NovelToon NovelToon
Penyesalan Kalian Sudah Terlambat!

Penyesalan Kalian Sudah Terlambat!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:32.4k
Nilai: 5
Nama Author: Widia ayu Amelia

Aira dan Airin adalah kembar yang tak pernah serupa. Airin adalah "Permata Maheswari"—cantik, cerdas, dan dicintai. Sementara Aira hanyalah "Cacat Produksi"—kusam, bodoh, dan terbuang di gudang belakang karena tak mampu bersaing dengan standar keluarga yang gila gelar.

Satu-satunya cahaya dalam hidup Aira adalah ingatan tentang Alvaro, bocah laki-laki kumal yang dulu ia selamatkan dan ia beri seluruh hatinya. Namun, ketika Alvaro kembali sebagai pewaris tunggal konglomerat yang tampan dan berkuasa, takdir mempermainkan Aira dengan kejam.

Alvaro salah mengenali "Ai" sahabat kecilnya. Berkat kelicikan dan nama mereka yang hampir mirip, Airin dengan mudah mencuri identitas Aira. Kini, pria yang paling dicintai Aira justru menjadi orang yang paling rajin menghina dan merundungnya demi membela sang kembaran palsu.

Di tengah luka yang menganga, muncul Bara—sang bad boy penguasa sekolah yang menolak tunduk pada siapa pun. Bara berjanji akan memberikan dunia pada Aira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia ayu Amelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

"Pakai ini sekarang, atau Papa akan membakar semua kain rongsokanmu di gudang malam ini juga!"

Bentakan Prasetya menggema di ruang ganti sempit di belakang dapur. Di depan Aira, sebuah seragam pelayan berwarna hitam kusam dengan celemek putih yang sudah menguning di bagian pinggir dilemparkan ke lantai.

Aira menatap kain itu dengan mata pedih. "Tapi Pa... malam ini kan perjamuan untuk menyambut Alvaro. Kenapa aku harus—"

"Karena kamu memalukan!" potong Ratna, ibunya, yang muncul dari balik pintu dengan gaun sutra ungu yang berkilau. "Kamu mau duduk di sana dengan wajah kusam dan kacamata tebalmu itu? Kamu mau membuat Alvaro berpikir keluarga Maheswari punya 'produk gagal' sepertimu? Tidak. Malam ini, anak kami hanya Airin. Kamu? Kamu hanyalah bantuan tambahan dari agensi pelayan. Tutup mulutmu, atau kamu benar-benar akan kehilangan tempat tinggal."

*

Lampu kristal di ruang makan utama berpendar begitu mewah, memantulkan cahaya pada deretan alat makan perak yang tertata sempurna di atas taplak meja linen putih. Wangi truffle dan anggur merah mahal memenuhi udara, menciptakan atmosfer kelas atas yang menyesakkan bagi siapa pun yang tidak merasa pantas di sana.

Aira berdiri mematung di sudut gelap dekat pintu dapur. Seragam pelayan yang ia kenakan terasa kasar dan gatal di kulitnya. Ia menunduk, membiarkan kacamata tebalnya merosot ke ujung hidung, berusaha menyembunyikan wajahnya sedalam mungkin.

"Silakan dinikmati, Alvaro. Ini adalah wine terbaik dari koleksi pribadi saya," Prasetya berujar dengan nada yang sangat ramah, nyaris menjilat.

Alvaro duduk tegak, terlihat begitu berwibawa dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, menonjolkan jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya. Di sampingnya, Airin tampak seperti dewi. Gaun merah marunnya mengekspos bahu indahnya, dan jemarinya dengan manja bergelayut di lengan Alvaro.

"Varo, cobalah daging ini. Aku yang meminta koki memasaknya khusus untukmu," ucap Airin manis, menyuapkan sepotong kecil daging ke mulut Alvaro.

Alvaro tersenyum tipis, sebuah senyuman yang membuat hati Aira berdenyut nyeri. Senyuman yang dulu hanya diberikan kepadanya saat mereka berbagi sepotong roti di bawah pohon mangga.

"Pelayan! Tuangkan minumnya!" perintah Airin tiba-tiba, suaranya berubah tajam saat menoleh ke arah Aira yang berdiri di sudut.

Aira tersentak. Dengan tangan gemetar, ia meraih botol kristal berisi anggur merah. Ia melangkah mendekat, setiap detak jantungnya terasa seperti hantaman palu di dadanya. Ia berdiri di samping Alvaro, mencium aroma parfum kayu cendana yang sangat ia rindukan. Begitu dekat, namun terasa berjarak ribuan tahun cahaya.

