Sudah kering air mata ku menangisi pria seperti mantan suamiku.Setelah penghianatan yang begitu sakit akhirnya aku sadar mencintai pria berlebihan sangat tidak baik.Sekarang aku akan balas semua perbuatan mu dengan kesuksesanku kamu akan menyesal telah mengkhianati ku.
Ikuti kisah rumah cerita ini sanggup kah Sarah bangkit dari keterpurukannya setelah penghianatan suaminya Bima,akan kah Bima menyesal mengkhianati Sarah wanita pekerja keras yang tidak banyak tuntutan? ikuti kisahnya dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 7 ~ Wanita rajin ~
Akhirnya mereka sampai di pasar,Sarah mulai membeli semua kebutuhan rumah tangga dan juga bahan untuk jualannya nanti malam.Raisa membantunya membawa barang-barang,dia sangat baik dan tidak banyak mengeluh membuat Sarah semakin senang.
"Raisa kita makan dulu sebelum pulang ya,atau kamu ingin membeli sesuatu?" Tanya Sarah saat dia sudah membeli semua barang yang dia butuhkan.
"Tidak ada kak,walaupun aku ingin membeli sesuatu aku sama sekali tidak punya uang,nanti saja aku beli apa yang aku butuhkan saat aku punya uang." Jawabnya.
"Aku akan membayarnya kalau kamu ada keinginan!!" Ucap Sarah menawarkan lagi.Raisa tampak malu-malu sebenarnya dia ingin membeli pakaian dalam karena dia hannya punya dua biji saat dia datang ke kota ini,dia lupa membawanya dari kampung karena dia begitu buru-buru.
"Sebenarnya aku ingin membeli pakaian dalam,aku lupa membawanya dari kampung karena aku buru-buru,aku tidak ingin mantan suamiku menangkap ku makanya aku buru-buru."Jawabnya malu-malu.Sarah hannya tersenyum mendengar ucapan Raisa akhirnya mereka berdua masuk ke pusat toko penjualan segala jenis pakaian.
Sarah membawa Raisa ke pasar pusat penjualan semua jenis pakaian,bahkan tanpa keberatan dia menyuruh Raisa membeli beberapa baju untuknya dan Raisa begitu bahagia menerima semuanya.
"Kakak,terima kasih banyak ya karena telah memberiku banyak pakaian hari ini,kalau nanti aku sudah bekerja aku akan membayarnya kembali." Ucapnya saat mereka sudah keluar dari toko.
"Tidak usah memikirkan itu,dengan kamu membantuku di rumah hari ini sudah cukup membuatku senang.Kita mampir yuk untuk makan sekalian kita beli untuk ibu dan anak-anak." Ajak Sarah lalu mereka mampir di lesehan yang ada di pasar itu.
****
Bima masuk ke dalam kamar,matanya membesar melihat beberapa lembar pecahan ratusan,senyum di bibirnya langsung mengambang melihat tumpukan uang itu.Dia begitu senang menerima banyak uang tanpa harus mengeluarkan tenaga mencari uang.
" Begitu dong,dia harus tau diri jadi wanita,dia harus banyak bersyukur punya suami setia kepada wanita sepertinya." Ucapnya lalu mencium uang yang sudah ada di tangannya.
"Aroma uang memang aroma paling enak di dunia_
"Bima....Bima...." Tiba-tiba dia mendengar teriakan ibunya dari luar.Bima bergegas memasukkan uangnya ke dalam saku lalu menemui ibunya yang ada diluar.
"Raisa belum pulang ya,kenapa mereka lama sekali?" Tanya ibunya dengan wajah masam.
"Memangnya kenapa Bu biasanya kalau Sarah ke pasar memang lumayan lama,ibu butuh sesuatu aku akan ambilkan untuk ibu."
"Tidak,aku tidak butuh sesuatu,kalau pun aku butuh aku bisa ambil sendiri." Jawab ibunya lalu menghidupkan televisi dan duduk di sopa.
"Pa,aku mau minum teh,aku haus." Tiba-tiba Yola menghampiri papanya ke ruang tamu.
"Kamu ambil saja itukan ada air di dispenser,kenapa manja?"
"Bima...Yola itu masih kecil,dia masih umur tiga tahun lebih kalau dia kena tumpah air panas,kamu itu....Cepat ambil sana."Perintah ibunya.Dengan langkah malas Bima pergi ke dapur lalu membuatkan teh untuk putri keduanya sekalian juga memberikan dia roti yang selalu tersedia.
