NovelToon NovelToon
CEO Dingin Itu Suamiku

CEO Dingin Itu Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Nikah Kontrak / Cinta Paksa
Popularitas:52.4k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

“Damian, ah, jangan...”
"Itu geli, jangan seperti itu."
Arissa berdiri di depan ruangan kantor direktur Miracle group, dia mendengar suara Damian suaminya yang sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam ruangan itu, suara manja wanita yang tengah bersama dengan suaminya itu seperti belati tajam yang menghujam jantungnya.
“Nyonya, direktur sekarang sedang sibuk, nanti akan saya sampaikan jika nyonya datang mengunjunginya...” Asisten pribadi Damian, Remi dengan wajah canggung dan penuh simpati menatap Arissa.


"Damian apa yang kamu...." Belum sempat Arissa menyelesaikan ucapannya, mulutnya sudah di bekap oleh bibir Damian.
Ciuman Damian kali ini lebih kasar dari sebelumnya. Seperti hendak menelan Arissa bulat-bulat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EP: 7

"Baik, pa.." Angguk Arissa.

"Kalau begitu, kamu ikut papa pulang ke rumah, nanti papa akan menghubungi Damian dan memintanya untuk datang, kita makan bersama. Semenjak kalian menikah, kita tidak pernah duduk di meja yang sama sebagai keluarga."

Natalia Wu mendengar ini, jantungnya seketika berdegup kencang.

Makan bersama?

Arissa berpikir kencang, alasan apa lagi yang harus dia berikan pada papa mertuanya itu.

Dia tidak mungkin datang dan makan malam bersama dengan Damian.

"papa, maaf. Arissa sedang tidak enak badan, jadi Arissa tidak bisa." Dalam hati Arissa berulang-ulangkali mengucapkan maaf, karena telah berbohong kepada papa mertuanya itu.

Namun, apa boleh buat, dia tidak mungkin mengiyakan ajakan makan malam itu.

"Kalau memang kamu sedang tidak enak badan, ya, tidak apa-apa, kita makan malam bersama lain waktu saja." papa Richard tidak ingin menyulitkan Arissa. Dia juga tidak ingin memaksa saat menantunya itu memang sedang tidak sehat.

"Kamu pulang dan istirahat saja." Sambungnya.

"Baik." Angguk Arissa.

"Pak Seno, Ayo jalan, kita antar Arissa pulang." Suruh papa Richard pada supir agar mengantar Arissa pulang.

"Pa, tidak perlu, aku bisa pulang sendiri, lagi pula, bukannya papa lagi ada urusan di sini kan." Tolak Arissa, karena jika Papa Richard mengantarnya pulang, pasti akan ketahuan jika dia tidak tinggal bersama dengan Damian.

"Biar papa yang antar kamu pulang, kamu kan sedang tidak enak badan, mana mungkin papa biarkan kamu pulang sendiri." Kekeh papa Richard untuk tetap mengantar anak menantunya itu pulang.

"Aku tidak sudah telepon Damian, Damian akan jemput aku pa, jadi aku akan tunggu Damian di sini." Lagi-lagi Arissa berbohong.

"Benarkah?" Papa Richard memastikan.

"Iya pa, Damian pasti sudah di perjalan untuk menjemput aku. Papa silakan lanjutkan saja pekerjaan papa." Ujar Arissa, semoga papa mertuanya itu segera pergi.

Bukan, Arissa bukan tidak ingin berlama-lama berbicara dengan papa mertuanya, hanya saja, Arissa takut ketahuan dan di lihat oleh Brian. Dan, Arissa takut jika ketahuan, Brian akan mengira jika dia adalah mata-mata yang di kirim oleh Damian untuk memata-matai perusahaan Brian.

"Baiklah, Tapi, ingat. Jika terjadi sesuatu cepat kabari papa."

"Baik pa." Sahut Arissa cepat.

Arissa melambaikan tangannya saat pada papa mertuanya saat mobil itu menjauh.

Baru Arissa ingin melangkahkan kaki pergi, sebuah mobil melaju ke arahnya.

