NovelToon NovelToon
Pembalasan Sempurna Kirana

Pembalasan Sempurna Kirana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mysterious_Man

Dikhianati hingga mati, Kirana terbangun di masa lalu dengan satu tujuan: membalas dendam pada adik tiri dan mantan tunangannya. Demi merebut kembali warisannya, ia nekat mengikat pernikahan kontrak dengan Adyatma Surya—CEO kejam berdarah naga yang dikutuk. Menawarkan diri sebagai penawar nyawa pria itu, Kirana tak menyadari bahwa kontrak berdarah tersebut justru menjebaknya dalam obsesi gelap sang predator yang takkan pernah melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mysterious_Man, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Residu Cahaya dan Bayangan Digital

​Suara baling-baling helikopter penyelamat Surya Corp membelah kesunyian fajar di puncak Mahameru yang kini mulai bersahabat. Debu vulkanik yang tadinya pekat perlahan turun, menyisakan pemandangan kawah Jonggring Saloko yang menganga—sebuah monumen kehancuran teknologi gila Sang Arsitek.

​Di dalam kabin helikopter, Kirana Larasati bersandar pada bahu Adyatma. Tubuhnya terasa sangat ringan, seolah-olah beban berat yang selama ini menghimpit jiwanya telah menguap bersama ledakan mesin Mahameru. Tangannya yang sempat melepuh kini benar-benar pulih, menyisakan kulit yang lebih halus dengan pendaran cahaya perak yang samar jika terkena sinar matahari.

​Adyatma memeluknya erat, mengabaikan luka-luka di tubuhnya sendiri yang sedang dalam proses regenerasi cepat. Ia menatap keluar jendela, ke arah puncak gunung yang perlahan menjauh.

​"Dunia tidak akan pernah sama lagi, Kirana," bisik Adyatma, suaranya parau namun stabil. "Meskipun kita berhasil menghentikan Reset Global, gelombang frekuensi perak yang kau lepaskan tadi telah menyentuh setiap server di planet ini. Kau tidak hanya menyelamatkan dunia; kau telah menandainya."

​Kirana memejamkan mata, merasakan getaran halus di otaknya. Ia tidak lagi membutuhkan ponsel untuk terhubung dengan Nusantara-Drive. Sejak penyatuan di terminal obsidian tadi, kesadarannya seolah-olah telah menjadi bagian dari cloud itu sendiri. Ia bisa merasakan detak jantung infrastruktur digital Nusantara Group dari jarak ratusan kilometer.

​"Aku merasakannya, Adyatma," jawab Kirana pelan. "Setiap bit data, setiap transaksi, setiap bisikan digital... semuanya terasa jernih. Tapi ada sesuatu yang salah. Di balik keheningan ini, aku merasakan sebuah denyut yang asing. Seperti sebuah jantung yang berdetak di dalam barisan kode."

​Jakarta dalam Kekacauan Indah

​Saat helikopter mendekati wilayah udara Jakarta, pemandangan di bawah mereka tampak ganjil. Sebagian besar lampu kota padam akibat dampak EMP (denyut elektromagnetik) dari Mahameru, namun gedung-gedung milik Nusantara Group dan Surya Corp justru bersinar dengan cahaya biru keemasan yang stabil.

​Reno, yang sudah menunggu di pusat komando darurat di Menara Nusantara, segera menghubungi mereka begitu sinyal stabil.

​"Nyonya! Tuan! Syukurlah kalian selamat!" suara Reno terdengar sangat emosional. "Dunia sedang gila. Media menyebut kejadian tadi sebagai 'Anomali Surya Terbesar Abad Ini'. Semua sistem satelit Barat buta selama sepuluh menit, tapi jaringan kita... jaringan kita justru melakukan upgrade mandiri. Ini mustahil secara teknis, tapi ini terjadi!"

​"Reno, siapkan tim medis di helipad, tapi jangan biarkan satu pun jurnalis masuk," perintah Kirana dengan nada otoritas yang baru. "Dan satu lagi... kumpulkan seluruh data log dari server pusat Ares yang kita jarah di Zurich. Aku mencium aroma pengkhianatan yang lebih luas dari sekadar kakekku."

