Lin Mo adalah seorang penjual angkringan dengan bakat tersembunyi yang amat sangat luar biasa, yaitu kendali api tingkat mistik untuk memanggag sate kikil dan usus hingga sempurna. Sayangnya, sebuah ledakan tabung gas nyasar mengakhiri hidupnya dan melempar jiwanya ke dunia fantasi sebagai Dewa Api Pengelana bersama Sistem Angkringan Ilahi. Kini berbekal gerobak terbang dan jurus sate ajaib, Lin Mo harus menjelajahi Kerajaan Aethelgard yang penuh intrik politik demi mengumpulkan Poin Arang, membuka cabang angkringan baru, dan menyelesaikan konflik kuno di negeri tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangan Skala Besar Lord Malakor
Langit merah darah di atas Pohon Kehidupan kian pekat, menyebarkan bau amis racun darah yang menghimpit dada. Puluhan naga hitam tak bersayap meraung ganas, mengepakkan sisik-sisik tajam mereka saat memutar di udara. Di atas naga terbesar, Lord Malakor menyeringai kejam, tongkat tengkorak merahnya memancarkan gelombang petir hitam yang siap menghantam seluruh pelataran istana.
"Bocah sombong!" raung Lord Malakor, suaranya menggelegar bagai petir membakar awan. "Bahkan para petinggi Kerajaan Aethelgard gemetar mendengar namaku! Kamu pikir panggangan besi kotor dan kipas bambumu bisa menahan murka Pasukan Naga Hitam Sekte Bintang Gelap?!"
Para prajurit Elf menarik tali busur panah sihir mereka dengan tangan gemetaran. Raja Beastman Singa bersiap menerjang ke udara, namun aura intimidasi ratusan naga hitam membuat udara di sekitar pelataran terasa begitu berat.
Di tengah kepanikan itu, Lin Mo justru bersandar santai di tepi gerobak kayunya. Ia mengetuk-ngetukkan kipas bambunya ke paha dengan nada berirama, seolah-olah raungan naga di atasnya hanyalah musik pengiring angkringan.
"Vex," panggil Lin Mo pelan tanpa menoleh.
"Siap, Master!" sahut Vex mantap, berdiri kokoh memegang kapak kayu arangnya.
"Kaelen, siapkan loyang pualam ukuran raksasa. Anak-anak mantan penyusup, kalian tambah irisan bawang merah dan cabai petirnya tiga kali lipat!"
"Siap dilaksanakan, Master!" jerit ketiga pencuci bawang kompak, meskipun air mata masih mengalir deras di pipi mereka karena uap pedas.
Lin Mo melangkah perlahan ke bagian depan panggung kayu melayang. Matanya yang biasanya jenaka mendadak berkilat dengan pendaran warna keemasan murni—pendaran *Api Murni Pemanggang Arang*.
PING!
[Sistem Angkringan Ilahi: Mendeteksi Monster Tingkat Mistik Tinggi!]
[Target: Pasukan Naga Hitam Darah (30 Ekor)]
[Karakteristik: Daging Berserat Tebal, Kaya Lemak Sihir Hitam, Kulit Kebal Sihir Biasa]
[Saran Pengolahan: Gunakan 'Jurus Angkringan Level 3 - Badai Api Arang Pemurni' Untuk Melunakkan Serat Daging & Mengubah Energi Hitam Menjadi Bumbu Karamel Gurih!]
Lin Mo menyunggingkan senyuman tipis. "Sistem, aktifkan seluruh daya Panggangan Otomatis Level 3!"
BZZZZZZT!
Jeruji Besi Emas Mistik di atas panggangan Lin Mo meledak dalam pancaran cahaya keemasan yang begitu silau hingga menerangi seluruh kegelapan malam Hutan Abadi! Tungku arang ganda di bawahnya memuntahkan bara api murni berwarna merah keemasan yang membumbung tinggi ke udara bagaikan pilar cahaya surgawi!
