NovelToon NovelToon
PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Sistem
Popularitas:84.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Enam tahun lalu, Alisha Husnah melangkah keluar dari kediaman mewah keluarga Raffasyah dengan hati hancur. Sebuah skandal menjijikkan yang dirancang rapi memaksanya percaya bahwa suaminya, Fardan, telah berkhianat. Alisha pergi, membawa rahasia besar tentang janin yang dikandungnya.

Kini, takdir membawa mereka bertemu dalam sebuah proyek besar. Fardan, sang CEO dingin yang menyimpan dendam atas kepergian istrinya, memberikan ultimatum kejam: kembali padanya atau kehilangan hak asuh atas putra mereka, Ghifari.

Namun, baik Fardan maupun keluarga besar Raffasyah tidak menyadari satu hal. Ghifari bukan sekadar bocah biasa. Dibalik wajah imutnya, tersimpan kecerdasan genius yang ia warisi dari ayahnya. Sementara orang tuanya terjebak dalam perang dingin dan sisa-sisa cinta yang luka, Ghifari mulai bergerak dibalik layar.

Dia bukan hanya ingin menyatukan Ayah dan Ibunya saja. Tapi misinya ingin membongkar topeng busuk para penghuni "istana" yang memisahkan keluarganya. Si kecil siap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

FAKTA YANG MENGHANCURKAN

Mansion Raffasyah yang biasanya tenang kini diselimuti ketegangan yang pekat. Di ruang keluarga yang mewah, Ratna duduk gelisah sambil menyesap teh mawarnya. Pikirannya tidak tenang karena Fardan sudah hampir satu minggu tidak pulang ke rumah. Ia merasa otoritasnya sebagai ibu mulai goyah sejak Fardan mengabaikan panggilannya.

"Maya, apa suamimu belum memberi kabar?" tanya Ratna pada putri sulungnya yang sedang asyik memoles kuku.

"Belum, Ma. Mas Dody bilang kantor sedang sibuk sekali setelah serangan siber itu," jawab Maya acuh tak acuh.

Tak lama kemudian, pintu besar mansion terbuka. Dody Sanjaya melangkah masuk dengan wajah yang menyiratkan berita besar. Ia langsung menghampiri ibu mertua dan istrinya yang sedang berkumpul.

"Fardan sudah bertemu kembali dengan mantannya," ucap Dody tanpa basa-basi.

Ratna tersentak hingga cangkir tehnya berdenting keras. "Maksudmu Sherly? Mantan istri yang benar untuknya?"

"Bukan, Ma. Mantan istri pertamanya. Alisha Husnah," tegas Dody. "Bahkan sekarang dia sudah memiliki anak laki-laki yang wajahnya adalah cetakan sempurna dari Fardan."

Wajah Ratna dan Maya memucat seketika. Mereka saling berpandangan dengan rasa tidak percaya yang bercampur dengan ketakutan. Jika Alisha kembali membawa ahli waris, maka posisi mereka di mansion ini bisa terancam. Namun, di sisi lain, naluri keserakahan Ratna mulai bekerja. Selama ini ia resah karena Fardan menolak menikah lagi, yang artinya tidak ada penerus bagi kekayaan Raffasyah.

"Jika anak itu benar-benar darah daging Fardan, kita harus merebutnya," desis Ratna dengan mata berkilat. "Dia adalah pewaris keluarga kita. Alisha tidak berhak memilikinya sendirian."

Ratna segera menelepon Sherly. Mereka bertiga, ditambah Dody sebagai penunjuk jalan, segera menuju kantor cabang Henry Corp. Mereka menyamar dengan pakaian yang aneh; memakai topi lebar, masker, dan kacamata hitam besar, berusaha mengintai dari balik mobil yang terparkir di seberang jalan.

Dua jam berlalu hingga sosok yang mereka tunggu muncul. Alisha keluar dari gedung dengan penampilan yang jauh lebih anggun dan berkelas, menuntun seorang bocah lelaki kecil yang berjalan dengan sangat tegap.

Ratna menutup mulutnya dengan tangan yang bergetar. "Lihat itu... matanya, cara jalannya. Dia benar-benar cucuku!"

Tanpa pikir panjang, Ratna melepas penyamarannya dan menghambur keluar, diikuti Maya dan Sherly yang tampak kikuk. Alisha tersentak hebat saat melihat tiga wanita yang pernah menjadi mimpi buruknya kini berdiri menghadangnya.

"Alisha! Jangan lari kau!" teriak Ratna dengan nada memerintah. Ia langsung menunjuk ke arah Ghifari. "Anak ini adalah anak Fardan, kan? Jawab jujur, dia cucuku, bukan?"

Alisha membeku, namun sebelum ia sempat bersuara, Ghifari sudah melangkah maju ke depan ibunya. Ia menatap Ratna dengan tatapan yang sangat dingin dan tidak gentar sedikit pun.

