NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cuti

Sinar matahari menyapa perlahan, hangatnya kini tiba-tiba terasa di kulitnya, Sera berusaha membuka matanya perlahan, sangat sulit, tapi lebih tepatnya malas untuk melakukannya.

Sekilas nampak seseorang melanjutkan apa yang di lakukan, membuka tirai selebar-lebarnya, sementara sang pemilik kamar tak tinggal diam, menyambar apapun di dekatnya untuk membenamkan wajahnya.

Rasanya masih kurang, ingin tidur kembali, tubuhnya butuh istirahat Extra, itulah yang ada dalam pikiran Sera.

Tak peduli dengan apapun lagi, dunia CEO nya, perusahaan dan satu lagi, Graven Rudolf, persetan!

Biarlah beban berat kini tidak bertumpu lagi padanya untuk sementara waktu, cukup Mega yang kini mengganti kan semua pekerjaan.

Untuk apa ada Asisten dan juga para pegawai jika masih harus pusing juga, dirinya layak untuk menikmati hidupnya sebagai pemilik Megatan Company, batin Sera.

Namun di saat terdengar suara sang penguasa berkata_

"Bangun Sera Sayang!" suara Oma

Pupus sudah harapan, Sera tak punya kesempatan, setelah ini pasti akan panjang urusan.

"Sera!" teriakan di dengar kembali, "Ayo sayang, bangun, CEO tidak boleh malas-malasan, nanti rezeki menghilang, jodoh terbang!"

Astaga naga, kenapa juga kembalinya ke sana, seputar jodoh-jodoh saja, Bosan Oma!, teriak Sera dalam hatinya.

Perlahan duduk, lalu mengucek matanya sejenak, kini Oma sudah ada tepat di hadapannya, lama-lama seperti mimpi buruk bagi Sera.

"Please oma_"

"Apa?"

"Aku hari ini cuti, dan ingin beristirahat dengan benar, tolong, bisa tidak Oma jangan menggangu?"

"Oh No, ini tidak benar, dan kenapa juga kamu cuti?, kamu tidak sedang sakit kan?" Oma segera mendekat dan memeriksa kening cucunya.

"Bukan fisik ku Oma" Sera menepis pelan tangan Omanya.

"Lalu?"

"Mentalku, psikologis ku, dan emosiku perlu di sehatkan dahulu, aku sakit Oma_" dengan manja Sera berkata.

"Jadi_, cucu Oma sakit mental?, gila maksud nya?"

Sera menghela nafasnya panjang sekali, rasanya tidak ingin bernafas lagi dan pingsan seharian hari ini, susah sekali ingin tenang, bahkan di Mansion nya sendiri.

Sera merebahkan kembali tubuhnya, makin pusing dan malas saja, diambilnya selimut dan ditarik untuk menyelimuti seluruh tubuhnya, kepalanya kini ikut terbenam di dalam sana, tapi itu tak lama.

Karena sekali ucap, selimut terbang melesat menjauhinya.

"Oma,_!" teriaknya kesal dan memohon.

"No, bangun atau akan ada air yang mendatangimu dan membuatmu basah kuyup di atas kasur"

Ancamannya, cukup mengerikan juga, terpaksa Sera bangun dan duduk di pinggiran tempat tidur.

Sejenak melihat arah selimut yang terlempar cukup jauh.

"Curang!"

"Maksudmu sayang_?" Oma Alena menaikkannya alisnya.

"Kalau aku tidak boleh menggunakan kekuatan ku, kenapa oma seenaknya menggunakan nya?"

"Karena emosi mu belum bisa terkontrol sepenuhnya, dan_MANJA!"

"Oma juga, kapan aku bisa menggunakannya lagi?, nanti kalau sudah tua kayak Oma?" protes Sera.

"Mungkin, tapi mungkin juga tidak selamanya"

"Oma_!"

"Sudah, bangun, mandi dan sarapan, jangan hanya rebahan dan membuat ototmu semakin kaku tidak karuan, ayo!!" Oma Alena berhasil menyeret Sera untuk keluar dari sarangnya.

Berjalan setengah di paksa, Sera akhirnya mau tidak mau bergerak cepat menuju meja makan.

"Lagian jodoh kan sudah ada yang ngatur Oma, kalau belum saatnya, ya gak bakal jadi juga" Sera duduk dan melihat beberapa hidangan yang menggugah selera.

"Itu memang benar, tapi aneh juga" Oma duduk dan berpangku tangan memperhatikan cucunya yang tepat berada di depannya.

