Stefani Agnesia Smith, Dokter cantik berumur 22 tahun yang terlahir dari keluarga terpandang. Memiliki otak super cerdas dan cantik membuat semua pria tertarik kepadanya. Tapi karena sifatnya yang judes dan dingin membuat semua lelaki tidak berani untuk mendekatinya. Hingga ada seorang pria tampan yang merupakan ceo muda dari perusahaan terkenal mendekatinya.
Bisakah sang Ceo menaklukan hati si Dokter cantik?
Tunggu lanjutan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bantuan yang kedua kalinya
Setelah makan siang dengan Leo, Stefani memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. ia terkadang sesekali memeriksa dokumen perusahaan untuk menambah wawasan.
"hufttt....borring" keluh Stefani sambil menempelkan dahinya ke meja. Rasa bosan menyelimuti dirinya. ia sudah menyelesaikan pekerjaannya dari tadi.
"Coba ke mall aja deh" ucap Stefani. ia memutuskan untuk refresing ke mall. Dia lalu menyambar kunci mobil BMW nya.
Stefani melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Stefani memilih jalan pintas agar tidak terjebak macet. Jalanan sangat sepi, hanya beberapa sepeda motor yang berlalu lalang. Tiba², mobilnya di hadang oleh preman. Stefani berdecak kesal.
"Ck, apaan lagi sih" sungut Stefani.
Salah satu dari mereka menghampiri mobil Stefani.
"BUKA!!!" seru orang itu sambil menggedor pintu mobil Stefani.
Stefani turun dari mobilnya, menatap satu persatu wajah orang yang menghalangi jalannya.
"Mau apa kalian?" cetus Stefani.
"Wow...gadis yang cantik. Kamu bisa menjadi penghangat ranjangku malam ini sayang" ucap salah satu Preman dengan tatapan penuh nafsu. Hal ini membuat Stefani sangat jijik melihatnya.
"Cih, jangan mimpi" Sinis Stefani.
"Ternyata kau sangat sombong ya nona. Lebih baik, kau ikut dengan kami sekarang daripada kau mati saat ini juga." ucap preman itu.
"Aku lebih baik mati daripada memberikan tubuhku untuk sampah seperti kalian" tukas Stefani.
"Baiklah jika itu maumu"
Mereke menyerang Stefani secara bersamaan. Stefani juga melawan serangan mereka. jangan tanyakan bagaimana Stefani bisa melakukan itu. Tentu saja bisa, dia sejak kecil sudah terbiasa berlatih beladiri bahkan memakai beberapa senjata bersama daddynya. Mengingat mereka adalah keluarga terpandang, pasti banyak para musuh yang mengincar nyawa keluarganya. Oleh sebab itu daddynya mengajarkan bassic beladiri untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Bughh bughhh
Stefani melayangkan pukulan telak diwajah 3 orang preman. Mereka sedikit terpundur ke belakang sambil memegangi wajahnya.
"Dasar bocah sialan" umpat salah satu preman. Stefani hanya tersenyum miring saat mendengar umpatan pria itu.
Bughhh bughhh
Stefani terus melawan mereka. ia tidak peduli dengan jas dokternya yang kotor terkena tanah.
Bughhh
salah satu dari mereka menendang perut Stefani hingga ia terpundur dan kepalanya terbentur tembok. Stefani merintih kesakitan, kepalanya terasa berat dan berkunang-kunang. ia lalu pingsan seketika.
Para oreman itu menyeringai senang. sepertinya mereka mendapat santapan malam ini. Mereka sedikit demi sedikit mendekati tubuh Stefani. Di elusnya pipi mulus Stefani.
Bughhh
Satu tendangan melayang di kepala mereka.
"Bangsattt" umpat salah satu preman sambil memegangi kepalanya.
