NovelToon NovelToon
Kebangkitan Pewaris Rahasia

Kebangkitan Pewaris Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Atlas hancur dalam semalam: dipecat karena jebakan kotor, dikhianati kekasihnya Clara yang berselingkuh dengan Stevan—anak bosnya, lalu diserang hingga tak sadarkan diri.

Tapi takdir berkata lain.

Kalung peninggalan nenek buyutnya, Black Star Diopside, yang selama 20 tahun ia kenakan, tiba-tiba terbangkit. Kalung itu memberinya kekuatan luar biasa: menyembuhkan penyakit, mendeteksi ajal, dan kekuatan fisik dahsyat.

Dari pegawai rendahan yang diinjak-injak, Atlas bangkit sebagai pewaris kekuatan rahasia. Ia bertemu dengan Tuan Benjamin, miliarder tua misterius yang membutuhkan pertolongan medisnya. Namun di balik kebaikan Benjamin, tersembunyi agenda besar.

Dengan adiknya Alicia yang terancam bahaya, Atlas harus melawan Stevan, Clara, hingga geng bayaran Dragon Blood. Akankah kekuatan kalungnya cukup untuk melindungi semua yang ia cintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 - Menjadikan Umpan

Atlas memasuki kamar pengawal itu dua jam setelah mereka kembali ke kamar masing-masing. Bianca segera mendekati Atlas dan berlutut di hadapannya.

"Aku mohon, maafkan aku, Atlas. Aku—"

"Informasi apa yang bisa kau berikan tentang Stevan kepadaku, dan apakah kau siap ditembak jika berbohong?"

Seketika tangisan Bianca berhenti. Ia menelan ludah dan menatap Atlas dengan syok.

"Kenapa kau begitu kejam sampai mengancamku seperti itu, Atlas? Apa kau lupa kalau aku datang ke sini karena juga diancam akan dibunuh oleh Stevan?"

"Aku tidak peduli. Itu konsekuensi karena terlibat dalam masalah besar dan menjadi ular berbisa. Jika kau setuju dengan tawaranku, aku bisa menjamin keselamatanmu. Setidaknya kau akan berakhir di penjara tanpa mati."

Mata Bianca semakin membelalak, keberaniannya langsung ciut mendengar tawaran itu. Semua rencananya bersama Stevan seolah menghilang dari pikirannya. Ia terjebak di antara hidup dan mati.

Sementara itu, Atlas mulai menggunakan kekuatannya untuk mencari kebenaran di setiap ucapan Bianca. Namun entah kenapa, kekuatan itu tidak bekerja. Kekuatannya tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan penglihatan Atlas berubah gelap. Ia terjebak dalam area abu-abu, bimbang apakah harus mendengarkan Bianca atau tidak.

"Baiklah, aku bersedia mengambil risiko itu. Aku tidak berbohong, Atlas. Stevan berada di sebuah kota di Eropa Barat. Aku tidak ingat nama kotanya karena dia hanya membentakku dan memintaku terus mengumpulkan informasi tentangmu sambil mengancam akan membunuhku. Aku menghitung bahwa datang ke sini dengan sisa uang yang kumiliki adalah perjudian besar. Maksudku, aku mengambil risiko itu karena percaya kau akan memberiku perlindungan. Kau bisa meminta pengawalmu melacak setiap kota di Eropa Barat. Jika Stevan menghubungiku lagi, kita bisa menjebaknya. Dia selalu menghubungiku dengan nomor berbeda yang langsung tidak aktif setelah selesai berbicara."

Atlas berpikir sejenak.

Meskipun ia tidak bisa menggunakan kekuatannya untuk mendeteksi kebenaran dari ucapan Bianca, intuisinya mengatakan bahwa wanita itu sedang berbohong.

Namun, Atlas memilih menggunakan Bianca sebagai umpan dalam masalah ini. Sebuah rencana mulai terbentuk di pikirannya.

