NovelToon NovelToon
Aversion To You

Aversion To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Dark Romance / Cintapertama
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan Aurora dengan Jonathan Carser—menjadi neraka saat ia menjadi korban pengkhianatan dan manipulasi.

Puncaknya, ia dipaksa menghadapi keraguan sang suami atas bayi laki-laki nya yang terlahir dengan paras begitu mirip dengan mantan kekasih masa lalunya, Braxley Valerio-Desmon.

Ketika kebenaran mulai terkuak dan Jonathan semakin brutal meluapkan amarahnya, Siapkah Aurora menghadapi kenyataan pahit, menerima kebenaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

015

Dua minggu berlalu bagaikan sapuan angin dalam mimpi indah. Di dalam lingkungan benteng kemewahan Mansion Valerio-Desmon, waktu seolah berjalan begitu lembut, membalut luka-luka lama dengan kedamaian yang belum pernah dirasakan oleh Aurora sepanjang hidupnya.

Setiap pagi, matahari terbit menyinari sayap kanan mansion yang kini sepenuhnya dihiasi aroma bunga lili segar dan tawa renyah Draco yang kian bertumbuh menggemaskan.

Luka di jemari tangan Braxley telah mengering, meninggalkan bekas parut tipis yang justru menjadi saksi bisu runtuhnya dinding penyesalan di antara mereka.

Hari-hari mereka dipenuhi oleh kesibukan yang mendebarkan—sebuah kesibukan manis bernama persiapan pernikahan.

Zephyr Desmon tidak main-main. Sebagai matriark dari salah satu dinasti paling berpengaruh di dunia, ia memimpin langsung tim perancang busana ternama dari Paris dan pengatur acara kelas atas untuk merancang pernikahan Braxley dan Aurora.

Gaun pengantin sutra putih berhiaskan ribuan kristal Swarovski yang dijahit tangan khusus untuk Aurora sudah setengah jadi.

Hari itu, suasana di aula utama mansion terasa penuh dinamika yang menyenangkan. Aurora berdiri di atas podium fitting busana, dikelilingi oleh tiga orang penjahit senior yang sibuk mengukur dan menyempurnakan lekuk gaunnya.

Di ujung sofa melingkar, Braxley duduk memangku tablet kerjanya, namun pandangan matanya sama sekali tak tertuju pada laporan bisnis.

Manik cokelat gelapnya yang dalam terus tertuju pada Aurora, memancarkan binar pemujaan yang pekat dan terang-terangan.

"Axley, berhentilah menatapku seperti itu," bisik Aurora dengan pipi yang merona merah, merasa canggung di depan para penjahit.

Braxley menyunggingkan senyum tipisnya yang menawan, merendahkan tablet di tangannya. "Mengapa? Aku hanya sedang menikmati pemandangan calon istriku yang tampak sempurna. Apakah ada undang-undang yang melarang itu?"

"Kau membuat fokus mereka terganggu," dengus Aurora pelan, namun sudut bibirnya tak mampu menyembunyikan kebahagiaan yang membuncah.

Semuanya terasa begitu sempurna, begitu indah, hingga terasa hampir tak nyata. Namun, di balik ketenangan air yang tenang, badai yang mematikan sedang merayap di kegelapan, menunggu momen paling tepat untuk merobek kebahagiaan itu menjadi kepingan tak berbentuk.

...****************...

Pukul dua siang di pusat kota Los Angeles.

Di depan gedung Pengadilan Negeri yang dipadati oleh puluhan awak media massa, saluran televisi nasional, dan kamera paparazi yang terus menerus menyalakan lampu kilat, sebuah pemandangan liar tercipta. Jonathan Carser—yang baru saja keluar dengan jaminan sementara setelah dua minggu ditahan atas dugaan penggelapan dana—berdiri di balik podium darurat.

Wajah Jonathan tampak tirus, matanya sembap oleh amarah dan keputusasaan, dan pakaian jasnya yang tebal tak mampu menutup retaknya harga diri yang hancur berkeping-keping.

Pria itu telah kehilangan segalanya: Carser Corporation bangkrut, kekayaan keluarganya dibekukan, dan nama baiknya diinjak-injak oleh dinasti Desmon hingga ke dasar bumi.

Di hadapan puluhan mikrofon yang disodorkan ke wajahnya, rasa benci dan dendam yang membakar isi kepalanya meluap menjadi racun yang sangat mematikan.

"Apakah Anda punya tanggapan mengenai pembatalan pernikahan Anda dengan Aurora Borealis, Tuan Carser?!" teriak seorang reporter dari barisan depan.

Jonathan mengepalkan tangannya di atas podium. Ia menyunggingkan senyuman iblis yang penuh dengan kedengkian mendalam, lalu menatap lurus ke arah kamera-kamera utama yang sedang menyiarkan konferensi pers itu secara live ke seluruh penjuru negeri.

