Vey, gadis berusia 18 tahun. Hidupnya menderita semenjak Ayahnya, Gan, menikahi wanita bernama Lam dan memiliki anak permpuan bernama Jel. Ibu dan saudara tiri Vey selalu menyiksa Vey ketika Ayahnya tidak ada. Namun kehidupan Vey berubah setelah bertemu dengan seorang vampir tampan bernama Tae.
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virlia Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Sesampainya di dalam ruangan, Tae yang tak mampu menahan rasa cemburunya langsung menutup pintunya dan memegang ke dua pundak Vey. Disenderkannya Vey ke tembok. Dan tangan kirinya di tempelkan di tembok di sebelah kepala Vey.
"Mengapa kamu bisa diantar olehnya? Kenapa bisa kalian begitu dekat? Apa yang terjadi diantara kalian?" ucap Tae sambil dengan raut wajah yang begitu muram dan marah. Tae pun mencengkeram kedua lengan atas Vey.
"Aw... Sakit. Kamu ini kenapa tiba-tiba jadi seperti ini? Lepaskan aku! Kalau tidak aku akan teriak!" ancam Vey yang merasa kesakitan akibat cengkeraman Tae.
Tae yang tersadar jika dirinya telah menyakiti Vey langsung melepas cengkeramannya dan meminta maaf "Ah, maaf. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku hanya khawatir padamu itu saja."
"Kenapa memangnya? Dia bukan orang jahat justru dia yang menolongku tadi malam ketika aku di hadang preman. Sebenarnya kamu ini maau ngasi aku pekerjaan atau cuma mau bully aku? Aku tau kamu pernah menolongku terima kasih untuk itu, tapi kalau kamu mau menindasku juga lebih baik aku keluar dari kantor ini" air mata Vey tak dapat terbendung lagi dan akhirnya terjun bebas.
Tae terkejut dengan jawaban Vey. Dan ia merasa sakit saat melihat Vey menangis. Yah mungkin memang Tae merasa dia terlalu berlebihan terhadap itu. Lagipula Vey juga diselamatkan oleh Tam. Setelah meminta maaf pada Vey, Tae menyuruh Vey mengikuti Tae untuk menyeleksi calon karyawan magang yang nantinya akan diangkat sebagai karyawan tetap di Perusahaan.
"Sekali lagi, aku minta maaf oke? Kamu mau kan memaafkan aku?" Tae meminta maaf dengan tulus.
"Baiklah, tapi jangan seperti itu lagi," balas Vey.
"Oke deh. Ayo kita ke ruangan seleksi!" ajak Tae lalu menggandeng tangan Vey. Vey masih sedikit marah dengan perlakuan Tae tadi.
"Lepaskan! Aku tidak buta dan tidak perlu di gandeng!" Vey melepaskan genggaman tangan Tae dan berjalan mengikuti Tae dari belakang.
'Hihi dia benar-benar imut saat mengambek,' batin Tae cekikikan.
Mereka pun menuju ruang seleksi. Sesampainya di sana, mereka mewawancarai para pendaftar dan menyeleksinya. Ketika sampai di urutan terkahir, alangkah terkejutnya Vey karena calon pelamar yang terakhir adalah Jel, adik tirinya.
Sontak Jel juga kaget karena bertemu Vey yang duduk di setelah Tae. Belum mulai wawancara, Tae sudah menolak Jel. Namun, Jel marah-marah karena tidak diterima Tae.
"Kau tidak perlu ikut seleksi! Kau tidak di terima! Acara sudah selesai! Silahkan kembali!" ucap Tae dengan tegas.
"Mengapa aku belum memulai wawancara langsung ditolak? Ini sungguh tidak adil! Apalagi kita calon suami istri,bukan? Kenapa kamu begitu tega," rengek Jel dengan percaya dirinya menyebut diri sendiri sebagai calon istri Tae.
"Calon istri? Dalam mimpimu! Aku tidak pernah punya calon istri! Keputusan ada ditanganku. Dan kamu tidak berhak merubah keputusan itu! Mohon silahkan keluar!" bentak Tae yang mulai emosi.
"Tapi Ayahku bilang, dia akan menemuimu untuk membicarakan ini. Oh, aku tau ini pasti ulah si jalang busuk ini! Hei wanita jalang! Kamu pasti telah mengguna-guna Presdir kan! Ayo mengaku saja! " tuduh Jel pada Vey yang sedari tadi hanya diam saja.
"Maaf, Jel. Tapi aku tidak ingin ikut campur urusan kalian dan tolong tarik kata-katamu itu! Aku tidak pernah sama sekali mengguna-guna Presdir!" bantah Vey yang tidak terima karena di tuduh sembarangan. Kali ini Vey ingin membela dirinya sendiri. Ia tidak ingin jika harga dirinya selalu di injak-injak.
"Heh, siapa yang akan percaya dengan omong kosongmu itu! Lihat saja dari penampilanmu dan penampilanku. Orang waras pasti sudah bilang aku lebih segala-galanya darimu!" ucap Jel dengan sombongnya.
"Sudah cukup! Saya mohon anda tidak membuat keributan disini! Silahkan anda keluar atau saya akan memanggil security!" sahut Tae yang benar-benar sudah sangat marah.
"Baik, aku akan keluar! Hei Jalang! Tunggu saja dirumah nanti!" ancam Jel lalu meninggalkan ruangan dan Perusahaan Bangmy.
to be continued...
#entahlah😅😂