"Baik, aku akan mempercayai ucapanmu. Perkataanmu terdengar cukup masuk akal. Sampai Stevan ditemukan, kau bisa ikut denganku. kau akan tinggal bersamaku di rumah Tuan Benjamin. Dengan begitu, keselamatanmu akan terjaga dan tidak ada yang berani mengganggumu, Bianca. Setelah semuanya selesai, sesuai kesepakatan awal kita, kau akan dimasukkan ke penjara karena rencana kejahatan itu."

Senyum sinis Atlas membuat Bianca merinding. Ia hanya bisa mengutuk mantan kekasihnya itu dalam hati.

Namun Bianca tetap tidak menunjukkan penolakannya. Ia berpura-pura pasrah lalu mengulurkan tangannya kepada Atlas. "Setuju, aku akan membantumu sampai Stevan ditemukan! Terima kasih, Atlas, karena sudah begitu baik membantuku."

"Kau bisa pergi ke resepsionis dan pesan kamar baru untuk Bianca." Atlas menoleh kepada pengawal itu. Pria muda itu segera meninggalkan kamar mengikuti perintah Atlas.

Atlas duduk di tepi ranjang sementara Bianca masih duduk di lantai.

Tatapan Atlas penuh kebencian kepada wanita yang telah menyakitinya.

"Bagaimana rasanya, Bianca? Menyenangkan hidup dengan begitu banyak kutukan dan semua hal buruk yang terjadi hanya karena keserakahanmu terhadap uang?"

"Aku tidak bisa menjelaskannya, Atlas. Jika waktu bisa diputar kembali, aku tidak akan mengkhianatimu. Bahkan meminta maaf terasa tidak cukup, aku tidak tahu bagaimana menebus rasa bersalah ini. Walaupun aku sudah berkali-kali memohon maaf darimu, aku tetap merasa tidak pantas mendapatkannya, Atlas."

"Bahkan bertemu denganmu saja terasa tidak pantas, Bianca. Sebesar apa pun dulu aku mencintaimu, di mataku kau sudah berubah menjadi pelacur murahan, lebih rendah dari sampah. Dan aku tidak akan menarik kembali kata-kataku, bahkan jika kau sudah menerima hukuman atau sanksi sosial." Atlas menyeringai sinis.

Bianca mengangguk dan menghapus air mata yang tidak berhenti mengalir. "Aku harap kau menemukan wanita terbaik. Soal hukuman, seharusnya kau sadar kalau semuanya sudah benar-benar kacau sejak kau mengetahui perselingkuhan itu. Bahkan belum sampai sebulan, tapi kemalangan terus menghantuiku tanpa henti."

Percakapan mereka terhenti saat pengawal itu kembali dan membawa kunci kamar untuk Bianca. Atlas langsung berdiri dan meminta pengawalnya keluar sebentar dari kamar.

"Pasang alat penyadap itu. Aku ingin mendengar percakapan antara Bianca dan Stevan. kau membawanya, kan?"

"Ya, Tuan. Peralatan lengkap selalu ada di tas setiap pengawal yang bekerja dengan Tuan Benjamin. Aku akan memasangnya sekarang juga."

Atlas dan pria muda itu kembali masuk ke kamar. Sebuah tas hitam kecil yang tersembunyi di toilet segera diambil oleh pengawal tersebut, lalu ia mulai memasang alat penyadap sesuai perintah Atlas.

"Tunggu sebentar saja, dia sedang menyiapkan kamarnya bersama pelayan kamar. Apa kau tahu di mana Buzz berada? Pria yang membantu kekasihmu kabur? Bukankah dia juga bertugas mengawasimu?"

Bianca segera menggelengkan kepala. "Tidak, aku tidak tahu dan bahkan tidak mengenal Buzz. Stevan menghubungiku saat kematian ayahnya, lalu langsung memberikan ancaman yang mengerikan."

Tatapan Atlas beralih pada pengawal yang kembali memberi isyarat jempol, tanda bahwa semua persiapan alat penyadap telah selesai.

