NovelToon NovelToon
Dibuang Suami, Dicintai Presdir Tampan.

Dibuang Suami, Dicintai Presdir Tampan.

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Lima tahun menikah, Kanisha Rayya Shanika selalu percaya bahwa rumah tangganya bersama sang suami, Arven Mahendra, akan berjalan harmonis untuk selamanya. Ia rela menekan mimpinya sendiri demi menjadi istri sempurna dan ibu terbaik bagi anak angkat yang sangat ia cintai. Namun semua kepercayaan itu runtuh dalam satu malam.
Kanisha memergoki Arven berselingkuh dengan sekretaris pribadinya sendiri—wanita yang selama ini ia anggap hanya rekan kerja biasa. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, kenyataan yang jauh lebih kejam kembali menghantamnya. Anak angkat yang ia rawat dengan penuh kasih ternyata adalah darah daging hasil hubungan terlarang suaminya dengan sang selingkuhan.

Dikhianati sebagai istri sekaligus dipermainkan sebagai seorang ibu, Kanisha memilih pergi dan mengakhiri pernikahan yang telah menghancurkan hidupnya. Dengan tekad untuk bangkit, Kanisha mulai membangun hidup baru dan membuktikan bahwa dirinya bukan wanita lemah yang bisa diinjak begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

“Aku nggak mau Naira lihat semua kekacauan ini lagi.” Suara Kanisha terdengar lirih tapi tegas sementara Arven terlihat mengerutkan dahinya.

“Apa maksud kamu?”

“Aku mau pergi malam ini dari rumah ini.”

Deg, Selena langsung menoleh cepat sedangkan Arven terlihat menatap Kanisha dengan tatapannya yang tak percaya.

“Kanisha—”

“Hentikan mas! Aku udah cukup dipermalukan buat satu malam ini.” potong Kanisha pelan. “Dan aku nggak akan bikin anak aku terus lihat semua kekacauan ini.”

Arven langsung mendekat selangkah.

“Kita bisa bahas ini besok.”

Kanisha tertawa kecil mendengar perkataan Arven, tawa yang terdengar sangat pahit.

“Mau bahas apa lagi, mas?” matanya mulai berkaca-kaca lagi. “Kamu udah bilang semuanya dengan sangat jelas.” Arven mengepalkan tangannya pelan, Sementara Selena tampak mulai tidak nyaman. Kanisha menatap suaminya lama sekali sebelum akhirnya berbisik pelan dengan suara bergetar. “Aku nggak akan pernah maafin perselingkuhan kamu.”

Kalimat itu membuat suasana langsung terasa semakin dingin. Arven menatap Kanisha tanpa berkedip sedangkan wanita itu melanjutkan perkataannya dengan tatapan matanya yang penuh luka.

“Aku bakal kirim pengacara buat urus surat perceraian kita.”

Deg, Untuk pertama kalinya malam itu, ekspresi Arven berubah walaupun hanya sesaat namun cukup untuk membuat Kanisha sadar kalau pria itu tidak menyangka dirinya akan melangkah sejauh ini.

“Kanisha, apa kamu serius dengan ucapan kamu barusan?”

Kanisha tersenyum miris.

“Harusnya aku yang nanya itu ke kamu, mas.” sahut Kanisha dengan suaranya yang pelan namun menusuk. “Kamu serius ngehancurin rumah tangga kita demi perempuan itu?”

Arven terdiam. Kanisha mengalihkan tatapannya pada Selena sekilas sebelum kembali menatap Arven.

“Dan aku akan bawa Naira pergi sama aku.”

Kalimat itu membuat Selena langsung menegang. Wajah wanita itu berubah pucat seketika.

“Apa…?”

Kanisha tidak terlalu memedulikan reaksi Selena. Baginya, Naira adalah putrinya. Anak yang ia besarkan dengan penuh kasih sayang selama tiga tahun terakhir. Anak yang selalu tidur di pelukannya saat demam, Anak yang memanggilnya mama setiap hari. Tidak mungkin Kanisha meninggalkan Naira di rumah ini bersama Arven dan selingkuhannya. Tidak mungkin.

“Naira akan ikut dengan aku.” ujar Kanisha dengan tegas dan justru karena itulah kepanikan Selena semakin terlihat jelas.

“Enggak!” Selena spontan maju selangkah. “Maksud saya… Bu Kanisha nggak bisa tiba-tiba membawa Naira pergi.”

Kanisha langsung menatap wanita itu dengan tajam.

