NovelToon NovelToon
Roses For The Cold Boss (Mawar Untuk Bos Dingin)

Roses For The Cold Boss (Mawar Untuk Bos Dingin)

Status: sedang berlangsung
Genre:Roman-Angst Mafia / CEO
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: DearlyBoa

Di dunia bawah tanah yang kejam, seorang bos mafia yang tampan namun terkenal bengis tidak pernah ragu untuk melenyapkan siapa saja yang menghalangi jalannya. Ketika salah satu anak buah level bawahnya terjerat utang besar yang tak mampu dibayar, nyawa pria tua itu berada di ujung tanduk. Demi menyelamatkan diri dari eksekusi mati, sang bapak nekat menawarkan putri cantiknya sebagai penebus utang. Meski awalnya enggan, sang bos mafia akhirnya menerima kesepakatan tersebut dan menikahi si gadis. Dimulailah kehidupan pernikahan yang dingin, penuh tekanan, dan agak kasar di dalam rumah megah sang mafia. Namun, di balik dinding es yang dibangun sang bos, sebuah dinamika baru perlahan mulai menguji batasan kekejamannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DearlyBoa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai yang Bersembunyi

​Sinar matahari pagi yang cerah menembus celah-celah gorden beludru tebal bernuansa abu-abu gelap, memproyeksikan garis-garis cahaya keemasan di atas lantai marmer kamar utama. Di tengah ranjang king size yang megah, Chloe menggeliat pelan. Kulit seprai sutra putih yang bergesekan dengan lengannya terasa teramat halus, memberikan sensasi nyaman yang sudah sangat lama tidak dia rasakan.

​Chloe membuka matanya lamat-lamat, mengerjapkan kelopak matanya beberapa kali untuk menyesuaikan diri dengan cahaya ruangan. Dia menoleh ke sisi kanan ranjang. Kosong. Bantal di sebelahnya masih tertata rapi, menyisakan sedikit cekungan dan sisa keharuman samar dari aroma wood and bergamot milik Asher.

​Chloe perlahan mendudukkan tubuhnya, membiarkan selimut tebal merosot hingga ke pinggang. Dia menatap sekeliling kamar raksasa itu dengan tatapan tidak percaya. Semalam adalah malam pertamanya setelah resmi menyandang status sebagai Nyonya Sterling. Dia mengira malam itu akan menjadi malam paling mengerikan dalam hidupnya, penuh dengan paksaan dan air mata. Namun, sebuah panggilan darurat dari Kenzo telah mengubah segalanya, memberikan Chloe perlindungan tak terduga berupa waktu.

​Setelah kepergian Asher yang terburu-buru semalam, rasa lelah yang teramat sangat akhirnya menumbangkan pertahanan Chloe. Dia tertidur sangat nyenyak di kamar utama mansion ini—sebuah tidur tanpa mimpi buruk yang paling berkualitas yang dia dapatkan sejak hari pertamanya menginjakkan kaki di tempat ini.

​Tok! Tok! Tok!

​Suara ketukan pintu yang ritmis memecah keheningan pagi, disusul oleh suara mekanisme kunci otomatis yang terbuka. Sosok Bi Mirna muncul dari balik pintu, mendorong sebuah troli perak dengan senyuman yang merekah lebar di wajah paruh bayanya.

​"Selamat pagi menjelang siang, Nona Chloe—ah, maaf, maksud saya Nyonya Muda," sapa Bi Mirna dengan nada suara yang sengaja digoda, matanya berbinar jenaka melihat Chloe yang masih duduk di atas ranjang dengan rambut yang sedikit berantakan. "Wah, tampaknya pengantin baru kita tidur sangat nyenyak semalam hingga bangun kesiangan seperti ini."

​Wajah Chloe seketika merona merah padam mendengar godaan Bi Mirna. Dia menarik kembali selimutnya untuk menutupi dadanya yang masih dibalut pakaian tidur minimalis. "Bi Mirna... jam berapa sekarang?" tanya Chloe dengan suara yang sedikit serak khas orang baru bangun tidur.

​"Sudah hampir jam sepuluh siang, Nyonya Muda," jawab Bi Mirna sembari memarkirkan troli makanan di samping ranjang. Di atas troli itu, telah tersaji sepiring pancake madu yang hangat, semangkuk sereal buah, dan segelas jus jeruk segar. "Tetapi tidak apa-apa. Tuan Besar sudah berpesan sebelum pergi semalam bahwa tidak ada yang boleh mengusik tidur Anda pagi ini."

​Bi Mirna kemudian meraih sebuah cangkir keramik kecil dari bagian bawah troli yang mengeluarkan kepulan uap tipis beraroma rempah yang khas. Dia menyerahkan cangkir itu kepada Chloe dengan tatapan yang penuh perhatian. "Ini, Nyonya Muda. Minum ini selagi hangat."

