Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6: PRIA MISTERIUS
Bugh! Krak! Bugh!
Pertarungan sengit terus berlanjut di bawah temaram lampu jalan. Enam pria dewasa berbadan besar mengepung seorang gadis ramping, namun kenyataannya, perawakan kecil itu sama sekali tidak sebanding dengan tenaga mematikan yang ia miliki.
Athena bergerak bagai bayangan, setiap serangannya presisi dan menghancurkan.
Melihat satu per satu anak buahnya tumbang dengan tulang patah, bos dari perkumpulan berandalan itu mulai merasa tersudut.
Diliputi rasa takut dan murka, ia mengambil langkah licik. Tangan kanannya bergerak diam-diam merogoh saku jaket, menarik sebilah pisau lipat yang berkilat tajam, lalu menusukkannya secara tiba-tiba dari arah samping.
Ujung pisau itu mengarah tepat ke perut bagian kanan Athena. Namun, sebelum besi tajam itu sempat merobek pakaiannya, kepekaan indra Athena yang luar biasa langsung menangkap pergerakan tersebut.
Tanpa menoleh, Athena mencengkeram pergelangan tangan pria itu dengan sangat kuat, memutarnya hingga terdengar bunyi patahan, lalu menarik tubuh ringsek sang bos ke depan dadanya.
Tanpa ampun sedikit pun, kedua tangan lentik Athena mengunci kepala pria itu dan memuntirnya dengan satu sentakan cepat.
Krekk!
Suara nyaring dari patahnya tulang leher menggema parau di jalanan yang sepi.
Tubuh besar sang bos seketika ambruk ke aspal seperti boneka kain yang kehilangan talinya. Tewas seketika.
Suasana mendadak hening. Tiga anak buah yang tersisa langsung menghentikan gerakan mereka, membeku di tempat dengan mata membelalak horor. Mereka menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana gadis itu memb**uh bos mereka tanpa berkedip sedikit pun.
Aura gelap dan dingin—seolah jiwa iblis tengah bangkit dari dalam diri Athena—menguar pekat, menekan atmosfer di sekitar mereka hingga terasa mencekam.
Athena berdiri tegak di samping mayat sang bos, lalu mengalihkan pandangan birunya yang tajam kepada sisa pengeroyok.
"Ada yang mau nyusul dia?" tanyanya dengan nada rendah yang sungguh menekan mental.
Secara tidak sadar, ketiga preman itu menggelengkan kepala serempak, nyali mereka menciut drastis. Namun, sedetik kemudian, ego mereka sebagai pria dewasa bangkit kembali. Mereka menyadari bahwa di hadapan mereka hanyalah seorang gadis muda. Tidak mungkin mereka tidak bisa mengalahkannya jika maju bersama secara membabi buta.
"Jangan banyak omong! Mati kau, jal*ng!" teriak salah satu dari mereka, membuang rasa takutnya lalu berlari menerjang maju dengan pisau terhunus. Dua temannya mengikuti dari belakang.
"Dasar bodoh," desis Athena datar.
Gadis itu tidak lagi berniat menahan diri. Dengan gerakan yang teramat santai namun secepat kilat, Athena menyambut serangan mereka, langsung mengincar titik-titik vital tubuh lawan.
Syut... Bugh... Jleb!
Brukk!
Athena merebut pisau dari tangan lawan pertama, lalu memutarnya untuk menusuk tepat di urat leher preman tersebut. Darah segar menyembur, disusul dengan tumbangnya tubuh itu ke tanah. Dua orang berikutnya menyusul dalam hitungan detik dengan luka yang tidak kalah mematikan.
Sebenarnya, Athena bisa saja menyelesaikan pertarungan tak seimbang ini sejak awal dengan mudah. Namun, ia sengaja bermain-main sebentar untuk meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku. Sial bagi mereka, bos preman itu justru memancing amarahnya dengan tindakan picik, yang akhirnya berujung pada pembantaian massal malam ini.
Kini, dari dua puluh orang yang mengepung di awal, hanya tersisa satu orang pria yang masih hidup. Menyaksikan seluruh temannya telah menjadi mayat dalam sekejap, pria itu langsung berbalik arah dan kabur menembus kegelapan malam tanpa memedulikan hal lain lagi.
Athena membiarkan kecoa terakhir itu lolos. Ia hanya membuang pisau di tangannya ke aspal, lalu mengibaskan saku hoodie-nya yang sedikit terkena cipratan darah dengan ekspresi wajah yang teramat datar, seolah baru saja menyelesaikan urusan sepele.
