Takut diceraikan suaminya karena dikira mandul, membuat Kesia nekat memakai jasa Gigolo untuk membuatnya hamil.
Bukanya membawa kebahagiaan kehamilan Kesia justru menggali kuburannya sendiri.
Keluarga Purwadinata yang sudah mengetahui jika putranya mandul akhirnya tahu jika Kesia hamil dengan lelaki lain.
Mengetahui keluarga suami akan membunuhnya membuat Kesia melarikan diri dari kediaman konglomerat itu untuk menyelamatkan bayi dan juga nyawanya.
Akankah Kesia berhasil menyelamatkan dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 7
"Sebenarnya tujuanku kembali ke Indonesia adalah untuk membalas dendam kepada Sarman. Tapi sepertinya aku tidak bisa melawan orang kuat sepertinya. Aku hampir saja mati untuk kedua kalinya jika kau tak datang menyelamatkan ku. Apa ini sebuah peringatan dari Tuhan agar aku menghentikan balas dendam ku dan kembali hidup damai di luar negeri?" ucap Kesia Begitu sedih
"Jangan khawatir aku yakin kau pasti bisa membalasnya suatu hari nanti. Kau hanya perlu menyiapkan rencana matang untuk melakukan aksimu itu. Karena kau tak bisa bertindak gegabah saat menghadapi penjahat seperti Sarman," tutur Russell
Russell kemudian memeluk Kesia saat melihat air mata wanita itu mulai membasahi wajahnya.
"Karena ia sudah mencoba menyakiti wanita ku maka aku juga harus ikut campur dalam masalah ini," imbuhnya membuat Kesia penasaran dan segera melepaskan pelukannya.
"Apa maksud mu?" tanya Kesia
"Aku akan membantumu membalas dendam kepada Sarman," jawab Russell
"Sarman adalah lelaki yang sangat kejam yang akan melakukan apapun demi mendapatkan apa yang diinginkannya. Aku tidak mau melibatkan mu dalam masalah ini karena sangat berbahaya. Jadi sebaiknya kau tidak perlu ikut campur karena aku tidak mau membuat mu ikut terluka karena aku," terang Kesia
"Kenapa, apa kau takut kehilangan diriku, apa kau mulai mencintai aku?" jawab Russell membuat Kesia langsung mendorongnya
"Jangan mimpi, sampai kapanpun aku tidak pernah akan menyukaimu," jawab Kesia
"Benarkah??" tanya Russell sengaja mendekatkan wajahnya kearah wanita itu hingga membuat Kesia terpojok.
Wanita itu tak berkedip menatap sosok pria tampan di hadapannya. Ia bahkan bisa merasakan embusan nafas Russell yang menyapu wajahnya.
Ia tak bisa menyembunyikan rasa gemetar saat melihat wajah tampan itu dari dekat. Bagaimanapun juga Russell memang memiliki daya pikat tersendiri bagi setiap wanita hingga membuat Kesia juga mengalami hal yang sama saat pria itu mencoba mendekatinya.
Bayangan saat mereka berdua bercumbu dan menghabiskan malam bersama delapan tahu lalu membuat perasaan Kesia tak karuan.
Wanita itu bahkan memejamkan matanya saat melihat Russell mendekatkan bibirnya kepadanya.
Beruntung Naka keluar dari kamarnya hingga menyelamatkan Kesia dari godaan Russell.
Wanita itu langsung mendorong tubuh Russell dan menghampiri putranya.
"Kenapa sayang?" sapa Kesia begitu ramah
"Aku lapar mah, apa hari ini mamah gak masak?" tanyanya begitu sedih
"Ah iya hampir lupa, karena mamah masuk pagi dan terus di siksa oleh seorang pria jahat mamah jadi lupa memasak makanan untuk mu," gerutu Kesia sambil melirik kearah Russell
"Tunggu sebentar ya, mamah akan memasakkan makanan kesukaan mu sekarang," tutur Kesia kemudian segera bergegas menuju ke dapur
"Tapi aku sudah tak tahan mah, sepertinya aku bisa pingsan jika harus menunggu mamah memasak," jawab Kanaka memegangi perutnya
"Gak lama kok sayang just 30 minutes, kamu bisa tahan kan!" seru Kesia segera mengambil sayuran dari dalam kulkas
Tanpa menghiraukan ucapan Kesia, Russell yang tak tega melihat putranya kelaparan langsung mengajak anak itu keluar.
"Kita mau kemana Om?" tanya Naka
"Makanlah, katanya kamu lapar,"
"Ah benar juga, memang hanya lelaki yang mengerti perasaan sesama lelaki. Thanks Om atas pengertiannya," jawab Naka mengacungkan jempolnya
Seketika Kesia berlari keluar dan menghadang langkah mereka.
"Mau kemana kalian!" seru Kesia dengan wajah bengisnya
"Cari makan!" jawab Keduanya bersamaan
Russell dan Naka saling berpandangan saat keduanya kompak memberikan jawaban yang sama kepada Kesia.
