NovelToon NovelToon
Anshela

Anshela

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen Angst / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:131.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Anshela atau biasa dipanggil Shela, anak bungsu dari empat bersaudara. Lahir sebagai anak perempuan satu-satunya tidak menjadikan Shela di sayang oleh keluarganya, dia malah diperlakukan sebaliknya. Kematian ibunya karena melahirkannya membuat ayah serta tiga kakak laki-lakinya menganggap Shela sebagai penyebabnya, kerap kali ia disebut sebagai anak pembawa sial. Tumbuh dari keluarga yang kurang kasih sayang membuatnya menjadi gadis yang arogan, sombong dan suka semena-mena. Semua itu semata hanya untuk menceritakan perhatian ayah dan kakak-kakaknya. Namun, hal itu justru semakin membuat keluarganya membencinya. Suatu kejadian membuatnya hampir meregang nyawa, namun beruntung Tuhan masih memberi Shela kesempatan untuk hidup. Saat bangun dari tidur panjangnya, Shela tak menemukan satu pun keluarganya, yang ia lihat pertama kali hanya mbok Inah, asisten rumah tangga yang selalu setia merawatnya. Sejak saat itu,Shela sadar jika apapun yang ia lakukan tidak akan pernah dipedulikan. Shela b

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

Sudah satu minggu Shela terbaring koma dengan luka parah yang dideritanya, namun selama itu hanya ada satu orang yang setia menjenguknya, tak lain adalah Mbok Inah, asisten rumah tangga di rumahnya. Bagaimana dengan keluarganya? Mereka seolah tak peduli pada nasibnya. Ayahnya bahkan tidak tahu bagaimana keadaan putrinya saat ini. Pria itu terlalu sibuk mengurusi pekerjaannya di luar negeri atau di luar kota.

Perlahan, kelopak mata Shela terbuka sedikit demi sedikit. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum membuka matanya sepenuhnya. Dalam kebingungan dan lemah, Shela menggerakkan jari-jari tangannya pelan-pelan, lalu menatap sekeliling ruangan dengan pandangan yang masih kabur.

"Gue... belum mati?" gumam Shela dalam hati ketika kesadaran mulai kembali padanya. Air mata haru dan rasa tak percaya bercampur menjadi satu, membuat dadanya sesak oleh perasaan yang sulit diungkapkan.

Shela menoleh seketika saat mendengar suara pintu berderit, mengindikasikan bahwa seseorang telah memasuki ruangan tempat dirinya dirawat. "Ya ampun, Neng. Syukurlah akhirnya neng sadar juga," ungkap seorang wanita paruh baya yang baru saja memasuki ruangan tersebut.

Dahi Shela mengkerut, dan matanya menatap tajam wanita di hadapannya. Ia terdiam sejenak, merasa ingatannya terganggu akibat koma beberapa hari lalu. Tiba-tiba, seolah tersambar petir, rasa pusing menyergap dan memenuhi kepalanya, seketika ingatannya pun seolah kembali seperti asal.

Wanita paruh baya itu, yang tak lain adalah asisten rumah tangga yang telah lama bekerja di rumahnya, panik melihat Shela meringis kesakitan. Ia berlari keluar sambil berteriak memanggil dokter sekuat tenaga.

Sementara itu, Shela yang masih merasa pusing berjuang mengumpulkan kembali serpihan-serpihan kenangan. Yang pertama kali muncul di benaknya adalah cacian dan makian yang dilontarkan keluarganya, membuat darahnya mendidih dan hatinya tersayat-sayat akan luka yang terkoyak.

Sampai dokter dan mbok Inah memasuki ruangannya, ingatan yang ada di kepalanya terus bermunculan sampai akhirnya ia mengingat seorang laki-laki yang tak lain adalah Marvin, teman dari salah satu kakaknya menampar dan mendorongnya dari tangga.

Saat dokter dan Mbok Inah memasuki ruangannya, ingatan yang ada di kepala Shela terus bermunculan. Hingga akhirnya, ia mengingat sosok laki-laki bernama Marvin, teman dari salah satu kakaknya, yang menampar dan mendorongnya dari tangga. Ingatannya terputus di sana, karena setelah itu, Shela kehilangan kesadaran.

Shela perlahan merasa tenang, erangan kesakitan yang keluar dari bibirnya mulai mereda, namun jantungnya masih berdegup kencang. Dokter segera memeriksa kondisi Shela dan berkata, "Pasien baik-baik saja. Hal ini memang biasa terjadi mengingat benturan yang didapat sebelumnya. Ini hanya efek dari benturan keras itu. Jika demikian, saya permisi."