"Pembatalan pernikahan?" suara Jonathan meluncur tajam, bergetar oleh amarah yang meledak. "Kalian semua tertipu! Seluruh masyarakat di negara ini telah dibodohi oleh kebohongan pencitraan dinasti Desmon yang merasa mereka adalah dewa!"

Suasana di depan gedung pengadilan mendadak riuh rendah. Lampu kilat kamera bertubi-tubi menyambar wajah Jonathan.

"Gadis yang kalian sebut sebagai calon menantu anggun keluarga Desmon itu... tidak lebih dari seorang pelacur murahan!" jerit Jonathan tanpa ampun, suaranya menggelegar memecah keheningan udara sore.

Gumam kaget dan napas tertahan terdengar dari puluhan wartawan yang hadir.

"Atas nama Tuhan, aku bersumpah di hadapan kalian semua!" lanjut Jonathan dengan matanya yang memerah liar, menunjuk-nunjuk ke arah kamera. "Saat wanita itu menikahi diriku, saat dia berdiri di altar mengatasnamakan kesucian... dia bahkan sudah hamil anak dari Braxley Valerio-Desmon! Dia datang ke keluarga Carser membawa benih haram pria lain!"

Jonathan melangkah maju, membusungkan dadanya dengan urat-urat leher yang menegang tegang.

"Perempuan hina dan menjijikkan seperti itu menjadi menantu dinasti Desmon?! cuih!" Jonathan meludah ke samping podium dengan mimik wajah penuh kehinaan yang luar biasa. "Aku bahkan tidak sudi untuk menyentuh gadis seperti itu! Dia adalah sampah yang dimanfaatkan oleh Braxley untuk menghancurkan keluargaku!"

......................

Di dalam ruang santai keluarga di Mansion Valerio-Desmon, layar televisi raksasa berukuran delapan puluh inci sedang menyiarkan secara langsung konferensi pers tersebut.

Srett!

"Matikan televisinya! Sekarang!" bentak Austin Jaxon dengan suara bass-nya yang menggelegar bagai petir, wajahnya memerah padam oleh kemurkaan yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Clark yang berdiri di dekat remote control dengan gemetar segera menekan tombol mati.

Layar hitam seketika menyelimuti ruangan, namun kata-kata beracun Jonathan Carser yang terucap dengan begitu gamblang dan kejam sudah terlanjur melayang di udara, meracuni seluruh atmosfer ruangan.

Di tengah ruangan, Aurora berdiri mematung.

Gaun pengantin indah yang baru saja diukur di tubuhnya terasa mendadak berubah menjadi tumpukan kawat duri yang mencekik napasnya.

Wajahnya yang semula memancarkan kemerahan rona bahagia seketika berubah menjadi seputih kertas. Seluruh darah di dalam tubuhnya seolah tersedot habis ke dasar bumi.

Pelacur murahan...

Aku bahkan tidak sudi untuk menyentuh gadis seperti itu...

Perempuan hina...

Kata-kata Jonathan berulang-ulang berputar di dalam kepalanya bagaikan kaset rusak yang memancarkan rasa sakit luar biasa.

Udara di dalam ruangan terasa mengental, menyesakkan, dan tiba-tiba saja, sebuah rasa mual yang teramat sangat menyergap perut Aurora dari dalam.

"Aurora..." panggil Braxley dengan raut wajah penuh kepanikan murni. Pria itu melangkah cepat menghampirinya, matanya liar memancarkan rasa takut akan hancurnya kondisi mental wanita itu. "Sayang, dengarkan aku—"

"Jangan menyentuhku!" jerit Aurora histeris.

Aurora menepis tangan Braxley yang hendak menggapai bahunya. Wanita itu mundur beberapa langkah dengan napas yang memburu dan tidak teratur. Manik matanya yang membulat panik menatap Braxley dan seluruh keluarga Desmon yang berdiri terpaku.

Rasa jijik... rasa jijik yang luar biasa mendalam dan merusak seketika menguasai seluruh syaraf di tubuh Aurora.

Bukan jijik pada Braxley, dan bukan jijik pada kata-kata Jonathan—melainkan rasa jijik yang sangat dahsyat terhadap dirinya sendiri.

Memory beracun malam di mana Jonathan pernah Menyentuhnya—meskipun hanya terjadi sekali dalam pernikahan kelam itu—tiba-tiba bangkit kembali dari dasar ingatannya bagaikan monster mematikan.

Aurora merasa kulitnya mendadak terasa gatal, kotor, dan penuh noda membusuk yang tak akan pernah bisa dibersihkan oleh air apa pun di dunia ini.

"Jijik..." bisik Aurora parau, jemarinya yang gemetar mulai mencengkeram kain gaun pengantinnya sendiri, meremasnya dengan rasa frustrasi yang mendalam. "Tubuhku... tubuhku terasa sangat jijik..."