Arissa memejamkan matanya karena takut.

Dan, untungnya mobil Porsche berwarna merah itu berhenti tepat sebelum mengenai tubuh Arissa.

Setelah mendapati jika tubuhnya tidak terasa sakit, barulah, Arissa membuka matanya perlahan-lahan.

Arissa yang terkejut membawa diri ke samping jalan, dengan curiga menatap mobil itu hingga dahinya mengerut.

Pintu mobil pun terbuka, si pengemudi dengan ke aroganannya keluar dari dalam mobil itu, dan perlahan berjalan ke arah Arissa.

Wajah tampan bak seni pahatan terbaik dan mata tajam itu menatap Arissa dengan bibir yang tersenyum jahat. Dia terlihat menikmati pertunjukkan yang di buatnya tadi.

Pria itu! Dasar psikopat gila! Gerutu Arissa dalam hati, karena dia tidak akan berani mengatakan itu secara langsung di depan pria itu.

Damian Liu! Arissa menatap tajam Damian.

"Tenang saja, aku tidak akan membunuhmu." Ujar Damian sambil berjalan menghampiri Arissa.

"Tepatnya, tidak akan secepat itu." Tambahnya lagi membuat Arissa semakin geram.

"Terserah anda saja direktur Damian." Setelah mengatakan itu, Arissa langsung bersiap melangkahkan kaki untuk pergi, dia terlalu malas meladeni pria menyebalkan itu.

Karena jika semakin lama dia berdiri di depan pria itu, itu hanya akan menyiksa dirinya.

Dan di saat Arissa berbalik badan, lengannya ditarik oleh Damian.

“Kamu mau pergi kemana? Aku belum menyuruhmu untuk pergi." Bisik Damian tepat di telinga Arissa.

"Pak Damian, tolong lepaskan saya!" Nada suara Arissa meninggi. Dia benci terus ditindas oleh Damian.

Semakin Arissa berontak, semakin kuat pula cengkraman Damian di lengannya. Hingga membuat Arissa mengadu kesakitan.

"Pak Damian, sebenarnya apa yang anda inginkan dari saya?!" Wajah Arissa sudah berubah merah menahan marah.

"Yang aku inginkan? Bukankah sudah jelas. Aku mengingatkan jawabanmu tentang apa yang aku tawarkan malam tadi padamu." Ujar Damian mengingatkan Arissa tentang keinginannya untuk Arissa berhenti dari peusahaan Brian, dan lari ke perusahaannya.

"Maaf pak Damian! Saya tidak bisa, dan saya tidak ingin!" Tolak Arissa dengan nada suara yang meninggi menatap Damian."Kalau begitu.. jadilah wanitaku!" Ujar Damian yang menarik Arissa ke pelukannya.

Arissa bisa merasakan detak jantung Damian.

Deg! Deg! Deg!

Detak jantung itu! Padahal dulu, dia ingin sekali mendengarnya. Sangat ingin mendengarnya.

"Aku tertarik padamu, jadilah wanitaku." Damian mengulang ucapannya.

Jadi wanita mu? Bukankah dulu aku sudah menjadi wanita mu? Tapi kamu yang membuang ku, bahkan kamu tidak ingin melihat wajahku. Katamu, aku adalah sampah yang harus kamu buang jauh-jauh!

Hati Arissa berdenyut sakit mengingat apa yang pernah di lakukan Damian padanya.

"Maaf pak Damian, saya menolaknya. Saya tidak mau menjadi wanita anda." Ujar Arissa mendongak menatap mata Damian.

"Kamu!" Damian terlihat begitu marah mendengar penolakan Arissa.

Arissa adalah perempuan pertama yang menolak dirinya.

Biasanya, perempuan manapun pasti ingin untuk menjadi wanitanya. Bahkan, tanpa di minta pun, mereka sudah mengantri untuk menggoda dirinya.

Tapi, ini! Perempuan yang ini malah menolak dirinya mentah-mentah.

