NovelToon NovelToon
My Annoying Soulmate

My Annoying Soulmate

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / CEO / Tamat
Popularitas:359k
Nilai: 5
Nama Author: Virgoanz

" Aku siap menikahimu kapanpun kau mau.. " Andrian berteriak kepada gadis yang berjalan menjauhinya.

" Tapi aku yang sekarang tidak mau.. Kakak terlalu dingin untuk gadis sepertiku. "

Indah, gadis ceria yang manja dan cerewet dihadapkan dengan perjodohan oleh ayahnya dengan anak dari salah satu sahabatnya sedari kecil. Pria dingin yang Indah sebut manusia kulkas satu pintu yang menjabat sebagai CEO di perusahaan perdagangan terbesar se-Asia. Bukan hanya kaya, dia juga pria tampan idaman kaum hawa.

Tapi akan seperti apakah kisah cinta mereka berdua ?? Bisakah dua pribadi yang berbeda itu bersatu dalam ikatan suci pernikahan ?? Mampukah Indah bertahan dengan sifat Andrian ??

Akankah masalalu yang membuat Andrian tidak lagi mengencani wanita akan muncul lagi di kehidupannya setelah berumah tangga dengan Indah?

Ikutin terus cerita Andrian dan Indah yang akan semakin seru untuk disimak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgoanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita Andrian

"Hari ini saya mau mengunjungi pembangunan mall yang baru. Kamu mau ikut saya atau mau tetap di kantor mengerjakan pekerjaan lainnya?" tanya Andrian setelah selesai rapat pagi dengan pejabat diperusahaannya.

"Saya ikut saja pak. Bosen di kantor terus!" waktu sebulan yang ayahnya janjikan untuk belajar di kantor Andrian sudah lewat lama. Orang tua mereka sepakat untuk Indah tetap bekerja dengan Andrian agar mereka bisa lebih dekat dan membuka hati mereka masing - masing.

"Kalau begitu kita makan siang di luar saja nanti sekalian berangkat ke tempat proyek pembangunan." Indah tidak banyak protes sekarang. Apa pun yang di katakan Andrian selalu ia turuti. Meskipun terkadang masih saja mengumpat di dalam hati saat pria itu mulai menyebalkan. Karena kalau dilawan Andrian akan semakin menyebalkan.

Untung banyak ilmu yang bisa Indah dapatkan dari Andrian. Jika hanya untuk melancarkan kedekatan antara keduanya, Indah lebih baik mundur sejak awal. Bertahan hanya karena ingin menjalankan bisnis sang ayah. Kasihan Indah melihat ayahnya masih harus bekerja di usia senja. Meskipun ayahnya belum terlalu tua dan badannya masih segar. Tapi melihat beliau sering pulang malam tetap saja membuat hati Indah iba.

Sesuai rencana mereka makan siang terlebih dahulu di sebuah restoran mahal yang masih searah jalan dengan proyek. Masalah makanan Indah dan Andrian satu selera, sehingga Indah tidak pernah tanya akan makan dimana.

Sesampainya di tempat proyek seorang mandor mendekati Andrian dan Indah, memberikan helm proyek untuk melindungi kepala mereka.

Ekor mata Andrian menangkap Indah yang sedang kesusahan memasang kuncian helm. Dalam hati dia tertawa melihat ekspresi Indah yang bingung sekaligus kesal.

"Kalau kamu tidak bisa. Apa susahnya berkata tolong!" Andrian membantu memasangkan kuncian helm karena merasa kasihan. Sejenak pandangan mereka bertemu. Membuat dada Indah berdebar tak karuan.

"Duh jantung gue kenapa lagi.. mulai gila nih.. Masa cuma gini doang dia meronta-ronta!! Gimana kalau gue di cium. Bisa-bisa gue serangan jantung mendadak nih!" gerutu Indah dalam hati.

Andrian memutus pandangan mereka terlebih dahulu dan memukul pelan helm di kepala Indah. Membuat bibir wanita itu mengerucut.

Sebenarnya tidak ada gunanya juga Indah ikut ke proyek karena dia hanya mengikuti Andrian kemanapun lelaki itu melangkah tanpa mengeluarkan pendapatnya sama sekali.

