NovelToon NovelToon
Sistem Sang Pengubah Takdir

Sistem Sang Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / TimeTravel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mae Linge

Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jika Benar

"Ck iya iya, aku tau aku salah harusnya aku memuji rumah makan ini kan karena dengan bumbu yang kurang lengkap bahkan kualitasnya pun rendah rumah makan ini masih dapat menghasilkan makanan yang disukai oleh banyak orang disini, bukankah itu sesuatu yang harus dipuji benarkan itu maksud ucapanmu" ucap Elisa Su sembari mendecakkan lidahnya dan menatap tajam ke arah Coco mendengar ucapan hostnya Coco pun memilih untuk diam dan duduk di kursi yang ada dihadapan hostnya, tak berselang lama pelayan pun datang dan Elisa Su pun segera memesan beberapa hidangan yang memang tak perlu campuran banyak bumbu dalam memasaknya selain itu dia juga memesan teh terkenal dari rumah makan tersebut. Orang-orang yang mengikutinya pun telah sampai ditempat Elisa Su berada dan bahkan mereka pun sengaja memesan lantai dua agar dapat dengan jelas mendengarkan percakapan keduanya, mereka pun sempat dikejutkan dengan percakapan yang baru saja mereka dengar "Apa? rumah makan ini dianggap biasa saja, bahkan bumbunya pun dikatakan tidak lengkap dan kualitasnya juga rendah" ucap mereka di dalam hati masing-masing "Apa maksudnya restoran bintang lima dan apa katanya dari masa depan yang jaraknya ribuan tahun" ucap mereka kembali di dalam hati masing-masing yang berhasil meruntuhkan semua kepercayaan mereka realita tentang dunia ini.

"Aduh Coco bagaimana ini aku benar-benar tak mampu memakannya padahal aku sengaja memesan makan yang tak perlu menggunakan banyak bumbu tapi tetap saja rasa makanannya masih sangat tak sesuai dengan lidahku, tapi untung saja teh ini rasanya cukup enak" ucap Elisa Su yang mengeluh di dalam hatinya setelah mencicipi beberapa hidangan yang telah dia pesan tadi mendengar itu Coco pun menatap penuh harap ke arah hostnya itu "Jika host tak dapat memakannya boleh kah aku mencobanya" ucap Coco dengan mata berbinar karena baru saja dia mendapatkan kemampuan untuk dapat merasakan masakan dan memakannya juga, mendengar itu Elisa Su pun segera menganggukkan kepalanya "Tentu saja boleh, ayo habiskan semua makanannya, ngomong-ngomong sejak kapan kau bisa merasakan makanan dan dapat memakannya juga" ucap Elisa Su dengan penuh penasaran sembari menatap ke arah Coco yang baru saja mencoba satu jenis hidangan itu "Ukh, bau ikannya masih sangat menyengat" ucap Coco yang langsung memuntahkan makanan yang baru saja dimakannya dengan tiba-tiba hingga membuat Elisa Su pun tertawa senang "Hahaha, benarkan apa yang ku katakan teryata bukan hanya lidahku saja yang tak cocok dengan makanan di zaman ini ternyata lidahmu juga begitu" ucap Elisa Su sembari memegang perutnya yang sakit karena tertawa sangat kencang, mendengar ucapan hostnya Coco pun terlihat sedih "Padahal baru saja aku mendapatkan kemampuan ini namun siapa sangka langsung dikecewakan begitu saja dengan rasa masakan itu" ucap Coco sembari berjalan ke arah hostnya dan merebahkan tubuhnya dipangkuan hostnya, melihat ekspresi Coco Elisa Su pun segera mendatarkan wajahnya dengan susah payah setelah tertawa keras di dalam hatinya tadi "Tidak usah sedih bukankah aku memiliki kemampuan memasak yang lebih hebat dari pada koki di restoran bintang tujuh, tenang saja nanti aku akan memasakkan beberapa makanan enak untukmu" ucap Elisa Su untuk menghibur sistemnya itu dan ternyata berhasil bahkan membuat sitemnya itu pun menatap ke arah Elisa Su dengan tatapan berbinarnya "Terimakasih host aku anggap host telah berjanji padaku, aku jadi sangat menantikan masakan host kalau begitu ayo kita segera kembali ke kediaman host saja, aku yakin perut host juga pasti sudah lapar" ucap Coco yang langsung mengeluarkan sayapnya dan langsung terbang mengelilingi hostnya itu, melihat Coco yang penuh semangat akhirnya Elisa Su pun menganggukkan kepalanya "Baiklah-baiklah ayo kita segera pulang" ucap Elisa su yang langsung meninggalkan satu tael emas di atas meja tersebut dan langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.

