NovelToon NovelToon
Cintaku Bersemi Di Desa

Cintaku Bersemi Di Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Peliknya kehidupan, dan pasang surut usaha kecil-kecilan yang sedang dijalaninya tidak membuat Rinjani menyerah. Namun, tuntutan dan target usia pernikahan dari orang tuanya mampu membuatnya kabur dari keindahan kota dan segala kemudahannya.

Dia kabur ke desa kelahiran orang tuanya, mengharapkan ketenangan yang tidak sesuai espektasinya.

"Terserah saya lah, ini kan masih lahan nenek saya!" bentak Rinjani sambil berkacak pinggang di halaman rumah nenek.

"Tapi mengganggu ketenangan warga Mbak."

"Matamu, Mbak!"

Kehidupan baru dengan tetangga baru yang menyebalkan pun dimulai.

Sebelum baca jangan lupa follow instagram @Tantye 005

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

Hampir setengah jam lamanya Ikhram mengamati Rinjani yang duduk di atas ayunan kayu. Sesekali kaki wanita itu berpijak pada tanah demi mengerakkan ayunan. Kadang pula menghela napas panjang dan melempar tatapan pada hamparan sawah di samping rumah neneknya.

Ikhram bangkit, menghampiri Rinjani dan berdiri tepat di belakang wanita itu. Mengayunkan tali ayunan sangat pelan dan hati-hati.

"Apa yang membuatmu diam seperti ini?" tanya Ikhram.

"Hanya malas bicara, memangnya ada yang lain?"

"Kamu ingin pulang?" tanya Ikhram hati-hati.

"Iya." Rinjani menoleh tanpa senyuman tapi tidak pula menampakkan ekperesi kesal atau pun marah.

"Kapan? Saya akan mengantarmu ke bandara." Ini keputusan yang sulit, tetapi Ikhram tidak boleh egois menahan Rinjani tetap di desa.

Terlebih tadi setelah tiba di rumah, Ikhram tidak sengaja melihat beberapa pesan dari kontak bernama Zira. Di mana Rinjani harus ke jakarta untuk urusan pekerjaan. Beberapa klien ingin membahas hal lebih mendetail secara langsung.

Wedding Dream

Rinjani punya banyak rencana untuk pesta pernikahan yang dia mimpikan. Di sebuah kota besar bukan terperangkap di desa seperti ini bersama nya.

"Saya akan menyusul cepat atau lambat," lanjut Ikhram.

"Ayah akan marah."

Ikhram mengeleng. "Ayah nggak akan marah jika itu menyangkut pekerjaanmu. Kamu ke jakarta bukan untuk meninggalkan saya."

"Memangnya saya punya jaminan untuk kembali lagi padamu?" Alis Rinjani terangkat.

"Punya." Memperlihatkan jari manisnya yang tersemat cincin emas yang mereka beli beberapa hari lalu sebelum ayah dan ibu Rinjani pergi.

Yap, rencana untuk ibu Rinjani tinggal di desa batal akibat kepetingan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Sehingga orang tua Rinjani menitipkan putri keras kepalanya kepada mertua dan nenek di desa.

"Cincin bisa di lepas, lagi pula nggak ada yang tau bahwa kita menikah selain di desa ini."

Dan ucapan itu malah semakin membuat hati Ikhram goyah merelakan Rinjani pergi. Benar, di sini hanya dia yang mencintai itu pun Rinjani tidak tahu bahwa ia mencintai wanita itu.

"Saya bercanda, memangnya ayah nggak akan melakukan sesuatu jika tahu saya main-main?" Rinjani tertawa melihat raut wajah Ikhram.

"Jika bukan kamu, saya yang akan kembali percayalah." Rinjani turun dari ayunan. "Katanya ada pasar malam di kampung sebelah, ayo kesana sebelum saya pergi."

....

Pengantin baru itu benar-benar ke kampung sebelah menikmati pasar malam sederhana yang jauh dari espektasi Rinjani. Hanya ada beberapa permainan saja dan penjualnya pun tidak beragam.

Namun, yang membuat wanita itu betah tidak lain lapangan luas penuh hamparan rumput untuk duduk menikmati bintang di langit. Keduanya sengaja membeli tikar dan duduk di antara kerumunan orang-orang.

"Antisipasi." Ikhram menutupi setengah paha Rinjani dengan jaketnya.

"Andai saja pernikahan dadakan kita nggak terjadi mungkin keputusan saya ke desa ini akan sangat menyenangkan."

"Begitu?"

"Saya bercanda." Rinjani menepuk dada Ikhram.

