Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.
Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.
Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Mendapat hukuman
Tak lama kemudian. "Siapa yang sudah makan tidak mau bayar, cari mati dia!"
"Halo Bro, ini aku, Truna. Apa kau masih kenal?"
Dengan pd nya dia mencoba bernegosiasi. Itu berkat pengaruhnya dalam organisasi. Manajer restoran itu juga salah satu anggota dari mereka. Tapi anggota elit. Jadi tidak begitu akrab. Sedangkan Truna anggota biasa, buruh kasar.
Jadi dengan pd-nya dia berkata seperti itu.
"Maaf, aku tidak kenal kalian. Dalam bisnis tidak ada istilah persaudaraan, teman dan lain sebagainya. Hutang ya hutang. dan hutang harus dibayar!"
"Jadi cepat lakukan pembayaran, kalau tidak, anak buahku ini akan membuat perhitungan pada kalian!"
'Bro, jangan begitu. Kami tetap akan bayar. Cuma kartu debit kami tidak bisa diakses. Bahkan karyawanmu ini mengatakan, bahwa saldonya kosong."
"Tapi terus terang, baru kemarin aku mengisinya sebesar 950 juta, dan belum aku pakai. Namun hari ini karyawanmu mengatakan isinya kosong. Bukankah itu tidak mungkin. Sedangkan aku tidak menggunakannya untuk apa apa?"
"Benar, kartu debit ku pun berisi dua setengah miliar. Tapi dia juga mengatakan isinya kosong. Jadi bagaimana?"
"Kau tahu bahwa kami berdua ini tidak miskin, karena bos besar kita telah mempercayakan bisnis penting tersebut pada kami. Jadi bagaimana, apakah ketua dalam akan memberikan kami kelonggaran?"
"Pukul mereka, dan patahkan tangannya, karena telah berani mengarahkan jarinya ke arahku. segera!"
"Baik!"
"Tunggu! jangan berani macam macam! Aku ini anggota kepercayaan ketua besar. Kalau kalian berani memukulku, maka aku akan....?"
Bugh! Bugh! Plak Plak!
Kraaakkk! Kraaakkk! Braaaaakk!
"Aaaarrrgggk!"
Belum juga selesai bicara, tujuh orang kepercayaan manajer restoran merangsek ke arah Truna dan Jaya, dan langsung menghajarnya.
Tanpa kompromi, mereka dihajar habis habisan hingga pingsan. atau kemungkinan mati. karena titik akupuntur kehidupan telah mereka pecahkan. Jadi tidak ada kesempatan untuk hidup.
"Buang mayat mereka ke lubuk buaya, biar buaya buaya itu cukup makan!"
"Siap laksanakan!"
'Gawat! Salah sedikit saja hukumannya mati. Memang di dunia ini sudah tidak ada yang namanya keadilan, ya?' batin kasir itu ketakutan, karena tanpa setahu perusahan, dia telah menggelapkan uang yang tidak sedikit itu.
Jika dikumpulkan, bisa mencapai satu setengah milyar. Jumlah yang lumayan besar.
"Bawa gadis tidak tahu diri ini. Dia juga telah menggelapkan uang perusahaan. Jadi hukumannya, mati!"
"Baik!"
"Bos besar. Apa salahku. Aku tidak melakukan kesalahan. Ini pasti salah paham?"
Bugh!
"Aaaarrrggh!"
Tubuh Tia terpental karena ditendang. Prima, bos besar restoran itu telah tahu, bahwa sepuluh dari lima belas karyawannya telah melakukan kecurangan. Itu berkat adanya laporan, yang berasal dari Xuan.
Tapi bagaimana bisa. Kapan dia melakukannya?
Ceritanya begini. Saat mereka berdua sudah selesai makan, dan berniat untuk meninggalkan lokasi, tiba tiba datang dua orang pria berpakaian pengawal, guna menyampaikan undangan yang berasal dari bos besar mereka.
Tak mau menyia nyiakan kesempatan. Lili dan Xuan menyanggupinya. Lalu berjalan mengikuti dua pengawal tersebut, untuk masuk ke ruangan Bos Besar mereka.
"Lapor tuan! Kedua gadis cantik itu sudah berada di depan pintu gerbang. Apa mereka langsung disuruh masuk?" tanya pengawal dua pada bos besarnya.
"Ya, langsung saja. Suruh mereka masuk, karena aku sudah tidak sabar untuk menemui mereka." jawab tuannya.
"Silakan Nona. Anda berdua sudah di tunggu di dalam. Selamat bersenang senang." ucap pengawal dua, sambil mengedipkan setelah mata pada temannya.
"Nona, sepertinya ada yang tidak beres di dalam. Mereka ingin menjebak kita?"
"Tenang saja. Mereka bukan siapa siapa, hanya petarung biasa. bukan seperti kita."
"Kita ini kultivator, sementara mereka bukan. Jadi kalaupun menjebak kita, itu tidak akan berarti apa apa."
