Sebuah cerita cinta yang didambakan oleh semua orang yaitu, berakhir dengan bahagia bersama untuk menua namun tidak dengan pasangan dua sejoli Elnara dan Bobby. Kisah cinta mereka harus berakhir tanpa kepastian , tanpa ada kata perpisahan namun masih menyimpan perasaan satu sama lain.
Sekuat apapun kita bertahan dan berkorban demi seseorang jika memang bukan takdir untuk bersama tidak ada yang bisa mengalahkan ketentuan dari-NYA.
Nara yang memilih untuk pergi meninggalkan Bobby dan harus menikah dengan seorang laki-laki yang tidak pernah ia cintai ditambah laki_laki tersebut sudah memiliki istri dan anak. Nara yang harus rela menjadi istri ke dua, mampu kah Nara bertahan di dalam pernikahan yang didasari dengan keterpaksaan ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon listi Sabran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenangan dalam hujan
Berapa lama kemudian kak Bobby keluar dari ruangan dan menuju ke parkiran , dari kejauhan ia melihat Nara yang sedang berdiri di pos jaga sambil bermain air hujan, kak Bobby bergegas menghampiri Nara.
"Hayoo main hujan-hujan nanti sakit,"ucap Bobby yang berdiri disampingnya Nara.
"Eh,,, kakak bikin kaget saja aku kira tadi siapa ," sahut Nara sambil tertawa.
"O,,iya kak , tadi ada laki-laki nitip ini sama Nara, (sambil mengeluarkan handphone dari tas),katanya handphone kakak ketinggalan jadi dia bawakan kesini siapa tau penting katanya,kalo gak salah nama nya Reyhan gitu."
"Oh Ehan, iya dia temen satu kost dengan kakak, tadi buru-buru mau ke kampus jadi lupa bawa handphone, makasih ya ,Ra,"ucap kak Bobby.
"Iya sama-sama ka, kakak mau pulang? kakak bawa mantel ?"tanya Nara.
"Gak bawa sih Ra, kamu mau pulang? mau kakak antar gak?" tanya balik kak Bobby.
''Sama Nara juga gak bawa mantel, nunggu hujan nya sedikit reda baru pulang kak,"sahut Nara.
''Ra,, kamu lebih suka hujan atau panas?" tanya kak Bobby.
Nara tersenyum,dan menjawab pertanyaan dari kak Bobby." Aku suka dua-duanya kak."
"Kenapa Nara suka panas dan hujan ?" tanya kak Bobby lagi.
''Yah,, selama Nara masih bisa bersama dengan orang yang Nara sayang mau hujan mau panas enggak masalah kak,''jawab nara sambil menoleh kak Bobby.
"Kalau kakak? ''tanya balik Nara.
"Aku sih lebih suka hujan, Ra karena hujan itu bisa memberikan kenangan, lebih berkesan ,contoh nya seperti kita sekarang karena hujan kita lebih bisa lama ngobrol, lebih lama bertatap muka, kita bisa melihat pelangi setelah hujan reda, atau kita bisa hujan-hujan an ,dan apabila hujan itu datang lagi ,maka kamu akan terkenang orang yang pernah bersama kamu disaat hujan,hujan romantis kan ,Ra? gimana menurut kamu?'tanya kak Bobby.
"Tapi kehadiran pelangi hanya sesaat, Nara gak mau keindahan itu hanya untuk sebentar atau sementara terus menghilang," ucap Nara sambil memejamkan matanya merasakan suara rintikan hujan.
"Karena kita hidup di dunia ini gak pernah abadi, Ra. Sekuat apa kamu genggam orang yang kamu cintai jika akhirnya takdir tidak memihak , kamu bisa apa? maka itu gunakan lah waktu kamu bersama orang yang kamu cintai sebaik mungkin,"ucap Bobby sambil melihat ke arah Nara.
''Hmmm,, iya juga sih ka,"ucap Nara yang masih saja memikirkan perkataan kak Bobby.
***
Hujan mulai reda, Nara dan kak Bobby pun pulang kerumah masing-masing .
Setiba di kost , kak Bobby membuka Hp nya ternyata ada 4 panggilan tak terjawab dari Nara,kak Bobby pun langsung telpon balik Nara.
"Hallo,,, Ra, kamu telpon aku? ada apa Ra? kamu sudah nyampe rumah ?"tanya kak Bobby dengan nada khawatir.
"Sudah dirumah kak sampai dengan selamat kok, tadinya aku telpon kakak mau bilang kalau Nara suka Hujan ," tiba-tiba telpon nya langsung ditutup Nara.
Bobby pun tersenyum, dalam hatinya." Dasar Nara ada-ada saja tingkah lakunya,cuman ngasih tau itu saja ternyata aku kira ada apa.
Malam semakin larut Nara pun belum bisa tidur karena kepikiran kak Bobby.
"Kalau tiap hari seperti ini bagaimana aku bisa lupa dengan kak Bobby? aku tidak bisa mengerti bagaimana perasaan kak Bobby ke aku, kadang aku merasa disaat pengen menjauh dia memberi harapan agar aku tidak menjauh, dan sewaktu aku mengatakan cinta sama dia tapi dia gak jawab sama sekali malah bilang jalanin saja dulu apa adanya. Jadi... maunya apa? dia sayang apa enggak sih sama aku ?"tanya Nara dalam hati.
Nara pun mengirimkan pesan kepada kak Bobby yang berisikan .
"Sekarang aku lebih menyukai pangeran kodok daripada superman".
Dan kak Bobby pun membaca isi chat nara dengan senyum.
'Ra, kamu wanita polos yang pernah aku dapati, kepolosan kamu yang membuat aku betah berlama lama ingin mengenal kamu lebih jauh, ingin selalu berlama lama dekat di samping kamu ,tapi aku masih bingung dengan perasaan aku ke kamu enggak pengen cepat-cepat mengambil kesimpulan kalau ini cinta, takutnya hanya sekedar suka yang sesaat , karena aku tidak ingin ngecewakan kamu untuk yang ke dua kalinya," gumam kak Bobby dalam hati.
Ia pun memandangi foto Nara, tiba-tiba Reyhan masuk ke kamar Bobby.
''Bob,,, ciee foto siapa tuh? pacar kamu ? tanya Reyhan kepada Bobby yang langsung menyembunyikan ponsel nya.
" Bukan, temen di kampus aku Han." jawab Bobby.
" Kok aku kaya pernah liat dia ya, tapi dimana ya?"
" Masa kamu lupa , kamu kan yang menitipkan hp aku ke dia, di parkiran ingat enggak?"
" Ooo,,,iyaa Bob, iya benar aku ingat,"sahut Reyhan.
" Satu jurusan sama kamu Bob?'' tanya Reyhan yang sedikit penasaran dengan Nara.
"Dia adek tingkat aku Han, dia jurusan Akuntasi."jawab Bobby.
" Anak nya manis yah, imut-imut gitu, lantas kamu akrab sama dia?"
" Itu waktu dompet dia jatuh dan kebetulan aku yang temukan dompet dia."
"terus kenalan, saling tukar nomer telpon terus jadian , sperti film-film di Ftv itu Bob kan alur nya sudah ketebak ," sahut Reyhan.
"yee,,, kalau saja cinta seindah film-film di Ftv, mungkin kamu enggak bakalan jomblo sampai sekarang Han." Sambil tertawa, Bobby menggoda Reyhan.
atau yg bunuh kekasih si Alvian dulu juga Siska haduh ntar Nara juga dibunuh heh benera iblis muka dua tuh