"Bukan," sahut Ghifari dengan suara lantang yang mengejutkan mereka semua. "Aku tidak punya nenek yang berhati busuk seperti nenek lampir. Nenekku cuma satu, namanya Nenek Margaretha, istri Kakek Henry."

Ratna melongo, ia tidak menyangka bocah sekecil itu memiliki keberanian untuk memaki orang dewasa di depan umum. "Kurang ajar sekali kau! Siapa yang mengajarmu bicara seperti itu pada orang tua?"

"Otakku yang mengajarkannya," balas Ghifari datar. "Otakku bisa mendeteksi orang jahat hanya dari frekuensi suara dan raut wajah mereka yang penuh kepalsuan."

Ratna semakin geram. Ia mencoba merangsek maju untuk memegang tangan Ghifari, namun Lucas dengan sigap menghalangi langkahnya. Ratna beralih menatap Alisha dengan penuh kebencian. "Katakan padaku! Kau sengaja menyembunyikan pewaris Raffasyah untuk memeras kami, hah?"

Alisha menggeleng lemah, matanya mulai berkaca-kaca terkenang siksaan masa lalu. "Dia anakku, Nyonya Ratna. Dia tidak ada hubungannya dengan keluarga Anda."

"Jangan bohong! Wajahnya adalah bukti!" teriak Maya ikut memanaskan suasana.

Ghifari mengeluarkan ponselnya, menekan sebuah kontak dengan cepat. Sambungan langsung terhubung ke speaker mobil yang terintegrasi dengan perangkatnya.

"Urus orang tuamu, Tuan Fardan. Ingat, waktumu tinggal delapan jam lagi sebelum aku menghapus jejakmu dari internet," ucap Ghifari ke arah ponselnya.

"Ghifari? Tunggu, jangan matikan..." Suara Fardan terdengar panik dari seberang sana, namun Ghifari langsung memutuskan panggilan dengan sekali tekan.

"Paman Lucas, tolong tangani tiga wanita aneh ini. Aku tidak ingin Bunda menghirup udara yang sama dengan mereka terlalu lama," perintah Ghifari.

Lucas segera memanggil petugas keamanan gedung. "Singkirkan mereka dari area ini sekarang juga. Mereka mengganggu ketenangan pimpinan kami."

Para sekuriti segera menyeret Ratna, Maya, dan Sherly menjauh dari mobil Alisha. Ratna berteriak-teriak penuh amarah, sementara Sherly hanya bisa menunduk malu karena orang-orang mulai memperhatikan mereka. Begitu Alisha dan Ghifari pergi, Ratna langsung mengajak mereka pulang ke mansion dengan dendam yang membara.

"Kita harus mendapatkan anak itu. Apapun caranya!" geram Ratna setibanya di mansion.

Namun, saat mereka sedang merencanakan siasat di ruang tamu, pintu utama terbanting terbuka. Fardan masuk dengan langkah berat yang menggetarkan lantai. Wajahnya merah padam karena amarah yang tidak tertahankan.

"Kalian mau merebut anak itu?" suara Fardan menggelegar, membuat Maya terlonjak kaget. "Setelah kalian memfitnah ibunya dan menyiksanya berkali-kali, sekarang kalian dengan tidak tahu malu mengakui anaknya sebagai bagian dari keluarga?"

Ratna berdiri, mencoba bersikap tenang. "Fardan, kau bicara apa? Mama tidak pernah mengusir Alisha. Dia yang pergi sendiri dan meninggalkan surat cerai itu!"

"Cukup, Ma! Berhenti berbohong!" bentak Fardan dengan suara yang lebih keras. "Bukti sudah ada di tanganku. Dewa, tunjukkan pada mereka!"

Dewa segera menyalakan layar televisi besar di ruang tamu. Gambar yang muncul adalah rekaman CCTV mansion dari enam tahun lalu yang telah dipulihkan. Di sana terlihat Alisha sedang berlutut membersihkan lantai layaknya seorang pembantu. Maya terlihat menumpahkan jus di atas lantai yang baru dipel, lalu menampar Alisha karena dianggap tidak bersih. Di cuplikan lain, Ratna terlihat memukul lengan Alisha dengan tongkat hiasnya hanya karena masakan Alisha kurang garam.

Fardan menatap layar itu dengan air mata yang hampir jatuh. Ia teringat setiap kali melihat memar di tubuh Alisha dulu, istrinya hanya tersenyum dan berkata bahwa ia tidak sengaja tersandung atau kurang hati-hati. Ternyata, Alisha menutupi semua kebiadaban keluarganya demi menjaga kehormatannya sebagai suami.

"Maya, kau hidup menumpang di sini dengan suami dan anak-anakmu menggunakan uangku, tapi kau memperlakukan istriku seperti budak?" tanya Fardan dengan nada yang sangat rendah namun sangat tajam.