Saat hendak duduk di depan ibunya,Sarah dan Raisa sudah masuk ke dalam rumah,mereka yang belanja banyak terlihat sangat kelelahan,Bima memasang wajah cuek di hadapan Sarah tapi hal itu tidak membuat Sarah gentar.
"Kalian lama sekali,ibu sampai bosan menunggu,Raisa kamu belanja apa saja,sepertinya kamu membeli sesuatu?" Tanya Maya sambil memandangi kresek yang ada di tangannya.
"Ini beberapa baju yang dibelikan kakak Sarah untukku bibi."Jawab Raisa.
"Jadi kalian tidak beli juga untukku?" Tanya Maya mulai cemburu.
"Ibu besok kita pergi bersama,aku tidak tau ukuran baju untuk ibu makanya aku tidak beli untuk ibu." Jawab Sarah segera dia tidak ingin ibu mertuanya itu banyak pertanyaan.
" Hmm baiklah,besok kamu harus membawaku membeli baju untuk ku." Jawabnya santai sambil pandangannya lurus ke depan pintu.
Sarah membawa semua belanjaan nya ke dapur,Raisa mengikuti Sarah lalu membantunya kembali dengan senang hati memasak air dan mengisi beberapa termos yang akan dibawa ke taman.
Saat keduanya sedang sibuk,tiba-tiba Maya datang menghampiri keduanya,dia menarik kursi lalu duduk menghadap ke arah mereka.
"Sarah kalau bisa ibu minta,bagaimana kalau kamu pekerjakan Raisa untukmu,dia datang ke kota ini untuk mencari pekerjaan,dan kamu tau juga anaknya masih di kampung,itu artinya Raisa harus mengirim uang untuk anaknya." Ucap Maya Sarah tampak diam dia memang hampir tidak mampu melakukan semua pekerjaanya sendirian mengingat sibuknya di warung dan juga saat dia hendak ke taman jualan pada malam harinya.
"Bu,aku tidak keberatan kalau Raisa bekerja untukku,tapi Raisa mau tidak jualan di pasar,lagian aku mampu membayarnya hannya dua juta sebulan,aku belum mampu kalau lebih dari itu." Jawab Raisa kepada mertuanya.
"Aku mau kok kakak,kerja apa pun aku mau yang penting aku ada penghasilan,lagian aku tidak enak kalau menumpang tanpa melakukan apa pun disini." Jawab Raisa tanpa pikir panjang.
"Itu kamu dengarkan apa yang Raisa katakan,dia orang baik kok,rajin lagi kamu sudah lihat sendiri selama disini." Maya sedikit mendukung kepada Raisa sejak di kampung memang keduanya lumayan dekat,walaupun rumah keduanya berjauhan dan Maya selalu percaya apa yang dikatakan Raisa,dan mengabaikan gosip miring tentang Raisa.
Sarah mulai mengurus dua anaknya setelah dia membereskan semua barang yang akan dibawa ke pasar tidak lupa menemani anaknya untuk belajar seperti biasa menanyakan apa yang dia kerjakan disekolah.
" Raisa kita sudah bisa berangkat? apa masih ada yang ingin kamu lakukan?"
"Sudah kak,aku sudah siap." Jawab Raisa.Keduanya meninggalkan rumah setelah pamit kepada Maya dan Bima,sebenarnya Bima ingin sekali ikut tapi dia sedikit malu kalau jualan di taman.
Raisa sangat menikamti pekerjaan malam ini,dia sangat kagum pada usaha kecil Raisa dia tau kalau Raisa pasti sudah punya uang banyak karena hannya modal sedikit Raisa sudah bisa mendapat untung banyak.
Begitu juga keesokan paginya dia menemani Raisa untuk jualan,jualan di pasar jauh lebih melelahkan dari pada di taman dia merasa cukup kelelahan apalagi selama ini dia belum pernah bekerja begitu keras.
Selama ini yang dia tau hannya main media sosial,perawatan dan jalan-jalan dan saat bekerja seperti ini dia merasa sangat lelah.
" Ternyata Sarah sangatlah pelit,bagaimana bisa dia membayar ku hannya dua juta sementara penghasilannya cukup banyak,uang dua juta membeli scancare saja itu tidak cukup,belum lagi baju,paket data dan kebutuhan lain,tapi jalani saja dulu untuk saat ini." Ucapnya disela-sela pekerjaanya di dapur mencuci semua piring kotor.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu