NovelToon NovelToon
Mr. Otoriter

Mr. Otoriter

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: ndk.id

Sequel dr. Clara


Tak disangka bahwa sifat sang daddy akan menurun pada putra yang selalu bertentangan dengannya.


Bahkan sikapnya lebih parah lagi saat setelah menemukan seorang desainer muda yang membuat seorang Davin Aditya Mayndra menjadi pria muda dengan jiwa otoriter tinggi jika itu menyangkut tentang wanitanya.


"Jangan panggil namaku Davin jika aku tidak bisa menikmati tubuhmu disetiap malamku. Karna kamu milikku dan selamanya akan seperti itu"

~Davin Aditya Mayndra~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ndk.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

Getaran pada meja kerjanya yang cukup lama membuat Davin berdecih sebal atas gangguannya saat membuat tokoh baru dalam game yang dirancang olehnya.

Dengan hembusan kasar Davin meraih ponselnya yang tak henti hentinya menyudahi getaran itu.

Karna Davin adalah salah satu tipekal orang yang tidak suka menggunakan nada dering maka dari itu Davin hanya menggunakan mode getar dalam ponselnya agar tidak terlalu mengganggunya saat sedang berkutat dengan pekerjaan yang digemari olehnya.

Matanya menajam dan berusaha menyipitkannya, senyum semlirik langsung terbaca dari ulasan bibirnya yang terangkat sebelah. Tanpa basa basi Davin langsung menarik tombol hijau pada layar ponselnya.

"Hallo kak Daviiiin" sapa dari sebrang sana membuat Davin langsung bangkit dari duduknya dan berdiri.

Davin: "Ya?"

"Kak Davin sudah berada di Surabaya sekarang yah?" tanyanya dibalik telpon genggam Davin.

Davin: "Ya.. kenapa?" tanyanya balik sambil melepas kaosnya.

"Yaaah" tuturnya seperti kecewa.

Davin: "Apa kau merindukanku?" katanya sambil bercermin.

"Ya Velicia merindukan kedinginannya kak Davin hahaha.." gelak tawa ringannya membuat Davin kembali menampakkan wajah dinginnya.

Davin: "Kau pasti akan mendapatkannya" gumamnya.

"Hmmm.. kak Davin kapan bisa ke Jakarta lagi?"

Davin: "Entah, memangnya kenapa?"

"Velicia memiliki seseorang yang pasti kak Davin sukai, mau kah kakak menemuinya?" ucapnya tanpa tahu raut wajah kesal yang Davin tampakkan saat ini.

Davin: "Aku sudah menyukai orang lain, bagaimana mungkin aku menemui yang lainnya?"

"Yaaah.. kenapa kak Davin tidak memberitahu Velicia sebelumnya? siapa? siapa?" tanyanya merasa sangat ingin tahu.

Davin: "Kamu" jawaban dari seorang Davin membuat lawan bicaranya diam untuk sementara waktu.

"Hahaha.. becandanya kakak sudah biasa, jadi kalau ke Jakarta tolong kabari Velicia yah? bye kak Davin"

Davin menatap tajam layar ponselnya yang telah kembali pada menu utama. Tak ada yang bisa membaca pikirannya dan juga niatannya, kadang apa yang dia katakan tidak sesuai dengan perbuatannya. Kadang apa yang dia katakan juga pasti bisa menjadi kenyataan baginya.

Davin: "Ke Jakarta?" gumamnya pelan.

Davin: "Aku akan kesana sayang, untuk menjemputmu menjadi milikku..

Davin: "Hanya milikku, milik Davin Aditya Mayndra seorang diri" lanjutnya dengan pandangan gelap.

Davin mengarahkan ibu jari kanannya sesuai keinginannya, mengetikkan sesuatu pada sebuah pesan yang ingin dia tujukan pada seseorang.

"Aku akan menemuimu akhir pekan" send.