"Aneh apa?" tanya Sera.

"Wajah kalian, kamu dan Alen bukan hanya lumayan, diatas rata-rata bahkan, di tambah kecerdasan yang jelas tak bisa di remehkan, body goal kalian luar biasa juga, kok bisa tidak ada satu laki-laki pun yang menginginkan kalian ya?" wajah heran Oma terlihat jelas Dimata Sera.

Gugup tentu saja, Sera ber dehem dan segera berpikir cepat untuk menutupi semua rencana buruk akan perjodohan yang sudah di lakukan bersama adik sepupu nya.

"Ya itulah jodoh, kalau belum waktunya, kita bisa apa?" sahut Sera.

"Emm, benar juga, tapi kenapa Oma sama sekali tidak percaya ya?"

"Maksudnya?" Sera hampir saja tersedak nasi di dalam mulutnya, saking takut dan khawatir akan ketahuan, bisa gawat darurat bumi gonjang ganjing kalau sampai Oma turun tangan.

"Tidak percaya dengan takdir jodoh kalian, yang tak kunjung datang" jawaban Oma yang langsung membuat Sera bisa bernafas normal seperti sedia kala.

Baru saja sarapan pagi berjalan normal kembali, Sera benar-benar menikmati masakan Oma yang walaupun lebih banyak di bantu asisten rumah tangga, terdengar ponsel berbunyi.

Menghela nafas panjang, Sera memejam, dan saat terbuka ternyata langsung membaca huruf berjajar yang bertuliskan GRAVEN RUDOLF.

"Oh ya Tuhan, tidak!" teriak kesal dalam hati sendiri.

Graven: 'Telat lima belas menit, aku menunggu dan sudah ada di ruangan mu'

Sungguh, Sera benar-benar ingin membanting ponselnya, menyesal juga kenapa gak dari semalam di non aktifkan saja.

Sera: 'Ada Mega yang meng handel semuanya hari ini, aku CUTI'

Balas Sera dengan cepat lalu mengirimkannya, menaruh ponsel begitu saja, dan ingin tak memperdulikan lagi.

Berharap masalah selesai sampai disini, tentu tidak semudah itu jika berurusan dengan Graven Rudolf sang CEO yang ingin pekerjaan sempurna dan tidak menerima kata maaf begitu saja.

Terdengar suara pesan masuk kembali, kali ini, sengaja Sera ingin mengabaikannya, tapi apa yang terjadi, yang terdengar kini justru suara panggilan dari ponselnya.

Ingin tetap membiarkan saja, namun tatapan mata Oma membuatnya harus berpikir ulang untuk melakukannya.

Hingga pada panggilan ke empat, Sera terpaksa menjawab.

"Maaf, aku cuti okey!" nadanya sedikit keras, hingga Oma menggelengkan kepala.

"Turunkan nada suaramu Sera" jawaban yang di terima cukup tenang seperti air danau yang diam-diam tapi menenggelamkan.

"Tolong, jangan menganggu hari liburku, aku masih ingin menikmati sarapan dengan tenang" jawab Sera sedikit menurunkan nada suara seperti yang diperintahkan, dasar brengsek!, terpaksa menuruti karena di depannya ada sang Penguasa dunia langit dan bumi bagi Sera, siapa lagi kalau bukan Oma.

"Bahkan Cuti yang kamu ajukan tidak bisa di Sah kan, ingat siapa yang memimpin di sini Sera"

"APA?!, dasar Sia_"

"Ehem!" Oma menatap tajam.

Benar-benar kesal sekali, kenapa sekarang malah Oma seperti Ratu yang berkhianat saja, harusnya membela tuan putrinya, ini malah mendukung musuhnya, kejam sekali dunia ini!.

"Maaf tuan Graven, mungkin anda lupa sayalah pemilik sah Megatan Company, dan saya yang ber hak menentukan apapun yang terjadi di dalamnya jadi_"

"Tidak, sampaikan salam ku ke Nyonya Alena, aku yakin dia ada di depan mu bukan?, katakan aku akan memegang apa yang ada di surat perjanjian, bahwa penentu kebijakan tertinggi selama dalam urusan Proyek ini adalah_AKU"

Klik

"GRAVEN!!"

Teriak Sera penuh murka saat panggilan di putus begitu saja, sementara Oma hanya mengangkat kedua bahunya, tersenyum, lalu pergi begitu saja. Ini sungguh gila!

Kasian nih Sera, yuk mana Komennya?, Bersambung.

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!