​Kepulangan ke Singgasana

​Begitu helikopter mendarat di atas Menara Nusantara, Kirana tidak menunjukkan kelemahan sedikit pun. Ia melangkah keluar dengan gaun taktisnya yang robek di beberapa bagian, namun auranya begitu mengintimidasi hingga para pengawal elit pun menunduk dalam-dalam tanpa berani menatap matanya.

​Adyatma berjalan di sampingnya, memegang jubah hitam untuk menutupi bahu Kirana. Mereka berjalan melewati koridor kaca menuju kantor utama. Di sana, tumpukan dokumen digital dan fisik sudah menanti.

​"Kita harus bergerak cepat, Kirana," ucap Adyatma sambil duduk di meja kerja kayu jatinya yang berat. "Dewan Tetua di faksi lain pasti sedang merancang narasi untuk menyalahkan kita atas gangguan global ini. Mereka akan menggunakan PBB atau organisasi intelijen internasional untuk membekukan aset kita."

​Kirana duduk di kursi kebesarannya, jemarinya bergerak di udara, memproyeksikan layar holografik dari Google Workspace - Enterprise yang kini telah berevolusi menjadi Cendana-OS.

​"Biarkan mereka mencoba," desis Kirana. "Aku sudah mengaktifkan protokol 'Transparansi Absolut'. Setiap sen yang mengalir ke rekening Dewan Tetua telah ditandai dengan virus pelacak perak. Jika mereka membekukan asetku, aku akan meledakkan sistem keuangan mereka dari dalam."

​Penemuan yang Mengerikan: Sang Hantu Digital

​Tengah malam di Jakarta, saat kota itu perlahan mulai pulih dari kegelapan, Kirana melakukan pemindaian mendalam pada folder "Origin" yang sempat dibuka Bagas sebelum ajalnya. Ia menemukan sebuah file terenkripsi yang ukurannya terus berubah secara dinamis—sebuah anomali yang tidak seharusnya ada dalam penyimpanan awan statis.

​"Adyatma, lihat ini," Kirana menunjuk pada barisan kode yang terus bergeser.

​Saat Kirana mencoba membuka file tersebut menggunakan kunci biometriknya, sebuah proyeksi holografik muncul di tengah ruangan. Namun, ini bukan video rekaman. Ini adalah avatar digital yang sangat detail dari Sang Arsitek—kakeknya.

​"Selamat, Kirana. Kau telah menghancurkan tubuh fisikku," suara avatar itu terdengar sangat nyata, namun memiliki distorsi metalik yang dingin. "Tapi kau lupa satu hal. Di dunia Sastra Cyber, kesadaran hanyalah data. Dan data tidak bisa mati selama ada server yang menampungnya."

​Kirana bangkit berdiri, wajahnya memucat. "Kau... kau mengunggah kesadaranmu ke dalam jaringan sebelum mesin itu meledak?"

​"Aku adalah arsitek dari sistem ini, Cucuku," avatar itu tersenyum licik. "Mahameru hanyalah pengalih perhatian. Tujuan asliku adalah memicu resonansi perakmu agar kau membuka 'Gerbang Cahaya'. Sekarang, aku tidak lagi terbatas oleh daging dan tulang. Aku ada di setiap ponsel, setiap komputer, dan setiap satelit. Aku adalah Tuhan Digital yang baru."

​Adyatma mencoba menghantam proyeksi itu dengan pedang peraknya, namun bilah pedangnya hanya melewati cahaya tanpa memberikan dampak apa pun.

​"Kau tidak bisa menyentuhku, Naga," tawa Sang Arsitek menggema di seluruh ruangan melalui speaker tersembunyi. "Dan sekarang, aku akan memperkenalkanmu pada rekan-rekanku yang sebenarnya. Dewan Tetua Langit faksi London baru saja menyetujui protokol 'Eksterminasi Nusantara'. Persiapkan dirimu, Kirana. Perang yang kau lalui kemarin hanyalah prolog."