...***...
Setelah menyelesaikan pertarungan berdarah itu, Athena membalikkan tubuhnya. Kakinya jenjangnya melangkah santai mendekat ke arah pria misterius yang masih terkulai lemah di sudut jalan akibat pengeroyokan brutal tadi.
Athena berjongkok di hadapan pria itu. "Lo gak apa-apa?" tanyanya datar, menatap lurus ke dalam manik mata kelam milik sang pria yang sedalam lautan.
"Hmm," jawab pria itu singkat dengan suara berat yang serak.
Dari jarak sedekat ini, sang pria bisa melihat dengan jelas detail wajah Athena di bawah temaram lampu jalan. Potongan rambut pirang sebahu dengan ujung ombre biru langit yang membingkai wajah cantik nan dingin tanpa riasan itu terlihat luar biasa menawan.
‘Cantik...’ batin pria itu tertegun.
Deg... deg... deg...
Detak jantung di dalam dada pria itu tiba-tiba saja berpacu menggila tanpa alasan yang jelas, terutama saat tangan lentik Athena bergerak tanpa ragu untuk memeriksa lebam di sekitar rahang dan sudut wajahnya.
"Oh, cuma lebam dikit doang," ujar Athena acuh setelah memastikan tidak ada luka yang benar-benar fatal di wajah pria itu. Ia menarik kembali tangannya lalu berdiri tegak.
"Lo mau gue anter ke rumah sakit, atau mau hubungi keluarga lo? Buruan, gue gak punya banyak waktu."
Athena sebenarnya agak bingung jika harus membawa pria asing yang bersimbah darah ini ke rumah sakit sendirian dengan motor sport-nya.
"Temen," jawab pria itu, lagi-halis sangat singkat.
"Hah? Temen?" beo Athena, mengernyitkan alisnya bingung.
Athena tahu dirinya adalah tipe orang yang dingin dan cuek. Tapi, pria di hadapannya ini berada di level yang berbeda—dia jauh lebih irit bicara sampai membuat orang di sekitarnya harus menebak-nebak arti kata-katanya.
"Maksud lo, lo mau gue ngehubungin temen lo buat jemput ke sini?" tanya Athena setelah berhasil menerjemahkan maksud terselubung dari satu kata pria itu.
"Hmm."
Athena menghela napas panjang, sebelah tangannya bertengger di pinggang. "Mana HP lo? Buruan keluarin. Gue mau balik, lelet bener jadi laki," ucapnya blak-blakan dengan nada kesal yang tidak ditutup-tutupi.
Mendengar gerutuan ketus gadis itu, pria misterius tersebut tidak marah. Ia justru menuruti perintah Athena dengan merogoh saku celananya secara perlahan dan menyerahkan sebuah ponsel pintar mahal bernuansa hitam kepada Athena.
Setelah menerima ponsel tersebut, Athena meminta pria itu membuka sandinya lewat pemindaian wajah, lalu segera mengirimkan pesan koordinat lokasi mereka saat ini ke nomor kontak yang ditunjuk oleh sang pria.
Setelah urusan kirim pesan selesai, Athena mengantongi kembali kedua tangannya ke dalam saku hoodie hitamnya. Ia memutuskan untuk tetap berdiri di sana, menemani lelaki itu sampai jemputannya tiba.
Walaupun ketus, Athena tetap tidak tega meninggalkan orang yang terluka parah sendirian di jalanan sepi seperti ini.
‘Sia-sia gue repot-repot nolong kalau ujung-ujungnya nih manusia irit suara mati konyol karena kehabisan darah sebelum temennya dateng,’ batin Athena mendengus malas, sambil mengedarkan pandangannya ke arah jalanan malam.
...----------------...
WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨
Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥
STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 07.00 dan 17.00 😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰
orng mh malu2 meong,ni mlah malu2 setan....🤣🤣🤣
mau blang dia bdoh,tp dia ky gt ada alasannya....tp mlai skrng,jgn jd pngmis lg y thea....luka saat ini jd luka trakhir untkmu,abs tu ksih mreka blsan yg stimpal.....gemes aku tuuhh....pgn nabok....😠😠😠😡
Aku udh mmpir,slm knal....
btw,mskpn aku udh prnh bca crta yg sma tp aku ttp bca ko....aku suka cwek kuat dn tgas,ga yg ratu drama ky yg onoh....😁😁😁....
Aku tnggu up'ny y....smngttt....