NovelToon NovelToon
GABRIELA MAHAPUTRI LEANDRA (PEMBALASAN DENDAM)

GABRIELA MAHAPUTRI LEANDRA (PEMBALASAN DENDAM)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Action
Popularitas:388
Nilai: 5
Nama Author: PrinsesAna

gadis bernama Gabriela atau biasa di panggil El, berusaha membalas dendam nya kepada orang yang menyakitinya dan juga orang yang telah membunuh mama nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinsesAna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

"Eh itu bukan nya si murid baru itu ya, apa gue yang salah liat. " ucap Bagas menunjuk gadis yang baru saja keluar dari satu ruangan.

"Lah emang dia, kalau gue ga salah nama nya Gabriela dan sering di panggil El. " ucap Ryan yang memang tau dari sepupu nya Risa yang satu kelas dengan El.

"Dia ngapain disini ya, terus yang di ruangan itu siapa. " ucap Nino entah kepada siapa.

"ini rumah sakit, udah pasti dia ngeliat orang sakit. " ucap Bagas dengan wajah bodoh nya yang membuat Nino kesal dan rasa nya ingin mencakar wajah Bagas.

"cek." ucap William bersuara karena dia sangat yakin jika Al akan sangat gengsi mengatakan itu.

Ryan bergerak maju dan melihat ruangan itu ada siapa di dalam nya yang di lihat oleh El.

"Eh bukan nya itu si Deon banci. " ucap Ryan dalam hati dan segera pergi menjauh setelah melihat siapa yang di lihat oleh El.

"siapa Yan, kok wajah lo jelek gitu.? " tanya Bagas yang membuat Nino terkekeh.

"Deon." ucap Ryan membuat Nino dan Bagas terkejut sedangkan Al dan William saling melemparkan pandangan.

"anjir, apa hubungan mereka ya. " ucap Bagas dengan wajah julit nya.

"Cari tau. " ucap Al kepada Nino yang di angguki oleh Nino.

Mereka pun segera pergi dari rumah sakit itu, kan tidak lucu jika nanti nya jika mereka baku hantam dengan Deon dan geng nya.

.....

"Bagaimana keadaan anak itu.? "ucap seorang pria pada rekan nya.

"Sudah tidak terlalu parah. " jawab yang satu nya lagi.

"Dasar bodoh, dia main bertindak seenaknya nya saja dan tidak berfikir lebih dulu. " maki pria itu dengan wajah marah nya.

"Sayang kamu tenang aja, kalau pun dia mati posisi kita tetap aman, karena hanya dia yang orang tau bukan kita. " ucap seorang wanita menenangkan sang kekasih.

"Kamu benar sayang, lagi pula anak itu saja yang bodoh, malah bertindak gegabah seperti ini. " ucap si pria tersenyum jahat.

"Kita hanya perlu menyusun strategi lagi dan untuk anak itu, biarkan saja dia pulih lebih dulu. " ucap si wanita itu.

"nanti saja kita susun strategi lagi, aku sedang merindukan kamu sayang. " ucap si pria membuat si wanita tersenyum malu-malu.

.....

"Gue udah nemu informasi anak baru itu. " ucap Nino membuat Bagas dan Ryan diam.

"Jadi dia adik nya si Deon, dari yang gue cari tau yang orang tau adik nya cuma Alena, dan di sekolah pun El tidak membawa marga keluarga nya, gue juga ga tau apa alasan keluarga mereka dengan semua itu, dan untuk Alena sendiri cuma adik tiri Deon, bukan adik kandung dia. "jelas Nino membuat Bagas dan Ryan terkejut.

"Gimana Al.? " tanya Nino kepada Al.

"bukan nya bagus ya, kita bisa gunain El buat bales dendam sama si Deon. " ucap Bagas seenaknya saja.

"Ga usah bawa orang lain, urusan sama Deon cukup sama dia aja, kita bukan pengecut. " ucap William yang tidak setuju dengan apa yang di katakan oleh Bagas.

"Ya sorry deh, gue cuma lagi kebawa emosi aja. " ucap Bagas.

"Tapi kalian ga ada yang penasaran sama anak baru itu, soal nya gue coba nembus data dia ga bisa, seolah sengaja di sembunyikan. " ucap Nino yang memang sejak awal penasaran dengan El.

