namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.
ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.
sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.
bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.
aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 7 masih peduli
Brakkk
Seira menutup pintunya dengan keras,kesal rasanya pada hidupnya akhir akhir ini,dan kehadiran Gus Hanif yang tiba tiba mengatakan ingin menikahinya hanya karena pertama kalinya bersentuhan dengan seorang wanita.
Cihh alasan macam apa itu,seira sangat tidak habis fikir dengan Gus itu, seolah meminta pertanggung jawaban karna merasa telah dilecehkan.
" Yaampun seira."
Suara itu membuat seira menoleh
" Dari tadi aku nyariin kamu kemana mana."
" Aku ngumpet,lagi dikejar wartawan banget."
Hhhhh
Hana menghelai nafasnya.
" Ngapain sih seira pake mabok segala, kenapa kamu jadi tidak terkontrol seperti itu"?
" Semalam hatiku kacau."
" Jadi itu pelampiasan."
"Maaf..aku membuat masalah."
" Jangan ulangi lagi,kalau sedih coba cerita sama aku atau ratih.kamu itu tidak pernah sendiri seira ada aku dan Ratih."
Hati seira menghangat.hana dan Ratih memang bukan sekedar menejer atau asisten baginya tapi keluarga.
" Terimakasih."
Hana tersenyum tulus.
" Dan sekarang mari kita hadapi pak Wira sama sama."!
Suara heels high beradu dengan lantai marmer.seira berusaha tetap tenang ditengah suasana ruangan yang terasa dingin.
"Seira Aurora"
" Kamu tahu apa yang kamu lakukan semalam.?"
" Saya tahu pak,saya salah."
" Kamu tahu,gara gara ulahmu.beberapa rumah produksi membatalkan kontrak kerjasama dengan mu.bukan hanya kamu yang dirugikan disini,tapi saya juga."
" Maaf pak."
" Kamu fikir kata maaf dari kamu bisa memperbaiki semuanya.mulai sekarang saya tidak mau lagi kamu ada diagensi ini"
" Maksud pak Wira apa?"
"Saya tidak mau lagi manaungi aktris kontrovisial kayak kamu.."
" Tapi pak."
" Tidak ada tapi tapian."
Dert
Dert
Dertt
" Hallo."
Pak Wira mengangkat telponnya,masih ada seira disana.
" Baik pak, saya mengerti!"
Pak Wira meletakkan handphonenya kembali diatas meja.
" Jika itu keputusan bpak Wira,saya terima pak.jika saya tidak bisa lagi bergabung diangesi pak Wira."
Seira mulai bangkit dari duduknya,pak Wira memperbaiki letak kacamatanya yang sedikit melorot dari hidungnya.
" Hmm.seira duduklah kembali."!
suaranya terdengar lembut berbeda dengan yang tadi.
Dahi seira berkerut,saat menuruti perintah pak Wira.
" Kamu tetap berada dalam naungan saya."
" Hahh pak Wira serius. Bukannya barusan pak Wira mengeluarkan saya."
" Seira.apa kamu tidak setuju kembali bergabung dengan saya.?"
" Tidak pak bukan begitu,saya hanya sedikit bingung."
" Saya hanya berharap kedepannya kamu bisa menjaga image kamu didepan umum.biar bagaimanapun kamu itu seorang publik figur. Yang selalu menjadi pusat perhatian banyak orang."
" Baik pak itu yang terakhir.saya janji kedepannya Ta'kan membuat masalah."
" Bagus."
" Saya permisi pak."
Hanya anggukan yang didapatkan oleh seira sebelum akhirnya melangkah pergi.
" Aneh. Kenapa dalam hitungan detik pak Wira berubah.apa ini ada hubungannya dengan si penelpon tadi"
Pintu terbuka.
Hana dan Ratih dengan setia menunggu didepan pintu.
" Apa kata pak Wira?"
"Gue masih bergabung diangesi ini, tadinya gue dikeluarin."
" Apa dikeluarin." Jawab Hana,Ratih serempak.
"tapi setelah mendapat telepon dari seseorang tiba-tiba saja pak Wira menarik kembali kata katanya."
" huuhjh syukurlah Siapa yang menelepon.?"
" Tidak tahu.anggap saja ini suatu keburutungan buat aku."
Hana mengambil smartphonenya.
" Lo seira.ini kok berita dan vidio kamu menghilang."
Seira mengambil smartphonenya,benar kata hana.berita tentang dirinya benar benar hilang.
" Ini ngak mungkin kebetulan."
" Lihat diluar juga sudah tidak ada wartawan."
