NovelToon NovelToon
Darah Ratu 1000 Tahun

Darah Ratu 1000 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perperangan / Balas Dendam
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Naomihanaaya

Seorang Raja Vampir yang kehilangan ratunya di medan perang, lalu menunggu 1000 tahun untuk menemukan reinkarnasi istrinya di dunia manusia. Namun ketika ia menemukannya kembali, sang ratu tidak lagi mengingat masa lalu mereka, sementara ancaman perang antara bangsa vampir dan manusia serigala kembali muncul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naomihanaaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Sekutu Bayangan

Malam turun perlahan di desa kecil itu, membawa udara dingin yang terasa lebih berat dari biasanya. Angin berhembus pelan melewati celah-celah rumah kayu, seolah membawa bisikan yang tidak terdengar oleh manusia biasa. Namun bagi mereka yang mengetahui kebenaran yang tersembunyi di balik kedamaian desa itu… malam ini terasa berbeda.

Di dalam rumah paman Alana, suasana tidak lagi sama seperti hari-hari sebelumnya.

Paman dan bibi duduk berhadapan di ruang tengah. Lampu minyak yang redup memantulkan bayangan panjang di dinding kayu, menciptakan suasana yang sunyi namun penuh dengan pikiran yang belum terselesaikan.

Beberapa saat yang lalu, mereka telah mendengar semuanya.

Tentang Edward, tentang dunia vampir Dan tentang Alana.

Paman menghela napas panjang, tangannya terlipat di depan wajahnya. “Aku tidak pernah menyangka… semua ini benar-benar ada.”

Bibi menatap lantai dengan tatapan kosong. “Aku selalu menganggap cerita itu hanya legenda…”

Ia mengangkat kepalanya perlahan. “Tapi setelah apa yang terjadi hari ini… aku tidak bisa menyangkalnya lagi.”

Mereka terdiam.

Ingatan tentang kejadian di tepi hutan masih jelas di pikiran mereka. Luka Arlan. Ketakutan Alana. Dan kehadiran Edward yang datang tepat waktu… menyelamatkan semuanya.

Paman akhirnya menatap ke arah pintu, seolah bisa melihat sosok pria itu meskipun ia tidak berada di sana.

“Dia melindungi mereka,” katanya pelan.

Bibi mengangguk. “Bukan hanya hari ini.”

Ia menambahkan dengan suara lebih lembut, “Sejak awal.”

Kesadaran itu datang perlahan, namun terasa sangat jelas.

Edward bukan ancaman Ia adalah pelindung.

Paman bangkit dari kursinya, berjalan beberapa langkah, lalu berhenti. “Kalau semua ini benar… kalau Alana benar-benar terhubung dengan dunia itu…”

Ia menatap bibi dengan serius.

“Maka kita tidak bisa tinggal diam.”

Bibi tidak ragu.

“Kita akan membantu.”

Jawaban itu datang tanpa keraguan sedikit pun Karena bagi mereka, tidak peduli seberapa berbahaya dunia yang mengintai di luar sana… Alana tetaplah keluarga mereka.

Dan mereka tidak akan membiarkannya menghadapi semua itu sendirian.

Sementara itu, di kamar Alana Gadis itu duduk di tepi tempat tidurnya, memandang ke arah jendela.

Langit malam terlihat tenang. Bintang-bintang berkelip lembut, seolah tidak peduli dengan kekacauan yang perlahan mendekati dunia mereka Namun hati Alana tidak setenang itu.

Hari ini terasa aneh bukan hanya karena kejadian di hutan Namun juga karena semua orang di sekitarnya mulai terlihat berbeda. cara paman dan bibinya berbicara, cara kakeknya memandangnya Dan… Edward.

Alana menunduk, tangannya menggenggam ujung gaun yang ia kenakan.

“Apa sebenarnya yang terjadi…?” gumamnya pelan.

Ia tidak mengerti semua orang seolah mengetahui sesuatu yang tidak ia ketahui Namun setiap kali ia mencoba bertanya, mereka hanya mengalihkan pembicaraan.

Ia merasa seperti berada di tengah cerita yang tidak ia pahami Dan itu membuatnya gelisah Namun di saat yang sama…ia merasa aman.Perasaan itu muncul setiap kali Edward berada di dekatnya seolah kehadiran pria itu bisa menenangkan sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan.

Alana menutup matanya perlahan tanpa ia sadari…takdirnya sedang bergerak semakin dekat.

Di luar rumah, tidak jauh dari sana Arlan berdiri sendirian di bawah bayangan pohon besar.

Tangannya mengepal pelan luka di tubuhnya masih terasa, namun bukan itu yang mengganggu pikirannya.

Edward.

Nama itu kembali berputar di kepalanya.

Ia masih ingat dengan jelas apa yang terjadi di hutan Cara Edward muncul cara ia bertarung.

Dan yang paling mengganggunya reaksi para makhluk itu.

Mereka mengenal Edward.

Bukan hanya mengenal mereka takut padanya.

Arlan mengangkat kepalanya, menatap ke arah langit malam.

“Dia bukan manusia biasa…” gumamnya pelan.

Ia sudah yakin akan hal itu Namun pertanyaannya sekarang adalah apa sebenarnya Edward?

Dan kenapa semua orang seolah menyembunyikan sesuatu darinya?

Arlan menghela napas panjang.

Ia tidak bodoh Ia bisa merasakan ada sesuatu yang besar sedang terjadi.