Pesan itu terkirim dan langsung mendapatkan respon tercepat.

"Velicia menunggu kak Davin.. datanglah dengan semua pesona kakak supaya teman Velicia terpesona 😊" balas pesannya sambil menggunakan emoticon yang membuat seorang Davin terkekeh geli melihatnya.

Davin: "Aku pasti akan membawanya.. tapi bukan untuk temanmu melainkan untukmu" katanya berbicara sendiri sambil berlalu begitu saja.

.

.

.

"Kak Davin disini disini" lambaian tangan beserta senyuman wanita muda berbakat itu membuat Davin terkekeh geli melihatnya.

Dengan langkah panjangnya melewati beberapa meja disebuah restoran cepat saji yang berada disalah satu Mall Jakarta Pusat untuk bisa mendekati satu satunya orang yang menjadi tujuannya pergi ke Kota ramai penduduk yang tercemar oleh beribu ribu polusi karna sampah dunia.

Davin: "Sudah lama menunggu?" sapanya langsung saat langsung berhadapan dengan dua wanita cantik.

Tapi dimata Davin, didepannya hanya terdapat seorang wanita cantik yaitu Velicia itu sendiri dan tanpa memperdulikan keberdaan temannya yang berada duduk tepat di samping wanita muda berparas cantik dengan bulu mata lentik tanpa tambahan bulu mata palsu.

Velicia: "Kak Davin tenang saja, aku dan Kiandra sabar menunggu orang yang tampan seperti kakak" ucapnya berniat dengan nada bercanda.

Davin: "Benarkah?" sahutnya menautkan alis sebalah kiri.

Velicia: "Tentu saja. Kenalkan ini temanku Kiandra Agustin" katanya mencoba memperkenalkan wanita cantik dengan busana nyentrik yang lebih jauh terbuka dibanding Velicia.

"Kiandra" sapanya berusaha memperkenalkan diri dengan mengangkat tangan kanannya mencoba berjabat tangan dengan Davin.

"Davin" jawabnya tanpa memperdulikan uluran tangan wanita putih mulus tanpa lecet yang sedari tadi tersenyum lebar padanya.

Dan karna itu, Velicia hanya tersenyum canggung saat melihat uluran tangan sahabatnya sama sekali tidak ditanggapi oleh pria yang terkenal akan kedinginannya terhadap wanita.

Velicia: "Baiklah kalau begitu Veli tinggal dulu ya kak, selamat bersenang senaaaang" pamitnya langsung undur diri berharap dengan ketidak beradaannya sanggup memecahkan kecanggungan antara orang dewasa yang baru saja bertemu dan belum saling mengenal.

Kiandra hanya tersenyum malu saat Davin terus saja memperhatikannya. Memperhatikan bukan hanya dari gaya berpakaiannya melainkan juga melihat dari segala jenis brand yang melekat pada tubuhnya tidak terkecuali tas dan sepatu yang digunakannya.

Davin: "Jadi?" katanya terdengar menggantung.

Kiandra hanya menunjukan ekspresi tidak tahu akan apa yang dimaksud oleh pria yang berhasil mencuri cinta pada pandangan pertama.

Kiandra kira pria bernama Davin adalah pria penggombal dan suka tebar pesona kesemua wanita karna ketampanannya yang diatas rata rata.

Tapi Kiandra salah, benar kata temannya bahwa pria dihadapannya saat ini benar benar butuh ditaklukkan oleh pesona kecantikannya yang mendunia.

Kiandra: "Jadiiii?" Kiandra mengulangi pertanyaan Davin karna merasa tidak mengerti akan maksudnya.

Davin: "Jadi berapa harga sewamu dalam semalam?" kata itu terlontar saat Davin mengetuk ketuk meja karna merasa bosan.

Kiandra: "Apa maksudmu?!" sahutnya dengan nada mulai meninggi.