"Baiklah, Bianca. kau bisa istirahat di kamarmu sekarang. Jangan ganggu aku sampai makan malam, aku ingin bersenang-senang dulu dengan pacarku."

Bianca tampak terkejut. "Kau sudah memiliki pacar baru?"

"Tentu saja. Apa kau pikir hanya kau yang bisa punya kekasih? Aku mungkin buruk dan lemah di matamu, tapi tidak di mata wanita lain."

Atlas berjalan keluar dari kamar, diikuti Bianca dari belakang. Kamar tepat di sebelah kamar pengawal itu sudah terbuka. Bianca langsung masuk dan berkata, "Terima kasih, Atlas."

Begitu pintu tertutup, Atlas segera kembali masuk ke kamar pengawal itu. "Apa alat penyadapmu bisa melacak lokasi seseorang?"

"Tidak, Tuan. Itu hanya bisa digunakan untuk mendengarkan percakapan. Kami membutuhkan peralatan yang lebih besar dan rumit untuk melacak lokasi jika target sedang bergerak."

Atlas duduk di kursi di depan ranjang lalu menyalakan rokok. "Baiklah, kalau begitu mulai dengarkan. Aku yakin dia akan langsung memberi tahu Stevan tentang pertemuan kami. Aku tidak sabar mendengar Bianca menyebutku bodoh dan berpikir semua rencana mereka yang seperti rencana anak taman bermain itu berhasil.”

1
Was pray
flhasbacknya terlalu panjang, diringkas aja Thor, singkat tepat padat, kalau terlalu panjang jadi kayak emak2 yg lagi ngerumpi gak kelar2
Was pray
Alicia sosok cewek lemahkah?
Was pray
awal cerita dimulai konflik yg membosankan, urusan apem cewek
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Sebagai manusia, kita seharusnya belajar untuk tidak terlalu cepat menarik kesimpulan tentang seseorang hanya dari penampilannya.
Ungkapan "Don't judge a book by its cover" menekankan pentingnya tidak menilai seseorang hanya dari penampilan luar.
Penampilan fisik tidak mencerminkan kualitas, karakter, atau kemampuan seseorang yang sebenarnya.
Menilai berdasarkan penampilan dapat menyebabkan prasangka, kesalahan interpretasi, dan ketidakadilan.

Berikut poin penting mengapa kita tidak boleh menilai dari penampilan:
Kualitas Tersembunyi: Kebaikan atau karakter sejati seseorang sering kali tidak terlihat dari luar.
Menghindari Prasangka: Menilai orang lain dengan cepat dapat menghasilkan asumsi yang salah dan tidak adil.
Pentingnya Mengenal Lebih Dalam: Diperlukan waktu untuk memahami sifat dan hati seseorang, bukan sekadar melihat pakaian atau gaya mereka.
Keadilan dalam Berinteraksi: Semua orang layak dihormati tanpa memandang status sosial atau penampilan.
Prinsip ini mengajak kita untuk lebih terbuka, tidak mudah berprasangka, dan menghargai orang lain berdasarkan tindakan serta karakternya...🤔🤭🤗
amida
ditunggu part selanjutnya dengan sabar tapi deg-degan
Coutinho
teruskan kak
sweetie
semangat truss kak author
ariantono
.
Stevanus1278
dobel up dong kk
oppa
lanjut kak, jangan lama-lama
cokky
lanjut terus ya kak
corY
next chapter please, lagi butuh hiburan nih
Coutinho
kok bingung ya dengan jalan ceritanya, sebenarnya Benjamin ingin menyelamatkan Atlas atau ingin membunuhnya???
sweetie
terimakasih Thor, dobel up nyaaa, semangat terus
Billie
kualitas cerita selalu konsisten, keren
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
laba6
keren karya nya tor
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
Coffemilk
hadir tor
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
ariantono
jangan lama-lama up nya ya kak🙏🙏
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
king polo
ini baru seru
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
Budiman
ditunggu up berikutnya ya kak
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!