Damian merasa kelakiannya tercabar, dia tidak akan melepaskan Arissa dengan begitu mudah.

Dia akan membuat Arissa bertekuk lutut di depannya. Dan, setelah dia taklukkan, dia akan membuangnya.

"Kamu tahu, orang sepertiku sangat menyukai tantangan, di dunia ini belum ada wanita yang tidak takluk denganku." Ucap Damian.

“Pak direktur Damian! Anda jangan terlalu sombong, jangan karena anda memiliki segalanya, anda berpikir semua wanita bisa anda taklukkan!"

Kamu benar Damian, semua perempuan takluk padamu, begitu aku dulu. Aku begitu takluk, hingga membuat aku jadi wanita bodoh yang terus mengejar-ngejar untuk mendapatkan cintamu. Namun, balasan yang aku dapatkan hanya pengkhianatan. Ujar Arissa dalam hati menatap nanar Damian. Matanya sudah berkaca-kaca, tapi dia menahan agar pria itu tidak melihat air matanya jatuh.

"Baik, kita lihat saja nanti." Damian tersenyum merendahkan.

Dia sangat yakin, jika Arissa pasti akan jatuh padanya. Cepat atau lambat, akan dia pastikan itu.

Mata keduanya saling tatap, dan bunyi ponsel milik Damian membuyarkan tatapan itu.

Dan, hal itu di manfaatkan oleh Arissa untuk melepaskan diri.

Arissa langsung lari ke jalan dan menahan sebuah taksi. Tanpa menolah, Arissa masuk ke dalam taksi.

Damian hanya bisa menatap kepergian taksi yang membawa Arissa menjauh. Lalu tersenyum penuh arti.

"Hah, ini semakin menarik. Aku semakin ingin menaklukkan mu Arissa." Gumam Damian.

Tidak ada wanita yang tidak bisa dia taklukkan.

Dia pastikan Arissa akan jatuh ke pelukkannya!

...****************...

Selamat membaca untuk kalian. Jangan lupa support author dengan like, komen dan vote ya, dan tolong berikan bintang 5. Terima kasih semuanya.

1
Karin Iza
👍🏻
Mar lina
sabar...
kita ikuti
ceritanya thor
apakah dirimu lagi sibuk?
semoga author sehat " ya
🙏🙏🙏
di tunggu up nya...
Sh
Author kemana 1 minggu ini ? ditunggu updatenya tiap hari...semoga hanya kesibukan bukan lagi sakit...sehat selalu ya Author Maple
Sh
daripada dicium Damian mending coum duluan..bisa di pipi lagi...eh ternyata dicium Damian dengan panas juga...Enak di Damian ini....
Maria Mariati
hehhhh kapan itu kebuka Meraka berdua bosan ink nunggu nya
Asyatun 1
lanjut
partini
is ok muter muter aja dulu yg sweet
Maria Mariati
aku juga gedek Ama kalian berdua ,si Arisa masa ga engeh sih kalo si Damian usah tahu,dah lah thorr bikin Damian ngejar2 Arisa biar, Arisa tmbah gedek tapi makin sayang 😂😂😂
Sri Rahayu
lagi thor
partini
tambah nekat pastinya,,semoga bang Dami selalu waspada klw bininya dlm bahaya
Asyatun 1
lanjut
partini
oh my baru baca dah habisss panjang dikit lagi atuh Thor
kaki novel
/Drool/seru
Fina
double up untuk hari ini thor
Mar lina
bikin Arisa & Damain
bersatu lagi thor
bikin sebucin bucinnya
mereka ber 2
lanjut thor ceritanya
Maria Mariati: satukan mereka thorr,buat Damian ngaku
total 1 replies
partini
👍👍👍👍
Ddek Aish
ayo Damian mau bilang apa istrikah atau kekasih
partini
kenapa mirip RCTI Thor
Yunita aristya
lanjut
partini
bilang ga yah kalau itu istrinya
semoga iya biar terkejut
Maria Mariati: capek dah kucing2 an Mulu si Arisa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!