" KARENA MANUSIA SELALU MENGINGINKAN YANG TERBAIK TAPI LUPA MENJADI BAIK DAN BERBUAT BAIK"
Mengisahkan Perjalanan hijrah seorang gadis bernama Gendis.
Masa lalu yang penuh dosa pun membuat Gendis mengalami trauma.
Iqbal seorang pria yang baik namun salah pergaulan menjadikan Iqbal sebagai pribadi yang keras, playboy dan liar.
Mereka dipertemukan pada saat mereka sama sama tidak baik dan bertobat untuk berhijrah.
Perjuangan menuju Jannah yang selalu diimpikan pun harus dilalui dengan kisah yang Tragis, Miris dan Derai Air Mata.
Berhijrah itu mudah tapi untuk Istiqomah itu sulit.
GENDIS.... IQBAL .... JADIKAN SEMUA KISAHMU MENJADI PELAJARAN YANG BERHARGA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AMALAN KEDUA : SHOLAWAT MALAIKAT JIBRIL
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
SHOLAWAT MALAIKAT JIBRIL....
Shalawat ini disebut shalawat Jibril karena yang pertama melafadhkan shalawat ini adalah Malaikat Jibril ketika beliau memberikan pengajaran kepada Nabi Adam AS.
Saat Nabi Adam akan memegang Siti Hawa namun tidak diperbolehkan oleh Allah SWT karena belum halal dan Nabi Adam diharuskan membayar mahar.
Lantas Nabi Adam bertanya kepada Allah SWT :
“Apa Maharnya Tuhanku ?” tanya Nabi Adam.
Allah SWT lalu berfirman berfirman “صل الله على حبيب محمد ” Bacalah Shalawat kepada kekasihku Muhammad.
Lalu malaikat Jibril mendekati Nabi Adam dan membisiki Nabi Adam, katakan Nabi Adam : صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد Shollallohu A’la Muhammad.
Dari cerita diatas dapat kita ketahui bahwa Shalawat Jibril ini sangatlah singkat yaitu : صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد Shollallohu A’la Muhammad atau صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد Shollallohu A’la Sayyidina Muhammad.
Imam Sya’roni dalam kitab at-Thobaqotul Kubro berkata “Siapa yang membaca shalawat ini (shalawat Jibril) maka dia telah membuka 70 pintu rahmat untuk dirinya dan Allah SWT akan menyimpan rasa cinta ke dalam hati para manusia kepadanya.”
Para ulama menyimpulkan bahwa faidah shalawat jibril ini sangat banyak, diantaranya adalah :
Agar dicintai oleh setiap orang
Diberikan rezeki yang berlimpah oleh Allah SWT
Memiliki banyak pengikut
Selalu diberikan keselamatan atau diberikan perlindungan oleh Allah SWT
Lebih mendekatkan kita kepada Rasulullah SAW agar kelak kita mendapatkan syafaat Rasulullah SAW
Bagaimana Cara Mengamalkan Shalawat Jibril ini ?
Salah seorang ulama berkata bahwa agar banyak pengikut, banyak karyawan dan segala urusan lancar maka disarankan untuk membaca shalawat ini sebanyak 1000 kali setelah shalat maghrib.
Cara membacanya adalah dimulai dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim sebanyak 7 kali dengan menahan nafas, Astaghfirullahal ‘Adzhim sebanyak 7 kali dengan menahan nafas baru baca صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد Shollallohu A’la Muhammad sebanyak 1000 kali.
Ada juga ulama yang mengijazahkan lebih mudah yaitu cukup membaca صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد Shollallohu A’la Muhammad sebanyak 100 kali saja setiap selesai shalat maghrib.
Namun didahului dengan membaca penggalan surat Al-Ahzab ayat 56 berikut :
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Insyaallah segala hajat dan kebutuhan kita akan terkabul dengan wasilah bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan barakah shalawat Jibril ini.
Iqbal pun berlari mencari keberadaan Gendis dan Umi. Mencari kesana kemari tapi hasilnya nihil. Iqbal begitu khawatir, setelah melihat Gendis berteriak dan menangis dan berlari entah ke arah mana. Karena bersamaan dengan kejadian itu, Iqbal bertemu salah satu santri yang juga mantan murid mengajinya dulu.
"Gendis, gendis, dimana kamu gendis. Gendis sayang, kamu dimana, kenapa kamu berteriak melihatku sayang", teriak Iqbal.
Umi yang mendengar teriakan Iqbal berlari keluar dari Mushola.
"Nak Iqbal, Gendis disini nak, sedang pingsan." ucap Umi Sifa memanggil Iqbal.
"Dimana Gendis umi! apa yang terjadi, kenapa bisa pingsan. Istriku, Humairah ku, bangun sayang, aku disini, bangun sayang aku akan menemanimu." ucap Iqbal sambil terisak, melihat lemas tak berdaya tubuh sang istri.
Wajahnya pucat kembali, seperti mengingat kenangan yang buruk.
"Umi apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Iqbal.
"Seharusnya ana yang tanya sama antum, istri antum kenapa? melihat antum menjadi histeris hingga pingsan, antum punya salah apa? kenapa Gendis bilang antum bukan pria baik baik" ucap Habib tegas dan marah, rahangnya pun mengeras, terlihat sungguh kesal dan emosi terhadap Iqbal.
Iqbal sendiri sedang mengingat ingat, kejadian buruk apa yang menyebabkan Gendis takut melihat aku suaminya.
