NovelToon NovelToon
MISTERI DESA GETIH

MISTERI DESA GETIH

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam / Misteri
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Alawiyah yang nekad menyusul suaminya ke kampung halaman yang terletak dilereng Gunung Kawi, membuat ia dihadapkan pada teror yang mengerikan.

Desa yang ia bayangkan penuh kedamaian, justru menjadi mimpi buruk yang mengerikan.

Rahasia apa yang sedang disembunyikan suaminya?

Ikuti kisah selanjutnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mbok Ratih

"Mengapa setiap rumah warga menyebarkan aroma yang sangat aneh?" Alawiyah menutup hidungnya dengan ujung hijabnya.

Rasa mual terkadang membuat peruknya serasa seperti diaduk.

Akan tetapi, Alawiyah memaksakan kakinya yang sudah terasa pegal untuk terus melangkah, meskipun rasa sakit kadang datang dan hilang begitu saja.

Sesekali ia menarik nafasnya yang terasa berat, tendangan-tendangan kecil dari calon bayinya, seperti isyarat, agar ibunya tetap tegar.

"Kemana aku harus bertanya? Semua pintu rumah tertutup." keluhnya, sembari mengamati seluruh rumah yang tampak mewah.

Ia merasa, jika rumah-rumah warga tidak ada satupun yang sederhana seolah sebuah parodi kemewahan yang saling berlomba—siapa yang paling kaya.

"Sebenarnya apa usaha mereka?" rasa penasaran terus bergelayut dibenaknya, dan membuat ia seperti berada dilorong surga duniawi.

Sepanjang mata memandang, ia disuguhkan dengan kemegahan dan kemewahan. Bahkan ditempat asalnya ia tidak pernah melihat semua itu.

Setelah jauh berjalan, ia melihat ada perkampungan lain didalamnya, tepatnya berada dilereng-lereng gunung, dan itu sangat kontras dengan rumah dibagian tepi jalan, dan berjarak hingga lima ratus meter, yang semuanya serba mewah, tetapi tidak dibagian rumah ini.

"Ternyata ada juga rumahnya yang biasa saja, ku kira semua mewah." ucapnya dengan lirih.

Tetapi disisi bagian kiri, semua warganya sudah hidup lebih dari berkecukupan, sedangkan di sisi kanan rumah-rumah warga masih sederhana, dengan bangunan semi permanen bahkan ada yang terbuat dari dinding papan yang sudah tampak rapuh dengan cat memudar dan kusam.

Saat menatap rumah itu, ia merasakan sesuatu yang berbeda, dimana hatinya begitu damai meski jauh mewah dari rumah yang lainnya.

"Tapi kenapa lebih adem liat rumah yang paling buruk diantara yang lainnya, ya?" Alawiyah kembali berguman.

Ia memutar pandangannya ke sisi kiri. Sebuah rumah megah dengan bangunan tiga lantai, dengan cat berwarna hitam.

Rumah itu cukup luas. Bahkan Alawiyah memperkirakan, lebarnya saja mencapai tiga puluh meter, dan panjangnya yang juga sama, membuat ia melongo.

Aura rumah tersebut, membuat Alawiyah merasakan bulu kuduknya meremang.

Ia bergidik ngeri, menyapu punggungnya, seolah ada yang terus saja mengawasi—perutnya.

"Kenapa kelihatan serem‐ya?" ia memindai rumah mewah tersebut, hingga melihat sesuatu diatas bubungannya, terdapat sosok yang membuat bulu kuduk Alawiyah meremang.

"Apa itu?" ia menyipitkan matanya, memindai sosok makhluk berwarna hitam, dengan bulu tebal, dan taring yang mencuat di sudut mulutnya.

"Astaghfirullah ...." Alawiyah terlonjak kaget, ia memegang dadanya yang bergemuruh, dimana sosok itu menatap tajam padanya.

Aroma singkong bakar menguar hingga terendus ke indera penciumannya.

Alawiyah merasakan gemuruh dadanya yang menderu, dan ia mersa semakin aneh dengan desa yang disebut suaminya sebagai 'Desa Getih'.

"Kamu sedang apa, Mbak?" suara seorang gadis berambut lurus panjang sepunggung, membuyarkan lamunan Alawiyah.

"Astaghfirullah, kamu ngagetin saya saja," Alawiyah kembali beristihfar, sembari mengusap dadanya yang bergemuruh, dan ia memindai wajah gadis yang menyapanya, sedang menggunakan sepeda motor matic dengan keluaran terbaru.