"Fardan, itu... itu hanya kesalahpahaman. Mama yang menyuruhku bersikap tegas," bela Maya sambil merapat ke arah ibunya.

"Keluar dari rumah ini sekarang juga," perintah Fardan dingin. "Bawa suamimu yang tidak berguna itu dan semua anakmu. Aku tidak ingin melihat wajah kalian lagi di propertiku."

Maya menangis histeris. "Ma, tolong aku! Fardan sudah gila!"

Ratna mencoba maju untuk membela putrinya. "Fardan, kau tidak bisa mengusir kakakmu sendiri! Mama tidak akan mengizinkan..."

"Kalau begitu, Mama juga harus ikut keluar bersama mereka!" potong Fardan dengan tegas. "Ikutlah pada Maya. Kalian sangat cocok dalam hal merusak kebahagiaan orang lain."

Suasana menjadi kacau balau. Ratna terduduk lemas di sofa, ia tidak menyangka anak laki-laki yang selama ini ia kendalikan bisa berbalik melawannya dengan begitu kejam.

Di sudut ruangan, Sherly gemetar ketakutan. Ia mencoba mendekati Fardan, berharap pria itu masih memiliki sedikit rasa padanya. "Fardan, aku tidak ikut campur dalam penyiksaan itu... Aku hanya mencintaimu..."

Fardan menoleh ke arah Sherly. Ia berjalan mendekat dengan tatapan yang membuat Sherly merasa nyawanya sedang dicabut. Fardan menarik napas panjang, menatap wanita yang dulu ia nikahi karena jebakan ibunya.

"Kau, Sherly," ucap Fardan perlahan. "Kau adalah noda terbesar dalam hidupku. Kau tahu Alisha sedang hamil saat kau berpura-pura tidur denganku di hotel, kan?"

Sherly terdiam, wajahnya pucat pasi. Fardan kini tahu segalanya, dan tidak ada lagi tempat bagi mereka untuk bersembunyi dari murka sang penguasa Raffasyah yang sedang menebus dosa masa lalunya.

1
Gustina Tina
saya suka cerita nya..
Aghitsna Agis
mantap suranralah giffari benar2 the best kalau memabg nyatanya ada kayanya akan mudah menghalau yg serakah
Lia siti marlia
pintarnya kamu ghifari😍😍😍👍👍👍
Rahmawati Amma
kayanya ibu tiri tuh maklampir si ratnasari
Rahmawati Amma
fardan katanya jenius kok ngak cari tau kebenarannya malah langsung nuduh 🤣
Nanik Arifin
semoga setelah tinggal di Indonesia lagi, Fahmi tahu kebenarannya & berubah sikap + mau hijrah memperdalam agama spt adiknya. bgmnpun ada darah mama Ratih yg lembut mengalir di tubuhnya
Yanrina Savitri
Tikus berdasi ya Ghifari
Yanrina Savitri
Bukankah Maya ini punya anak dr suaminya yg jahat itu. Dimn anak2 nya skrng? Apa dibawa suaminya?
Yanrina Savitri
Abis dr parapat keberastagi lg thor. Daerah pegunungan ini
Yanrina Savitri
Thor mo nanya apakah author orang batak atau orang medan melayu?
Ramanda.: Saya suku Minang, tinggal di Medan kak.
total 1 replies
Yanrina Savitri
Tapi kl naik kebderaan bisa sewa mibil dr medan. Medan parapat ditempuh skitar 2 jam 45 menit dr medan. Skrng sdh ada tol yg menghubungkan medan sp siantar. Dr siantar parapat 30 menit. Hitung2 kl naik pswt dr jakarta bisa lbh lama .
Yanrina Savitri
+5 Bandara terdekat dari Parapat adalah Bandar Udara Sibisa (sekitar 15 km, 30-45 menit). Namun, bandara utama yang paling sering digunakan wisatawan dengan konektivitas penerbangan lebih baik adalah Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII atau sebelumnya dikenal sebagai Bandara Silangit (DTB) (sekitar 2 jam
Aghitsna Agis
kurung aja trs kasihkan kebuaya darat buat sarapanya biar aman
Lia siti marlia
bener bener yah c fahmi gak ada otaknya ...orang seperti dia harusnya di buang ke artatika🤭
Yanrina Savitri
Wang2 dikorupsi para koruptor dan yg disimpan di bank of Swiss semua balik lagi ke indonesia dibuat ghifari.
Lia siti marlia
selamat yah fajar akhirnya unboxing juga 🤭🤭🤭
Bintang 1016
jos jis pokoknya kak outhor,,,,semangat trs untuk up nya
Bintang 1016
kerennnnn💞💞👍👍👍👍
Julidarwati
badai pasti berlalu tergantung dri org mo pilih badai yg mn
Lia siti marlia
yap semangat fajar buat menghadapi badai di keluarga mu 💪💪💪😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!