Cairan merah itu mengucur pelan ke dalam gelas Alvaro. Aira berusaha bernapas dengan tenang, meski dadanya sesak melihat bagaimana Airin menyandarkan kepalanya di bahu Alvaro, memamerkan sapu tangan "A & V" yang kini tersampir di atas meja sebagai hiasan.

"Varo, setelah ini kita ke balkon, ya? Aku ingin melihat bintang bersamamu, seperti... dulu," bisik Airin, suaranya cukup keras untuk menyayat telinga Aira.

"Tentu, Ai," jawab Alvaro rendah.

Aira hendak berbalik kembali ke dapur setelah tugasnya selesai. Namun, saat ia melangkah, ia merasakan sebuah ujung sepatu hak tinggi sengaja menyelinap di antara kakinya.

Brak!

Dunia seolah jungkir balik. Tubuh kurus Aira menghantam lantai marmer yang keras dengan suara debuman yang memilukan. Botol anggur di tangannya terlepas, pecah berkeping-keping, mengirimkan cairan merah pekat ke seluruh lantai—dan sebagian besar memercik ke celana mahal milik Alvaro.

"Aira! Dasar tidak berguna!" teriak Prasetya, berdiri dari kursinya dengan wajah merah padam.

"Ya ampun, Varo! Celanamu kotor!" Airin berseru dramatis, segera berdiri dan mengambil serbet untuk mengusap noda di pakaian Alvaro, seolah-olah ia adalah korban utamanya. "Pelayan ini benar-benar ceroboh! Maafkan dia, Varo. Aku akan memintanya dipecat besok!"

Aira tersungkur di atas pecahan kaca. Perih menjalar di telapak tangannya saat serpihan tajam menusuk kulitnya. Namun, rasa sakit itu tak sebanding dengan penghinaan yang ia rasakan. Ia mencoba bangun dengan terburu-buru, namun kepalanya pening.

"Maaf... maafkan saya..." cicit Aira, air mata mulai jatuh membasahi pipinya yang kusam.

"Bersihkan sekarang! Jangan cuma menangis!" bentak Ratna dingin.

Aira membungkuk, mencoba memunguti potongan kaca dengan tangan kosong yang gemetar. Dalam kekacauan itu, kacamata tebalnya yang sudah melonggar akhirnya terlepas sepenuhnya dari wajahnya, jatuh berdentang di atas marmer.

Pandangan Aira menjadi kabur, namun ia secara refleks mendongak saat merasakan sebuah bayangan menutupi tubuhnya.

Alvaro berdiri di depannya.

Pemuda itu tidak tampak marah karena celananya yang kotor. Ia justru mematung, menatap lurus ke arah gadis yang sedang bersimpuh di bawah kakinya itu. Tanpa kacamata tebal yang biasanya menutupi wajahnya, dan di bawah pencahayaan lampu kristal yang terang, seluruh fitur wajah Aira terlihat jelas.

Terutama matanya.

Mata yang jernih, berbentuk bulan sabit, dengan binar kesedihan yang sangat dalam—mata yang menyimpan luka sepuluh tahun yang lalu. Mata yang sangat tidak asing bagi Alvaro.

Alvaro merasakan sengatan listrik di kepalanya. Ingatannya tentang gadis kecil di bawah pohon mangga bukan tentang kecantikan Airin yang sempurna, tapi tentang binar mata yang persis seperti ini. Mata yang selalu menatapnya dengan ketulusan yang murni, bahkan saat mereka tidak punya apa-apa.

"Kamu..." gumam Alvaro, suaranya parau dan penuh keraguan.

Ia mengulurkan tangannya, seolah ingin menyentuh wajah Aira, ingin memastikan apakah penglihatannya kali ini tidak menipunya lagi.

"Varo? Ada apa?" Suara Airin memotong tajam, ia segera berdiri di antara Alvaro dan Aira, menatap kembarannya dengan kebencian yang berkilat.

Alvaro tidak menjawab. Ia tetap terpaku, matanya terkunci pada manik mata Aira yang basah oleh air mata. Siapa gadis ini sebenarnya? Kenapa matanya... terasa seperti rumah yang selama ini kucari?

