NovelToon NovelToon
My Cold Boss

My Cold Boss

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:155.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ita Yulfiana

Dua kali merasakan patah hati yang teramat mendalam membuat Aresh menjadi sosok laki-laki yang berhati dingin yang terkesan sombong, angkuh, dan tidak berperasaan pada lawan jenis. Dia membenci semua wanita kecuali mommy dan adik perempuannya.

"Semua perempuan sama saja, aku tidak akan membiarkan makhluk pengkhianat itu kembali masuk ke dalam kehidupanku."

Ruby Zivanna Larasati, gadis manis itu malah terjebak menjadi sekretaris Aresh, bos yang angkuh dan suka memperlakukannya dengan semena-mena.

Bagaimana kisah antara Aresh dan Ruby? Akankah Ruby mampu mengubah pandangan Aresh terhadap wanita, khususnya pada dirinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

...Note : Novel ini sedang dalam proses revisi atas saran dari editor, silahkan teman-teman mundur 1 bab ke belakang terlebih dahulu sebelum lanjut membaca bab ini. Mohon maaf atas ketidak nyamanannya🙏🏼...

...*...

...*...

"Ruby berangkat dulu ya, Bund. Doakan agar pekerjaan Ruby lancar dan tidak banyak kendala. Kalau ada apa-apa, cepat telepon Ruby, ya," ucap Ruby. Pagi ini setelah berpamitan dan meminta restu sang ibunda, gadis itu pun segera berangkat ke kantor diantar oleh Robby. Pagi ini adalah hari pertama Ruby bekerja di Adiyaksa Holdings sebagai sekretaris Aresh, karena tidak ada yang menginginkan Ruby datang terlambat di hari pertama bekerja, Robby pun memutuskan untuk mengantar sang kakak sebelum berangkat ke kampus.

Sementara itu diwaktu yang sama namun tempat yang berbeda, Naura tengah memasangkan dasi di leher Aresh. Pemuda itu nampak sangat tampan dan gagah dengan setelan jas berwarna abu-abu pekat beserta gaya rambut klimis.

"Wah, anak Mommy tampan sekali." Naura tersenyum sembari mendongak menatap putranya itu.

"Mommy bisa saja."

"Ya sudah, berangkat sana, hari ini adalah hari pertama kamu menggantikan papa kamu memimpin perusahaannya, jadi kamu tidak boleh datang terlambat," kata Naura. Wanita paruh baya itu lantas mengambil kotak bekal yang memang sudah dia siapkan untuk putranya. Ini memang sudah menjadi kebiasaan saat ketiga anaknya masih kecil. Naura tidak akan membiarkan mereka jajan sembarangan di luar dan memakan makanan yang tidak sehat.

Aresh mengerutkan dahi saat melihat sang mommy memasukkan dua buah kotak bekal dengan warna berbeda ke dalam tas bekal. "Loh, Mommy, kenapa kotak bekalnya ada dua?"

Naura tersenyum. "Yang warna abu-abu ini sudah jelas punya kamu, Sayang, tapi yang satu ini, kotak bekal berwarna pink ini, Mommy mau minta tolong, tolong berikan pada Ruby, ya? Kamu tidak keberatan, 'kan?"

"Ru-Ruby?" Aresh merasa tidak percaya. "Untuk apa Mommy membuatkan bekal untuk gadis itu? Bukankah dia bisa bawa bekal dari rumahnya sendiri."

Jujur saja, Aresh tidak suka saat mommy-nya memperlakukan gadis yang satu itu dengan sangat spesial. Semalam mommy-nya membuat kejutan dengan menjadikan gadis itu sebagai sekretarisnya tanpa meminta persetujuannya terlebih dahulu, sedangkan pagi ini, sang mommy malah membuatkan bekal untuk gadis itu juga. Bukankah ini terlalu berlebihan, memangnya apa istimewanya gadis itu? Pikir Aresh.

"Iya, Mommy tahu Ruby bisa bawa bekal dari rumahnya sendiri, tapi itu kalau dia pandai memasak, kalau tidak bagaimana?" kata Naura.

"Tapi, Mom, dia itu 'kan-"

"Sudah, jangan banyak protes, cepat berangkat sana. Pokoknya Mommy tidak mau tahu, bekal itu harus kamu berikan pada Ruby, kalau tidak-"

"Mommy akan memarahiku," sambung Aresh memotong ucapan sang Mommy.

Naura tertawa karena putranya itu sudah tahu apa yang akan dia katakan. "Nah, itu kamu tahu."

"Ya sudah, Aresh berangkat dulu ya, Mom." Aresh pamit sambil mencium punggung tangan Naura.

"Iya, Sayang. Hati-hati."

*

*

Adiyaksa Holdings

Ruby berdiri tepat di depan pintu masuk gedung perkantoran tersebut. Tadi saat dia baru sampai, Naura tiba-tiba saja menelponnya dan menyuruhnya untuk menunggu Aresh di sana. Tidak berselang lama, pemuda itu pun akhirnya sampai di kantor diantar oleh sopir pribadi sekaligus asistennya, yaitu Bagas.

