NovelToon NovelToon
Iblis Penelan Langit

Iblis Penelan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Gu Sheng adalah matahari tercerah di Kota Azure, jenius dengan Tulang Dewa yang ditakdirkan menjadi penguasa langit. Namun, di malam ulang tahunnya, matahari itu dipadamkan oleh pengkhianatan yang paling keji. Tunangan yang sangat ia cintai, Mu Ruoxue, merobek dadanya dan mencuri Tulang Dewa-nya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya, Lin Tian.

Dibuang ke jurang maut dengan Dantian hancur dan jalur energi terputus, Gu Sheng seharusnya mati. Namun, darahnya membangkitkan Cincin Iblis Penelan Langit, sebuah warisan kuno yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jaring Kematian di Bawah Sinar Rembulan

Episode 28

Malam mulai merayap jatuh di atas Hutan Binatang Buas Azure, mengubah pilar-pilar cahaya matahari yang redup menjadi bayangan-bayangan panjang yang menakutkan. Langit di atas kanopi pohon raksasa kini berwarna ungu kehitaman, dihiasi oleh ribuan bintang yang tampak dingin dan tak terjangkau. Di bawah sana, di antara semak-semak yang rimbun dan akar-akar pohon yang menonjol seperti tulang belulang raksasa, kabut putih yang tebal mulai naik dari permukaan tanah, membawa aroma lembap yang menusuk tulang.

Gu Sheng berhenti di sebuah tanah lapang kecil yang dikelilingi oleh pohon-pohon beringin tua. Ia tidak menyalakan api unggun. Baginya, cahaya api di tengah hutan ini hanyalah undangan bagi kematian untuk datang lebih cepat. Sebaliknya, ia duduk bersila di atas sebuah batu besar yang dingin, meletakkan pedang Penebas Dosa secara horizontal di pangkuannya.

Suasana hutan di malam hari sangatlah berbeda dengan siang hari. Jika siang hari hutan ini terasa seperti medan perang yang berisik, maka malam hari hutan ini adalah sebuah jebakan yang sunyi. Suara gesekan daun bambu yang tertiup angin terdengar seperti bisikan ribuan hantu yang sedang mengintai.

Qing Er duduk di bawah batu besar tempat Gu Sheng berada. Ia mencoba mengatur napasnya, merasakan sisa-sisa energi Phoenix yang masih berdenyut hangat di jalur meridiannya. Meskipun luka di bahunya sudah menutup, rasa perihnya masih tertinggal, menjadi pengingat permanen bahwa ia baru saja membantai makhluk hidup untuk pertama kalinya.

"Tuan Muda... kenapa hutan ini tiba-tiba menjadi sangat sunyi?" bisik Qing Er, suaranya gemetar saat ia menatap kegelapan di depannya. "Bahkan suara serangga pun menghilang."

Gu Sheng membuka matanya. Pupil mata ungunya berkilat dalam kegelapan, memancarkan aura yang lebih menakutkan daripada kegelapan hutan itu sendiri. Melalui Gerbang Pertama (Kai Men), ia bisa merasakan bahwa kesunyian ini bukanlah kesunyian alami. Ini adalah Zona Hampa yang diciptakan oleh seorang predator yang sangat dominan.

"Karena kita sudah masuk ke wilayah perburuan Laba-Laba Bulan Spektral," jawab Gu Sheng datar. "Jangan bergerak, Qing Er. Lihatlah ke atas kepalamu."

Qing Er mendongak perlahan, dan seketika jantungnya seolah berhenti berdetak. Di dahan-dahan pohon di atas mereka, terdapat ribuan benang perak yang sangat tipis, hampir transparan di bawah cahaya bulan. Benang-benang itu membentuk jaring raksasa yang menutupi seluruh langit-langit hutan. Yang lebih mengerikan adalah, di setiap helai benang itu, terdapat cairan lengket berwarna hijau neon yang memancarkan aroma manis yang memabukkan racun saraf yang mampu melumpuhkan seekor gajah dalam hitungan detik.

“Bocah, waspadalah!” suara Kaisar Iblis bergema dengan nada yang sangat serius di dalam batin Gu Sheng. “Laba-Laba Bulan Spektral adalah monster tingkat lima puncak. Ia tidak bertarung dengan kekuatan otot, melainkan dengan kecerdikan dan ilusi. Benang-benangnya mengandung Jiwa Terperangkap dari mangsa-mangsa sebelumnya. Sekali kau menyentuhnya, jiwamu akan ditarik ke dalam labirin ilusi yang tak berujung!”

Gu Sheng mengepalkan tangannya di gagang Penebas Dosa. Ia bisa merasakan getaran dari pedang hitamnya yang mulai haus akan darah. "Ilusi... hmph. Di hadapan lubang hitam yang menelan segalanya, apa gunanya sebuah ilusi?"