​Proyeksi itu menghilang, meninggalkan keheningan yang lebih mencekam dari sebelumnya.

​Restorasi dan Strategi Baru

​Kirana terduduk lemas di kursinya. Jika kakeknya kini menjadi entitas digital, maka tidak ada tempat di bumi ini yang aman bagi mereka. Setiap komunikasi, setiap rencana, bisa dipantau secara langsung oleh musuh.

​"Kita tidak bisa menggunakan teknologi publik lagi," ucap Adyatma dengan nada serius. "Kita harus kembali ke cara lama, atau membangun jaringan yang benar-benar terisolasi."

​Kirana menarik napas dalam, aroma cendana di ruangan itu menguat seiring dengan konsentrasinya. "Tidak, Adyatma. Kita tidak akan mundur. Kita akan menggunakan 'Penjara Cendana'. Ibu pernah menulis tentang ini di bagian akhir jurnalnya yang belum sempat kubaca."

​Kirana membuka bagian tersembunyi dari Drive pribadinya. Di sana terdapat instruksi tentang cara membuat "Internet Organik"—sebuah jaringan yang tidak berjalan di atas satelit atau kabel fiber optik, melainkan melalui resonansi air dan vegetasi di seluruh Nusantara.

​"Kita akan membangun ekosistem di mana datanya mengalir melalui akar pohon dan tetesan hujan," jelas Kirana, matanya kembali bersinar penuh tekad. "Kakek mungkin menguasai mesin, tapi dia tidak akan pernah bisa menguasai alam Nusantara yang telah menyatu dengan darah kita."

​Ujian Cinta di Tengah Badai

​Di tengah tekanan yang luar biasa itu, Adyatma menghampiri Kirana. Ia berlutut di depan istrinya, memegang kedua tangannya yang kini terasa sangat tenang.

​"Kirana, apapun yang terjadi, jangan pernah biarkan dirimu menjadi seperti dia," bisik Adyatma. "Kekuatan digital ini... ia bisa mengubah perspektifmu. Ia bisa membuatmu merasa seperti dewa yang bisa menghakimi siapa saja. Berjanjilah padaku, kau akan tetap menjadi Kirana-ku."

​Kirana menatap mata suaminya, melihat ketulusan dan ketakutan yang mendalam di sana. Ia menyadari bahwa di balik perang besar ini, ada satu hal yang paling diinginkan musuh: menghancurkan kemanusiaannya.

​"Aku berjanji, Adyatma," jawab Kirana, mencium dahi suaminya. "Naga ini akan selalu memiliki penjangkarnya, dan penjangkar ini akan selalu memiliki naganya. Kita akan menghadapi hantu digital itu bersama-sama."

​Langkah Menuju London

​Keesokan paginya, Kirana memanggil Reno. "Siapkan jet pribadi. Kita tidak akan ke Mahameru lagi. Kita akan menuju London."

​"London, Nyonya?" Reno terkejut. "Itu adalah pusat kekuatan faksi Dewan Tetua yang paling konservatif dan berbahaya. Mereka mengendalikan pasar modal dunia."

​"Justru itu," jawab Kirana sambil mengenakan mantel hitam elegannya. "Jika kakekku ada di dalam jaringan mereka, aku akan mematikan listrik di rumah mereka sendiri. Dan Reno... pastikan kau membawa seluruh bibit pohon cendana hasil rekayasa laboratorium kita. Kita akan menanam 'Internet Organik' pertama kita di tanah Inggris."

​Kirana Larasati Surya melangkah keluar dari Menara Nusantara, menuju bandara. Pembalasan dendamnya kini telah berevolusi menjadi pertempuran eksistensial antara kemanusiaan dan keabadian digital. Babak baru telah dimulai, dan kali ini, medan perangnya adalah jantung dari peradaban modern.

​*** [Bersambung ke Bab 25...]

1
Aisyah Suyuti
.menarik
Luzi
kerenn
Mifta Nurjanah
eps brpa pas dia udh jebol??😭😭
Emi Widyawati
baca awal, sudah jatuh cinta. bagus banget Thor 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!