Hana dan seira menoleh keluar benar saja, wartawan yang sedari tadi berkerumun Diluar sana kini sudah tidak ada lagi.
"Keputusan pak Wira, wartawan,Vidio kamu yang tiba tiba hilang.ini sih bukan kebetulan."
Seira terdiam.yang dikatakan Hana benar ini semua tidak mungkin kebetulan seperti ada campur tangan seseorang.
" Kevin nander."
Nama itu lolos dari mulut Ratih.
" Hmm tidak mungkin."
" Yang bisa ngelakuin semua ini hanya Kevin seir."
Bayangan Kevin dan Serina dipesta semalam masih berputar dikepala seira,senyum Kevin yang terlihat pada wanita itu seperti menyayat hati Seira.
" Hmm tidak mungkin Kevin masih sepeduli itu padaku."
\*\*\*\*
Diruang CEO Kevin berdiri menatap gedung gedung pencakar langit melalui kaca jendela.jasnya masih terlihat rapi dasinya mulai longgar.kedua tanganya masuk kedalam saku celana.
Langkah kaki terdengar melangkah mendekat kearahnya.rahangnya mengeras,ia tidak menoleh sedikitpun.
" Maaf tuan karna saya sedikit terlambat."
Kevin mengerjap seperkian detik,kembali mengingat foto seira yang terlulai lemas diatas ranjang dengan tanda merah dilehernya.kedua tanganya mengempal didalam saku celana.
" Mulai sekarang kamu saya pecat."
" Tapi tuan."
" Keluar dari ruangan saya sekarang."!
" Baik tuan."
Pria itu menunduk . berbalik lalu pergi.
Kevin mengusap wajahnya kasar.
" Mengapa seira,sangat susah menyingkirkan kamu difikiran ini."
Dertt
Derttt
Dertttt
" Halllo."
" Semua yang tuan Kevin perintahkan sesudah beres,seira aman sekarang."
" Bagus."
Kevin menutup telfonnya dengan perasaan lega.ia dan seira mungkin sulit untuk bersatu.tapi perasaannya pada seira tidak bisa hilang begitu saja.
" Aku akan menjaga mu seir, meskipun kita tidak akan pernah menjadi satu."
Pria yang baru saja dipecat oleh Kevin mendengus kesal,ia melepaskan dasinya dengan perasaan sesak.
" Dasar CEO bucin,bukankah selama ini aku melakukan tugasku dengan baik, semalam kan aku berhasil menyelamatkan seira dari laki laki itu.lalu kenapa dia memecatku seenaknya."
Serina yang baru saja tiba di kantor Kevin tidak sengaja mendengar umpatan dari laki laki itu.seketika terdiam.tadi pagi ia sempat melihat berita seira yang menjadi trending topik dimedia karna ulahnya tadi malam.tapi sekarang berita tentang seira kini menghilang bak ditelan bumi.
" Mungkinkah ini ulah Kevin." Gumaman kecilnya.
Serina menghapus embun disudut matanya.
" Ternyata kamu masih sangat peduli dengan wanita itu."
Dengan langkah elegan , dengan rantang makanan digenggamnya serina melangkah dengan anggun menuju ruangan kevin.meskipun dengan perasaan yang terasa berkecamuk didalam dadanya.
Pintu terbuka.
Kevin berusaha memperbaiki dasinya yang terlihat kusut ketika melihat serina diambang pintu.tentu saja dengan senyum termanis yang tidak sampai dihati serina.
" Kamu datang?"
" Aku membawakan makan siang untukmu,aku fikir kamu bekerja keras hari ini."
Kevin terasa sedikit tersindir.namun sebisa mungkin ia menutupi kefrustasianya karna seira.
" Duduklah."!
" Aku sengaja memaksa sup iga untukmu,kata Tante dewi.kamu sangat suka dengan sup iga."
Kevin mengangguk,serina memang begitu akrab dengan mamanya.berbeda dengan seira.empat tahun ia menjalin hubungan dengan seira.mama Dewi tidak pernah setuju dengan seira.bukan karna mama Dewi benci pada seira.tapi perbedaan keyakinan diantara mereka yang begitu sulit mereka lampaui.
Kevin mulai mencicipi masakan serina.
" Hmm rasanya sangat enak." Ucapnya berusaha menghargai.
Serina berusaha tersenyum, entahlah pujian,senyum, perkataan manis Kevin selama mereka menjalin hubungan tidak pernah benar benar sampai dimatanya.
" Kevin apa kau mencintaiku.?"