NovelToon NovelToon
Sang Pendiri Kekaisaran

Sang Pendiri Kekaisaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: yogasurendra

Huang Xuan dengan kekuatannya mengguncang dunia memimpin pemberontakan kepada Dewa. Disaat menuju kemenangannya, hal aneh terjadi hingga membuatnya kalah yang kemudian terjatuh kembali ke alam manusia. Disaat kejatuhannya, alam manusia telah memiliki peradaban maju yang ditandai dengan berdirinya dinasti Xia yang merupakan mandat dari alam Dewa untuk manusia. Setiap pemimpinnya memiliki garis darah Dewa membuatnya menjadi penguasa sejati alam manusia. Huang Xuan yang membenci para Dewa memulai perjalanannya dengan menggulingkan Dinasti Xia sebelum dirinya kembali memberontak ke alam Dewa.


"Dengan pedang sebagai pena dan darah sebagai tinta, aku Huang Xuan menulis sejarah dengan cara berdarah-darah. Tidak takut kepada Dewa, Setan dan Iblis karena aku lah penguasa sesungguhnya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penjaga Sungai Yinshe

Huang Xuan beranjak berdiri ke luar dari dalam kapal diikuti oleh Luo Qingyin. Udara tenang menerpa mereka dimana Luo Qingyao kembali naik ke dalam kapal. Huang Xuan mengadahkan tangannya mengambil tombak angin milik Lu Feng yang telah hancur. Dengan kekuatan nya, ia kembali menyatukan setiap bagian hingga menjadi utuh kembali.

"Tombak ini cukup bagus," ucapnya setelah mengamatinya dengan seksama.

"Untuk apakah senior mengembalikannya semula?" tanya Luo Qingyin penasaran.

"Jika tombak angin mencap di benteng Wang Guan sebagai lambang gugurnya salah satu pilar Xia. Kaisar tidak akan tinggal diam begitu saja karena ini merupakan sebuah penghinaan. Pilihannya hanya mati atau merebut kembali tombak itu karena jika berita tombak angin utuh kembali dan berada di benteng Wang Guan maka perintah akan segera turun," jawab Huang Xuan.

Ia melayang di udara mengayunkan jarinya seketika tombak angin berada dalam genggamannya.

"Aku berharap kapal ini bertahan karena sesuatu akan datang lebih kuat dari Lu Feng," ucap Huang Xuan membuat keduanya kebingungan.

"Tunggu! Ini adalah bencana,"balas Luo Qingyao menyadari energi besar mendekati mereka dengan kecepatan luar biasa.

Sungai Yinshe berbuih berubah warna menjadi keruh seketika gelombang dashyat bergejolak menghantam kapal dari berbagai sisi. Luo Qingyao meniupkan seruling giok miliknya melindungi kapal dengan energi spiritual.

"Apa yang terjadi?" tanya Luo Qingyin.

"Penjaga sungai Yinshe telah terbangun dari tidurnya," jawab Luo Qingyao.

"Bocah, kau cukup berpengetahuan. Namun, kalian bodoh hingga membiarkan junjungan kalian yang begitu berharga menyusup ke daerah musuh hanya berbekalkan 1.000 prajurit yang semuanya adalah pengkhianat. Aku tak habis berpikir dengan apa yang ada dalam otak kalian," balas Huang Xuan menggenggam erat tombak miliknya telah bersiap untuk bertarung.

Gelombang tinggi puluhan meter melesat menuju ke arah kapal dengan kecepatan tinggi. Huang Xuan membelah gelombang ombat tersebut mencegah kapal mengalami kerusakan berlebihan. Pusaran air muncul begitu besar yang kemudian seekor ular perak muncul dari dasar sungai. Matanya merah menyala dan aura membunuh menguar dari nya.

"Canghai... Sepertinya aku harus menyadarkanmu dari aura gelap yang menyelimuti tubuhmu yang perlahan mengikis kesadaranmu. Tak kusangka ular kecil yang dahulu aku lepaskan di sungai Yinshe sekarang begitu besar bahkan memiliki niat membunuh kuat,"ucap Huang Xuan tertawa kecil.

Ular perak tersebut membuka mulutnya lebar dan dari dalam muncul sosok pria misterius dengan rambut keperakan tergerai bertelanjang dada mengenakan bawahan senada akan rambutnya. Tatapannya datar seakan-akan tidak memiliki emosi apapun.

"Siapa kau?" ucapnya dengan nada dingin tanpa eksprsi dari wajahnya.

"Aku Tuanmu," balas Huang Xuan singkat.

"Aku tak memiliki Tuan," ucapnya yang membuat Huang Xuan mendengus dingin.