Mbok Inah menepuk pelan bahu Shela untuk membawanya kembali dari lamunan. Shela menoleh, dan wanita itu tersenyum lembut kepadanya. "Neng, ada butuh sesuatu? Mau minum atau makan? Atau mau buah? Biar Mbok yang ambilin." Kata Mbok Inah sambil mengusap lembut rambut Shela yang acak-acakan, mencoba memberikan rasa aman dan penghiburan pada gadis yang baru saja mengalami mimpi buruk itu.

Shela tersenyum tipis, hatinya merasa hangat ketika mendapatkan perhatian dari wanita tua itu. Ini yang ia mau dari dulu, kasih sayang seorang ibu meskipun yang kini berdiri di sampingnya bukannya ibu kandungnya tapi ia bisa merasakan ketulusan yang di berikan wanita itu padanya.

" Shela haus,mbok," ucap Shela datar namun tersirat kelembutan. Mbok Inah langsung mengambil segelas air di nakas dan memberikannya pada Shela. Shela mengambil gelas itu lalu menegakkannya.

Shela mengembalikan gelas tersebut dan mengucapkan terima kasih pada mbok Inah.

Shela bersyukur karena dia mendapatkan semua kembali memorinya. Setelah bangun dari komanya, pikirannya seakan menjadi jernih. Dia pusing dengan permasalahan hidupnya yang dipikir-pikir sangat menjengkelkan.

Shela menjadi sadar, bagaimana dirinya seperti tidak mempunyai harga diri di depan seorang laki-laki sampai-sampai mengejarnya seperti itu.

Belum lagi masalah dirinya yang merundung gadis tak bersalah hanya karena cemburu. Shela berpikir dia benar-benar gila dulu. Belum lagi masalah keluarga dan juga masuknya yang di mana-mana karena perlakuannya yang selalu semena-mena.

Setelah keluar dari rumah sakit ini, Shela bertekad untuk berubah. Ia akan mengubah segala kehidupannya, menjadi Shela yang sebenarnya. Shela yang rajin dan pintar,Shela yang pandai bela diri, Shela yang lebih senang memakai celana daripada rok ketat seperti seragamnya.

____

Sebelum keluar dari rumah sakit. Shela benar-benar merubah total segala kehidupannya di masa lalu. Dia bahkan meminta tolong pada asisten rumah tangganya untuk mengeluarkan semua pakaian lamanya di dalam lemari dan diganti dengan pakaian yang baru. Pakaian lamanya akan dia berikan pada siapapun yang menginginkannya. Kini lemarinya penuh dengan pakaian ala perempuan tomboy, dan pakaiannya itu didominasi oleh warna monokrom.

Selain pakaian, Ia juga membeli beberapa sepatu sneakers untuk kesehariannya. Sepatu hak tinggi koleksinya dan beberapa sepatu nya yang dulu ia simpan di rak yang lain.

Mbok cukup terkejut dengan permintaan dirinya yang bisa dibilang aneh. Wanita tua itu terkejut bukan main. Namun, wanita itu hanya bisa menuruti apa yang sudah dia katakan selagi itu tidak merugikan dirinya.

Shela selalu mengeluh ingin segera keluar dari rumah sakit, dia bahkan memaksa agar kepulangannya segera dipercepat. Dia sudah rindu dunia luar.

Shela pemeriksa isi ponselnya, saat membuka galeri foto sebagian besar berisi kan wajah Marvin. Dia bergidik sendiri, bagaimana bisa dulu dirinya ini mencintai laki-laki itu. Padahal dirinya sudah sering dicaci dan dihina, tapi memang pada dasarnya cintalah yang membutakannya.

Dia kemudian mengecek tabungannya, cukup banyak mengingat dia juga pekerja baru waktu di salah satu cafe.

Ia lalu memesan sebuah skateboard dan juga satu motor sport. Akhirnya dia bisa menjadi dirinya sendiri, kenapa juga tidak dia lakukan sedari dulu. Setidaknya dia sedikit berterima kasih pada Marvin berkat kecelakaan itu membawa Ilham padanya agar berubah.

Akhirnya Shela pun bisa pulang besok, meskipun awalnya dokter tidak menyetujui permintaannya. Tapi Shela berusaha meyakinkan dokter bahwa dirinya sudah baik-baik saja dan akhirnya permintaannya di setujui dengan syarat dia harus mengikuti arahan dokter agar kondisinya cepat pulih.

Shela beralih melihat sosial media miliknya. Yang pertama ia buka adalah Instagram. Ia mengganti foto profil-nya dan menghapus beberapa unggahan foto yang menurutnya terlalu terbuka.

Kenapa juga dulu gue jadi murahan begini cuma buat cari perhatian cowok brengsek kayak Marvin? Batinnya menyesali perbuatannya dulu.