"Benar. Kenapa aku bisa lupa?"
"Ayo masuk. Mungkin mereka sudah tidak sabar untuk menemui malaikat kematian?"
"Ya!"
Tok tok tok.
"Masuk...!"
"Silakan Nona. Tuan sudah menunggu kalian di dalam."
"Terima kasih. Ini tips untuk kalian."
Jleb! jleb! Jleb! Jleb!
"Argh!".Jerit tertahan keluar dari mulut mulut mereka, tapi cuma sebentar. Xuan telah menusuk juga memasukkan racun cinta, melalui jarum kecil sebesar biji sawi, dan langsung larut dengan darah mereka.
Mereka linglung saat itu juga, karena kekuatan mereka telah terkunci. Segel cinta telah beraksi.
Brug! brug! brug! brug!
Serentak empat orang pengawal yang berdiri di depan pintu tumbang. Tidak mati, cuma pingsan. Tapi Xuan bisa menyembuhkannya.
Begitu masuk dan menutup pintu. Terlihat di depannya ruangan yang cukup besar. Bisa muat untuk 100 orang. "Apa maksudnya ini?" pikir Xuan.
Kemudian memperhatikan dengan mata elangnya. Di tempat tersembunyi, ada puluhan orang yang sedang mengarahkan pandangannya ke arah mereka.
Sepertinya, mereka memang disediakan untuk mengantisipasi sesuatu yang akan terjadi. dan ternyata benar. Mereka disiapkan untuk melakukan sesuatu jika terjadi apa apa pada bos besar mereka.
Manajer restoran menyadari itu. Lalu dengan tergesa gesa berkata. "Hahahaha. Silakan duduk Nona Nona cantik. Kenalkan, saya Prima, manajer restoran besar ini."
"Langsung saja. Sejujurnya saya sangat terkesan dengan aksi Nona memperdaya para badjingan itu. Itu bukan aksi sembarangan."
"Bagaimana kalau kalian berdua bekerja untuk kami, dan menjadi mata kami di luaran sana. Saya akan menggaji kalian berdua cukup tinggi, 10 juta masing masing untuk sebulan."
"Selain itu, kalian akan mendapatkan tunjangan berupa apartemen. Sebuah mobil dan dua motor roda dua. Bagaimana, apa kalian bersedia?"
Wus!
Bugh!
Baaamm!
"Mulut mu bau comberan pak tua. Belum apa apa sudah menyodorkan janji busuk pada kami. Apa kau pikir aku tidak tahu siapa kalian, Ha!?" respon Xuan tidak senang. Lalu meninju lagi.
"Tu tu tunggu. Saya bisa jelaskan . Sebenarnya...?"
"Hah. banyak omong!"
Bugh! Baaamm!
"Lili! urus sisanya. Jangan biarkan mereka bernafas. Mereka sudah terlalu banyak membunuh orang."
"Baik Nona! Dengan senang hati."
"Apa yang kalian lakukan? Badjingan!"
"Hah, banyak omong. Mati kalian!"
Wus!
Bugh! Plak! Bugh! Buaakk!
Dalam sekejab saja, puluhan pengawal itu bertumbangan. Ada yang patah tangan, lebam dan gigi rontok bertaburan.
Rata rata mereka petarung Dan dua, karateka. Jika di tahun sekarang kekuatan mereka sudah tergolong tinggi. Tapi bagi Lili, mereka hanya ayam sayur saja.
Mereka bertarung tidak menggunakan energi spiritual, hanya mengandalkan kekuatan luar saja. Jadi dengan mudah dikalahkan oleh lawannya.
Tiga menit kemudian. Semua petarung sudah dikalahkan. dan sudah dipasangi segel budak dan tuan.
"Sekarang cepat kalian keluar! Habisi dua orang yang sedang menuju ke meja itu. Mereka sampah yang harus disingkirkan!" titah Xuan.
"Kami mematuhi perintah, tuan!"
"Ya. Sekarang pergilah!"
"Baik..!"
Sambil berkata, Xuan menyebarkan aura penyembuhnya, dibarengi lesatan jarum jarum halus menuju meredian mereka, agar kuncian yang membelenggu segera terbuka.
Bertepatan dengan selesainya penaklukan, Truna dan Jaya memasuki ruangan. dan di sanalah terjadi sebuah penghakiman. Begitulah ceritanya.
Sekarang mereka sudah mempunyai bawahan. Bos besar tiga yang memimpin sarang pengedar, sekaligus penculik gadis gadis cantik yang lemah imannya.
Mudah tergiur bujuk rayu setan, dan akhirnya terjerumus dalam lembah dosa. Itu harus dibasmi! pikir Xuan.
"Nona...?"
"Ya, aku tahu! Kita harus merubah kebiasaan mereka. Tidak ada lagi yang akan melakukan kejahatan. Apalagi mengedarkan barang barang haram. Sekarang juga kita harus bertindak!" jawab Xuan.
Lalu memanggil partner setianya.