"Pasukan Naga Hitam! BUMIHANCURKAN MEREKA!" teriak Lord Malakor melambaikan tongkat tengkoraknya.
"ROAARRRRR!"
Sepuluh naga hitam meluncur deras dari langit! Dari mulut-mulut besar mereka yang bergiat racun, tersembur semburan [Api Es Hitam] yang sanggup membekukan dan menghancurkan seluruh kota dalam hitungan detik!
Gelombang api es hitam raksasa meluncur menghantam gerobak Lin Mo!
"Master Lin Mo! Awas!" jerit Putri Aethelgardia memekik cemas.
Namun, Lin Mo sama sekali tidak bergeser satu senti pun. Ia menggenggam Kipas Bambu Ilahi dengan kedua tangannya, mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara, lalu mengibaskannya ke depan dengan satu tarian berputar yang sangat anggun.
"Jurus Angkringan Level 3: Resonansi Bambu Ilahi - Badai Api Arang Pemurni!"
FWOOOOOOOOSHHHHH!
Badai angin keemasan yang bercampur dengan bara [Api Murni Pemanggang Arang*] meledak dari kipas Lin Mo! Gelombang api keemasan itu membentang selebar ratusan meter, membentuk gulungan naga api transparan yang sangat megah di udara!
BUMMMMMMM!
Semburan Api Es Hitam milik pasukan naga bertabrakan langsung dengan Badai Api Arang Pemurni Lin Mo di udara!
Namun, bukannya terjadi ledakan kehancuran, hal ajaib jutaan kali lebih mengerikan terjadi!
Api Es Hitam milik naga-naga itu tidak sanggup menembus kemurnian panas api arang Lin Mo. Sebaliknya, panas ekstrem tingkat Ilahi dari panggangan emas Lin Mo justru menyerap dan memurnikan sihir hitam naga tersebut!
Cusssssssss!
Asap racun hitam milik naga menguap bersih di udara, berubah menjadi uap harum beraroma karamel manis yang memabukkan!
"A-A-Apa?!" Lord Malakor terperanjat tak percaya, tongkat tengkoraknya hampir terlepas dari genggamannya. "Semburan Api Es Hitam milik naga-nagaku... diserap begitu saja?!"
Tetapi kejutan Lin Mo baru saja dimulai.
"Vex! Kaelen! Lempar tali jerat bumbu Mistik!" perintah Lin Mo.
"Siap, Master!"
Vex dan Kaelen melompat ke udara, memutar dua utas rantai sihir yang terhubung langsung ke jeruji Besi Emas Mistik gerobak. Rantai-rantai keemasan itu meluncur bagaikan kilat, melilit leher dan sayap lima naga hitam terdepan di udara!
"Ssst... Sssttt!"
Suhu panas Besi Emas Mistik merambat seketika melalui rantai, membakar sisik-sisik keras naga hitam tersebut. Namun bukannya membuat daging naga itu hangus kotor, kulit tebal naga hitam itu justru mengelupas secara sempurna, memunculkan lapisan daging merah segar berserat tebal yang sangat mengilap di bawahnya!
"Gyaaaarrrgh!" naga-naga hitam itu meraung, bukan karena kesakitan yang mematikan, melainkan karena hawa panas murni yang mendadak melunakkan seluruh otot kaku mereka!
Lin Mo memutar Kipas Bambu Ilahi di jarinya lincah.
"Sistem! Buka Resep: [Sate Daging Naga Hitam Bumbu Kecap Karamel Mistik]!"
PING!
[Resep Dikonfirmasi!]
[Memulai Pengolahan Bahan Naga Hitam Tingkat Mistik!]
Lin Mo melompat ringan menyusuri rantai emas ke udara! Dengan pisau dapur sederhananya di tangan kanan dan Kipas Bambu di tangan kiri, Lin Mo bergerak bagaikan bayangan kilat di antara lima naga hitam yang terjerat!
Set! Set! Set! Sret!
Hanya dalam tiga detik yang fantastis, pisau dapur Lin Mo memotong tonan daging naga hitam menjadi ribuan potongan dadu sempurna tanpa menyentuh satu pun organ atau darah kotor naga tersebut!
Ribuan potongan daging naga segar itu terbang melayang berputar di udara, terbungkus oleh aura api keemasan Lin Mo.
Lin Mo mengibaskan kipasnya lagi. "Masuk ke panggangan!"
Wushhhhh!
Ribuan potongan Daging Naga Hitam itu tertancap otomatis ke belasan ribu tusukan bambu Mistik yang melayang dari gerobak, lalu mendarat rapi dan rapat di atas jeruji Besi Emas Mistik [Panggangan Otomatis Level 3]!
Breeessshhh!
Panggangan emas Lin Mo mendadak bekerja pada kapasitas maksimumnya! Seratus tusuk sate naga dipanggang setiap detiknya dengan kecepatan luar biasa!
Lin Mo melompat turun kembali ke panggung gerobaknya, mengambil botol pualam berisi Kecap Karamel Mistik dan perasan Jeruk Murni Elf, lalu menyiramkannya secara merata ke atas sate naga yang sedang berdesir di atas bara api.
Sssttt... Sssttt... Bzzzt!
Aroma baru yang sepuluh ribu kali lebih dahsyat, lebih kaya, dan lebih mengguncang jiwa meledak hebat dari gerobak Lin Mo!
Aroma manis gurih karamel yang terbakar sempurna, dipadu dengan kegurihan pekat lemak daging naga kelas atas dan sensasi segar jeruk Mistik, menyapu seluruh langit malam Hutan Abadi!
Gelombang aroma itu bahkan membumbung tinggi menghantam puluhan naga hitam sisanya dan para prajurit Sekte Bintang Gelap di udara!
"A-Aroma apa ini?!" jerit salah satu prajurit zirah hitam Sekte Bintang Gelap mendadak memegangi perutnya yang berbunyi sangat nyaring.
"Harum sekali... Naga kita... Naga kita baunya kenapa jadi sangat enak?!" bisik prajurit lainnya menelan ludah dengan kasar, matanya melotot menatap sate yang sedang dipanggang Lin Mo.
Bahkan naga-naga hitam raksasa yang tersisa di udara mendadak berhenti meraung. Hidung-hidung raksasa mereka melar meresapi aroma gurih manis karamel tersebut. Naga-naga ganas itu malah meneteskan air liur raksasa yang jatuh bagaikan hujan gerimis ke tanah!
"Kalian bodoh! Kenapa kalian malah meneteskan air liur?! Serang dia! Serang!" jerit Lord Malakor histeris sambil memukul-mukul kepala naganya.
Namun sudah terlambat!
Lin Mo mengangkat dua piring pualam raksasa berisi ratusan tusuk Sate Daging Naga Hitam Bumbu Kecap Karamel Mistik yang baru saja matang sempurna. Dagingnya berwarna cokelat gelap berkilau karamel emas, mengepulkan uap harum yang sanggup meruntuhkan iman siapapun.
"Sate Daging Naga Hitam Bumbu Kecap Karamel, matang sempurna!" seru Lin Mo tersenyum lebar.
stretch Lin Mo melambaikan tangan ke arah para tamu perjamuan di bawah.
"Raja Singa! Paman Duta Besar! Mau cicip sate naga bakar karamel gratis?!" tawar Lin Mo ramah.
"MAUUUUUUU!" teriak Raja Beastman Singa dan Duta Besar Aethelgard bersamaan tanpa ragu sedikit pun!
Raja Singa melompat paling cepat, menyambar piring pualam berisi sate naga tersebut dan membagikannya ke para raja lainnya.
Mereka melahap sate naga hitam itu dengan beringas!
Nyam! Nyam! Juicccy!
Kerenyahan karamel manis di luar bersatu dengan kelembutan luar biasa dari daging naga yang kaya lemak gurih murni!
Bzzzzzzt! BUMMMMM!
Sensasi kelezatan tingkat dewa meledak di dalam tubuh para raja!
"UWOOOOOOOOOGH!"
Raja Beastman Singa menjerit histeris, otot-otot lengannya membengkak dua kali lipat, dan pendaran aura keemasan murni melingkupi tubuhnya! Level sihirnya mendadak naik satu tingkat hanya dari satu gigitan sate naga!
"Kelezatan ini... Ini adalah kelezatan mutlak! Daging naganya begitu empuk! Kecap karamelnya meresap sampai ke tulang jiwaku!" jerit sang Raja Singa menangis bahagia sambil mengunyah lima tusuk sekaligus!
Para prajurit Sekte Bintang Gelap di udara yang melihat para raja makan dengan begitu lahap tidak bisa menahan rasa iri dan lapar mereka lagi.
"Saya... Saya tidak mau jadi penyusup lagi! Saya mau makan sate naga itu!" jerit salah satu prajurit zirah hitam melemparkan tombaknya ke tanah dan melompat turun dari atas naga, berlari menghampiri gerobak Lin Mo!
"Saya juga! Saya menyerah! Beri saya setusuk sate karamel itu!" seru belasan prajurit Sekte Bintang Gelap lainnya ikut melompat turun dan berlutut rapi di depan gerobak Lin Mo!
"Pengkhianat! Kalian semua pengkhianat kotor!" teriak Lord Malakor frustrasi, mukanya memerah padam karena murka.
Tinggal Lord Malakor sendirian di atas naga raksasanya di udara.
Lin Mo melangkah naik ke atas panggung gerobaknya, menatap Lord Malakor di atas sana sambil mengibaskan kipas bambunya santai.
"Paman Bertanduk Merah," kata Lin Mo terkekeh pelan. "Pasukanmu sudah pada tobat gara-gara lapar. Paman mau ikut antre beli sate naga juga tidak? Khusus buat Paman, saya kasih diskon sepuluh persen deh."
"BOCAH KAKI LIMA BANGSAT!" raung Lord Malakor benar-benar kehilangan akal sehatnya.
Ia menggabungkan seluruh aura sihir hitam darahnya ke dalam tongkat tengkoraknya, membentuk sebuah bola energi hitam raksasa berukuran sebesar rumah yang siap dihantamkan ke arah Lin Mo!
"Mati kamu bersama gerobak sampahmu!" teriak Malakor meluncur turun bersama naga raksasanya!
Namun, Lin Mo hanya menghela napas pelan.
"Vex, Kaelen, Lilia... Pegangan yang kuat ya," bisik Lin Mo.
Lin Mo menggenggam Kipas Bambu Ilahi, lalu mengalirkan seluruh 17.950 Poin Arang yang dimilikinya ke dalam Sistem!
PING!
[Sistem Angkringan Ilahi: Mengaktifkan Mode Pemanggangan Akhir!]
[Jurus Terlarang: 'Api Arang Ilahi Penakluk Segala Realm']
BZZZZZZZZTTTTTTT!
Seluruh area Hutan Abadi mendadak menjadi terang benderang bagaikan siang hari!
Dari panggangan Besi Emas Mistik Lin Mo, menyembur pilar api berwarna putih keemasan murni yang membumbung menembus awan dan membelah langit merah darah Lord Malakor!
Lin Mo mengibaskan kipas bambunya ke atas.
"Jurus Angkringan Ilahi: Pemanggangan Karamel Surgawi!"
FWOOOOOOOOSHHHHH!
Pilar api putih keemasan itu menghantam bola energi hitam Lord Malakor! Bola sihir hitam itu hancur seketika tanpa sisa!
Panas suci dari api arang Lin Mo menyelimuti naga raksasa Lord Malakor di udara. Dalam hitungan detik, aura kejahatan naga itu menguap bersih, dan naga raksasa itu berubah melunak, terjatuh perlahan dan mendarat dengan lembut di pelataran istana dalam kondisi siap diolah menjadi sate!