"Maaf, ana lupa, tapi ana punya rahasia besar yang belum terungkap dan belum ana ceritain Bib ke antum." ucap Iqbal dengan takut dan gugup, kalau Habib akan marah kembali.
FLASHBACK OFF
Hari itu adalah hari dimana Iqbal dan Gendis berkenalan di salah satu Toko Sembako milik saudaranya. Iqbal sebagai penjual dan Gendis sebagai pembelinya. Entah setan apa yang mengajak Iqbal untuk menggoda Gendis hingga Gendis benar benar terpesona dengan ketampanan seorang Iqbal.
Mereka pun bertukar kontak telepon, setiap malam Iqbal tidak pernah absen untuk terus menggoda dan merayu Gendis. Hingga hubungan mereka pun lebih sangat dekat dan lebih dari seorang teman.
Iqbal yang notabene playboy cap buaya darat itu pun melancarkan aksi PDKT nya dengan mengantar Gendis ke kantornya dan menjemputnya kembali ke kontrakan Gendis. Begitu setiap hari, mereka terbelenggu dosa diatas kesenangan nafsu sesaat.
Pada saat itu Gendis masih memiliki pacar, hubungan mereka 7 tahun lamanya. Hubungannya ini tidak mendapat restu dari orang tua dan keluarga besar Gendis. Sejak saat itu Gendis menjadi malas berinteraksi dengan keluarga besarnya. Ia dibenci dan di bully setiap ada acara keluarga yang mengharuskan mereka kumpul bersama. Entah bagaimana bisa sampai 7 tahun mereka pacaran dan menjaga nafsu setan mereka. Yang ada di pikiran Iqbal, Gendis sama dengan perempuan lain yang hanya mencari kepuasan.
Hingga suatu saat, setan mendesak untuk segera menggauli Gendis. Dirayu, dibujuk, digoda, awalnya menolak, lama lama Gendis pun tak bisa menolak.
Dan hari itu pun kami bersatu dalam pergumulan tubuh kami yang membuat dosa besar itu selalu diulang dan diulangi lagi.
Kujanjikan untuk menikah asal Gendis mau masuk Islam itu syaratku, karena setelah perbuatan bejatku itu, aku tahu ternyata Gendis itu berbeda, Gendis masih perawan, dan dia menjaga kehormatan dan menjaga dirinya dari pacarnya yang sudah 7 tahun. Sedangkan aku baru mengenal 1 bulan sudah mendapatkan kehormatannya. Jujur aku bangga.
Setelah kejadian itu Gendis selalu berusaha belajar agama Islam demi untuk bisa ku nikahi, padahal itu semua hanya bisa bisa ku untuk mengelabuinya.
Seperti biasa, kita menjalani rutinitas mengantar Gendis dan menjemputnya, dan kami sering melakukan hubungan suami istri itu. Hingga Gendis pun positif hamil.
Aku bingung jujur Sanga bingung, panik, takut dan cemas. Tapi aku berusaha tenang mencari jalan keluarnya.
Sama seperti aku, Gendis pun heboh, histeris, takut, bila aibnya ini terbongkar baik di keluarga ataupun dikantornya. Gendis tidak mau kehilangan pekerjaannya karena hamil, dia berusaha menutupinya.
Sampai suatu saat, aku memberanikan diri mengambil keputusan besar.
"Gugurkan kandungan mu, dengan obat ini, bila kamu masih ingin bersamaku, aku bisa lihat kamu menangis terus karena ketakutanmu pada bosmu! CEPAT MINUM OBAT INI!" pinta Iqbal dengan nada marah.
Obat penggugur kandungan itu, Iqbal dapat dari temannya yang bekerja di apotik, cukup mahal untuk sebutir obat itu. Tapi hanya dengan cara ini, agar Gendis tidak dikeluarkan dari pekerjaannya karena perutnya yang semakin membuncit, terlebih dia belum menikah.
Gendis pun menuruti perintah Iqbal. Dan malam itu adalah malam terberat Gendis.
Dia tersiksa karena perutnya yang begitu sakit dan mulas, Petit seperti melilit dan diremas remas, sungguh sakit sekali, rada ingin ke belakang tidak, hingga akhirnya Gendis pun pingsan dikamarnya tanpa ada yang mengetahui.
Pagi pagi, Gendis pun terbangun dari pingsannya. Dia tersadar kalau sedari malam perutnya begitu mulas. Dia pun beranjak ke kamar mandi untuk mandi dan segera berangkat ke kantor.
Di dalam kamar mandi, tubuh Gendis bergetar hebst kemudian Gendis pun menangis histeris, teriak tapi tidak ada yang mendengar.
Ya Tuhan apa yang ku lakukan dengan benih yang tertanam di rahimku, seharusnya ini ku jaga, tapi ini malah ku bunuh karena hubungan terlarang.
Tampak janin yang masih belum sempurna sudah keluar di celana dalam Gendis. Sesak, sakit melihat janin tidak berdosa ini. Gendis ambil dan disimpan dalam handuk kecil untuk dikuburkan.
Mulai saat itu Gendis pun berubah, mengingat banyak dosa besar yang telah ia perbuat.
-------------+++-------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚
subhanalloh.....
wanita surga " Sayyidah Fatima Az-Zahra "
❤️❤️❤️
NEXT
bisa mampir lagi
apa kabar ?
alhamdulillah baru sempat mampir lagi 😊😊🤗🤗
mohon dukungan
My lovely Gea
Istriku dokter Cintaku