"Aurora, tidak! Kau bersih! Kau suci, Sayang! Jangan dengarkan omongan bajingan itu!" teriak Braxley, suaranya pecah oleh duka melihat Aurora yang mulai kehilangan kesadaran dirinya. Braxley tidak peduli, ia maju dan memaksa memeluk tubuh Aurora yang gemetar hebat.

"Lepaskan aku, Axley! Tolong lepaskan aku!" Aurora berontak di dalam dekapan Braxley, air matanya menetes deras membasahi dada kemeja pria itu. "Aku pernah disentuh oleh pria itu! Aku kotor! Aku sudah mempermalukan keluargamu di depan seluruh dunia!"

Isak tangis Aurora pecah menyayat hati siapa pun yang mendengarnya di ruangan itu.

Zephyr menutup mulutnya dengan telapak tangan, matanya berkaca-kaca menahan air mata melihat penderitaan calon menantunya.

Austin mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih, kemurkaannya pada Jonathan Carser kini telah mencapai titik puncak yang menjanjikan kematian.

"Aku pernah menjadi istrinya..." jerit Aurora parau, suaranya tenggelam dalam ketakutan mendalam dan rasa cemas akan nasib keluarganya. "Sekarang seluruh dunia tahu... Seluruh dunia tahu betapa hinanya aku! Bagaimana bisa perempuan kotor seperti diriku berdiri di sampingmu, Braxley?! Bagaimana bisa aku menjadi menantu keluarga Desmon?!"

Rasa ingin menghilang, rasa ingin menguap dan lenyap dari muka bumi menguasai setiap jengkal pikiran Aurora. Ia merasa telah menyeret nama besar dinasti Desmon—keluarga yang begitu tulus menerimanya—ke dalam selokan penderitaan dan kejahatan media yang kelam.

"Kau bukan perempuan hina, Aurora Borealis!" bentak Braxley dengan nada yang begitu tegar namun dipenuhi oleh kelembutan murni. Pria itu menangkup erat kedua pipi Aurora, memaksa mata wanita yang penuh dengan isak tangis itu untuk menatap lurus ke dalam matanya yang menyala oleh cinta mati.

"Dengarkan aku! Demi Tuhan, dengarkan aku!" napas Braxley memburu di wajah Aurora. "Jika seluruh dunia menghinamu, maka aku akan menghancurkan seluruh dunia itu untukmu! Jika tubuhmu merasa kotor karena masa lalu itu, maka biarkan aku menghabiskan sisa hidupku untuk menyucikannya kembali dengan cintaku!"

Braxley menarik Aurora lebih rapat ke dalam dekapannya, mengunci tubuh wanita itu di dalam dada tegapnya seolah-olah ia sedang melindungi harta paling berharga di semesta ini dari gempuran badai petir.

"Kau adalah calon istriku. Kau adalah ibu dari putraku," bisik Braxley tepat di telinga Aurora yang menangis histeris. "Dan tidak ada satu bajingan pun di muka bumi ini yang bisa mengubah kenyataan bahwa kau adalah satu-satunya wanita yang berhak memegang nama Valerio-Desmon."

1
Astrid Kucrit
lyn,cuma kamu yang draco inginkan
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentar nya kak🙏🏻
total 1 replies
Siti Kamisah Hasnul
Linzy ternyata anak Jonathan...wahhhhh...kacau ini
Rosdianah 🌷: jangan kacau dulu kak🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
gak nyangka udah di tahap baca ceritanya anaknya AJ brarti si braxley ini cucunya vexana sama landon 🤣
Rosdianah 🌷: hehe iya kak, kembarannya Braxton disebelah kak🤭
total 1 replies
Mia Camelia
jonathan harus di kasih pelajaran tambahan nih 🤣🤣🤣tuh orang gak ada takut nya
😔
Rosdianah 🌷: Wajib digoyeng 🤣🤭
total 1 replies
Ainun Mahya
nggk up nih kak?
Rosdianah 🌷: huhu besok author Double Up 🫶🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
vote meluncur🤭🤭
Rosdianah 🌷: uhuy ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Mia Camelia
widieww....braxley tipe2 blackflag banget gak sih🤔🤣😂
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭
total 1 replies
Mia Camelia
selamat thor udah meluncur karya baru lagi🥳🥳🥳
makin prokdutif banget thor bulan ini udh baru lgi muncul🥳
Rosdianah 🌷: Huhu🫶 Ma'aciww kak, Dan ma'aciww juga asas setiap Jejak Nya selama ini. semoga cerita nya. happy reading 🥰
total 1 replies
Hennyy exo
wow karya mu emang bagus thor
Rosdianah 🌷: ma'aciw kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!