"Selamat pagi, Pak," sapa Ruby sembari menunduk, karena sebenarnya dia merasa agak canggung pada lelaki itu setelah apa yang mereka alami semalam.

"Hem." Aresh bergumam seraya memberikan tas bekalnya pada Ruby tanpa aba-aba, hampir saja gadis itu menjatuhkannya karena tidak ada persiapan sama sekali.

Astaga. Apa ini? Batin Ruby.

"Hai, selamat pagi, dan selamat datang di Adiyaksa Holdings." Bagas menyapa Ruby sambil tersenyum, kemudian melenggang masuk menyusul Aresh yang tengah berjalan menuju lift.

"Ha-hai," balas Ruby. Gadis itu masih berdiri di tempat sembari memperbaiki tas bekal yang hampir saja dia jatuhkan.

"Hey, kenapa kamu masih berdiri di situ? Ayo masuk," ajak Bagas setelah berjalan beberapa langkah tapi Ruby masih saja betah berdiri di tempat.

"Ah, iya." Ruby lantas mensejajarkan langkahnya dengan pemuda itu. "Kenapa kamu juga ikutan masuk?" tanya Naura penasaran, karena seingatnya pemuda itu adalah sopir pribadi Aresh. Tidakkah dia melihat penampilan rapi lelaki itu pagi ini yang sama sekali tidak mirip dengan sopir.

Bagas hanya tersenyum menanggapi ucapan Ruby, kemudian memberikan kartu nama pada gadis itu.

"Apa ini?" tanya Ruby. Matanya seketika melebar ketika mengetahui bahwa ternyata laki-laki yang dia kira adalah sopir pribadi Aresh tersebut ternyata adalah asisten Aresh juga sekaligus. "Maaf, aku tidak tahu."

Bagas tersenyum. "Tidak apa-apa. Oh iya, Sekretaris Ruby, mulai sekarang kita adalah rekan kerja, aku harap kita berdua bisa bekerja sama dengan baik ke depannya."

Ruby balas tersenyum malu-malu. Rasanya sedikit aneh saat seseorang pertama kali memanggilnya dengan sebutan seperti itu. "Tentu saja."

Sementara itu, Aresh yang diam-diam menyimak interaksi keduanya pun merasa tidak suka saat melihat Bagas yang terlihat akrab dengan Ruby, padahal mereka baru saja saling mengenal.

1
Rizky Anindiya
hahaha..akibat Ruby sering kena marah .sekali aresh tersenyum jadi keliatan aneh dan menyeram kan ,😂
Nadin
awal yg di mulai dengan kebencian..dan akan bucin di kemudian hari🤣
Nadin
aq mampir thor...setelah baca cerita si keran air🤭
_Ran'er
👍👍👍
Nury
ruby cengo😂😂😂😂
Nury
mf thor ku langsung loncat ke chaptr ini ga sabar eh ternyata ceritaxa bikin haru😭sekaligus romantis mereka nikah🤗bagus ceritaxa deh
Nury: aamiin mkasih thor doaxa pengennya punya hp baru hihihi......aku yakin doaxa akan dikabulin semoga deh ah dasar aku pokoxa mksih pisan doaxa sikaka othorxa jg makin sukses💪👌
total 3 replies
jinnie
ceritanya bagus, tp knp yg like cuma sedikit ya ?
Adelia Rahma
wow baru di oart ini aja udah penasaran kenapa papa sama Mama gio berpisah
Iin Nurchayati
🤣🤣🤣🤣 lucu🤭🤭 sepertinya akash kerja sama mamanya utk manas2in aresh
Sundari Sekariputi
bgs thor ceritanya 👍👍👍
Nora♡~
haa..dah habissss... semangatt... dan teruslah berkarya...lanjuutt.m
Isna mansur
aku suka ceritanya Thor. ..😘😘😘
Tutut Kembar
loh mn MP thor
Rahmi Miraie
happy wedding aresh dan ruby
lah kok udah tamat aja thor
bonchap dong 😊
Rahmi Miraie
hadiah yg tak akan pernah terlupakan bagi aresh
💗 ChaNaZi💗
Walaah... langsung dinikahin😁👍 mantap
Rahmi Miraie
apa kamu akan masih galau dan marah resh ketika ruby ada dihadapan kamu dgn mengucapkan selamat ulang tahun buat kamu?
💗 ChaNaZi💗
Sabar Resh....ntar lagi Ruby nongol kok, Ruby sedang dikemas didalam box besar sebagai hadiah ulang tahun mu😂😂😂👍
Albert & Leona Simanjuntak
Thor jgn d gantung dong 🤣🤣🤣🤣🤣
Dian Rahmawati
Ruby sbgi hadiah ultah Aresh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!