NovelToon NovelToon
Anakku! Diceraikan Setelah Melahirkan

Anakku! Diceraikan Setelah Melahirkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Ibu susu
Popularitas:20.7k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Larasati, gadis desa sederhana, percaya bahwa pernikahannya dengan Reza Adiguna akan membawa kebahagiaan. Namun semua harapan itu hancur di hari ia melahirkan—anaknya direbut, dirinya diceraikan, dan ia dicampakkan tanpa sempat memeluk buah hatinya.

Sendiri dan hancur, Larasati berjuang bertahan hidup di tengah kota yang asing. Hingga takdir mempertemukannya dengan Hajoon Albra Brajamusti, pria yang dulu pernah dikenalnya tanpa sengaja.

Dengan keberanian yang tumbuh dari luka, Larasati menyamar sebagai ibu susu demi bisa dekat dengan anaknya kembali.

Di tengah perjuangannya, hadir perasaan yang tak pernah ia duga.

Apakah Larasati sanggup merebut kembali anaknya sekaligus menemukan arti cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Kita? 07

"Elaah, kok tadi nggak minta surat lamaran yang dia bawa sih? Kan katanya dia sedang cari kerja ya?" gumam Hajoon.

"Kenapa Joon?"

Hajoon yang tengah berjalan menuju ke kamar menepuk keningnya sendiri ketika mengingat sesuatu tentang Laras. Soal Laras yang mencari kerja, seharusnya dia tadi melihat atau meminta surat lamaran yang dibawa oleh wanita itu. Siapa tahu dia bisa membantu. Tapi, Hajoon baru teringat setelah sampa ke rumah.

"Itu Appa, jadi Joon ketemu sama teman. Dia lagi cari kerja katanya. Temen Joon itu dulu yang banyak bantu saat Joon KKN. Nah siapa tahu Joon bisa gantian bantu dia." Hajoon menjelaskan kepada Hwan soal apa yang tengah dipikirkan.

"Oh begitu. Ya udah besok kamu tinggal temui dia lagi, kan gampang," sahut Hwan.

"Aah iya benar, Appa memang cerdas. Terimakasih Appa."

Hwan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putra bungsunya itu. Usianya sudah menuju ke 30 tahun itu masih sering bersikap bak anak-anak.

"Bagaimana dia nanti kalau menikah," gumam Hwan lirih. Dia juga langsung menuju ke ruang keluarga untuk menyambut anak, cucu dan menantunya yang akan datang. Hwan yang sekarang sudah memilih untuk pensiun dan tinggal di rumah setelah menyerahkan perusahaannya kepada si bungsu. Dan menjalani hidup tenang dan santai seperti ini memang membuatnya nyaman.

"Mana anak mu, Bang?" tanya Brigita ketika melihat Hwan datang sendirian.

"Dia sepertinya lagi galau. Tapi nggak tahu juga sih, agak aneh aja anak itu."

Ucapan Hwan membuat Brigita mengerutkan keningnya. Tapi wanita paruh baya itu langsung menggelengkan kepalanya.

Hajoon sangat berbeda dengan Hyejin, dua anaknya sungguh memiliki sikap yang bertolak belakang.

Jika putri sulungnya adalah pribadi yang serius, maka putra bungsunya adalah pribadi yang sedikit serampangan. Jadi terkadang Brigita tidak mengerti akan sang putra.

Tapi meskipun begitu, dia sangat menyayangi kedua anaknya tanpa membedakan.

"Tapi Bang, kenapa tiba-tiba perasaanku menjadi nggak enak gini ya soal Hajoon,"ucap Brigita.

"Udahlah jangan dipikirin. Anak itu kan kadang out of the box. Semoga saja nggak aneh-aneh. Waalaikusalam, waaah cucu Opa udah datang rupanya ya."

Pikiran Brigita dan Hwan seketika teralihkan ketika cucu mereka datang. Pelukan dan ciuman mereka berikan kepada anak, cucu dan menantu yang sangat sulit ditemui. Sebenarnya yang sangat sulit ditemui adalah Sailendra, yakni sang menantu. Pekerjaan Sai yang merupakan seorang dokter spesialis bedak toraks sangat sibuk dan waktu untuk berkumpul seperti ini sungguh hal yang langka.