1
Sonya Nada Atika
paling sebel kl bc novel udah mulai kembali klr LG antgonis...mirip tersanjung....mulek males jadinya
Yuli Yulianti
ayo bara jgn bodoh cari tau jgn sampai kamu kehilangan Aira gara gara salah paham
Allea
duhhh kamu mulai ngetik kebodohan mereka ka ga kelar2 dong 😁😁😁
Aletheia: harus masuk akal kak, bagaimana mungkin ada anak yg ditampung keluarga Dirgantara yg mana di buang keluarganya sendiri tanpa dukungan apa2,pastinya banyak orang2 yg akan iri sama hubungan mereka,dan ini masuk akal ya setiap hubungan pasti ada rintangan 🙏
total 1 replies
Ma Em
Wah pak Prasetya ditantang Aira untuk melakukan tes DNA malah kabur , berarti benar Aira bkn anaknya pak Prasetya .
Allea
kalo lo ga bongkar kebusukan si airin trus kpn bales kebusukannya ,enak si airin dong aman2 bae 😁
Salwa Blora
kak lantoot semangat kak😁😁
M ipan
semangat ya💪
Aletheia: thanks, atas komen dan like nya kak👍
total 1 replies
Ma Em
Prasetya , Ratna dan Airin kenapa selalu jadi duri dlm setiap ada kegiatan atau acara yg Aira adakan , kapan Prasetya , Ratna juga Airin akan dapat karmanya dan membiarkan Aira hdp bahagia tanpa diganggu ketiga iblis berbentuk manusia ini , semoga kebohongan Airin segera diketahui Alvaro bahwa anak yg dikandung Airin bkn darah daging Alvaro tapi benih dari tuan Burhan .
Aletheia: terimakasih kak atas komennya,bisa tulis di rating ya kak terus kesan novelnya di disana🤭
total 1 replies
Tetii Riiani
ceritanya seru n gak bertele tele
Aletheia: thanks kak atas ratingnya, semoga sehat selalu dan lancar rejekinya 🙏
total 1 replies
Rinrin Novani
sangat bagus
Aletheia: terimakasih kak atas ratingnya semoga sehat selalu dan lancar rejekinya 🙏
total 1 replies
andi tahang
lanjutyy
Ma Em
Semoga secepatnya Aira menikah dgn Bara jgn ditunggu lama lagi karena terlalu banyak orang yg akan menghancurkan Aira .
Ma Em
Aira kamu berani melawan dan hilangkan rasa trauma kamu Aira dan jgn sampai kamu tertipu oleh bapakmu , ibumu juga Airin yg licik itu mereka hanya mau memanfaatkan kamu Aira , Aira jgn terlalu senang dulu dgn modal yg diberikan pak Darmawan karena ada Alvaro yg sdh mengincar dan akan membuat usaha Aira gagal , Aira hrs hati hati jgn sampai lengah .
Aletheia: thanks ya kak udah komen,minta ratingnya karena besok mau up banyak
total 1 replies
Allea
sebenarnya Aira itu tangguh ga sih 😁
Ma Em
Ada hubungan rahasia antara Prasetya dgn tuan Galaksi tentang Aira yg selalu dikurung didalam gudang bawah tanah , apakah Aira bkn anak kandung pak Prasetya , tapi aku agak kecewa pada Aira sepertinya Aira msh suka pada Alvaro setelah Alvaro menyakiti dan selalu menghina Aira tetapi Aira diam saja saat dipeluk Alvaro , hati2 Aira kamu jgn mengecewakan Bara karena Bara yg sdh menolong mu dan mengangkat derajatmu sehingga jadi desainer yg hebat jadi lupakan Alvaro itu cuma masa lalu yg menyakitkan Aira jgn luluh dgn Alvaro .
Yeni Astriani
Alvaro sungguh pria tidak tahu malu dan gak punya harga diri sama sekali
Ma Em
Aira lawan jgn takut lagi sama Airin juga ibumu kasih pelajaran untuk Airin juga ibumu agar kapok dan tdk akan mengganggu Aira lagi , masa Aira sdh jauh2 belajar di Milan msh bisa ditekan dan diancam sama Airin .
Ma Em
Bagus Aira kamu jgn lupakan pengorbanan Bara yg sdh menolong dan menjadikan Aira designer yg handal , biarkan Alvaro menyesal karena kebodohan nya , mau tau juga bagaimana nasibnya Airin juga bapak dan ibunya , manusia sombong dan pilih kasih pada anak sendiri bagaimana kehidupan nya sekarang setelah ditinggalkan Aira .
Ma Em
Aira lupakan Alvaro masa kamu msh mau menerima Alvaro lelaki yg selalu menghina dan merendahkan kamu , ingat Aira kamu sdh diangkat derajatmu sama Bara dan sekarang sdh jadi designer yg hebat disekolahkan di Milan ingat itu Aira jgn melupakan jasa Bara hanya karena lelaki teman masa kecilmu yg sdh melupakanmu Aira , jgn sampai jadi manusia yg tdk bisa balas budi .
partini
dah ada filing akan macam ini ,, teringat novel th 2018 tapi luka karya siapa gitu di NT
si cewe ending nya sama yg lama yg baru hempas
Aletheia: haha,tunggu aja ya kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!