"Jangan pernah kalian sentuh dia dengan tangan kotor kalian itu. Kalo nggak, jangan salahin gue kalo besok tangan lo nggak melekat di tubuh lo lagi" ucap pria itu dengan amarah menggebu-gebu.
"Kau pikir kamu takut" ejek preman itu. pria itu semakin marah. ia menyerang semua preman dengan brutal.
Bugh bughhh krekkkk
Pria itu memukul semua preman dengan sangat kuat. ia bahkan mematahkan semua lengan preman itu. Semua oreman mengerang kesakitan, dengan sisa kekuatan yang dimiliki, mereka lalu pergi darisana meninggalkan dua orang itu.
Pria itu menghampiri Stefani. ia lalu menggendong Stefani ala bridal style dan pergi meninggalkan tempat itu.
*******
Stefani mengerjapkan matanya perlahan. ia berusaha duduk sambil memegang kepalanya yang terasa pusing. ia mengedarkan pandangannya.
"Dimana ini" gumam Stefani.
Kamar bernuansa hitam tapi elegan terasa asing di pandangannya. Yang jelas ini kamar seorang pria. tapi siapa?. Pikiran buruk mulai menghantui Stefani, ia melihat tubuhnya yang ada dibalik selimut. Telanjang...
Oh god, Stefani langsung terisak seketika. Apalagi ingatan terakhirnya ia sedang bersama preman² brengsekk itu. Apa dia dia diperkosa oleh preman itu?, tapi bagaimana mungkin mereka mempunyai kamar sebagus ini.
Fikiran buruk Stefani semakin menggila. ia menangis tersedu-sedu saat membayangkan kejadian buruk apa yang telah ia alami selama tak sadarkan diri.
Terdengar percikan air di kamar mandi. Stefani yakin, pasti orang yang di dalam kamar mandi yang telah melakukan hal ini padanya. ia mencengkram sprei dengan kuat. Meluapkan segala kekesalannya pada sprei itu.
Ceklekk
Pintu kamar mandi terbuka. Lalu keluarlah seorang pemuda tampan bertelanjang dada yang memperlihatkan roti sobeknya dengan handuk berwarna navy yang membalut pinggang pria itu.
Stefani sangat marah saat melihat siapa pria itu. ia melempar semua barang terdekatnya kepada pria itu.
"DASAR BRENGSEKKK.....BAJINGANNN LO LEOOO" teriak Stefani sambil melempar barang² ke arah Leo. Ya, orang yang menolong Stefani adalah Leo.
"Woyy...Stef Stop...apa yang lo lakuin" ucap Leo sambil menangkis barang² yang terlempar kearahnya. ia lalu mendekati Stefani dan
grepp
Leo memeluk Stefani dengan erat. Stefani memberontak sambil memukul dada bidang Leo berkali-kali.
"Lepasin gue anjing...lo bangsattt...kepar*t sialan" Ucap Stefani sambil menangis.
"Lo itu kenapa sih" heran Leo.
"Apa yang udah lo lakuin ke gue hah?! " bentak Stefani. Leo menyeringai saat mengerti maksud ucapan Stefani.
"Apa lagi kalo bukan itu" ucap Leo santai.
"Dasar brengsekk....lo tega banget sih ngelakuin itu ke gue hiks...gue udah nggak suci lagi hiks....lo jahat..bajingannn." ucap Stefani sambil terisak. ia bahkan memukul dada Leo berulang kali.
"Apa salahnya. Toh gue juga bakal tanggung jawab. Gue akan nikahin lo" ucap Leo.
"Tapi gue nggak sudi nikah sama lo" ketus Stefani.
"Terus siapa yang bakalan nikahin lo...si Stuward? dia gak bakal mau nikahin perempuan yang udah ternodai" jawab Leo.
"Dan itu semua gara² lo" bentak Stefani.
**Tandai typo.....jangan lupa like, coment, and vote ya guys....
Mampir juga ke " Beautifull bad girl"
Happy Reading 😘**