Dan entah kenapa ia merasa bahwa semua itu berpusat pada satu orang.

Alana.

Ia menunduk, matanya sedikit melembut.

“Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu…”

bisiknya pelan Namun kali ini, ia tahu ancaman yang mengintai bukan sesuatu yang bisa ia hadapi dengan kekuatan biasa.

Di sisi lain desa…

Edward berdiri di bawah langit malam, tatapannya mengarah ke arah hutan yang gelap Ia tidak bergerak Namun pikirannya bekerja dengan cepat kejadian hari ini adalah sebuah peringatan.

Serigala sudah mulai bergerak Dan itu berarti waktu mereka semakin sedikit.

Ia menutup matanya sejenak, mencoba merasakan sesuatu Namun seperti sebelumnya…ia tidak bisa merasakan keberadaan Alana dengan jelas.

Kalung itu tidak berada padanya Dan itu membuat segalanya menjadi lebih sulit.

Tatapan Edward sedikit mengeras.

“Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi lagi…” gumamnya pelan.

Ia harus memperketat pengawasan.

Ia harus memastikan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh musuh Namun, sebelum ia sempat melangkah sebuah aura yang familiar mendekat dengan cepat Edward tidak menoleh Ia sudah tahu siapa itu.

Beberapa detik kemudian, sebuah sosok muncul dari bayangan.

Henry.

Ia langsung berlutut dengan hormat.

“Yang Mulia.”

Edward tetap memandang ke depan.

“Kau datang lebih cepat dari yang kuduga.”

Henry tidak langsung menjawab ekspresinya terlihat lebih serius dari biasanya.

“Ada kabar buruk.”

Kalimat itu membuat suasana di sekitar mereka terasa lebih dingin Edward akhirnya menoleh.

Tatapannya tajam.

“Katakan.”

Henry menarik napas sebentar sebelum berbicara.

“Pasukan pengintai kita di wilayah utara… diserang.”

Tatapan Edward langsung berubah.

“Serigala?”

Henry mengangguk.

“Bukan hanya itu.”

Ia melanjutkan dengan suara lebih rendah.

“Raja Serigala sendiri mulai bergerak.”

Keheningan menyelimuti mereka.

Angin malam berhembus lebih kencang, membawa hawa dingin yang menusuk.

Edward tidak terlihat terkejut namun aura di sekitarnya berubah lebih berat lebih berbahaya.

“Seberapa dekat?” tanyanya pelan.

Henry menjawab tanpa ragu.

“Lebih dekat dari yang kita perkirakan.”

Ia menambahkan, “Mereka tidak hanya mengawasi lagi… mereka mulai berburu.”

Tatapan Edward menjadi sangat dingin.

“Targetnya?”

Henry menundukkan kepalanya sedikit.

“Alana.”

Satu kata itu cukup untuk mengubah segalanya udara di sekitar Edward seolah membeku.

Aura gelap yang sangat halus mulai keluar dari tubuhnya tidak terlihat oleh manusia…namun cukup untuk membuat makhluk lain merasa tertekan.

“Aku sudah menduganya,” katanya pelan.

Namun kali ini, nadanya berbeda lebih tajam lebih berbahaya.

Henry melanjutkan, “Jika mereka bergerak lebih cepat…”

Ia tidak menyelesaikan kalimatnya Namun Edward sudah mengerti jika mereka terlambat…

Alana akan berada dalam bahaya yang jauh lebih besar Edward menatap ke arah rumah Alana lampu di dalamnya masih menyala redup.

Gadis itu masih terjaga tanpa mengetahui bahwa namanya kini menjadi target perburuan.

Edward menutup matanya sejenak kemudian membukanya kembali dengan tatapan yang jauh lebih dingin.

“Kita tidak akan menunggu lagi.”

Henry mengangkat kepalanya.

“Perintah Anda, Yang Mulia?”

Edward melangkah satu langkah ke depan.

“Perketat penjagaan di seluruh wilayah hutan.”

“Jangan biarkan satu pun serigala mendekat ke desa.”

Henry mengangguk cepat.

“Baik.”

Edward melanjutkan,

“Dan jika mereka mencoba mendekat…”

tatapannya berubah tajam.

“…habisi mereka.”

Aura membunuh yang keluar dari kalimat itu begitu jelas desa Henry menundukkan kepalanya lebih dalam.

“Perintah diterima.”

Namun Edward belum selesai Ia menatap ke arah hutan sekali lagi.

“Kali ini… aku tidak akan memberi mereka kesempatan.”

Suasana menjadi sunyi Namun di balik kesunyian itu…perang sudah dimulai.

Di dalam rumah, paman dan bibi masih duduk dalam diam mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar sana namun mereka bisa merasakannya bahwa sesuatu yang besar sedang mendekat.

Paman akhirnya berkata pelan,

“Kita harus bersiap.”

Bibi mengangguk.

“Untuk Alana.”

Dan tanpa mereka sadari…

keputusan yang mereka ambil malam itu akan membawa mereka lebih dalam ke dalam dunia yang selama ini hanya mereka anggap sebagai legenda.

Dunia yang penuh dengan kegelapan.

Dunia yang kini mulai membuka pintunya Dan di tengah semua itu…Alana adalah pusat dari segalanya sementara Edward…akan melakukan apa pun untuk melindunginya.

Bahkan jika itu berarti…menghancurkan siapa pun yang mencoba mendekat.

1
Naomi🌸
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!