"Maaf Appa, Eomma saya tidak bisa sering-sering datang," sesal Sai.

"Nggak apa Nak, kami tahu kamu sangat sibuk,"ucap Hwan sembari menepuk lembut punggung sang menantu.

Mereka pun bercengkerama menghabiskan waktu sore bersama. Tentu saja bersama Hajoon juga yang sedikit terlambat bergabung.

Sungguh sangat hangat keluarga Brajamusti, berkumpul bersama. Sungguh sangat berbeda dengan kondisi keluarga Adiguna. Saat ini mereka masing dipusingkan dengan bayi yang ada di rumah.

Setelah mendapat perintah untuk mencari ibu susu, Suster Ani pun mencari ke rumah sakit sesuai dengan persyaratan yang telah disebutkan. Sebanyak 3 orang wanita yang sedang menyusui di bawa, namun tidak ada satu pun yang berhasil menyusui Baby El. Jangankan menyusui, untuk sekedar digendong saja Baby El sudah menangis histeris.

Hal itu membuat Eva, Reza dan juga Rini kebingungan. Mereka benar-benar tidak habis pikir akana sikap bayi itu.

"Dasar anak nggak jelas!" pekik Rini kesal.

"Ma, El anakkku. Dia darah dagingku, darah Adiguna jelas mengalir di sana dimana itu berarti darah Mama juga mengalir di sana juga. Jadi bagaimana bisa Mama ngomong kayak gitu tentang Elio."

Reza tak kalah kerasa menanggapi ucapan Rini. Dia jelas tidak suka dengan ungkapan Rini yang demikian.

Meskipun Reza paham bahwa ibunya bicara demikian karena terlalu pusing memikirkan tentang Baby El.

"Maaf, Mama nggak ada maksud kayak begitu,"ucap Rini sambil mengusap wajahnya kasar.

"Aku tahu Ma, tapi aku harap Mama nggak bicara begitu lagi ke depannya. Saat ini kita semua memang sedang bingung tentang Baby El sehingga pikiran kita menjadi lelah. Tapi El adalah bayi yang nggak tahu apa-apa dan juga belum ngerti apapun. Jadi aku harap Mama sabar. Kalau Mama emang nggak sanggup buat dengerin tangisan El, lebih baik Mama pergi keluar aja."

Fyuuuh

Reza dan Rini membuang nafas mereka dengan kasar secara bersamaan. Ya saat ini mereka memang lelah, lelah dengn urusan yang sama susah untuk ditangani.

"Sus, tolong cari lagi. Jika di rumah sakit tempat kamu bekerja nggak ada, mungkin di tempat lain."

"Baik, Pak."

Reza kembali meminta Suster Ani untuk mencari ibu susu bagi Baby El. Reza pikir itu adalah hal yang mudah tapi ternyata tidak.

Reza lalu berjalan menuju ke kamar anaknya. Ketika tengah tertidur seperti ini, Baby El sungguh tenang. Sekelebat bayangan Laras muncul di pelupuk mata Reza.

"Laras," gumam Reza lirih. Ya wajah Baby El saat ini sungguh terlihat seperti Laras. Jika boleh dikatakan, Baby El hanya mendapatkan bentuk hidung dan rambut yang menyerupai Reza. Tapi wajah, bentuk bibir dan bahkan bola mata Baby El, menurun dari Laras.

"Sial, kenapa aku jadi mengingatnya,"gumamnya lagi.

"Ada apa, Mas? Aku dengar dari tadi kamu bergumam sendiri. Apa yang lagi kamu pikirin hmmm?"

Eva datang mendekat, ia memeluk pinggang Reza dan menyandarkan bahunya di dada suaminya itu. Mereka berdua kini menatap Baby El yang berada di box bayi bersama.

"Nggak ada, sayang. Aku hanya berpikir, ternyata ngurus bayi itu nggak mudah. Dan aku herannya, kenapa dia sulit sekali menyusu, baik entah sama kamu maupun sama ibu susu yang lain."