"Tiba-tiba saja rasa masakan ini jadi tidak seenak sebelumnya, bahkan dewa yang bersama nona muda yang terpilih itu pun baru mencicipi sekali makanan ini langsung memuntahkannya, sebenarnya seenak apa makanan yang dibuat oleh nona muda itu hingga membuat dewa pun terdengar sangat bahagia dan langsung mengajaknya kembali ke kediaman mereka" ucap orang-orang yang berada di lantai dua di dalam hati mereka masing-masing setelah itu mereka pun menjadi tak berselera untuk melanjutkan makannya lagi dan segera memutuskan untuk kembali ke kediaman mereka masing-masing, sangat berbeda dengan dua orang yang segera memerintahkan orang kepercayaan mereka masing-masing untuk mengikuti Elisa Su hingga ke kediamannya setelah itu mereka berdua juga memerintahkan untuk membeli kediaman yang ada disamping kediaman milik Elisa Su itu.

"Aku harus segera menyampaikan berita ini kepada ayahanda, aku yakin semua yang datang ke lantai dua tadi juga dapat mendengar suara hati nona pertama kediaman jenderal Su itu" ucap seseorang yang berada di ruang khusus nomor satu pada saat pelelangan tadi berlangsung identitasnya adalah seorang putra mahkota dari kekaisaran tersebut, setelah itu dia pun segera pergi dari rumah makan tersebut menuju ke kereta kudanya dan langsung kembali ke istana untuk menemui kaisar. Sesampainya diistana dia pun teringat mengenai pil yang baru saja dia dapatkan sehingga dengan segera dia pun memerintahkan salah satu pelayannya untuk pergi ke rumah perdana menteri Hu dan membawa pil penambah umur itu untuk dijual kembali seharga tujuh ribu tael emas kepada perdana menteri Hu, pangeran mahkota sangat yakin jika perdana menteri Hu pasti akan membelinya.

"Salam hormat ayahanda" ucap pangeran mahkota yang kini sedang menemui ayahandanya di ruang kerja kaisar sembari menundukkan kepalanya "Kemarilah" ucap kaisar ketika melihat anak sulungnya itu lalu dia pun memerintahkan anaknya itu untuk duduk di kursi yang ada dihadapannya "Apakah ada yang ingin pangeran mahkota katakan" ucap kaisar sembari menatap anak sulungnya itu, mendengar itu pangeran mahkota pun segera menganggukkan kepalanya lalu menatap ke arah pelayan dan juga pengawal yang ada di ruang tersebut, melihat itu kaisar pun tau jika ada hal penting yang bersifat rahasia yang ingin disampaikan oleh anaknya itu "Kalian semua keluarlah, jangan biarkan ada orang yang mendekat keruangan ini karena akan ada hal penting yang kami bahas nantinya" ucap kaisar sembari mengibaskan tangannya, mendengar itu semua pelayan dan pengawal yang ada di ruangan itu pun membungkukkan kepalanya "Baik yang mulia" ucap mereka secara bersamaan dan segera meninggalkan ruangan tersebut, bahkan kasim pribadi milik kaisar pun terlihat berjaga di depan pintu kerja kaisar bersama dengan pengawal pribadi kaisar.

Setelah semua orang pergi pangeran mahkota pun menceritakan semua yang terjadi hari ini tanpa menutupi apapun selain itu dia juga memberitahukan ayahandanya itu tentang kediaman yang baru saja dibelinya tepat berada di sebelah kanan milik kediaman Elisa Su "Bagaimana menurut ayahanda" tanya pangeran mahkota dengan hati-hati sembari menatap wajah ayahnya, mendengar itu kaisar pun dengan segera berdiri dari duduknya "Kalau apa yang kau katakan benar, maka ini merupakan anugerah dewa untuk kekaisaran kita, segera perintahkan orang kepercayaanmu untuk menyiapkan tempat tinggal kita dikediaman yang kau sebutkan tadi karena malam ini aku akan membuktikannya sendiri apakah yang kau katakan benar atau tidak" jawab kaisar sembari menatap lekat mata anak sulungnya tersebut, mendengar jawaban dari ayahnya putra mahkota pun segera pergi dari tempat tersebut dan langsung berjalan menuju ke paviliun miliknya sendiri, sesampainya disana dia pun langsung memerintahkan orang-orang kepercayaan untuk segera mendekorasi kediaman yang baru saja dibelinya tadi dan harus sudah selesai sore ini juga.

1
..
keren!
..
Hai kak, semangat, aku sidah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah!
..
Hai kak aku sudah bom like karya kamu dan jangan lupa like balik karya aku juga yah, mari saling follow dan dukung yah kak. semangat💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!