Sementara Lord Malakor sendiri terlempar dari atas naga, pakaian kebesarannya robek-robek, dan ia jatuh terjerembap tepat di depan meja gerobak Lin Mo!
Bruk!
Lord Malakor terengah-engah, wajahnya penuh jelaga arang putih, dan tongkat tengkorak kebanggaannya telah patah menjadi dua di tanah.
Ia mendongak dengan gemetaran, menatap pemuda berkaus polos yang berdiri santai di depannya sambil memutar kipas bambu.
Lin Mo menyarungkan kipas bambunya ke pinggang, lalu mengambil satu tusuk [Sate Daging Naga Hitam Bumbu Kecap Karamel] yang masih panas dan mengepulkan uap harum.
Ia menyodorkan sate itu tepat di depan hidung Lord Malakor.
"Gimana Paman Malakor? Masih mau membakar Hutan Abadi, atau mau cicip sate dulu?" goda Lin Mo menaikkan sebelah alisnya.
Lord Malakor menelan ludah secara kasar. Aroma gurih karamel manis dari sate di depannya menembus masuk ke dalam hidungnya, meruntuhkan seluruh rasa benci, kesombongan, dan ambisi jahat yang telah ia bangun selama ratusan tahun.
Air mata penyesalan dan kelaparan menetes dari mata merah Lord Malakor.
Dengan tangan gemetaran, sang Penguasa Pasar Gelap yang ditakuti seluruh benua itu mengambil sate dari tangan Lin Mo dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
Krikkk! Juicccy!
"UWOOOOOOOOGH!"
Lord Malakor bersujud rapat di atas tanah, menangis tersedu-sedu bagaikan anak kecil!
"Lezat sekali... Hamba mengaku salah! Hamba adalah orang jahat yang tidak tahu diri!" jerit Lord Malakor histeris sambil mengunyah sate naga buatan Lin Mo.
"Tolong... Tolong ampuni hamba! Hamba rela jadi tukang kipas arang di angkringan Anda selamanya!" mohon Lord Malakor tulus.
Seluruh warga Elf, raja-raja benua, dan para prajurit yang melihat pemandangan itu bersorak-sorai gembira secara gemuruh!
"MASTER LIN MO! DEWA KULINER KITA!"
"ANGKRINGAN DEWA MO TIADA TANDINGAN!"
Raja Aurelius dan Putri Aethelgardia melangkah mendekati Lin Mo dengan rasa bangga dan hormat yang sangat tinggi.
PING!
[Sistem Angkringan Ilahi: ANCAMAN LORD MALAKOR DITUMPAS TOTAL!]
[Hasil: Kemenangan Kuliner Mutlak & Penundukan Penguasa Pasar Gelap!]
[Menerima Hadiah Misi Legendaris:]
[Poin Arang +20.000]
[Bahan Baku Terbuka: Daging Naga Hitam Mistik (Stok Permanen di Sistem)]
[Perekrutan Staf Baru: Lord Malakor (Jabatan: Kepala Tukang Kipas Arang)]
[Izin Usaha Permanen di Seluruh Benua Mistik]
[Total Poin Arang Saat Ini: 37.950 Poin!]
Lin Mo tersenyum lebar menatap notifikasi Sistemnya. Dengan Poin Arang yang kini menembus angka 37.000+, ia sudah siap untuk melangkah ke petualangan berikutnya dan membuka cabang-cabang Angkringan Dewa Mo di seluruh pelosok benua!
Lin Mo mengacungkan Kipas Bambu Ilahinya tinggi-tinggi ke udara.
"Perjamuan Mistik dilanjutkan! Sate Daging Naga Karamel gratis untuk semuanya!" seru Lin Mo gembira.
"UWOOOOOOOOH!"
Sorak-sorai kebahagiaan membumbung tinggi menembus langit malam Hutan Abadi yang kini telah kembali cerah berhiaskan bintang-bintang indah.