Dinginnya malam dan suara-suara pengunjung pasar malam menjadi latar keheningan untuk sepasang suami istri. Di hadapan mereka terdapat kacang tanah rebus yang menemani obrolan ringan. Dan digenggaman Ikhram banyak kacang rebus yang telah di kupas sehingga Rinjani hanya bertugas memakan saja.

"Rinjani?"

"Iya?" Tatapan mereka bertemu dan debaran jantung Ikhram tidak bisa ia kendalikan.

"Izinkan saya mencintaimu."

"Silahkan, nggak ada yang salah mencintai istri tersendiri," jawab Rinjani santai. "Tapi jangan memaksa saya untuk membalasnya," lirihnya diakhir kalimat.

Bagaimana bisa hati yang terluka begitu mudah menerima cinta dari orang baru? Ketika hati telah siap menjalin pernikahan dengan pria yang diyakini akan membahagiakan, malah selingkuh? Menyakiti dan berbohong. Mungkin saja kebohongannya bukan sekali, tetapi kepercayaan yang Rinjani berikan membuatnya tampak setia sebagai kekasih.

"Batu karang saja bisa hancur karena ombak laut yang menghantamnya terus- menerus, apalagi cuma hati." Ikhram tersenyum. "Ayo, sudah jam sepuluh malam." Ikhram berdiri lebih dulu, mengulurkan tangan demi membantu Rinjani bangkit.

Tangan itu disambut penuh senyuman dan ucapan terimakasih. Pada dasarnya Rinjani hanya butuh orang sabar agar emosinya yang sering kali sulit dikendalikan tidak muncul kepermukaan.

"Ikhram!"

Panggilan itu membuat Rinjani refleks menoleh, melirik Ikhram seolah bertanya siapa wanita yang baru saja memanggil namanya.

"Itumi istrimu kah?" tanya wanita dengan jilbab berwarna mahogany.

"Iya inimi istriku."

"Pantasji memang iya tercemar nama baikmu," ujar wanita itu sembari meneliti pakaian Rinjani yang lumayan terbuka.

Hanya mengenakan kaos yang pas di tubuhnya dengan celana pendek di atas lutut.

"Sudah jadi wanita paling suci?" tanya Rinjani dengan alis terangkat.

Refleks Ikhram mengenggam tangan Rinjani, dan mengkode agar rekan kerjanya itu pergi sebelum Rinjani jadi sumala.

.

.

.

Takut banget istrinya kesurupan di pasar malam😅

1
Arsyad Algifari.
kapan up ka udah seminggu nih🙏
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: Lagi nyembuhin patah hati gagal retensi kak, susah banget fokusnya☹️
total 1 replies
🇮🇩 ♏ Q 🎱 🇵🇸
Sambarang bedeeeeee... Tojengiiiii... 🤣
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: Eh dapat satu lagi🤭
total 1 replies
Feezah Faizura
Menyala Mangkasaraaaa... 🤣
Feezah Faizura
Tojengaaaaa, sekke duduiiii Jani kaaaaaaah... 🤣
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: Eh kirain heheheh
total 3 replies
Teh Yen
waduh siapa pula yg udh nyebarin fitnah d kampung ,,lalu siapa.pula.lah itu yg telp ikram pasti perempuan d desa yg naksir berat sama ikram.yah
sryharty
ini pasti ulah si Agus,,,
kapan mereka bahagia ka Santi
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: Saya juga penasan kapan mereka bahagia😭
total 1 replies
Maria Kibtiyah
masalahnya gak kelar2
Maria Kibtiyah
ikram bucin
Teh Yen
uluhhh" bumil nya lagi sensi hihii 😁
sryharty
ada istri cantik,,udah halal
masa iya di anggurin ya bang iklan
rugiiiii dong🤣🤣
Pitriyanti
ya Allah bumil...sensi sekali...tapi lucu sih ikram kalau ngomong sama Jani pakai kata saya
sryharty
bumiiiiilll ada aja,,ngambek nya ampun ampunan
cieee restuuuh prikitiew
Maria Kibtiyah
zira ma restu nih kayaknya
sryharty
eeeh dah pada kenapa kali ini pasutri,,bikin zira dan restu makin gemes😄😄
Maria Kibtiyah
haha dah pada punya istri ma suami..
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: iya jadi nggak boleh liat-liat yang lain🤣
total 1 replies
Teh Yen
haha kalian lucu ada ada saja 🤭😂😂
Teh Yen
kenapa lagi tuh Jani ,, apa kamu menemukan fakta baru tentang ikram yg mencintaimu dari dulu hmmm 😏
Teh Yen
cie zira terpesona liat restu next couple nih kynya hihiii 🤭
sryharty
kenapa lagi janiiiii
apa kamu menemukan bukti
Arsyad Algifari.
nah gitu dong Jani . ceritakan jangan di pendam terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!