"Mbak, barusan ngucapin apa—ya?" ia kembali bertanya, sebelum Alawiyah sempat menjawab pertanyaan pertama, sembari mengerutkan keningnya.

Baginya, kalimat istghfar yang diucapkan oleh Alawiyah sangatlah asing baginya.

Kali ini, Alawiyah yang melongo. "Maaf, memangnya agama kamu apaan, Dik?" ia bertanya, sebab merasa jika pertanyaan gadis itu sangatlah terlalu berlebihan.

"Di kolom KTP, tertulis Islam." jawabnya dengan santai. Ia menenteng kantong kresek berwarna putih, didalamnya terdapat dua ekor ayam berbulu hitam, yang biasa disebut ayam cemani.

Alawiyah kembali melongo, dan lelucon apa yang disuguhkan dihadapannya.

Bagaimana tidak, orang non muslim saja tentu mengenal ucapan istighfar, lalu bagaimana dengan ia yang mengaku Islam?"

"Serius, Islam?" Alawiyah masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

"Ya, dan ucapan Mbak barusan, membuat rumah kami bergetar kuat, dan memberikan hawa panas," gadis itu menjelaskan kembali, dan menegaskan, jika Alawiyah dilarang mengucapkan kalimat-kalimat suci.

"Novita, masuk!" suara seorang wanita menghentikan pembicaraan keduanya.

Wanita berambut panjang yang di sanggul, dengan perhiasan yang cukup mencolok, banyak melingkar ditangan dan lehernya.

Ia lebih mirip dengan julukan toko mas berjalan.

Wajah wanita itu tampak menatap dingin dengan kehadiran Alawiyah. Tetapi hanya sesaat, sebab senyumnya merekah, saat melihat perut yang membuncit

Teriakan barusan, membuat gadis itu bergegas masuk dengan mengendarai motornya, tanpa ucapan pamit, meski berbasa-basi—melewati pintu pagar yang berlapis emas.

Saat Novita turun dari motornya, sosok berbulu hitam dengan taring mencuat, serta matanya yang merah menyala, mengikuti gadis itu dari arah belakang.

Ia seperti seorang bodyguard, yang terus saja mengawasinya.

Belum sempat Alawiyah mencerna semuanya, ia kembali dikejutkan oleh suara teriakan menggema diudara.

"Tolong ...., tolong saya!" pekik seorang wanita dengan suara lantang.

Pakaiannya sangat sederhana, rambut beruban, dan disanggul layaknya para ibu-ibu didesa, dan wajahnya tampak pucat, lelah, dan juga lesu, serta ada ketakutan yang cukup kentara diwajahnya.

Alawiyah berdiri mematung, ia juga bingung, apakah harus menghampiri wanita itu, atau diam tanpa melakukan apapun sebab saat ini, ia juga sedang membutuhkan pertolongan.

Hatinya tergerak, ia melangkah menghampiri, dengan langkahnya yang tertatih.

Saat bersamaan, wanita pemilik rumah mewah dengan cat berwarna hitam, membuka pintu pagar rumahnya, dan bergegas menuju rumah wanita berdinding reot tersebut.

"Heemm ... Ternyata ia memiliki jiwa sosial tinggi, pantas saja diberi kekayaan yang berlimpah," gumam Alawiyah, saat melihat wanita dengan perhiasan emas yang hampir memenuhi tubuhnya.

Alawiyah mencoba berfikir positif, dengan apa yang dilihatnya, meski hatinya merasa janggal.

Tak berselang lama, warga mulai mengerumuni rumah reot tersebut.

Pintu-pintu yang tadinya tertutup, perlahan terbuka, mereka seolah ingin memberikan pertolongan dan bantuan kepada pemilik rumah yang paling miskin, dan sudah memasuki rumah.

Saat berada dikerumunan itu, Alawiyah semakin terbengong, karena baik laki-laki dan perempuan, semuanya menggunakan perhian emas yang mencolok.

Bahkan ada seorang pria yang membuat rompi dengan bahan emas dua puluh empat karat.

Alawiyah melongo, menatap satu persatu para warga yang hadir, seolah saling berlomba dengan siapa yang memiliki emas paling banyak.

"Ada apa lagi, Mbak Ratih?" tanya seorang wanita yang sebaya dengan wanita pemilik rumah.

Ia tak lain adalah tetangga yang berada disisi kanan wanita itu—wanita pemilik rumah megah, yang tadi menatap Alawiyah dengan dingin.

