seorang gadis SMU tiba-tiba dilamar oleh gurunya sendiri..
kira2 apa yang terjadi ya!?
Hanya cerita halu ☑️
Hiburan ☑️
Ini hanya sekedar cerita halu saja. Author minta maaf jika apa yang ada di dalam cerita tidak sesuai dengan kenyataan.🙏
Jangan jadikan bacaan dalam cerita ini sebagai keseriusan. Jadikan isi dalam cerita novel ini hanya sebagai hiburan di kala senggang saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ujian dadakan
Keesokan paginya... masih dengan rutinitas yang sama seperti hari sebelumnya. Aku selalu datang lebih awal di sekolah. Kali ini, bukan hanya aku yang sudah sampai, ternyata Pak candra pun jauh lebih awal sudah tiba di dalam kelasku. Aku pun sangat terkejut.
“Pak Candra..?? Kenapa di jam seperti ini bapak sudah ada di kelas saya??” tanyaku heran sambil tetap masuk ke dalam kelas dan duduk di bangkuku.
“Ish.. Memang saya tidak boleh datang ke sini? Kalau tidak salah, ini kan kelas yang saya pegang.” Ucap Pak Candra perlahan-lahan mendekatiku.
“Bukan tidak boleh, tapi ini kan masih sangat pagi. Kelas pun belum dimulai. Lalu untuk apa Bapak ke sini kalau bukan untuk mengajar?!” tanyaku masih tidak paham dengan situasi.
Pak Chandra pun tersenyum sehingga membuat wajahku memerah seketika.
“Pertama, jika hanya kita berdua saja yang berada di satu tempat maka jangan panggil saya ‘Bapak’. Panggil saya dengan mas atau kakak. Kedua, saya kesini untuk memberikan hp ini untuk kamu. Jangan ditolak. Lekaslah di simpan di dalam tas. Jika sewaktu-waktu saya ada perlu denganmu, saya akan menelepon kamu. Semua yang kau butuhkan, sudah saya setting di hp itu. Kamu tinggal memakainya. Tapi ingat jangan sampai di pakai waktu pelajaran berlangsung. Ok.” Ucap pak Candra sambil mengecup keningku dan membelai lembut rambutku.
Aku pun mengucapkan terimakasih karena baru kali ini ada orang yang tulus memberikan sesuatu padaku tanpa hitung-hitungan padaku.
“Ya sudah, saya harus pergi sekarang. Ingat untuk menjaganya baik-baik.” Pintanya seraya berjalan keluar dari kelasku.
Tak selang berapa lama, Nara pun datang. Tanpa sengaja dia melihat hp yang kupegang karena memang belum sempat aku menyimpannya.
“Ai, kamu baru beli hp?” selidik Nara sambil mendekatkan kepalanya ke mukaku.
“Itu...anu.. Begini... Aku tidak beli kok. Ini dikasih sama seseorang buat aku.” Jelasku gugup.
“Siapa? Aku kenal tidak? Terus dia siapanya kamu?” tanya Nara semakin penasaran.
“Itu... Hmm... Kamu kenal sih. Cuma buat siapanya, aku masih belum bisa bilang. Sorry ya...🙏” jawabku.
“Ah, kamu ma begitu. Main rahasia-rahasiaan sama aku...” jawab Nara sambil manyun 5 meter.
“Iya...iya...maaf, Nar. Ya sudah aku janji, aku bakalan kasih tahu kalau memang waktunya sudah tepat. Ok Nar. Tolong, pahami aku...🙏” pintaku berharap pengertian darinya.
“Iya...iya...ya sudah. Tapi benar ya. Kamu janji ya.” Ucapnya memastikan.
“Iya.” Sahutku dengan pasti.
Tak selang berapa lama, datang 2 orang siswa yang sedang mengobrol. Dari obrolannya terdengar seperti sedang membicarakan tentang wali kelasku, pak Chandra.
“Eh tadi kan aku dipanggil ke kantor si guru tampan itu lho. Aku di sana disuruh untuk memberikan tugas ini ke kelas sebelah.” Ucap siswa A.
