting keras oleh Semi. Semi sang adik paling tidak beretika dan tidak sopan masuk ke dalam kamar tanpa permisi hingga mengejutkan Arsyad.

"Adek!" Arsyad naik pitam. Matanya menyala bagaikan serigala, tapi amarah itu seketika meredup ketika putri kelinci masuk menenangkan dengan sejuta cara.

"Ssst ...." Semi meletakkan telunjuknya pada bibir. "Abang kan ganteng, jangan marah Abang." Seketika emosi Arsyad luluh melihat bujukan manis dari adiknya.

"Abis ... Kamu bikin Abang marah. Lihat nih! Gara-gara Adek Abang jatuh." Arsyad bangun dari lantai sambil merapikan baju tidurnya.

"Abang, kok belum tidur? Besok kan kita mau pergi."

"Husst ... Jangan keras-keras nanti Mama dengar." Arsyad mendekatkan telunjuknya pada bibir Semi.

"Lho ... emangnya Mama gak tahu? Kalau gitu ... siapa yang akan bayar pesawat, jajan, dan kamar hotel kita?" Semi bicara tanpa jeda.

"Kamu tenang saja, Abang sudah handle semua. Kita tidak akan pergi ke hotel tapi pergi ke rumah Opa dan Oma. Nanti kita juga akan pergi ke sana."

"Kalau begitu kita kasih tahu Mama biar berangkatnya bareng."

"Ssst ...." Semi hendak pergi memberitahu Zahra, tapi Arsyad malah menahannya. Arsyad membekap mulut adeknya agar tidak bersuara.

"Abang adek sesak," lirih Semi ketika tangan Arsyad mulai melonggar. "Abang mau bunuh Adek ya!" Semi sangat marah.

"Makanya Adek diam. Mama tidak tahu kita akan pergi. Kalau tahu sudah pasti tidak akan dibolehkan itu sebabnya jangan ngomong!"

"Jadi maksud Abang kita diam-diam?" tanya Semi, Arsyad mengangguk.

"Nanti Mama, Aki, dan Ninik bisa cemas Abang." Semi mulai merengek sifat manjanya.

"Kamu mau ikut atau tidak? Katanya mau ketemu Uncle Haesung tapi kok malah gak mau." Arsyad membuang muka seakan marah.

"Tentu Mau!" balas Semi. "Tapi ... Tiket pesawat?"

"Abang sudah handle."

"Kok bisa? Abang pakai uang siapa? Cara belinya gimana?"

"Soal beli gampang. Abang sudah reservasi lewat online untuk bayar ...," ucap Arsyad terhenti. Arsyad menaikkan tangannya di atas perut.

Sambil berkacak pinggang dia berkata "Sudah Abang handle."

"Abang ini, handle ... Handle ... Terus. Handle pintu maksudnya?"

"Sudahlah Adek, kamu banyak bicara. Yang jelas sekarang kita berkemas ... Jangan bawa banyak barang nanti ketahuan."

"Tapi Adek gak punya koper Abang."

"Ssstt ... Abang punya cara," bisik Arsyad pada Semi.

Arsyad dan Semi diam-diam membuka pintu kamar. Sepasang mata kecil itu celingukan memindai setiap sudut ruangan. Merasa aman Arsyad pun melancarkan aksinya.

"Ssst ... Adek jangan berisik. Awasi terus ya, kalau ada orang langsung panggil Abang."

Semi menurut saja. Adek manis itu hanya mengangguk ketika disuruh sang kakak. Arsyad membawa beberapa tumpukan baju dia dan adiknya yang sudah dimasukkan ke dalam tas kecil, lalu berjalan menuruni tangga dengan sepasang mata yang terus mengintai seperti mata serigala yang mengintai musuhnya.

"Adek, tengok ke bawah apa ada orang?"

Semi mengangguk lalu menengok dibalik pagar tangga. Di ruang bawah ada meja makan yang tampak kosong. Dibagian dapur juga sunyi, di pintu kamar Ninik dan Aki tertutup rapat. Semua aman terkendali.

"Semua aman Abang," bisik Semi pada Arsyad.

Arsyad mengangguk lalu melanjutkan langkahnya, Semi mengikuti dari belakang. Langkah mereka berhenti di depan pintu kamar Zahra, sedetik Arsyad melirik Semi supaya adiknya mengawasi.

"Adek, awasi kamar Ninik dan Aki jika mereka keluar kasih tahu. Abang mau masuk ke dalam kamar Mama."

"Ok Bang." Semi bicara sambil mengangkat jempolnya yang membentuk hurup O.

Pintu dibuka pelan. Arsyad mengintip suasana di dalam kamar. Masih terlihat Zahra yang sedang mengemas pakaiannya ke dalam koper. Setelah berbicara panjang lebar dan berdiskusi dengan Adam juga Hawa, Zahra akhirnya memutuskan untuk pergi ke Seoul - Korea terkait tandatangan kontraknya mengenai karya novelnya yang akan dijadikan webseries.

Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Ummi Hawa dan Adam mengizinkan Zahra pergi. Asal dengan syarat Zahra akan ditemani Tante dari istri pamannya selama pergi. Hawa tidak mengizinkan Zahra pergi sendiri keluar rumah, mereka hanya takut insiden itu kembali terjadi.

Namun, untuk sekarang Zahra meyakinkan Umminya bahwa ia sudah dewasa yang bisa jaga diri.

Awalnya Arsyad dan Semi akan diajak, tapi Zahra melarang mereka ikut. Dia tahu bagaimana mereka, yang selalu penasaran dengan tempat baru. Dulu ... Arsyad dan Semi pernah hilang di kota ketika mereka pergi belanja hanya karena Semi melihat hal baru, tempat aneh yang membuatnya ingin datang ke sana. Tanpa sepengetahuan Zahra mereka pergi berdua hingga membuat cemas semua orang karena hilangnya selama 6 jam.

Jadi itulah kenapa mereka tidak diajak kali ini. Seoul—korea bukan tempat kecil melainkan kita besar yang jika hilang tidak mungkin bisa ditemukan.

Namun, Zahra tidak tahu jika anaknya sangat pintar melebihi orang dewasa.

"Aku lupa, peralatan mandiku belum aku bawa." Zahra berjalan ke arah kamar kecil, dia mengambil peralatan mandi seperti sabun muka dan lainnya. Karena Zahra anti memakai barang orang lain.

"Adek, tunggu di sini. Abang masuk dulu," bisik Arsyad pada Semi.

Semi mengangguk Arsyad pun masuk setelah Zahra pergi dari tempat tidur. Arsyad langsung memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper milik Zahra, yang ia sembunyikan di bawah tumpukan pakaian ibunya.

Setelah itu Arsyad berlari keluar yang kembali pada Semi.

"Abang sudah selesai?"

"Sudah. Ayo kita kembali ke kamar." Arsyad menuntun Semi lari ke kamarnya. Dengan napas tersengal-sengal seperti sudah dikejar anjing liar mereka merebahkan tubuhnya di atas kasur, napasnya tercekat seakan sangat lelah.

"Abang besok bagaimana? Adek takut."

"Jangan takut. Kita satu pesawat kok sama Mama. Bedanya kelasnya saja," kata Arsyad.

Zahra memakai kelas VIP karena tiketnya ditanggung oleh tim editor. Zahra pun tidak sendiri, dia akan berangkat bersama tim produser dan manajemen dari Indonesia itu sebabnya dia berada di kelas bisnis.

Berbeda dengan Arsyad yang memilih kelas ekonomi, dia tidak tega jika rekening yang disadapnya harus menguras tabungan lumayan untuk tiket mereka.

"Abang, kalau boleh tahu bayar pakai uang siapa? Abang nggak nyuri kan, dosa lho Bang." Semi sebagai Adek hanya mengingatkan.

Arsyad senyum sendiri sambil menatap langit kamar.

Maaf ya Allah ... tak apalah nyuri uang yang sudah sakitin Mama. Lagipula Abang minjem, nanti setelah dewasa dan punya uang Abang ganti, gumam Arsyad dalam hati.

"Abang kok senyum-senyum? Ayo ngaku!" tekan Semi yang curiga pada Arsyad. Matanya menyipit tajam seolah menemukan sebuah kejanggalan.

"Abang nggak nyuri kok, tapi minjem." Akhirnya Arsyad mengaku.

"Minjem punya siapa Abang?"

"Punya Om."

"Om siapa?" tanya Semi bertele-tele. Sedetik matanya membulat, menduga siapa pria yang Arsyad maksud.

"Jangan bilang ... Om Ilham!" kata Semi sedikit teriak. Arsyad menoleh yang menatapnya dengan santai.

***

Ayo ... Kira-kira siapa ya?

Aduh ... Ini si twins mulai nakal deh.

1
Dini_Ra
Teruntuk kalian yang baca karya ini. Author mau jelaskan jika karya ini sebenarnya sudah pernah publish sebelumnya dengan cover yang berbeda. Mungkin dari kalian ada yang sudah pernah baca, lalu kenapa sih Thor? kok yang ini covernya beda, terus babnya juga udah banyak tapi yang ini kembali dari awal.

Aku jelasin yang sekarang ya🙏
Sebelumya kan author bikin novel ini ingin ikut event tapi yang kemarin itu gak bisa karena publish sebelum bulan Mei. Author tanya dong sama editor dan q&A ternyata tetap gak bisa dan mereka kasih saran kalau mau masuk event novelnya hapus saja lalu upload ulang. yaudahlah aku hapus novel yang kemarin lalu upload ulang.

jadi ... ini bukan plagiat ya, maaf sudah membuat kalian bingung 🙏. Semoga kalian suka dan baca karya ini sampai selesai 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!