Andrian merubah beberapa bagian yang dirasa kurang pas. Serta menambahkan keselamatan untuk para pekerja. Andrian tidak ingin keselamatan pekerjanya tergadaikan karena minimnya keselamatan kerja.

***

Setelah selesai dengan urusan proyek Andrian mengajak Indah untuk pulang.

"Pak ke sana dulu yukk.. Cape tau dari tadi ngikutin bapak keliling proyek!!" Indah menunjuk taman yang berada persis didepan proyek pembangunan.

"Siapa yang suruh kamu buat ngikutin saya. Kesana sendiri saja sana! Saya masih banyak kerjaan di kantor." Andrian mulai melangkah meninggalkan Indah. Namun gadis itu mengejar dan menarik bagian belakang jas yang digunakan Andrian seperti anak kecil yang merengek minta sesuatu kepada orang tuanya.

"Ayoo lah pakkk.. saya haus pengen es krim itu." Indah kembali menunjuk truk es krim yang ada ditaman. Andrian ikut melihat kearah yang Indah tunjuk.

"Lepas! Malu-maluin tau gak kaya anak kecil saja kamu!" Andrian mengibaskan tangan Indah dari jasnya.

"Makanya ayoooo" rengek Indah dengan manjanya, membuat Andrian pasrah dan menuruti permintaan gadis manja itu.

"Kakak mau gak?" tanya Indah saat mereka sampai dan memesan es krim.

Andrian pasrah jika Indah sudah memanggilnya kakak berarti dia juga harus bersikap seperti calon suami bukan atasannya di kantor.

"Saya mau satu cone rasa vanila." jawab Andrian yang langsung di acungi jempol oleh Indah.

Setelah mendapatkan pesanannya Indah mengajak Andrian untuk duduk di salah satu bangku taman.

"Aku jarang banget lho kak ke taman kaya gini. Yang suka main di taman begini Shevi sama Nurin. Si para seniman yang katanya nyari inspirasi hihihi." Padahal menurut Indah inspirasi tuh bukan butuh tempat yang tenang. Tapi jiwa dan hati yang tenang.

"Kalian kelihatannya dekat sekali."

"Kita itu temen dari jamannya MOS waktu SMA dulu. Kita satu regu, dan mulai dari situ kita deket sampai sekarang. Kalau Shevi sama Nurin sih udah sahabatan dari jaman SMP apa SD gitu lah." Indah makan sambil cerita tidak sadar jika es krimnya belepotan kemana-mana di bibirnya.

"Kamu tuh sudah besar tapi makan masih seperti anak kecil!" Andrian dengan reflek mengelap sudut bibir Indah dengan ibu jarinya.

Jantung Indah mulai berulah kembali. Sebelum jantungnya mulai meloncat keluar Indah menepis pelan tangan Andrian dan mengambil tisu dari dalam tasnya.

"Namanya juga makan es krim kak, pasti berantakan. Yang gak berantakan tuh makan salak!" saking groginya kata-kata Indah menjadi tidak jelas sambungannya.

"Ehem.. Kalau kakak punya orang penting gak kaya sahabat aku?" tanya Indah untuk mengalihkan debar jantungnya.

Andrian sempat ragu untuk bercerita. Tapi toh pada akhirnya Indah memang harus tahu karena nantinya mereka akan tetap menikah.

"Saya semenjak menengah atas sudah dikirim ke Amerika sama papi. Disana saya tidak ada saudara dan orang yang di kenal. Padahal usia saya dulu baru tiga belas tahu. Karena saat SD dan SMP saya masuk kelas akselerasi. Disaat saya sendiri, saya bertemu seorang gadis manis yang masih duduk di bangku SMP. Usia kami sama, sehingga kami mudah beradaptasi satu sama lain. Anak itu tinggal di panti asuhan. Setiap hari libur saya sering main ke sana. Dimana saya mendapatkan banyak teman dan rasa persaudaraan yang kuat." Andrian menghela nafas mengingat masa-masa itu.

"Emang disekolah kakak gak punya temen?"