Setelah selesai dengan instagramnya, ia beralih ke aplikasi mengirim pesan. Shela bergidik sendiri melihat pesan yang dia kirimkan pada kontak yang bertuliskan nama Marvin dengan emoticon love diakhir kata. Pesan-pesan murahan yang dia kirimkan pada Marvin tapi tidak ada satupun respon dari laki-laki itu, beruntung Marvin tidak membaca pesannnya yang berlebihan itu.

Shela menutup semua aplikasi di ponselnya lalu dia mengeluarkan SIM card ada ponselnya. Jika ingin berubah, dia harus berubah secara totalitas. Mungkin besok dia harus membeli sim card baru. Benar, dia harus mengganti nomor teleponnya.

Dia menyimpan ponselnya di nakas, rasa bosan mulai menghantui jiwanya. Sejak pagi, ia hanya berbaring di tempat tidur dan makan sesekali. Setidaknya ia bisa menghabiskan waktu dengan memainkan ponselnya.

Shela mendambakan kebebasan, ingin merasakan angin menerpa wajahnya saat bermain skateboard, merasa hidup saat melukai langit dengan pandangannya, dan menikmati waktu berkutat dengan buku-buku favoritnya. Namun, nasib tidak berpihak padanya, kesehatannya belum pulih sepenuhnya dan ia terkurung dalam ruangan itu.

Meski begitu, Shela merasa ia sudah cukup baik. Kenapa harus dibatasi oleh segelintir alasan? Hatinya menjerit ingin melarikan diri dari kungkungan yang menyiksanya.

Ia menatap ruangannya yang sunyi, seakan mencibirnya. Hanya ada dirinya dan kesendirian yang tak pernah beranjak. Mbok Inah pulang pada malam hari untuk bekerja, hanya akan kembali di siang hari untuk menjenguk. Lalu pergi lagi.

Shela menghela napas, tak ada keluarga yang menghawatirkannya, tak ada teman yang menengok. Senyum getir melukis di wajahnya. Ternyata hidupnya semenyedihkan itu. Di balik rasa sakit dan kesendirian, Shela bertanya-tanya, apa arti hidup jika ia hanya akan terus terkurung dalam kepasrahan?

1
Jirokiyouka
Yang mau ngajarin siapa coba, orang di gak dipeduliin
Tiavitri Vitri
maaf ya tor lama2 malas mo baca,prasaan diawal udah bagus lama2 bosan,
Arum Oke
👍
Nita Renita
ayok Shella kamu pasti bisa 😃👍
david 123
oh...kenapa tdk diproses ya melakukan kekerasan di lingkungan sekolah...malah di biarkan...lanjut thor..
david 123
Ubah alurx thor,Shela selalu tersiksa ya ,dr awal cerita..kapan nasibx baik..,he...he....
Xiaomi Note 14
bodoh, kan sidik jari ada prcm polisi klw gk di prkaa sdik jeri ,nya asl nduh.
kalea rizuky
novel paling buruk yg pernah q baca sejauh ini muter bertele tele pokok bkin mood baca anjlok
kalea rizuky
novel g guna pantes sepi like wong MC goblok biarin aja bokap lu nyesel uda bodo amat ma dika ma bokap lu yg oon ehh ini masih aja mau balik tololllllll q ksih rating jelek biarin slaah sendiri bkin pembaca sebelll
kalea rizuky
kn karena lu semua. bego yg buat novel lebihhh beggggg
kalea rizuky
pecundang semua sella goblok lengkap bgt ne novel paling bego
kalea rizuky
sela. jd goblok terlalu menye menye skip g jelas ne novel
atun atun
lnjutkan
Rita Rita
seorang Dika hanya pecundang sejati laki laki banci,, dulu berjanji mau lindungi Shela,, ini yg salah Dika apa author ya 🤔
Rita Rita
heran sama si author,, udah 2 x Shela dibuat mati,, apa ini tokoh utama dibikin mati beneran 🤔🤣 yg bikin geli itu kaum keluarga Shela,, katanya terpukul atau apalah kalo nurut AQ cuma preetttt,,
Rita Rita
aduh Thor,, sekali kali ga langkah gontai untuk Shela kenapa sih,,
Rita Rita
Shela ga ada punya langkah tegas langkah gontai Mulu,, kapan ada bahagia kalo hidup terus menerus dibebani konflik, masa iya hidup monoton di situasi yang sama.
Rita Rita
heran aja sama si Shela katanya pinter,, tapi kok bego nya makin gedein ya,, masa udah 2 x masih masuk lobang yang sama,,
Rita Rita
cerita nya muter muter gitu aja ga ada titik temunya, berbelit tanpa ada narasi yg jelas,,,
Lenty Fallo
lnjut thor upnya...💪❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!