"Pe-periksa Hadiah Aktivasi Sistem…" kata Liam dengan sedikit keraguan dalam suaranya.
Ding!
[Selamat telah berhasil memperoleh Sistem Tamparan Wajah. Berikut adalah hadiah aktivasi satu kali]
[1.000.000 Dolar (Silakan periksa sakumu untuk detailnya)]
Liam, seorang mahasiswa miskin yang hidup sederhana dan sering dipandang rendah oleh orang lain. Hidupnya berubah drastis setelah ia dikhianati oleh pacarnya, Bella, yang memilih pria kaya dan berkuasa. Dalam kondisi hancur dan putus asa, Liam tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem misterius yang memberinya kekuatan untuk membalas hinaan orang lain dengan cara mempermalukan mereka.
Dengan bantuan sistem tersebut, Liam memperoleh kekayaan, kekuatan, dan berbagai kemampuan luar biasa. Dari seorang pemuda lemah yang diremehkan, ia perlahan bangkit menjadi sosok yang percaya diri, kuat, dan bertekad untuk mengubah nasibnya serta membalas semua orang yang pernah merendahkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZHRCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 - Ambisi Liam
Setelah berkeliling di sekitar kampus beberapa kali, Liam dan John akhirnya melihat sebuah properti yang dijual.
Tempat ini hanya berjarak beberapa blok dari universitas dan juga dekat dengan Pride Mall tempat Sylvie bekerja sebagai manajer.
Meskipun tempat ini terlihat kacau karena rumah-rumah yang saling berdesakan, Liam merasa tempat ini memiliki potensi besar karena dekat dengan kampus dan mall. Lalu lintas di jalan juga cukup ramai, sehingga ini adalah lokasi yang sempurna untuk membangun restoran cepat saji.
John segera menghubungi nomor telepon yang tertera di papan pengumuman tepat di depan properti tersebut.
Tak lama kemudian, mereka bertemu dengan pemilik properti. Setelah beberapa diskusi, mereka sepakat untuk membeli seluruh properti dengan harga 30 Dolar per meter persegi. Luas lahannya hanya 600 meter persegi, jadi Liam membayar total 18.000 Dolar kepada pemiliknya.
Harga 30 Dolar untuk tempat seperti itu sebenarnya cukup murah, mengingat pemilik awalnya memasang harga 40 Dolar per meter persegi. Namun dengan negosiasi John, mereka berhasil menurunkannya menjadi 30 Dolar dengan syarat Liam harus membayar lunas di awal.
Dengan keahlian John, urusan kontrak dan sertifikat kepemilikan properti dapat diselesaikan dengan mudah. Kebetulan, John ternyata juga seorang pengacara. Ia menyebutkan bahwa itu termasuk dalam deskripsi pekerjaannya saat menerima tugas sebagai pelayan pribadi Liam.
Ya, pelayan pribadi dan bukan pelayan Prince and Princess Mansion. Hal yang sama juga berlaku untuk para pelayan dan pekerja lain yang kini berada di mansion. Mereka semua bekerja untuk Liam dan bukan pekerja yang disediakan oleh penjual atau pengelola mansion.
Dengan begitu, Liam berhasil menghemat banyak uang karena tidak perlu menyewa pengacara.
Mendengar itu, Liam menduga bahwa semua ini diatur oleh Sistem dan mungkin merupakan bonus tambahan dari hadiah mansion tersebut.
Setelah kontrak disepakati, mereka langsung menandatangani dokumen lain dan memindahkan sertifikat kepemilikan properti ke atas nama Liam. Liam juga membayar pajak sebesar 180 Dolar.
Untungnya, Liam sudah menyiapkan aplikasi perbankan online, jadi tidak perlu lagi pergi ke mesin ATM untuk menarik uang.
Mereka kemudian mendaftarkan restoran yang akan dibangun secara online, yang dengan santai diberi nama oleh Liam sebagai 'HotWing Crunch', yang berarti siapa pun yang makan di sana akan merasakan sensasi luar biasa dari cita rasa makanannya.
