Disarankan membaca dulu ,
Omku Suamiku Season 1
Projek memikat hati suami.
ini sequel gabungan keduanya 👆
" Hai, Sweet heart, pulang bareng aku ! " Adam sudah duduk diatas jok motornya, tersenyum manis ke arah Regina.
" Jangan ganggu adikku " Dengkus Elang kesal.
" Dia cuma adik sepupu mu " Adam mencibir.
Bagaimana keseruan kisah cinta, adik, tetangga, keponakan dan para Om kecil yang melingkari kehidupan mereka seperti rantai yang saling bertautan, sementara orang tua mereka juga memiliki hubungan yang sama rumitnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Kenapa kau manis sekali
Motor yang dikendarai Elang sudah berhenti dirumah orang tua Freya,tetapi gadis itu terlalu terlarut dalam suasana nyaman dengan menyandarkan kepala??nya ke punggung Elang dan tangannya yang melingkari pinggang pria itu.
ehem .
Elang berdehem.
"Frey,sudah sampai ,apa kau tertidur ? " tanya Elang menoleh kebelakang .
" hah " Freya tergagap lalu tertawa malu .
" makasih ,Mas " ucapnya setelah turun dari boncengan Elang .
Elang tidak menjawab ,lalu kembali melajukan motornya menuju rumah yang hanya berjarak seratus meter dari tempat tinggal Freya.
Freya berteriak senang sembari melangkahkan kakinya menuju rumah.
ya ampun Mas Elang...kenapa kau manis sekali ? andai saja aku yang lahir duluan dari pada kak Adam, pasti aku sudah jadi pacarmu ,mas . aish .. kalau aku lahir duluan menggantikan kak Adam, bukankah aku lebih tua ?
Freya menepuk jidatnya sendiri
" kenapa non ? sakit kepala ? " tegur Bik Sumi melihat tingkah laku Freya,
" ach..bik Sum , kepo dech " ucapnya sedikit berlari menaiki tangga menuju ke kamarnya yang berbagi dengan Gaia.
*
*
" Gin, ayo pulang ! " ajak Adam setelah semuanya sudah kembali kerumah masing-masing , kecuali hanya tertinggal Adam dan Regina .
peraturan yang orang tua mereka masing masing buat, sebelum magrib tanpa terkecuali semua sudah sampai dirumah ,kecuali di malam akhir pekan,ada sedikit kelonggaran sampai jam delapan malam , sisa nya dalam penjalankan pelaksanaan harian butik ,konter cake , kue dan aneka dissert , diserahkan pada masing masing orang yang sudah dipercayai.
kalau melanggar aturan , Papa Tyo , Ayah Gunawan ,Papa Dimas dan Papa Yonan akan mencabut izin untuk mereka tanpa terkecuali , buat anak dan istri membuka usaha , bagi para Ayah ,mereka masih mampu untuk membiayai kebutuhan anak dan istri dengan baik tanpa harus berkelebihan .
" ayo pulang ! kenapa ? tadi dimarahi Elang ? " tanya Adam segera meraih tangan Regina yang belum bergerak dari duduknya disalah kursi yang ada di butik .
Regina hanya menatap Adam dengan diam dan wajah yang sendu .
Adam tahu jika sedari sampai ke Coffeshop dan dimarahi oleh Elang, pasti suasana hati Regina sangat tidak baik.
Adam yang biasa bersikap cengengesan dan mengobral kata kata manisnya ,sejak pembicaraan seriusnya pada Elang ,membuat Adam berpikir lebih serius .
tangan yang memegang jemari Regina masih belum dilepaskan , dan Regina juga tidak berniat untuk melepaskannya juga .
" sekarang kita pulang saja dulu , jika kau ingin bercerita , aku akan selalu ada untukmu ,Gin, jangan gara gara keterlambatan kita berdua sampai rumah , akan mengacaukan semuanya., yuk ! " Adam menarik lebih keras agar Regina mau berdiri .
tanpa melakukan penolakan Regina mengikuti Adam menuju motornya di parkir,Regina juga hanya pasrah saat Adam memasangkan helm dikepalanya , menarik kedua tangan Regina agar memeluk pinggangnya,melihat kepatuhan Regina bukan membuat Adam senang ,justru Adam menjadi sedih .ia lebih menyukai karakter Regina yang malu malu menolak sembari memukul lengan atau bahunya pelan dengan manja.
kemarahan seperti apa yang sudah Elang lontarkan kepadanya sehingga membuat wajah cantik itu bersedih ?
Adam bergumam sembari memasang helm dikepalanya sendiri.
" kau butuh aku untuk mendengarkanmu bercerita ? " Adam menahan tangan Regina saat motor Adam sudah berhenti didepan rumahnya .
Regina mengangguk dengan mulut yang masih terkunci rapat sedari Coffeshop.
"setelah makan malam ,aku akan kerumahmu " Adam melepaskan tangannya dari cekalannya pada pergelangan tangan Regina.
