NovelToon NovelToon
Pengganti Yang Dipilih

Pengganti Yang Dipilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat / Misteri
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayyun

Olivia Nugraha, gadis 18 tahun yang baru lulus SMA, terpaksa menggantikan kakaknya, Olin, untuk menikah dengan Juna demi menjaga nama besar keluarga mereka. Ia mencoba melawan, namun Oma selalu selangkah lebih maju. Pernikahan tetap terjadi.

Sementara itu, keberadaan Olin masih menjadi tanda tanya. Benarkah ia kabur? Atau ada alasan lain di balik menghilangnya? Dan mengapa namanya kembali disebut saat ia resmi menjadi bagian dari dinasti?

Karena mungkin… Olivia tidak pernah benar-benar dipilih untuk menggantikan Olin, tapi ia dipilih karena seseorang sudah mengincarnya sejak awal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Malamnya, Olivia berdiri di balkon. Halaman depan dipenuhi persiapan. Tenda mulai dipasang. Lampu-lampu digantung. Rumah itu berubah seperti venue. Ia menatap ke bawah.

Juna baru saja turun dari mobil. Kemeja putih, lengan digulung. Ia berbicara dengan vendor dengan wajah serius tapi tenang. Seolah semua ini benar-benar akan terjadi.

Olivia menghela napas panjang. Kalau ia tidak bisa kabur…Mungkin ia harus bicara langsung. Dengan satu keputusan nekat, ia turun ke bawah.

“Kak.”

Juna menoleh. “Kenapa belum tidur?”

“Gue mau ngomong sesuatu.”

“Sekarang?”

“Iya. Sekarang.”

Mereka berdiri agak menjauh dari keramaian. Olivia menatapnya lurus.

“Lu mau pernikahan ini?”

Pertanyaan itu menggantung di udara malam. Juna menatapnya beberapa detik. Tidak bercanda. Tidak sinis.

“Gue nggak pernah bilang gue mau.”

Jawaban itu membuat jantung Olivia berhenti sesaat.

“Tapi gue juga nggak pernah bilang gue nggak mau,” lanjutnya.

Olivia mengerutkan kening. “Itu jawaban apa sih?”

Juna mendekat sedikit, suaranya lebih rendah.

“Kadang dalam hidup, kita nggak dikasih pilihan mau atau nggak. Yang ada cuma… siap atau nggak.”

Olivia terdiam.

“Dan lu?” tanya Juna balik. “Lu siap?”

Olivia hendak menjawab—tiba-tiba dari dalam rumah terdengar teriakan panik.

“Bu Dewi! Bu Dewi!”

Keduanya spontan menoleh. Seorang staf berlari keluar dengan wajah pucat.

“Gaun pengantin Miss Olivia—”

Olivia membeku.

“Kenapa?” suara Dewi terdengar dari dalam.

Staf itu menelan ludah.

“Gaunnya… hilang, Bu.”

Dewi berdiri kaku di ambang pintu. “Maksudnya hilang bagaimana?”

“Sudah tidak ada di kamar penyimpanan. Plastik cover-nya ada… tapi gaunnya tidak ada.”

Sunyi. Angin malam terasa lebih Dingin. Olivia dan Juna saling pandang.

Olivia tersenyum tipis, untuk pertama kalinya sejak hitung mundur dimulai, sesuatu tidak berjalan sesuai rencana keluarga.

Dan anehnya… Olivia tidak panik. Ia justru merasakan sesuatu yang hampir seperti… lega.

“CCTV?” tanya Juna tenang.

“Sedang dicek, Tuan.”

Beberapa orang mulai bergerak cepat. Staf keluar masuk rumah. Suasana berubah seperti markas darurat. Olivia berdiri di tangga, memandangi kekacauan kecil itu.

Gaunnya hilang. Bukan rusak. Bukan tertinggal. Hilang. Ia tahu satu hal pasti—Ia tidak menyentuhnya.

Dewi menoleh tajam ke arah Olivia. “Kamu.”

Olivia mengangkat alis. “Aku?”

“Jangan main-main.”

“Kalau aku mau sabotase, aku bakar sekalian, Oma. Bukan ngilangin.”

Beberapa staf menahan napas. Juna menahan sudut bibirnya yang hampir naik. Tak lama, salah satu petugas keamanan datang tergesa.

“Bu, CCTV kamar penyimpanan kosong.”

“Kosong bagaimana?” suara Dewi meninggi.

“Rekamannya ada. Tapi tiga jam terakhir… tidak ada aktivitas siapa pun masuk atau keluar.”

Sunyi. Olivia merasakan bulu kuduknya berdiri.

“Mustahil,” gumam Juna.

Pintu kamar penyimpanan tidak rusak. Tidak ada tanda paksa. Plastik penutup masih tergantung rapi di hanger. Seolah gaun itu… menguap. Jesica langsung ditelepon.

“Liv???” suara Jesica terdengar campur antara panik dan excited. “Gue lagi di rumah kok! Jangan tuduh gue!”

“Gue nggak nuduh,” jawab Olivia datar. “Tapi lu lagi senyum kan sekarang?”

“Sedikit.”

Olivia menutup telepon. Di tengah kekacauan, seorang staf lain berlari kecil.

“Bu… ada paket.”

“Paket apa lagi?” Dewi hampir kehilangan kesabarannya.

“Di depan gerbang. Tidak ada nama pengirim.”

Semua mata menoleh ke arah kotak besar berwarna cokelat yang baru saja dibawa masuk. Ukuran kotak itu… hampir sebesar koper kabin. Olivia menelan ludah.

“Buka,” kata Dewi tegas.

Lakban dipotong. Tutup kardus dibuka perlahan. Di dalamnya—terlipat rapi. Gaun pengantin Olivia. Lengkap. Bersih. Tidak rusak sedikit pun.

Namun ada satu perbedaan. Di bagian dada gaun itu, terpasang sesuatu. Sebuah bordiran baru. Semua orang mendekat. Olivia melangkah paling depan. Tulisan itu dijahit dengan benang perak halus, hampir menyatu dengan kain putih. Namun jika dilihat dekat, jelas terbaca—

“Bukan Pengantin Asli.”

Ruangan langsung membeku. Dewi memucat. Juna menatap Olivia. Olivia… justru tertawa kecil. Pelan, tidak histeris. Tapi seperti seseorang yang baru saja menemukan sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar gaun hilang.

“Kak,” bisiknya tanpa mengalihkan pandangan dari tulisan itu.

“Hm.”

“Kita berdua tahu maksudnya kan?”

Juna tidak langsung menjawab, karena pada detik berikutnya—Ponsel Dewi berbunyi. Sebuah pesan masuk. Ia membukanya, wajahnya berubah drastis.

“Ini… tidak mungkin.”

“Ada apa oma?” tanya Juna.

Dewi menoleh perlahan ke arah Olivia.

“KUA baru saja menelepon.”

Napas Olivia tercekat.

“Mereka bilang… ada seseorang yang datang sore tadi.”

“Datang ngapain?” suara Olivia hampir berbisik.

Dewi menatapnya tajam. “Mengurus pembatalan akad.”

Sunyi total.

“Dengan membawa dokumen asli.”

Olivia merasa jantungnya berhenti.

“Siapa?” tanya Juna pelan.

Dewi menjawab dengan suara yang nyaris tak terdengar.

“Calon pengantin perempuan.”

Angin malam berhembus pelan melalui pintu yang terbuka. Olivia berdiri membeku, karena kalau bukan dia—Maka…Siapa yang lebih dulu membatalkan pernikahannya?

1
Paradina
semangat kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!