"Maksud lo gimana No.? " tanya Bagas kepada Nino.

"Ga tau aja gue cuma penasaran sama anak baru yang nama nya El itu, dan saat gue cari tau semua data di sengaja di sembunyikan. " ucap Nino.

"Logika nya aja, dia cuma seorang murid SMA ga mungkin banget data di di sembunyikan serapat itu. " ucap Nino menambahkan penjelasan.

"Gimana Al,? apa mau di cari tau.? " tanya Nino pada Alexander.

"Hmm" jawab Al dengan deheman.

Sebenarnya dia memang juga penasaran dengan anak baru bernama El itu, karena gadis itu sangat berbeda dengan banyak gadis yang dia temui.

"Kalau soal gadis yang tanding sama Bara itu gimana? ga sekalian di cari tau juga.? " tanya Bagas kepada Al.

"Shitt." ucap Al yang lupa dengan hal itu.

"Sekalian cari tau. " ucap Al yang di angguki oleh Nino.

"No, kok gue curiga ya kalau Queen itu adalah El. " ucap Bagas kepada Nino yang sedang sibuk berkutat dengan komputer nya.

"Maksud lo gimana.? " tanya Nino menoleh pada Bagas yang ada di samping nya.

"Maksud gue t, kalau Queen racing dan El itu orang yang sama. " ucap Bagas membuat Nino menatap heran.

"Kenapa lo curiga, kalau mereka orang yang sama.? " tanya Ryan mendekati kedua nya.

"Dari gaya mereka mirip banget, walaupun motor nya ga mirip, tapi ga nuntut kemungkinan emang orang yang sama, dan kalau balapan El ganti motor, bisa aja kan. " ucap Bagas se enak nya tapi justru menjadi perhatian bagi Al.

"cari tau. " ucao Al pada Nino yang kembali mencari data Queen racing dan El.

"Data Queen juga ga gue temuin. " ucap Nino menoleh pada Al.

"Terus cari tau. " ucap Al yang segera pergi dari tempat itu.

Sedangkan para sahabat nya tetap disana mencari tau tentang Queen dan El, apa benar kedua nama itu adalah orang yang sama.

Di sisi lain El sedang dalam perjalanan pulang, tapi saat berada di tempat yang sepi justru motor nya mati mendadak.

"ckck kenapa lagi sih. " gumam El yang segera turun dari motor nya.

"Disini juga ga ada bengkel. "gumam El yang merasa sial sekali malam ini.

Saat El akan menghubungi pihak bengkel, sebuah motor sport berwarna hitam berhenti di dekat nya.

Saat dia mendongak kan kepala nya ternyata si pemilik motor adalah Alexander, pria yang satu sekolah dengan nya.

"Ngapain." ucap Al dengan datar.

"Maksud lo. " ucap El bingung.

"Lo ngapain di tempat sepi begini. " ucap Al memperjelas maksud nya.

"Motor gue rusak. " jawab El kembali membuka ponsel nya untuk menghubungi pihak bengkel.

"Naik." ucap Al

"Ckck apasih. " ucap El yang tidak paham dengan maksud Al.

"Ckck, naik biar gue anter pulang. " ucap Al kembali memperjelas ucapan nya.

"Ga usah gue bisa sendiri. " jawab El menolak tawaran seorang Alexander.

"Udah tengah malam, disimi ga ada bus dan Taxi online juga ga ada. " ucap Al dengan wajah datar nya.

"Makasih buat tawaran nya, tapi lo ga usah repot repot. " tolak El kembali.

Al sendiri kesal dan segera pergi dari tempat itu, bagaimana bisa gadis itu begitu egois sekali, Al hanya ingin membantu tapi justru di tolak, membuat harga diri nya tersentil karena ini pertama kali nya dia mau membantu seorang gadis tapi justru gadis nya keras kepala sekali.

El memandang motor Al yang sudah pergi menjauh.

"Apa selama nya gue bakalan begini terus, menjauh dan tidak mau berinteraksi dengan siapa pun, gue hanya takut di bohongi, gue takut untuk percaya sama orang lain, apa gue salah karena rasa takut itu justru membuat gue menjadi manusia seperti sekarang. " ucap El yang memang selalu berusaha sendiri dalam hal apa pun, dia terlalu takut untuk percaya kepada orang lain, karena itu dia seperti ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!