Regina hanya diam dan tidak perlu mengiyakan , karena baik Adam maupun Regina tahu,jika keduanya sudah sepakat akan bertemu kembali setelah jam makan malam.
" pasti dia sudah bercerita padamu kan , Dam " tanya Regina langsung begitu keduanya sudah duduk ditaman mungil samping rumah Ayah Gunawan dengan membawa kursi plastik .
keduanya sengaja sedikit menjauh dan tidak mau duduk di kursi yang ada di beranda rumah , karena kuwatir omongan keduanya akan didengar oleh seseorang ,walaupun Ayah dan Ibunya menerapkan untuk tidak boleh ikut campur dengan urusan yang sangat pribadi sampai yang bersangkutan mengungkapkannya , tetapi siapa yang bisa menjamin dengan Leon yang acap kali keluar masuk teras , ruang keluarga dan ruang tamu dengan kesibukan yang tidak dimengerti oleh anggota keluarga ,
entah apa yang dikasak kusuki oleh kedua remaja labil , Leon dan Benua.
" sudah , Elang sudah menceritakan semua , ia melakukan itu demi melindungimu , Gin .kau adik perempuannya terlepas dari adik sepupu , tapi kau tetap adiknya , kau jangan marah padanya " Adam mencoba memberi pengertian pada Regina.
" kau tahu ,Dam ,dia marah sekali tadi, selama ini aku belum pernah melihatnya semarah itu , kalau aku sedikit salah , ia akan memberitahu aku dengan baik baik , mungkin dimata orang lain, dia pria yang kaku dan dingin, tetapi padaku ,dia tidak begitu ,aku takut jika dia akan mengadukanku pada Ayah , Ibu dan Om Tyo "
" kalau mereka semua tahu , tidak akan ada kesempatan bagiku untuk membela diri ,Dam " Regina menangis sesenggukan .
" kau menyukai pria itu ? " tanya Adam pelan , padahal pertanyaan itu cukup menyakitkan baginya .
jangan katakan iya ,Gin, kumohon Tuhan ! buat kepalanya menggeleng
do'a Adam dalam hati.
Regina menatap Adam dengan mata yang berkaca kaca , tangis ketakutannya belum reda .
aku menyukaimu ,Dam , kenapa kau bodoh sekali
Regina memaki Adam dalam hati
" tentu saja tidak , Dam " ujar Regina
Adam menghembuskan napasnya lega pelan pelan
" terus kenapa kau mau saja menerima pemberiannya ? "
Regina diam saja.
" kau kan tahu, Gin , tidak akan ada seorang pria yang akan memberikan sesuatu atau barang dan perhatian lebih pada orang lain , khususnya lawan jenis jika ia tidak mempunyai tujuan lain atau katakanlah menaruh hati . kecuali pada ibu atau saudara perempuannya "
" apakah termasuk kamu, Dam ? " tanya Regina menatap Adam secara intens .
Adam terkekeh .
" kita tidak sedang membahas aku , Gin " elak Adam.
" walaupun pria itu masih lajang , dia tidak pantas untukmu , apakah kau ingin mengulang sejarah perjalanan ,orang tua kita ? tidakkan ?
" jadi , kau menyesal dan malu mempunyai orang tua seperti mereka yang memiliki perbedaan usia yang sangat mencolok , begitu maksudmu ? " sembur Regina.
" tidak , aku cukup bangga dan bahagia terlahir dari wanita cantik seperti Mama Cinta dan pria yang hangat seperti Papa Dimas , tetapi bukan berarti kau akan mengulang sejarah mereka ,Gin . cukup kisah itu berhenti pada Om Yo dan Tante Sushi " tukas Adam.
" jauhi pria itu dan jangan lagi datang ke tokonya, aku bersedia mengantar kemanapun jika kau akan membeli barang , tetapi tidak di Mini Market itu , jika kedapatan kau tetap kesana tanpa aku mau pun Elang, kami berdua akan menyeretmu bagaimanapun caranya " ucap Adam juga memberikan ancaman .
" kau bersedia akan mengantarkan kemanapun aku mau ? "tanya Regina memiringkan wajahnya menatap Adam dengan senyum yang mulai menghiasi wajahnya .
"iya , aku akan mengantar kemanapun kamu mau "
" cuma mengantar ? apa kamu mau jadi abang ojek pribadiku ? " tanya Regina lagi .
" kenapa kau sekarang jadi banyak bicara ? hemm.."Adam menggusak rambut di kepala Regina lalu memberikan kecupan kilat didahi perempuan itu .
cup
Adam berlalu pergi dari hadapan Regina, melangkah menuju kerumahnya.
Regina yang mendapatkan kecupan singkat didahinya mamatung cukup lama sehingga tidak menyadari jika Adam sudah tidak ada .
" Adaaaaammmm " teriak Regina kencang .
terdengar kekehan keras di depan rumah Papa Dimas .
▫️
▫️
▫️
...🌻🌻🌻🌻🌻...