NovelToon NovelToon
Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Mafia
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dini Andreina

Lyra Aldebaran hanya ingin melupakan pengkhianatan yang menghancurkan pertunangannya. Namun satu malam di klub hotel mewah mempertemukannya dengan pria yang tidak seharusnya ia kenal.

Darius Baskara, Pria dingin dan berbahaya yang menguasai dunia gelap kota. Sebuah kejadian membuat mereka terjebak bersama sepanjang malam. Lyra mengira semuanya akan berakhir saat pagi datang. Ia salah,Karena bagi seorang mafia seperti Darius Baskara, sekali ia menginginkan sesuatu, ia tidak akan pernah melepaskannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Andreina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia

Malam semakin larut di mansion Baskara, Namun tidak ada yang benar-benar tidur. Di ruang kerja Darius, lampu masih menyala terang. Meja kayu besar itu sekarang dipenuhi berkas lama, foto, dan beberapa dokumen yang baru saja dibawa Leon dari arsip lama, Darius berdiri di dekat meja, kedua tangannya bertumpu pada permukaan kayu itu.

Tatapannya serius. Leon berdiri di seberangnya.

"Kami menemukan beberapa file lama tentang ayah Nona Lyra," katanya.

Darius mengangkat satu foto, Foto itu sudah sedikit pudar, Di dalam foto terlihat dua pria muda berdiri berdampingan. Salah satunya jelas Darius yang jauh lebih muda, Di sampingnya ayah Lyra, Mereka tampak tertawa. Seperti dua sahabat yang tidak mungkin saling mengkhianati, Darius menatap foto itu lama.

"Dia pernah menyelamatkan hidupku," katanya pelan.

Leon tidak berkata apa-apa, Ia tahu cerita itu. Namun jarang sekali Darius membicarakannya.

"Apa yang terjadi setelah itu?" tanya Leon akhirnya.

Darius menghela napas pelan "Viktor."

Hanya satu kata itu, Namun cukup menjelaskan semuanya "Dia menanamkan kecurigaan."

Darius menatap kosong "Sedikit demi sedikit."

"Kami mulai saling tidak percaya."

"Bisnis kami runtuh."

"Kemudian ayah Lyra menghilang."

Leon mengerutkan kening.

"Tapi kami selalu mengira dia meninggal karena serangan musuh."

Darius menutup map di tangannya.

"Itu yang semua orang pikirkan."

Namun sekarang Setelah kata-kata Viktor malam ink, Semuanya terasa berbeda. Langkah kaki pelan terdengar dari pintu, Darius menoleh Lyra berdiri di sana. Ia masih mengenakan pakaian tidur, rambutnya tergerai sedikit berantakan.

"Kau belum tidur," kata Darius.

Lyra menggeleng "Aku tidak bisa."Ia berjalan masuk ke ruangan. Matanya langsung tertuju pada foto yang ada di meja, Ia mengambilnya perlahan Matanya melebar "Itu… papa."

Darius mengangguk pelan, Lyra menatap foto itu lebih lama, Ia melihat ayahnya yang masih muda.

Tersenyum, Bahagia, Dan di sampingnya Darius.

"Kalian terlihat seperti keluarga."

Darius tidak menjawab, Lyra menaruh foto itu kembali. Namun tiba-tiba sesuatu menarik perhatiannya, Ada tulisan kecil di bagian belakang foto. Ia membaliknya, Matanya menyipit "Apa ini?"

Darius mendekat, Di belakang foto itu tertulis sebuah kalimat pendek, Tulisan tangan, Tulisan ayah Lyra.

Lyra membacanya pelan.

"Jika suatu hari kau menemukan ini… carilah kunci yang tersembunyi di tempat pertama kita bertemu."

Ruangan langsung menjadi sunyi, Leon langsung menatap Darius "Tempat pertama?"

Darius mengerutkan kening, Ia memikirkan sesuatu, Lalu tiba-tiba matanya berubah, Seolah menyadari sesuatu "Aku tahu tempat itu."

Lyra menatapnya cepat "Di mana?"

Darius menatapnya dalam, "Sebuah gudang tua di pelabuhan." Ia mengingatnya dengan jelas sekarang.

"Itu tempat pertama ayahmu menyelamatkanku."

Lyra menelan napas.

"Jadi…"

Darius mengangguk.

"Mungkin di sanalah jawaban dari semua ini."

Leon langsung berkata serius.

"Tuan… jika Viktor juga tahu tentang tempat itu..." Darius memotongnya.

"Maka kita harus sampai lebih dulu."

Lyra menggenggam foto itu sedikit lebih erat.

Untuk pertama kalinya.Ia merasa seperti benar-benar mengikuti jejak ayahnya. Namun jauh di luar mansion Di dalam sebuah bangunan gelap dekat pelabuhan Viktor berdiri di depan seseorang. Orang itu baru saja menyerahkan sebuah amplop, Viktor membuka amplop itu perlahan, Di dalamnya ada satu foto.

Foto yang sama seperti yang dimiliki Darius.

Ia tersenyum tipis.

"Akhirnya." Matanya menatap pelabuhan yang gelap di kejauhan "Ayo kita lihat…" Suaranya rendah. "...siapa yang akan menemukan rahasia itu lebih dulu."

Dan malam itu Perburuan baru saja dimulai, Malam di pelabuhan terasa dingin dan lembap, Lampu-lampu dermaga memantulkan cahaya kekuningan di permukaan air yang gelap. Bau garam laut bercampur dengan bau besi tua dan kayu basah.