Meskipun Liam belum menjelaskan lebih jauh tentang hal ini, John hanya mendengarkan dan melakukan apa yang diperintahkan tanpa bertanya.
Dengan bantuan John, Liam akhirnya menyelesaikan banyak pekerjaan.
Awalnya, John sebenarnya menyarankan agar Liam menyerahkan semuanya padanya, tetapi Liam bersikeras untuk hadir langsung. Ia ingin mengawasi seluruh proses karena ini adalah awal dari perjalanan bisnis besarnya.
Liam memiliki ambisi besar, ia tidak akan berhenti hanya pada sebuah restoran kecil di kota kecil seperti ini.
Port City hanyalah kota kecil di Provinsi Crystal.
Di seluruh Provinsi Crystal, Port City hanya berada di peringkat bawah dalam hal kekayaan warganya.
Namun, meskipun Port City hanyalah kota kecil, Liam merasa tempat ini sangat penting untuk perkembangannya. Ia tahu bahwa ia tidak bisa langsung memulai dari sesuatu yang besar, apalagi saat ia masih belum berpengalaman dalam banyak hal.
Setelah semua urusan selesai, Liam dan John kembali ke Prince and Princess Mansion.
Di sana, Liam menjelaskan rencananya tentang restoran yang akan dibuka.
John hanya mendengarkan dan tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Namun dalam hatinya, ia merasa bahwa Liam sedikit terlalu terburu-buru. Meski begitu, ia tidak menunjukkan ketidakpuasan dan tetap menjawab semua pertanyaan serta memberikan saran dengan jujur.
Dengan bantuan dan koneksi John, mereka menemukan seorang arsitek untuk merancang bangunan restoran tersebut. Karena Liam tidak ingin lagi ikut campur dalam hal-hal teknis seperti itu, ia memutuskan untuk menyerahkan semuanya kepada John, termasuk proses pembangunan.
Ia mentransfer total 90.000 Dolar ke rekening John dan memberinya kendali penuh atas pembangunan restoran tersebut.
Liam hanya memberikan dua syarat, "Jangan buat terlalu mewah, tapi juga jangan terlalu biasa. Sebaiknya restoran sudah bisa beroperasi sebelum tahun baru."
"Untuk pekerja, kau bisa memasang pengumuman perekrutan staf. Untuk posisi manajer dan kepala koki, biar aku yang urus. Aku sudah punya seseorang dalam pikiran."
Liam sedikit merasa bersalah karena memberikan begitu banyak pekerjaan kepada John. Namun seperti biasa, John bersikeras bahwa itu tidak masalah dan Liam sebaiknya bersantai saja sementara ia dan para pekerja yang mengurus semuanya.
Liam hanya bisa menghela napas mendengar alasannya.
Di sisi lain, karena sekarang ia sudah bebas, ia memutuskan untuk pergi ke dapur untuk mencoba resep ayam yang ia beli dari Sistem.
Sekali lagi, saat mengetahui bahwa Liam ingin memasak ayam sendiri, John kembali meminta agar ia menyerahkan tugas itu kepada koki. Namun setelah Liam menjelaskan bahwa ia ingin mencoba resep baru yang ia ciptakan, John akhirnya mengizinkannya dengan enggan.
…
Di sisi lain, di dalam sebuah pesawat pribadi yang terbang menuju sebuah negara yang sangat kaya, seorang wanita muda yang cantik berbaring di tempat tidur besar mengenakan gaun kuning sederhana namun elegan yang terbuat dari kain mahal.
Tidak jauh dari tempat tidurnya, para pelayan wanita berdiri siap melayani segala keinginan dan kebutuhannya.
Ponselnya tiba-tiba berdering, dan wanita muda itu mengangkatnya sebelum menjawab, "Halo, Mama?"
"Sylvie sayaaang. Kau di mana sekarang? Ayahmu sudah dalam perjalanan pulang, cepatlah supaya kau tidak terlambat ke pesta.”