Davin: "Ayolah.. aku paham betul dengan watak watak model seperti kalian" tatapan mata tajamnya tak bisa dipungkiri dapat membuat bungkam lawan bicaranya.

Davin: "Dengan profesi kalian saja sebagai model mana mampu membeli barang barang branded dari ujung kepala hingga ujung kaki...

Davin: "Kecuali jika kamu bekerja sampingan sebagai wanita ngankang diatas ranjang itu baru aku percaya" lanjutnya dengan nada lirih.

Kiandra: "Jaga ucapan anda! anda bisa saya tuntut atas penuduhan dan pencemaran nama baik tuan Davin!" sontak wanita bertubuh yang lebih berisi dari Velicia berdiri dengan pandangan amarah yang meluap.

Davin: "Penuduhan? pencemaran nama baik?" Davin terkekeh atas upaya wanita yang berusaha menjaga imagenya.

Davin: "Bahkan aku tak yakin jika kau masih perawan. Apa perlu kita melakukan uji coba? jika kamu masih seratus persen perawan kamu akan mendapatkan apa yang kamu mau semuanya tanpa terkecuali termasuk menjebloskanku kedalam penjara. Tapi jika tidak..

Davin menjeda kalimatnya lalu ikut berdiri dan berusaha mendekatkan diri.

Davin: "Jika tidak kau harus sanggup melayani ketujuh belas anak buahku tanpa mengeluh dan tanpa penolakan. Bagaimana?" serentetan kalimat itu membuat bulu kuduk sang model merinding ngilu sekujur badan.

Kiandra: "Saya tidak tertarik! permisi" ucapnya pamit begitu saja tanpa menghiraukan perkataan Davin.

Davin: "Model? Dokter?" gumamnya lirih sambil mendudukan kembali dirinya.

Davin: "Aku tidak tertarik dengan kedua profesi itu, aku hanya menginginkan desainer yang murni masih disegel tanpa sentuhan pria lain"

Davin merogoh kantong celananya untuk mencari benda pipih yang tak pernah tertinggal dimana pun karna selalu dia bawa kemanapun.

"Temanmu mencampakkan ku, bisakah kau datang untuk menghiburku?" send.

"Aku sangat kesepian" send.

1
Nenah Masrurun
Luar biasa
@Al**
Bagus ceritanya
martini
astaghfirullah baru tahu sekarang ceritanya anak Dr Clara
Ratna_1729
Setuju. Tapi wanita enggak cuma mau diprioritaskan dengan ucapan saja tapi juga dilakukan dengan tindakan
crist
lanjut thor msh ngegantung😂😂
crist
so sweet davin
Zee Gween
lagi asik2 baca, eeehh nongol tuh visual, haaghh bikin ambyarr ngehalu 😏 apa cuman aku yg ga suka klo baca novel yg lihat visual nya cwok cwok kulit putih berbibir merah...
Putriani
Kenapa clara nggak bisa tegas sama anaknya
Putriani
Kenapa nggak di jelasin sih kenapa dia bisa nikah sama mantannya dulu huuufff
Putriani
Gila so davin
M Fakhrul Mfakhrul
jangan terlalu benci karena benci dan cinta itu cuma terpisah dengan kertas yg tipis,,
M Fakhrul Mfakhrul
tp kayaknya ga pernah merkosa Clara dech,,,
M Fakhrul Mfakhrul
tp kn awalnya Clara yg ngedeketin david,,,jd jgn salah kn daddymu terus dong,,,
Wwe Dhuwey
kim taehyung😍😍😍
chocochino
iseng buka novel Dr clara eh taunya ada kelanjutannya, auto buka profil othor lanjut baca yg ini
Ratna_1729
bener juga sih pada dasarnya wanita memqng selalu ingin diprioritaskan
Ratna_1729
terlalu jujur
Ratna_1729
terobsesi sampai segitunya
Vinonie Homemade
daddy edan
Vinonie Homemade
kok ortu nya g marah, anak gadisnya diperkosa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!