​Chloe menerima cangkir tersebut dengan kedua tangannya, menghirup aromanya yang menenangkan namun sedikit asing. "Ini apa, Bi?"

​"Itu ramuan minuman herbal khusus, resep turun-temurun dari keluarga Sterling," jelas Bi Mirna lembut. "Isinya campuran jahe merah, madu murni, ginseng, dan beberapa tanaman obat rahasia. Khasiatnya sangat bagus untuk memulihkan energi, meredakan ketegangan otot, dan menenangkan pikiran setelah hari yang panjang dan melelahkan seperti kemarin. Habiskan ya, Nyonya."

​Chloe mengangguk patuh. Dia menyesap minuman herbal itu perlahan. Rasa hangat yang sedikit pedas namun manis seketika menjalar di tenggorokannya, mengalir ke dalam dadanya dan memberikan sensasi rileks yang instan ke seluruh persendian tubuhnya yang sempat kaku. Energinya yang sempat terkuras habis kemarin seolah perlahan-lahan mulai terisi kembali.

​Setelah Chloe menghabiskan minuman herbal dan menyantap beberapa suap pancake madu, Bi Mirna bergerak menuju bilik pakaian (walk-in closet) yang terhubung dengan kamar utama. "Sekarang, Nyonya Muda segeralah mandi air hangat untuk menyegarkan tubuh. Saya akan menyiapkan pakaian yang cocok untuk Anda hari ini."

​Chloe menurunkan kakinya dari ranjang, melangkah menuju kamar mandi mewah berdinding marmer hitam. Di bawah pancuran air hangat yang membasahi tubuhnya, pikiran Chloe kembali melayang pada sosok suaminya. Sentuhan lembut Asher semalam saat menghapus riasan wajahnya, kecupan lembut di kening dan pipinya, serta bisikan sarat gairah itu... semuanya terasa seperti sebuah teka-teki yang rumit. Apakah pria itu benar-benar seorang monster tanpa perasaan, ataukah ada sisi lain yang sengaja dia sembunyikan di balik topeng mafianya?

​Dua puluh menit kemudian, Chloe keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang jauh lebih segar dan wangi. Bi Mirna telah menunggu di dekat ranjang, memegang sehelai gaun terusan berlengan panjang berbahan rajut halus berwarna krem lembut (broken white). Potongannya sangat sopan, elegan, namun tetap memancarkan kesan mewah yang bersahaja.

​Sembari membiarkan Bi Mirna membantu merapikan bagian belakang gaunnya, Chloe akhirnya memberanikan diri untuk menanyakan hal yang sejak tadi mengusik hatinya.

​"Bi..." panggil Chloe pelan, matanya menatap pantulan dirinya di cermin meja rias. "Apa... apa Tuan Asher sudah pulang?"

​Bi Mirna menghentikan gerakannya sejenak, lalu menatap Chloe melalui cermin dengan senyuman maklum. "Belum, Nyonya Muda. Tuan Besar belum pulang sejak pergi subuh tadi. Kenzo mengabarkan bahwa ada masalah mendesak di area pelabuhan barat milik perusahaan yang membutuhkan kehadiran fisik Tuan Besar secara langsung untuk menyelesaikannya. Kemungkinan beliau baru akan kembali menjelang sore atau malam nanti."

​Mendengar jawaban itu, ada secercah rasa lega yang terselip di hati Chloe, namun anehnya, ada juga sedikit kekosongan yang tidak bisa dia jelaskan.

​Namun, ketenangan Chloe tidak berlangsung lama saat Bi Mirna tiba-tiba membuka sebuah kotak kosmetik besar dan mulai menyiapkan peralatan rias. "Oleh karena itu, kita harus bergerak cepat, Nyonya Muda. Saya perlu mendandani Anda dengan sangat rapi dan cantik hari ini."

​Chloe mengernyitkan dahinya bingung. "Mendandaniku? Untuk apa, Bi? Bukankah Tuan Asher sedang tidak ada di rumah?"

​Raut wajah Bi Mirna mendadak berubah menjadi sedikit serius, bercampur dengan ketegangan halus yang tertangkap oleh radar kewaspadaan Chloe. Bi Mirna menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab, "Karena hari ini, mansion ini akan kedatangan tamu yang sangat penting. Tiga kakak perempuan kandung dari Tuan Asher baru saja mengonfirmasi bahwa mereka sedang dalam perjalanan menuju ke sini untuk menemui Anda."

​DEG.

​Jantung Chloe kembali berdetak tak beraturan. "Kakak perempuan? Tuan Asher punya kakak perempuan?"

​"Benar, Nyonya Muda. Tuan Asher adalah anak laki-laki tunggal sekaligus anak terakhir di keluarga Sterling. Beliau memiliki tiga orang kakak perempuan yang luar biasa berpengaruh," ujar Bi Mirna sembari mulai memoleskan pelembap di wajah Chloe.

