Bercerita tentang seorang wanita bernama Citra Natalina, gadis super modern. Di Usia ke 25 tahun, dia masih belum menikah. Alasannya karena dia tripikal wanita yang pemilih dalam mencari pasangan. Dan tak di sangka ibunya menjodohkannya dengan putra dari sahabat masa kecilnya yang bernama Rizki Putra Pratama. Karena menurut ibunya anak dari temannya itu termasuk kriteria citra, pria mapan, kaya, dan tampan.
Mendengar hal itu Citra langsung setuju untuk menikah dengan pria pilihan ibunya itu, sampai di hari pernikahan Citra di kagetkan dengan kenyataan tentang suaminya.
Akankah Citra Natalia dan Rizki Putra Pratama menjalankan pernikahan layaknya suami istri atau malah sebaliknya. Dan akankah tumbuh perasaan Cinta antara keduannya atau malah sebaliknya.
☆Langsung di baca aja...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Hari sudah menjelang sore, dan kini Citra tengah membereskan barang-barangnya.
"Citra, aku duluan. Yah." Ucap Nisa.
Dan citra hanya tersenyum sebagai jawaban, kini citra tengah berjalan ke luar dari tempatnya bekerja. Dan rupanya di depan tempat kerjanya sudah ada mobil yang sangat Citra kenali.
Dengan langkah santai Citra langsung berjalan ke arah mobil tersebut, dan langsung membuka pintu mobil tersebut.
Rizki yang melihat Citra sudah memasuki mobilnya, langang menyalakan mesin mobilnya.
"Mau langsung pulang?" Tanya Rizki.
"Iya, langsung pulanglah. Emangnya mau kemana lagi." Ucap Citra malas.
"Iya, mungkin kau mau belanja atau makan di luar." Ucap Rizki.
"Tidak." Jawab Citra.
Merasa puas dengan jawaban citra, rizki kemudian langsung mengemudikan mobilnya. Di sepenjang jalan tak ada obrolan antara rizki maupun Citra, mereka lebih suka diam satu sama lain.
Tak beberapa lama, mobil Rizki sudah sampai di depan rumahnya. Tanpa basa basi lagi Citra langsung keluar dari dalam mobil.
Rizki yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum sendu, betapa susahnya meluluhkan hati perempuan yang sekarang menjadi istrinya itu. Tapi, rizki tak akan menyerah sampai di sini.
Kemudian rizki juga ikut masuk ke dalam rumahnya, dan berjalan menuju ke kamar.
"Ahhhkkk..." Teriak Citra sambil menutupi bagian atas tubuhnya. "Apa kau tak bisa mengetuk pintu dulu." Maki Citra.
"Maaf aku tak tahu." Ucap rizki sambil menutup pintu kamar.
Nampak langsung berjalan ke sopa, dan merebahkan tubuhnya yang di rasa cukup lelah. Hari ini di kantornya terjadi masalah akibat seseorang yang menggelapkan dana perusahaan dan itu membuat kerugian besar bagi perusahaannya.
Lalu Rizki melepas alat pendengarnya, dan menyimpannya di atas meja. Kemudian rizki menutup matanya sebentar.
..
"Hem." Terdengar suara gumaman rizki. Lalu matanya melihat ke arah jam, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam.
Lalu dengan langkah santai di pergi ke kamarnya, dan langsung membuka pintu. Tapi, dia tak melihat keberadaan Citra. "Mungkin dia pergi keluar." Pikir rizki.
Kemudian rizki langsung membuka jas dan juga kemeja miliknya, lalu dia langsung berjalan ke kamar mandi. Dan saat dia membuka pintu kamar mandi. Betapa kagetnya dia melihat Citra yang tergeletak di kamar mandi tanpa menggunakan sehelai benang.
Dengan sangat paniknya, rizki mulai menepuk-nepuk pipi Citra.
"Citra sadarlah." Ucap rizki.
Lalu perlahan Citra mulai membuka matanya, "Kemana saja kau, aku memangggilmu beberapa kali." Ucap Citra.
Tapi Rizki tak bisa mendengar ucapan Citra karena dia tadi melepas alat pendengarnya.
Tanpa basa basi lagi, rizki mengangkat tubuh telanjang Citra dan membawanya ke atas ranjang.
Dengan perlahan Rizki menidurkan tubuh citra, nampak rizki hanya bisa menelan ludah saat melihat tubuh molek citra tanpa sehelai benang sedikit pun. Kemudian Rizki menyelimuti tubuh Citra dengan selimut.
Lalu Rizki pergi ke ruang tamu untuk mengambil alat pendengarnya, dan langsung kembali ke kamar untuk melihat citra.
"Maaf aku tak mendengar kau memanggil, tadi aku tidur dan melepas alat pendengarku." Ucap Rizki. "Ada apa denganmu kenapa kau bisa tergeletak di lantai."
"Aku tergelincir lalu kepala ku membentur closet." Ucap Citra.
"Apakah kepalamu masih sakit?" Tanya rizki khawatir.
"Sedikit." Jawab Citra, sambil memalingkan wajahnya. Entah kenapa jantung Citra berdebar-debar saat melihat rizki. Apa mungkin dirinya mulai menyukai rizki, tapi citra langsung menipis jauh-jauh pemikirannya itu.
but jujurly cerita nya bagus dan ga ngebosenin
Suami absurd
Suami rupa madu mulut racun
Perjodohan Arini