“Berarti ada kemungkinan kalau pelajaran Bahasa Inggris nanti bakalan kosong dong!?” tanya siswa B memastikan.
“Ya tidaklah. Justru sebaliknya. Tadi dia menyuruhku untuk memberitahu ke Gilang kalau hari ini akan diadakan ujian tentang pelajaran kelas 1 kemarin.” Jawab siswa A.
“Gila tidak tuh.” Lanjutnya
“Dan yang lebih gilanya lagi kamu tahu apa!? Barang siapa yang dapat nilai di bawah 5, maka akan di hukum. Tapi si guru tampan itu tidak kasih tahu hukumannya apa” ucap siswa A dengan wajah pucat.
“Ish...kok seram begitu. Sekarang bagaimana donk. Mana aku lupa pelajaran kelas 1 kemarin.” Kata siswa B ketakutan.
Aku yang dari tadi mendengarkan obrolan mereka, mendadak jadi ketakutan setengah mati sekaligus malu. Secara aku ini kan calon istrinya.
“Hadeuh...😢” Ucapku lirih.
“Kenapa kamu Ai? Kamu kok terlihat sedang gugup begitu. Ada apa Ai?” Tanya Nara khawatir.
“Tadi sih kesehatanku tidak kenapa-kenapa. Tapi setelah mendengar obrolan mereka, mendadak aku jadi takut.” Jawabku dengan sangat lirih.
“Woi..Ai, segitu takutnya banget sih. Biasa saja kali. Bukannya selama ini kamu sering menghadapi situasi kaya begini?! Dan kamu tidak pernah sampai seperti ini. Iya kan?!” ucap Nara mencoba menenangkanku.
“Memang benar kata kamu. Aku selama ini kan selalu santai saja walau ada ujian dadakan. Hihihi...😁”. Ucapku berusaha tenang.
“Tapi aku tetap saja kepikiran.” Keluhku resah dalam hati.
#waktunya ujian
Akhirnya ini pelajaran terakhir sebelum istirahat. Pelajaran yang membuat semuanya tegang sekaligus senang karena bisa melihat guru tampan dan single. Paling tidak itu anggapan mereka. Sedangkan aku sendiri lebih senang fokus pada tulisan yang aku tulis di selembar kertas kosong.
Pada saat pak Candra melangkah masuk ke dalam kelas, seketika kelas menjadi ramai. Dan mereka pun bertanya perihal kebenaran ujian. Seperti yang diinformasikan sebelumnya. Ternyata kabar tentang ujian dan juga ketentuan hukuman itu memang benar adanya. Itu membuat seluruh siswa dikelas menjadi kecewa dan juga tidak bisa banyak berkomentar lagi.
“Baiklah, sekarang waktunya ujian. Diharapkan untuk semuanya tolong simpan buku kalian dan hanya pulpen saja yang ada di atas meja.” Ucap pak Candra tegas.
Lalu semuanya pun melakukan apa yang diperintahkan. Akhirnya kertas ujian pun dibagikan. Dan kalian tahu bagaimana ekspresi wajahku saat membaca soal-soal itu !? Yup...aku hampir saja pingsan karena tidak tahu harus jawab apa, tapi tidak jadi. Hehehe...😁 lalu dengan hanya mengandalkan keberuntungan aku pun mengerjakan semua soal itu sebisaku.
Tak terasa ujian ini pun berakhir. Semuanya terlihat lesu dan yang paling lesu adalah pemberitahuan tentang hukuman yang di dapat. Yaitu akan ada pelajaran tambahan setiap pulang sekolah dan juga selalu ada ujian setiap 3 hari sekali. Sampe semua nilai yang didapat menjadi bagus semua.
Kalau aku sih tidak usah ditanya. Aku terserah saja. Bagaimana nanti. Masalahnya aku tidak pernah akan serius. Hihihi...😁
.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut👇
lah kok malah nyanyi sayah😅😅😅😅