"Baik. Aku akan mengingatkan siapa Tuan mu"

Huang Xuan melesat mengayunkan tombaknya beberapa kali menarik awan hingga angin yang kemudian seekor naga angin tercipta menjadi tunggangannya. Gemuruh terjadi pertarungan dahsyat tak terelakkan ketika Huang Xuan mengamuk menggunakan seni tombak dengan sempurna. Canghai membuka mulutnya menarik pedang kemudian melesat ke luar dari dalam mulut ular mengayunkan pedangnya menangkis setiap serangan Huang Xuan. Ular perak kembali menyelam masuk ke dalam air menghilang untuk sejenak. Bayangan tubuh besarnya terlihat mengelilingi kapal membuat Luo Qingyao mengepalkan tangannya kesal.

"Merepotkan," gumamnya dengan ekspresi buruk.

"Aku akan membantu," balas Luo Qingyin menarik pedangnya melayang di udara mengusap pedangnya pelan meledakkan auranya seketika beberapa bayangan ke luar dari dalam tubuhnya menyerang dan menangkis setiap serangan ular perak.

Luo Qingyao terkejut melihat perkembangan saudara sepupunya itu yang memiliki jurus baru dengan kecepatan dan presisi tepat dalam hal pertarungan. Huang Xuan menoleh ke belakang sekilas melihat Luo Qingyin tersenyum tipis.

"Cukup baik untuk pertama kali menggunakannya," gumamnya memujinya secara tulus.

Ia kembali menatap Canghai dengan ekspresi buruk ketika menyadari bahwa 7 emosi telah hilang dari diri Canghai membuatnya tak merasakan apapun dan tumbuh dalam pembantaian menelan segalanya menggunakan hawa kematian untuk tumbuh menjadi kuat serta menarik energi iblis mengubahnya menjadi benih iblis.

"Sepertinya sesuatu terjadi ketika aku pergi. Benih iblis yang telah berkembang di dalam tubuhmu harus dihancurkan atau kau kehilangan sepenuhnya jiwa mu sendiri,"ucap Huang Xuan.

"Aku kuat tidak terkalahkan. Siapapun yang melewati sungai Yinshe akan mati. Aku lapar ingin makan manusia untuk bertambah kuat,"balas Canghai mengungkapkan maksud tujuannya terbangun dari tidurnya.

"Baiklah. Aku harap kau ingat bagaimana rasa sakit bisa membunuh secara perlahan. Kebetulan aku ingin mencoba ketahanan tombak angin ini apakah bisa menahan jurus yang aku ke luarkan,"balas Huang Xuan mengayunkan tombaknya menendangnya dengan kuat seketika kilatan cahaya melesat lurus menghantam Canghai memaksanya mundur puluhan meter.

"Jurus Pertama: Tombak Penembus Fajar Timur," ucapnya lantang.

Canghai mengerutkan keningnya ketika menahan dorongan energi yang begitu kuat. Huang Xuan muncul mengambil kembali tombak miliknya berputar mengayunkan dengan sekuat tenaganya menjatuhkan Canghai ke dalam sungai. Ia segera menyusul terjun ke dalam sungai Yinshe mencari keberadaan Canghai yang menghilang dalam sekejab. Arus air terasa hangat membuatnya tersenyum meremehkan menendang ke salah satu arah yang kemudian membuat Canghai muncul. Ayunan pedangnya menciptakan kilatan putih menyilaukan mata untuk sejenak.

Huang Xuan menghindarinya kemudian memutar-mutarkan tombaknya menciptakan gelombang energi berbentuk pusaran begitu besar hingga lubang besar tercipta. Canghai terjebak di dalam arus pusaran angin yang dipenuhi oleh angin tajam yang menyerangnya secara beruntun menggores kulitnya yang menyebabkan sisik ular keperakan miliknya muncul menahan serangan angin tajam yang tak ada hentinya.

"Jurus kedua: Auman Naga Menggetarkan Langit," ucap Huang Xuan membuka mulutnya mengeluarkan raungan mengerikan yang terdengar menggema dan mampu membuat siapapun tuli dibuatnya.

Ia melemparkan kembali tombak miliknya melesat mengambilnya kembali bertarung dari jarak dekat dengan Canghai hingga keduanya terlibat dalam pertarungan sengit ketika dentingan pedang terdengar memercik kan api di tengah pusaran air. Gendang telinga Canghai pecah membuat darah mengalir ke luar dari kedua telinganya. Ia mengerutkan keningnyav seperti merasakan keanehan kemudian kembali melesat ke udara menghindari hujaman tombak Huang Xuan yang membabi-buta.

"Jurus ketiga: Penghancur Bintang Cakrawala," ucapnya mengumpulkan energi qi miliknya kemudian dilemparkannya ke arah Canghai dimana cahaya keemasan menyelimuti tombak angin dan berhasil memotong salah satu telinganya.