Mobil hitam milik Darius berhenti tidak jauh dari sebuah gudang tua yang hampir terlupakan.

Mesinnya dimatikan, Sunyi langsung mengambil alih.

Leon menoleh ke arah Darius dari kursi depan.

"Tempatnya masih sama seperti dulu, Tuan."

Darius menatap keluar jendela mobil, Gudang itu berdiri di ujung dermaga. Catnya sudah terkelupas, pintu besarnya sedikit miring dimakan usia, Namun ia mengenalnya, Dengan sangat jelas.

"Aku ingat tempat ini," katanya pelan.

Lyra yang duduk di sampingnya ikut menatap keluar.

"Ayah sering datang ke sini?"

Darius mengangguk sedikit.

"Tempat ini dulu digunakan untuk pertemuan rahasia."

Ia membuka pintu mobil, Udara malam langsung menyambutnya. Para pengawal turun dari mobil lain dan mulai menyebar, memastikan area aman.

Darius menoleh pada Lyra, "Kau tetap di dekatku."

Lyra tidak membantah kali ini, Ia hanya mengangguk.

Mereka berjalan menuju gudang. Langkah mereka bergema pelan di lantai kayu dermaga.

Leon mendorong pintu gudang.

CREAAK…

Pintu itu terbuka perlahan, Debu beterbangan di udara, Di dalamnya gelap, Sangat gelap. Leon menyalakan senter. Cahaya putih menyapu ruangan besar yang kosong, Tumpukan peti kayu tua masih ada di beberapa sudut. Beberapa alat bongkar muat berkarat tergeletak seperti sisa masa lalu yang dilupakan. Lyra memeluk lengannya sendiri.

"Aneh."

Darius menoleh "Apa?"

"Aku merasa seperti pernah melihat tempat ini."

Darius menatapnya sebentar, Mungkin ayahnya pernah membawanya ke sini ketika kecil.

Ia berjalan lebih dalam, Matanya mengamati setiap sudut gudang, Ia berhenti di tengah ruangan..Kemudian matanya tertuju pada sebuah dinding tua. Ada lambang kecil yang hampir pudar di sana, Sebuah simbol. Lyra mendekat."Simbol apa itu?"

Darius menyentuhnya perlahan."Itu simbol jaringan lama ayahmu."

Leon langsung menegang "Tuan…"

Namun sebelum Leon menyelesaikan kalimatnya Suara langkah terdengar dari luar gudang,.Semua pengawal langsung bersiap, Darius menoleh cepat ke arah pintu. Lalu suara tepukan tangan terdengar pelan "Bagus sekali."

Suara itu membuat udara di gudang terasa membeku, Viktor. Ia berdiri di pintu gudang dengan senyum santai. Di belakangnya beberapa pria bersenjata berdiri seperti bayangan gelap. Darius tidak terlihat terkejut.

"Aku sudah menebak kau akan datang."

Viktor tersenyum lebih lebar "Tentu saja."

Tatapannya beralih ke Lyra "Anak dari sahabat lamaku."

Lyra menatapnya tajam.

"Apa yang sebenarnya kau inginkan?"

Viktor berjalan masuk beberapa langkah.

Sepatunya bergema di lantai beton.

"Jawaban." Ia menatap simbol di dinding."Dan sesuatu yang sudah lama menjadi milikku."

Darius berkata dingin "Itu bukan milikmu."

Viktor tertawa kecil, "Oh Darius…" Tatapannya berubah lebih tajam "Kau benar-benar masih percaya cerita lama?".Ia menunjuk simbol itu "Itu milik kita bertiga dulu."

"Kau."

"Ayahnya."

"Dan aku."

Lyra menatap Darius.

"Darius…?"

Namun Viktor melanjutkan.

"Kau tahu kenapa ayahmu menyembunyikan semuanya?"

Lyra menelan napas."Kenapa?"

Viktor tersenyum "Karena dia tidak lagi mempercayai Darius."

Kalimat itu membuat suasana berubah, Pengawal langsung menegang, Namun Darius hanya menatap Viktor tanpa ekspresi "Berhenti berbohong." Viktor mengangkat bahu "Jika itu bohong…" Ia menunjuk simbol di dinding lagi.

"...kenapa dia menyembunyikan kunci itu di tempat yang hanya kau dan dia tahu?" Lyra merasa dadanya sedikit sesak. Namun sebelum siapa pun bisa berbicara lagi.Salah satu pengawal Darius berkata cepat.

"Tuan!"

Semua menoleh, Pengawal itu menunjuk ke dinding.

Simbol tadi bergerak sedikit. Seperti mekanisme tersembunyi yang baru saja aktif, Darius langsung mendekat, Ia menekan bagian simbol itu.

KLIK.

Dinding tua itu perlahan bergeser, Sebuah ruang rahasia kecil terbuka di baliknya, Di dalamnya hanya ada satu benda, Sebuah kotak logam hitam.

Ruangan menjadi sunyi total, Tatapan semua orang tertuju pada kotak itu. Viktor tersenyum perlahan.

"Akhirnya."

Lyra menatap kotak itu dengan jantung berdebar.

Tanpa sadar ia berkata pelan "Itu… milik papa."

Namun saat Darius hendak mengambil kotak itu.Viktor mengangkat pistolnya "Kita akan membuka itu bersama." Nada suaranya berubah dingin.."Satu langkah lagi, Darius…".Matanya menyipit.

"...dan malam ini akan berakhir dengan darah."

1
Dini Andreina
sabar ya ka hari ini langsung banyak
Tanece Alu Bunga
update lama.kali thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!