Tiba-tiba, dari kegelapan di balik pohon beringin, sesosok makhluk raksasa merayap keluar dengan sangat tenang. Tubuhnya sebesar kereta kuda, ditutupi oleh bulu-bulu kasar berwarna putih perak yang berkilau di bawah sinar bulan. Delapan kakinya yang panjang dan tajam seperti tombak bergerak tanpa suara di atas benang-benang tipis. Di bagian kepalanya, terdapat belasan mata merah kecil yang menatap ke arah Gu Sheng dan Qing Er dengan kecerdikan yang tidak manusiawi.

Laba-Laba Bulan Spektral itu tidak langsung menyerang. Ia berhenti di atas dahan, lalu mengeluarkan suara klik... klik... klik... yang aneh dari mulutnya.

Seketika, kabut di sekitar mereka mulai berubah warna menjadi ungu pucat. Qing Er mulai merasa pusing. Ia melihat bayangan Mu Ruoxue dan Lin Tian muncul dari balik pohon, tersenyum mengejek ke arahnya.

"Tuan Muda... itu... itu mereka..." gumam Qing Er, matanya mulai kehilangan fokus. Ia mulai melangkah menuju bayangan tersebut secara tidak sadar.

"Qing Er! SADAR!" Gu Sheng membentak, suaranya mengandung getaran Qi Iblis Penghancur Bintang yang menghancurkan frekuensi ilusi di sekitar mereka.

Gu Sheng melompat turun dari batu besar. Ia tidak menggunakan pedangnya untuk menebas; ia justru menancapkan Penebas Dosa ke tanah dengan kekuatan penuh.

"Teknik Penelan Langit, Gema Hampa!"

BOOOOOMMMM!

Sebuah gelombang kejut berwarna ungu tua meledak dari titik hantaman pedang, menyapu kabut ilusi dan menghancurkan ratusan benang perak di sekeliling mereka dalam sekejap. Tekanan gravitasi di dalam radius sepuluh meter tiba-tiba meningkat drastis, membuat Laba-Laba Bulan Spektral itu hampir jatuh dari dahannya.

Laba-laba itu menjerit, suara jeritannya terdengar seperti gesekan pisau di atas kaca. Ia menyadari bahwa mangsanya kali ini bukanlah manusia biasa. Dengan kemarahan yang meluap, ia menyemburkan jaring perak raksasa dari mulutnya ke arah Gu Sheng.

Gu Sheng menyeringai kejam. "Akhirnya kau berhenti bermain-main."

Ia melepaskan satu tangannya dari pedang, lalu mengulurkan telapak tangannya ke depan. Sebuah pusaran hitam kecil muncul di tengah telapak tangannya, berputar dengan kecepatan yang menciptakan suara siulan angin yang tajam.

"Luluhkan," desis Gu Sheng.

Jaring perak yang mematikan itu, begitu menyentuh radius satu meter di depan Gu Sheng, mulai terpelintir dan terbakar oleh energi ungu. Alih-alih membungkus Gu Sheng, jaring itu justru tersedot masuk ke dalam pusaran hitam di telapak tangannya, diubah menjadi energi murni yang langsung dialirkan ke Dantian-nya.

“Hahaha! Energi dari monster tingkat lima puncak memang jauh lebih lezat daripada para penjaga kota itu!” Kaisar Iblis tertawa puas. “Teruslah menghisap, bocah! Gunakan energi ini untuk memperkuat Gerbang Ketiga-mu!”

Gu Sheng merasakan luapan kekuatan baru mengalir di jalur meridiannya. Ia melesat maju, bergerak seperti bayangan ungu yang membelah kegelapan malam. Dalam satu lompatan, ia sudah berada di udara, tepat di atas kepala Laba-Laba Bulan Spektral.

Laba-laba itu mencoba menusuk Gu Sheng dengan kaki-kakinya yang tajam, namun Gu Sheng menggunakan Penebas Dosa sebagai perisai, membiarkan serangan itu menghantam bilah pedang yang lebar.

TING! TING! TING!

Suara benturan logam bergema di tengah hutan. Gu Sheng mendarat di punggung laba-laba tersebut. Ia tidak langsung membunuhnya; ia justru meletakkan telapak tangannya di atas cangkang keras laba-laba itu.

"Penelan Langit, Ekstraksi Sumsum!"

SRUUUUUUUUUUUUUUUT!

Laba-laba itu mengejang hebat. Seluruh stadion maksud saya, seluruh area hutan itu bergetar karena jeritan kematian monster tersebut. Di bawah telapak tangan Gu Sheng, esensi kehidupan berwarna perak dari laba-laba itu ditarik keluar secara paksa. Cairan energi itu mengalir masuk ke dalam tubuh Gu Sheng melalui pori-porinya, memberikan sensasi dingin yang menyegarkan namun menyakitkan di saat yang sama.