“Memangnya kenapa aku tidak bisa membawa Naira pergi dari sini? Apa hubungannya denganmu? Naira adalah putriku dan dia berhak ikut mamanya kemanapun ia pergi.”

Selena langsung terdiam. Jika ia bicara yang sebenarnya, ia takut akan salah bicara dan membuat semuanya berantakan.

“A-aku cuma mikir kondisi anak kecil nggak bagus kalau dibawa pergi malam-malam…”

Kanisha tersenyum dingin.

“Lucu ya.” Selena menegang. “Kenapa kau tiba-tiba peduli sama anak aku, Selena?”

Ucapan itu langsung membuat Selena kehilangan kata-kata sementara Arven mulai terlihat gelisah karena tidak seperti Kanisha.

Mereka tahu siapa Naira sebenarnya dan itulah masalahnya. Selama ini Kanisha tidak pernah tahu bahwa semua tentang adopsi itu sudah direncanakan.

Tiga tahun lalu saat Selena hamil karena hubungannya dengan Arven, keadaan benar-benar kacau. Arven tidak mungkin mengakui anak itu secara langsung. Nama baik keluarga Mahendra bisa hancur, karirnya akan tamat, bisnis keluarganya akan dipenuhi skandal, dan yang paling penting, Kanisha pasti akan meninggalkannya. Karena itulah Arven memilih cara paling aman. Ia membawa Selena melahirkan diam-diam di luar kota lalu bayi itu dititipkan ke sebuah panti asuhan terpercaya yang sudah diatur oleh Arven.

Beberapa bulan kemudian Arven datang pada Kanisha dengan ide untuk mengadopsi anak.

Semua sudah direncanakan, semua sudah diatur dan Kanisha yang terlalu mencintai suaminya sama sekali tidak pernah curiga. Ia bahkan menangis haru saat pertama kali melihat bayi kecil bernama Naira itu. Padahal tanpa ia sadari, anak yang dipeluknya waktu itu adalah darah daging hasil perselingkuhan suaminya sendiri.

Selena langsung menatap Arven dengan panik.

“Mas… Gimana ini mas?” bisik Selena pelan penuh tekanan. “Jangan biarin Kanisha pergi membawa Naira. Aku nggak mau anak kita dibawa pergi sama perempuan itu.”

Kanisha mengernyit samar mendengar nada suara Selena. Aneh, Kenapa wanita itu terlihat begitu panik hanya karena dirinya ingin membawa Naira? Belum sempat Kanisha berpikir lebih jauh, Arven sudah lebih dulu berbicara.

“Naira akan tetap di sini.” ujar Arven yang membuat Kanisha langsung menatap suaminya dengan tak percaya.

“Apa?”

“Aku nggak akan izinin kamu membawa Naira pergi dari rumah ini.” ujar Arven yang membuat emosi Kanisha langsung naik.

“Dia anak aku.”

“Dia juga anak aku.”

“Aku yang ngerawat dia setiap hari!” bentak Kanisha dengan mata berkaca-kaca. “Waktu dia sakit aku yang jagain! Waktu dia nangis aku yang nenangin! Bahkan dia lebih sering cari aku daripada kamu, mas!”

Arven mengatupkan rahangnya.

“Naira tetap nggak bisa pergi.”

“Kenapa?!” tanya Kanisha dengan suaranya yang pecah.

“Karena aku ayahnya.”

Kalimat itu membuat dada Kanisha terasa sesak. Ia menatap Arven cukup lama. Dulu, mungkin ucapan itu akan membuatnya tersentuh karena ia selalu bahagia melihat Arven menyayangi Naira. Tapi sekarang semuanya terasa berbeda. Semua perhatian Arven mendadak terasa palsu di matanya.

Kanisha mengusap air matanya dengan kasar.

“Aku nggak peduli.” suaranya gemetar. “Aku nggak akan ninggalin Naira di rumah ini.”

Naira yang sejak tadi diam mulai memeluk Kanisha lebih erat karena takut melihat orang dewasa kembali bertengkar.

“Mama…”

“Nggak apa-apa sayang.” Kanisha langsung melembut lagi. “Mama di sini.”

Selena semakin terlihat cemas. Tatapannya beberapa kali jatuh pada Naira dan tatapan itu bukan tatapan biasa. Ada rasa takut di sana.