Sedangkan Novita, ikut bersama ibunya, melongok melihat kondisi seseorang yang terbaring tanpa daya diatas kasur yang melepek.

Pakaian gadis itu sangat mencolok, dan hanya menggunakan tank top, serta celana cukup pendek sebatas paha, dan ia menatap lekat wajah seorang pria yang terbujur disana.

Ia tampak gelisah, dan tatapannya tak lepas dari wajah pria tersebut.

"Gak tau, Mbak. Tiba-tiba muntah lagi," jawab Ratih dengan lirih. Dadanya bagaikan terhimpit beban yang cukup berat, sehingga menarik nafas saja harus membutuhkan tenaga yang cukup.

Alawiyah menoleh ke arah wanita pemilik rumah, ia ingin melihat siapa sebenarnya yang sakit, sebab merasa sangat penasaran.

"Rini, tolong panggilkan Ki Priyono, Bayu kembali muntah darah," suara wanita itu lirih, dan tampak ketakutan.

"Hah, Bayu, jangan-jangan itu Bayu suamiku." Alawiyah bergegas menyibak kerumunan—tak.peduli dengan tatapan liar dari orang-orang sekitarnya.

Ia bahkan tak peduli, jika ia orang asing, sebab rasa penasaran cukup besar didalam hatinya.

"Bayu, Bayu, sadarlah." Ratih terlihat panik, ia melihat puteranya sudah terbaring dengan mata tertutup.

1
V3
si Tejo knp nama istri nya gak Surti ja , kak ... knp hrs Intan ❓
kn JD nya gak bisa di sebut Surti Tejo ,, JD mlh Intan Tejo 🤣🤣🤣🤣
kasihan bgt nasib nya si Intan , lg masak soto mlh di cabut jiwa nya oleh si Wewe JD meninggal deh ,, mna tuh Soto nya bntr lg Mateng ,, kn JD nya gak bisa nyobain deh 🤣🤣
V3
kasihan bgt si Kunti putih ,, mmg Dia pengangguran toh mpe di bully bgtu sama si Wewe 🤣🤣
mana dh nongkrong di pos ronda gda yg godain lg 🤣🤣🤣🤦
V3
kasihan tuh bocah 2 tahun lg menyusu mbok nya tp mbok nya dh meninggal 🥺🥺
sungguh Tejo lucknut 😡🤬
V3
aje gile si Tejo ngedemenin si Novita ,, benar apa kata si Wewe .... apa gak takut tuh di buat rendang daging nya 🤣🤣
V3
setan nya knp demen bgt PD ngedumel sndri ,, PD marah-marah ja ,,, mmg tuh setan semuanya PD punya penyakit Darah Tinggi x yaaa 🤣🤣🤣
V3
Menantu dan Mertua sama-sama punya Indera keenam ,, mknya bisa melihat makhluk ghaib
V3
judul nya Besti saling bunuh membunuh 🤣🤣
si Sundel kn msh magang jd kerjanya hrs bagus dan gercep biar naik pangkat , biar gak magang lg 🤣🤣👏
mifta
setannya gaul tau MBG juga🤣🤣🤣🤣
Mamake Nayla
sma2 hilang arah...apa ga nyasar mereka ber 2🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
mifta
bisa jga setan gaul🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
sekarang kau tersenyum2 Jo.. Tejo.. sebentar lagi kau berenang dlm kuah soto pojok kesukaanmu itu 😋😋👻👻👻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
ati2 sama adikmu mbok Ratih, istrinya aja tega dia tumbalkan, nanti keluargamu selanjutnya 🙈🙈👻👻👻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ: kalau bisa kirim stiker disini, bisa penuh kolom komen dgn stiker2 aneh😋😋🤣🤣🤣
total 6 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
elaah galak amat we! padahal baru dtp tumbal, kok esmosian 😋😋😋
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ: kebanyakan ngemilin garem dia 😋
total 2 replies
🟡SENJA
hadeeeh mbok ratih, tejo jauh tersesat mbok 😤
🟡SENJA
astaga lakik macam apa 😭
🟡SENJA
wakakaak ibunya sendiri aja jadi kulineran 🤭
🟡SENJA
buseh 😅😅😅
🟡SENJA
wakakaak ga manusia ga setan kalau nganggur di bully 😅
FiaNasa
ntar klau jadian samanobita bisa direndang si Tejo ini
FiaNasa: bukan mesin ketiknya yg udah uzur tp yg ngetik😀
total 5 replies
Ayani Lombokutara
tumben dibab ini gk ada dialog setan laknat 🤣🤣
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: khusus Mellow🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!