Huang Xuan muncul di udara mengambil kembali tombaknya dan dilemparkannya dengan kecepatan tinggis secara beruntun memotong telinga Canghai hingga menyayat beberapa bagian tubuhnya. Awan hitam berkumpul disertai suara gemuruh begitu dahsyat. Perlahan-lahan awan turun begitu dekat seakan-akan langit akan runtuh. Huang Xuan menghentakkan tombaknya di udara menatap dingin Canghai.

"Aku tak akan membiarkan mu menggunakan kekuatanmu,"

Canghai hanya diam memandang Huanng Xuan dimana aura keemasan memancar di langit dimana awan yang turun membawa angin kuat disertai kemunculan kepala naga dari dalam awan.

"Jurus keempat: Naga Awan Tanpa Batas!"

Seekor naga ke luar dari awan mengaung keras melesat ke arah Canghai. Ketika jarak keduanya begitu dekat sebuah cahaya perak menerangi segalanya dan kemunculan naga perak mengenakan mahkota kecil mengigit bagian tubuh naga hingga keduanya bertarung di udara. Suara geraman hingga desisan ular memenuhi langit yang suram. Huang Xuan mengangkat tangannya ke langit membuat suara gemuruh kian terdengar mengerikan disertai percikan petir muncul dimana-mana.

"Jurus kelima: Cahaya Biru Petir Langit" ucapnya memerintahkan ratusan petir turun.

Hujan petir dimana-mana dengan suara ledakan yang mengerikan. Canghai meliuk-liuk kan tubuhnya menghindari setiap petir yang turun menghujani nya sembari menyerang naga awan yang memburunya. Huang Xuan mendengus dingin melihatnya. Ia melemparkan tombak nya ke arah naga awan membuat segel tangan membuat keduanya menyatu.

"Jurus keenam: Nadi Naga Membakar Langit"

Naga awan meraung merubah bentuknya dimana setiap bagian tubuhnya diselimuti api. Nyala api membara menerangi gelapnya langit. Canghai mendesis merasakan tubuhnya terbakar oleh api yang membuat sisik perak miliknya perlahan-lahan mencair. Ia menyemburkan cairan logam dibalas oleh api membuat guguran logam panas berjatuhan di sungai membuat asap membumbung tinggi. Huang Xuan menggerakkan sang naga menggunakan jarinya memburu Canghai kemanapun pergi.

"Jurus ketujuh: Ekstrem Langit Pemusnah Bayangan"

Sang naga menghilang secara tiba-tiba ditengah asap putih.

Sringg!! Sring!! Sring!!!

Darah mengucur deras dari tubuh Canghai kembalui ke wujud manusianya. Sungai Yinshe berwarna merah oleh darah sang penjaganya.

"Bagaimana? Jika kau mengatakan menyerah maka aku akan berhenti," ucap Huang Xuan menghentikan serangannya.

Kini Canghai kehilangan kedua tangannya begitupun telinganya. Tak ada jawaban darinya hanya satu kata yang membuat Huang Xuan mengerutkan keningnya.

"Mati," ucap Canghai singkat.

"Baiklah, aku akan mengabulkan permintaan mu," balas Huang Xuan mengangkat telapak tangannya membuat segel rumit seketika formasi kuno muncul dan aura kuat menguar dari dalam.

"Jurus kedelapan: Naga Biru Kembali Ke Asal"

Naga biru legenda salah satu penjaga arah mata angin ke luar dari dalam formasi meraung menunjukkan kekuasaannya menampilkan wujudnya yang begitu agung.

"Serang!" perintah Huang Xuan.

Naga biru melesat turun dari langit membuka mulutnya dimana perlahan-lahan wujudnya menghilang berubah menjadi tombak melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Canghai menembus dada nya secepat kilat.

Crashhhh!!!

Canghai terjatuh setelahnya dengan tatapan aneh menatap Huang Xuan. Asap putih kembali muncul menutupi pemandangan apa yang terjadi. Ular perak yang menyerang kapal menghilang setelah dikalahkan oleh Luo Qingyin. Suasana begitu hening dan keduanya tak mengetahui situasi yang sebenarnya terjadi dan siapa pemenangnya.

1
Nanik S
Huang Xuan lupa ingatan
Nanik S
Perang lagi
Nanik S
Ternyata Menyelamatkan Qingyun agar terhindar dr peoerangan
Nanik S
Kaisar ternyata licik juga
Nanik S
Naga perak pasti lenyap
Nanik S
Petikan senar hanya menghancurkan tombak 👍👍
Nanik S
Budak para dewa
Nanik S
Apakah Huang Xuan akan meninggalkan dunia Fana
Nanik S
Lanjuutkan
Nanik S
Huang Xuan .. menyesuaikan kondisi tubuhnya di alam yang baru
Nanik S
Hadir 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!