Takut kehilangan, takut dipisahkan seperti naluri seorang ibu kandung yang tidak mampu ia sembunyikan sepenuhnya. Karena bagaimanapun juga Naira adalah anak yang ia lahirkan. Darah dagingnya sendiri. Selama tiga tahun ini Selena memang membiarkan Kanisha membesarkan putrinya namun bukan berarti ia rela kehilangan anak itu sepenuhnya. Apalagi sekarang Kanisha ingin membawa Naira pergi.

Tidak, Itu tidak boleh terjadi. Selena langsung memegang lengan Arven pelan.

“Mas… tolong hentikan Kanisha sekarang juga.”

Kanisha langsung menatap tangan wanita itu yang menyentuh tangan suaminya. Dadanya kembali terasa nyeri bahkan sekarang Selena sudah tidak malu lagi menunjukkan kedekatannya dengan Arven di depan dirinya.

“Aku nggak akan membatalkan keputusan ku.” ujar Kanisha dingin. “Aku akan pergi malam ini dengan membawa Naira bersamaku.”

Setelah mengatakan itu, Kanisha langsung berbalik sambil menggendong Naira. Ia sudah tidak sanggup berada di ruangan itu lebih lama lagi. Setiap sudut ruang kerja itu terasa menjijikkan sekarang. Kanisha bahkan merasa sulit bernapas.

“Mama…” gumam Naira kecil sambil memeluk lehernya.

“Iya sayang?”

“Kita mau ke mana?”

1
Rain Aricia
Bagus banget sih ini, emosinya dapat. Mc nya gak menye2 dan langsung gerak🤩
Rain Aricia
Papanya aku suka, langsung gercep
Rain Aricia
Malu lah ya, masa jadi laki2 ga punya duit, mana dia selingkuh pake duit istrinya. Kocak kali dua sejoli ini🤣
Rain Aricia
Memang gilanya Arven itu, orang2 kayak gitu emang merasa ga ada dosa sih
Rain Aricia
Biasalah pa, ulahnya si lelaki tak tau diri itu
partini
si kamfreeet belum juga sadar
Noey Aprilia
Hai kk...
Aku udh mmpir....slm knal....
dr awl aku udh gedek sm s pcundang...kya'nya dia emng ga pnya hti,smp tega ngucapin kta2 mnyakitkn sm istrinya...mnimal kl dia pnya hti,diem aja....kl mau psah,tnggal psah.....yg bkin dngkol,ga ngrsa brslah sm skli.....sntai bgt mlah....
tp abs ni prshaannya bkln hncur,scra pd tngkt dewa kl slma ni bs skses krna usaha sndri....pdhl tnp bntuan istrinya,udh bmgkrut dr dlu kaleee.....😡😡😡
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: emang Gedeg itu si Arven kak, btw makasih ya udah mampir baca ke karya aku🙏😍
total 1 replies
Suhadi Mulyo
The best 👍👍👍👍👍👍👍

dari semua karyamu , aku selalu suka dengan semua jalan ceritanya kak. Alurnya pas, konfliknya ada, jalan ceritanya rapi dan nggak putus di tengah jalan.
terus tingkatkan semua ceritanya supaya lebih baik kak, aku suka semua🤭☺️
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: terima kasih banyak kak 🙏😍
total 1 replies
Suhadi Mulyo
mampus
Suhadi Mulyo
alasannya itu Mulu kamu ven
Suhadi Mulyo
teruskan pak, buat mereka sadar dan tahu diri kl perlu.
Suhadi Mulyo
menantu apanya? anaknya sendiri selingkuh masa bapaknya nggak tahu
Suhadi Mulyo
kata siapa keluarga? udah enggak ya, sorry nih 🤣🤣🤣
Suhadi Mulyo
tanya saja sama anakmu, pak.
Suhadi Mulyo
dengerin, makanya jadi orang itu yang punya sedikit rasa syukur, udah dikasih bantuan plus istri cantik malah banyak tingkah 🤣🤣🤣
Suhadi Mulyo
cowok selingkuh bermuka tebal🤣🤣🤣
Suhadi Mulyo
makanya jadi cowok tu jangan kebanyakan polah
Suhadi Mulyo
nggak malu ta pak sampe datang ke besan cuma mau nanya soal bantuan? waduh bapak anak nggak ada malunya
Suhadi Mulyo
kalau begini terus kerjaannya mereka, ya bangkrut lagi perusahaannya.
Suhadi Mulyo
kamu nggak denger ya ven apa kata asisten kamu tadi? udah red flag, tuli juga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!