"Ah, sepertinya kau sudah membawa dampak buruk bagi putraku, sehingga ia mulai tak menghargai ku!" cibir Kesia melirik kearah Naka
Seketika bocah tujuh tahun itu langsung memegangi perutnya.
"Aduh mamah perutku sakit sekali, sepertinya aku mau pingsan karena kelaparan," ucap Kanaka kemudian pura-pura jatuh pingsan
Russell langsung menangkap tubuh bocah itu dan segera membawanya masuk kedalam mobil.
"Sepertinya kita harus segera membawanya ke rumah sakit," tutur Russell
"Memangnya dia sakit apa?" tanya Kesia khawatir
"Entahlah hanya Dokter yang tahu,"' jawab Russell segera masuk kedalam mobilnya
Melihat Russell sudah menyalakan mobilnya Kesia buru-buru masuk kedalam mobilnya.
"Cepat jalan, aku tidak mau putraku kenapa-kenapa," seru wanita itu
Russell langsung melesatkan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan halaman rumah Kesia.
Kanaka kemudian mengedipkan matanya kearah Russell dan mengacungkan jempol kearahnya.
Tidak lama Russell menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah restoran cepat saji.
Ia kemudian segera memesan makanan melalui layanan delivery order.
Mencium aroma makanan seketika membuat Naka sadar dan bangun dari tidurnya.
"Akhirnya kamu sadar juga sayang, apa kamu baik-baik saja?" tanya Kesia
Naka mengangguk pelan.
Seperti mendapatkan kode dari bocah itu, Russell segera membukakan air mineral dan memberikan kepadanya.
"Minumlah, aku yakin kamu haus," ucap Russell
Ia juga memberikan sebuah burger jumbo kepadanya.
"Makan yang banyak, karena akting juga perlu tenaga," imbuhnya
"Makasih Om," jawab Naka kemudian memakan burgernya dengan lahap
"Jadi kita akan ke rumah sakit mana?" tanya Kesia
"Sepertinya tak perlu lagi, karena Naka sudah sembuh," jawab Russell tersenyum melihat Naka menikmati burgernya dengan lahap
"Ah sial, jadi kalian berusaha membohongi aku rupanya!" seru Kesia membuat langsung memukuli Russell dan juga putranya.
"Ampun mah ampun!!" seru Naka sambil tertawa
**********
Russel kemudian mengajak Kesia untuk melakukan perawatan tubuh di sebuah klinik kecantikan. Ia memang ingin membuat penampilan wanita itu terlihat berbeda hingga memerintahkan seorang ahli tata rias untuk merubah penampilan Kesia.
Ia bahkan menyarankan untuk melakukan sulam alis dan bibir untuk mempercantik penampilannya.
Bukan hanya itu saja Russell juga memerintahkan seorang hair stylist untuk mengubah gaya rambutnya.
"Sebenarnya apa yang kamu rencanakan, kenapa malah melakukan make over padaku?" tanya Kesia
"Aku ingin kau membalas dendam kepada Sarman dengan cara yang anggun, bukan pakai kekerasan." jawab Russell
"Oh begitu??" jawab Kesia mengangguk setuju
"Mamah cantik banget, coba aja mamah setiap hari dandan seperti ini pasti sudah banyak lelaki yang mengantri untuk jadi ayah ku," jawab Naka
"Mahal sayang, bisa bangkrut kita kalau tiap hari harus ke salon kek gini!" sahut Kesia
"Benar, lagipula sudah ada ayah kenapa harus cari ayah lain. Memangnya apa kurang ku. Tampan iya, mapan, tajir juga setia, terus apalagi," tanya Russell
"Kurang ajar," jawab Kesia membuat Naka langsung tertawa mendengarnya
Selesai dari klinik kecantikan Russell mengajak Kesia kesebuah club malam..
Semua pria dibuat tak berkedip saat melihat sosok Kesia. Memang tak bisa dipungkiri jika malam itu Kesia terlihat begitu cantik hingga membuat semua kaum Adam terpesona di buatnya.
Bahkan Russell yang cemburu karena melihat para pria mencoba mendekatinya langsung menggandeng lengan wanita itu bak seorang bodyguardnya.
Kesia terkesiap saat melihat sosok Sarman yang dikerubuti para wanita.
Russell kemudian membisikkan sesuatu padanya. Dan wanita itu langsung datang menghampirinya.
"Boleh aku duduk di sini?" tanya Kesia membuat Sarman langsung menoleh kearahnya
"Tentu saja," jawab Sarman kemudian mempersilakan ia untuk duduk di depannya
Melihat kecantikan Kesia membuat lelaki itu tidak mengira jika perempuan yang ada di depannya adalah mantan istrinya.
Ia yang begitu terpesona dengan kecantikan Kesia bahkan berkali-kali menelan salivanya saat menatap wajah wanita itu.
Bentuk tubuh Kesia yang sintal seakan menambah sensasi liar Sarman saat menatap wanita itu.
Ia bahkan mencoba mengajaknya untuk untuk melantai malam itu, dan Kesia dengan senang hati menerimanya.
Sekarang adalah saatnya untuk membalas dendam,