​Bi Mirna mendekatkan wajahnya, berbisik dengan nada yang sangat berhati-hati. "Nona Besar pertama adalah Nona Victoria, seorang wanita karier tangguh yang mengendalikan jaringan hotel internasional keluarga di Eropa. Beliau sangat tegas dan perfeksionis. Nona kedua adalah Nona Cassandra, seorang kurator seni ternama yang memiliki mata sangat jeli dan lidah yang tajam. Dan yang terakhir adalah Nona Eleanor, yang bergerak di bidang yayasan kemanusiaan global, pembawaannya terlihat lembut namun insting menilai orangnya sangat kuat."

​Bi Mirna memegang bahu Chloe, menatapnya dengan pandangan penuh peringatan yang tulus. "Ketiga Nona Besar ini sangat menyayangi Tuan Asher, dan mereka tidak menghadiri pernikahan mendadak kalian kemarin karena sedang berada di luar negeri. Hari ini, mereka datang khusus untuk melihat wanita seperti apa yang telah berhasil membuat adik laki-laki mereka yang sedingin es itu bertekuk lutut dan membawanya ke altar dalam waktu singkat. Pertemuan ini akan menjadi ujian pertama Anda sebagai bagian dari keluarga Sterling, Nona Chloe."

​Mendengar penjelasan Bi Mirna, darah di dalam tubuh Chloe seolah mendadak berhenti mengalir. Ketakutan baru yang tidak pernah dia duga sebelumnya kini mulai merayap naik. Jika Asher yang seorang mafia saja sudah begitu mengerikan dan mengintimidasi, bagaimana dengan ketiga kakak perempuannya yang tumbuh di dalam lingkungan keluarga yang sama?

​Masa lalu Chloe yang hanya seorang gadis biasa dari kalangan masyarakat menengah ke bawah mendadak membuat rasa tidak percaya dirinya membubung tinggi. Bagaimana mungkin dia, seorang gadis tawanan yang dijadikan barang tebusan akibat utang judi ayahnya, bisa berhadapan dengan tiga wanita bangsawan kelas atas yang memiliki kekuasaan dan pengaruh global? Jika mereka mengetahui latar belakangnya yang menjijikkan—bahwa dia dibeli oleh adik mereka—apa yang akan terjadi padanya?

​"Bi... aku tidak tahu harus bersikap seperti apa di depan mereka," ucap Chloe, suaranya mencicit panik, matanya berkaca-kaca menatap Bi Mirna.

​"Tenang, Nyonya Muda, kuasai diri Anda," hibur Bi Mirna dengan lembut sembari mulai menyisir rambut cokelat panjang Chloe, membiarkannya tergerai indah dengan aksen gelombang di bagian ujungnya. "Kuncinya hanya satu: jadilah diri Anda sendiri. Tunjukkan keanggunan, kejujuran, dan ketulusan yang Anda miliki. Ingatlah status Anda saat ini. Anda bukan lagi seorang tawanan yang tidak punya hak. Di atas kertas dan di mata hukum, Anda adalah istri sah dari Asher Sterling. Anda adalah Nyonya Besar di mansion ini. Angkat dagu Anda, dan jangan biarkan siapa pun mengintimidasi Anda, bahkan ketiga kakak Tuan Asher sekalipun."

​Kata-kata bijaksana dari Bi Mirna perlahan-lahan menyusup ke dalam sanubari Chloe, bertindak seperti jangkar yang menahan gelombang kepanikannya agar tidak tenggelam. Chloe mengepalkan kedua tangannya di atas pangkuan gaun kremnya. Benar apa yang dikatakan Bi Mirna. Dia tidak bisa terus-menerus bersembunyi atau menangis. Dia telah memasuki dunia kegelapan ini, dan satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan berdiri tegak menghadapi apa pun badai yang menghadang di depannya.

​Tepat saat Bi Mirna menyelesaikan polesan lipstik merah muda alami di bibir Chloe, terdengar suara deru mesin mobil-mobil mewah yang memasuki pelataran depan mansion, diikuti oleh suara pintu mobil yang ditutup bergantian dari arah bawah.

​Suasana di dalam mansion yang tadinya tenang seketika berubah menjadi tegang. Bi Mirna mengemukakan napas panjang, merapikan gaun Chloe untuk terakhir kalinya.

​"Mereka sudah tiba, Nyonya Muda," ucap Bi Mirna, suaranya terdengar formal namun matanya memberikan dukungan penuh. "Mari kita turun ke ruang tamu utama untuk menyambut para Nona Besar."

​Chloe menarik napas dalam-dalam, mengisi rongga dadanya dengan keberanian yang dia paksakan ada. Dia menegakkan punggungnya, mengangkat dagunya sedikit seperti yang diajarkan semalam, lalu melangkah keluar dari kamar utama dengan langkah yang diatur seanggun mungkin, siap memasuki medan pertempuran baru di dalam sangkar emas milik Sterling.

1
Idah Faridah
dtunggu thor lanjutanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!