Bohong, ucapan Reza kepada Eva adalah sebuah kebohongan yang besar. Dia jelas-jelas sedang terpikirkan soal Laras tapi dia berkata hal lain kepada istrinya.

Bohong jika Reza sama sekali tidak tertarik kepada Laras. Dia menikahi Laras memang awalnya hanya untuk mendapatkan keturunan karena Eva tidak bisa memberikan itu. Dia juga berjanji kepada Eva bahwa dia tidak akan jatuh cinta atau minimal tertarik kepada Laras.

Namun seiring berjalannya waktu, Reza memiliki rasa suka terhadap istri keduanya tersebut. Laras yang cantik, baik, pengertian dan benar-benar perhatian kepadanya, membuat Reza sejenak terlena.

Bahkan ketika Laras diketahui hamil, dia sungguh sangat senang sekali. Tapi Reza teringat kembali tujuan utamanya menikahi Laras, yakni hanya untuk mendapatkan anak. Ia pun akhirnya membentengi hatinya agar tidak terlalu dalam memiliki rasa kepada Laras.

"Kamu benar, Mas. Bagaimana bisa El sangat sulit untuk meminum ASI dari aku. Tapi Mas, aku masih ingin mencobanya. Dia adalah anakku, dan harus jadi anakku yang sesungguhnya."

"Iya sayang. Aku juga berharap dia mau menyusu padamu. Anak kita, Elio adalah anak kita."

TBC

1
Yunita Sophi
pasti akan tenang dan senanglah biar masih baby... krn dia tau Laras yg dulu mengandung dia...
Yunita Sophi
semangat Laras kamu pasti bisa dan tentu aja kamu akan berhasil...
Yunita Sophi
yah Hajoon kan baik Laras... kamu baru keluar rumah sakit kan emang harus istirahat dulu... Hajoon modus nya tepat kan 😄😄
Yunita Sophi
orang tua yg baik dan pengertian... semoga Laras mendapat kan mertua yg seperti mereka baik nya..
Yunita Sophi
Alhamdulillah semoga Hajoon bisa membalaskan sakit hati nya Laras...
Yunita Sophi
untung Laras bertemu teman lama yg baik...
dewi rofiqoh
Sepertinya tubuh elio tidak bisa menerima adi kamu Eva! Makanya ia kejang
Esther
iti pasti efek dari susu yang dicampur Eva
Yunita Sophi
nah ya Hajoon bawa anak orag ke rumah orang tua mu..
A R
😭😭😭😭 eliooo.. asi nya beracunb krn org nya punya niat jahatt
Sugiharti Rusli
kira" apa yang akan terjadi nanti saat di rumah sakit, dan apa Laras akan langsung berangkat saat itu juga ke kota,,,
Sugiharti Rusli
anak itu memberi sinyal dengan reaksi tubuhnya yang menolak dengan keras ASI dari ibunya yang dicampur meski hanya setetes,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya reaksi tubuh baby Elio hisa sangat sensitif meski ASI yang Eva beri hanya sedikit yah,,,
Sugiharti Rusli
dan baby Elio bukan bereaksi dengab menolak langsung ASIP yang sudah dicampur si Eva, tapi malah saat tidur reaksinya,,,
Sugiharti Rusli
ternyata firasat seorang ibu ke anaknya memang kuat yah meski ga tahu ada apa,,,
Sugiharti Rusli
kira" baby Elio apa akan mau meminum ASI yang sudah dicampur meski hanya sediki,,,
Sugiharti Rusli
mana dia coba menghubungi no Laras yang belum diganti, kalo pas dia di rumah Reza kalo hp nya aktif kan bisa terbongkar penyamarannya,,,
Sugiharti Rusli
soalnya posisi Laras secara ga langsung mulai ada ancaman karena si Reza yang teringat mantan istrinya itu yah
Sugiharti Rusli
mana proses buat mengambil hak asuh baby Elio masih tertunda entah sampai berapa lama sampai Hajoon kembali lagi
Sugiharti Rusli
lagi si Hajoon kenapa dia membuat nama samaran Laras mirip gitu sih yah, kan jadi ada kecurigaan si Reza tuh jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!