"Sekolah saya disana sekolah unggulan. Jarang anak yang mau bermain. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan belajar dan bimbingan. Untung saya tidak tinggal di asrama, sehingga saya bisa menemui gadis itu saat saya merasa bosan atau kesepian."

"Gadis itu sangat ceria. Seperti kamu. Tapi dia lebih anggun, tidak ceplas-ceplos." Indah yang merasa tersindirpun mencebikkan bibirnya.

"Hubungan kami terus berlanjut. Dari yang awalnya hanya dekat sebagai teman, saya memberanikan diri untuk mengajaknya berpacaran. Awalnya dia menolak, karena sadar dia hanyalah anak yatim piatu yang tidak jelas orang tuanya, sedangkan dia tahu siapa dan seperti apa keluarga saya di Indonesia. Tapi saya menyakinkan dia bahwa saya sangat mencintainya. Rasa nyaman yang dia berikan, rasa bahagia yang dia bawa saat bertemu dengan saya mampu menggetarkan hati saya hingga saya tidak ingin kehilangannya." Indah terdiam mendengarkan cerita Andrian. Dia menjadi bimbang sekarang. Haruskah dia meneruskan perjodohan ini sedangkan ada orang yang sangat dicintai pria yang akan dijodohkan dengannya. Dan tegakah dia merebut kebahagiaan yang harusnya wanita itu miliki?

Kenapa di saat hatinya mulai berdebar justru dia baru mengetahui kebenaran ini.

*

*

*

1
Che han
udah baca yang kesekian kalinya,,, tapi maaf jarang komen cuma like z.. ceritanya bagus...
Che han
terharu aku ..😭
tika
sukaaaaaa banget...
Che han
💜💜💜💜💜💜💜
pipi gemoy
bagus ini
pertama baca ini dulu lanjut ke novel mamanya
pipi gemoy
👍🌹
pipi gemoy
bagus ceritanya
sudah ta vote thor
pipi gemoy
🌹
pipi gemoy
mulai dari senja
trus ke demi dia
n terdampar di sini karena suka karakter indah di demi dia
bunda anakanak
Hai Mampir di novelku "Ceo Ganteng Suamiku" Terimakasih
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
yana ayana
hadeeeh..
Siti Mas Ulah Ulah
ngerti ndasmu,,,,😡skrg coba dibalik kmu yg diposisi indah,apa kmu jg bsa nerima ,hrsx dri awal g usa nikahin indah,maka kmu akn bhgia ma oliv oil itu,andrian cari masalah sendiri sihhh,,,,😏
Siti Mas Ulah Ulah
hihihi,,,,😁😁😁,akhirnya indah bisa kesel juga,,,biasanya dia yg ngeselin, 🤭
Sri Widjiastuti
😄😄🤣dih bar bar pa songsong
Nur Chasanah
emosi aq
AsYanti
btw... sepertinya Author gak usah komen2 yg bocorin akhir ceritanya happy ending atau sad ending.... atau kapan akan tamatnya.... biarkan saja reader menikmati ceritamu.... ok ok.. ok...
AsYanti
hadooh.... aku kira setelah cerita Lintang novel berikutnya bukan sekuelnya.... maklum cuma baca ringkasannya saja... n ngecek jumlah bab... jadi milih baca novel ini yang jumlah babnya sedikit dulu tapi tamat mengingat cuma punya waktu pendek utk baca novel sampai tamat.... eeeeehhhh rupanya masih sekuelnya juga.....

usul bagaimana kalau Authornya kasih tahu urutan produksi novelnya... supaya fansnya bisa runut ngikutinnya.... heheheh just usul
AsYanti
Thor... percakapan yang kamu buat so natural....... keep on your styleThor..... I like it....
AsYanti
sampai di sini... ada yg sedikit miss menurutku Thor..... karena di awal Indah dan Adrian pakai acara salaman berkenalan... padahal mereka berdua sebenarnya sdh kenal dari kecil... paling tdk waktu itu situasinya dibuat spt indah mengingat2 siapa yang ada di hadapannya yg dipertemukan oleh ayahnya Indah.
bunda anakanak: Hai Mampir di novelku "Ceo Ganteng Suamiku" Terimakasih
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!