Hanya dalam waktu satu menit, Laba-Laba Bulan Spektral yang tadinya gagah dan mengerikan itu kini menyusut, cangkang peraknya memudar menjadi abu-abu kusam, dan akhirnya hancur menjadi debu saat seluruh esensinya habis dihisap tanpa sisa.

Gu Sheng berdiri di atas tumpukan debu monster tersebut, napasnya mengeluarkan uap ungu yang tebal. Di dalam batinnya, ia merasakan sebuah penghalang di ulu hatinya mulai bergetar hebat.

Gerbang Ketiga: Gerbang Kehidupan (Sheng Men), mulai menunjukkan tanda-tanda akan terbuka.

"Satu lagi..." bisik Gu Sheng. "Satu monster tingkat lima lagi, dan aku akan membuka gerbang ketiga."

Qing Er mendekat dengan wajah yang masih sedikit pucat karena sisa-sisa ilusi. "Tuan Muda... Anda menghisapnya begitu saja? Apakah Anda tidak merasa... aneh?"

Gu Sheng menoleh, matanya yang ungu menatap Qing Er dengan tatapan yang sulit diartikan. "Dunia ini adalah tentang memangsa atau dimangsa, Qing Er. Laba-laba ini menghisap jiwa ribuan makhluk untuk menjadi kuat, dan aku hanya melakukan hal yang sama padanya. Kekuatan tidak memiliki warna; hanya kehendak penggunanya yang menentukan apakah itu cahaya atau kegelapan."

Ia kemudian mengambil sebuah kristal kecil berwarna perak dari sisa-sisa debu laba-laba itu sebuah Neidan (Inti Monster) tingkat lima puncak. Ia melemparkannya kepada Qing Er.

"Telan ini," perintah Gu Sheng.

"Hah? Tapi Tuan Muda, ini adalah energi monster yang sangat liar! Jika saya menelannya..."

"Garis Keturunan Phoenix-mu membutuhkan bahan bakar yang panas," potong Gu Sheng. "Duduklah dan lakukan meditasi sekarang. Aku akan menjaga area ini. Jika kau tidak bisa menyerap kristal ini dalam waktu satu jam, maka kau benar-benar tidak layak untuk mengikutiku ke Sekte Pedang Langit."

Qing Er menggertakkan giginya. Ia tahu ini adalah kesempatan sekaligus tantangan. Ia duduk bersila di atas tanah yang masih hangat karena sisa energi ledakan tadi, lalu memasukkan kristal perak itu ke dalam mulutnya.

Seketika, wajah Qing Er memerah padam. Uap panas meledak dari tubuhnya, menciptakan lingkaran api kecil di sekelilingnya. Gu Sheng berdiri mematung di sampingnya, memegang Penebas Dosa, matanya terus memantau kegelapan hutan.

Ia tahu, kematian Laba-Laba Bulan Spektral ini telah menciptakan kekosongan kekuasaan di wilayah ini. Dan di dalam hutan yang penuh dengan hukum rimba, kekosongan kekuasaan akan segera diisi oleh predator lain yang mungkin jauh lebih berbahaya.

“Bocah, aku merasakan sesuatu di arah timur,” kaisar iblis berbisik, nadanya kini mengandung sedikit kegembiraan yang aneh. “Sesuatu yang memiliki aroma 'Darah Manusia'... tapi bercampur dengan Qi yang sangat busuk. Sepertinya kita bukan satu-satunya manusia yang sedang berburu di hutan ini malam ini.”

Gu Sheng menyipitkan matanya. Ia merasakan getaran energi yang tidak beraturan dari kejauhan. "Pemburu liar? Atau... orang-orang dari Sekte lain?"

Ia mengepalkan tangannya, membiarkan Qi ungu-nya menyebar lebih luas. Siapa pun mereka, jika mereka berani mengganggu proses meditasi Qing Er, Gu Sheng akan memastikan bahwa hutan ini akan menjadi tempat peristirahatan terakhir mereka yang paling sunyi.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai sekte pedang langit dengan cara paling kejam thor bikin leluhur sekte itu memohon ampunan bunuh dia aja jangan libatkan sektenya bikin mcnya tidak peduli bantai sekte itu serap kultivasi mereka naikin ranah kultivasi habis itu bantai klan lin dan klan zhou
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bantai keluarganya zhou rou bikin mereka semua mengutuk zhou rou karena menganggu mcnya
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat robek musuhnya thor bantai klan zhao
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi mcnya sampai puncak habis itu bantai lintian dan zhaoru bikin zhaoru dan lintian memohon jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya kejam bantai lin tian beserta keluarganya bikin mcnya memasukkan pil itu ke dalam tubuh lintian bikin lintian tidak bisa bereinkarnasi bikin mcnya memakan lintian
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!