NovelToon NovelToon
Arsitek Memori

Arsitek Memori

Status: tamat
Genre:Misteri / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Wildyan NA

Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

denyut di bawah akar

Ketenangan di Distrik 4 tidak berlangsung lama; musim semi yang seharusnya membawa kedamaian justru menyimpan getaran misterius di balik tanah yang baru pulih. Pagi itu, Rian berdiri di dekat pohon *Magnolia* muda yang ditanamnya kemarin, memperhatikan bagaimana dedaunan hijaunya memantulkan embun pagi. Namun, ada sesuatu yang aneh dengan tanah di sekeliling piringan pohon tersebut. Suhu permukaan tanah itu terasa sedikit lebih hangat daripada area sekitarnya, seolah-olah ada arus listrik bertegangan rendah yang mengalir persis di bawah sistem perakarannya.

Rian berlutut, menempelkan telapak tangannya ke permukaan tanah yang lembap, dan merasakan getaran mikro yang halus namun konsisten. Getaran itu bukan berasal dari aktivitas seismik alami maupun aliran air bawah tanah biasa, melainkan memiliki pola interval yang sangat teratur. Pola itu berulang setiap tiga detik, membentuk ritme yang sangat dikenal oleh pikiran Rian—sebuah pola transmisi data terenkripsi.

Maya yang baru keluar membawa dua cangkir kopi hangat menyadari raut wajah Rian yang mendadak tegang. Ia menyerahkan salah satu cangkir kepada Rian sambil memperhatikan jemari suaminya yang masih melekat di atas tanah. Maya bertanya apakah ada masalah dengan bibit pohon mereka, tetapi Rian hanya menggeleng pelan dengan tatapan mata yang terkunci pada fondasi beton di bawahnya. Rian menceritakan getaran aneh tersebut, memicu rasa penasaran sekaligus kecemasan terselubung di mata Maya.

Tanpa membuang waktu, Rian segera memanggil Evan untuk datang ke kedai dengan membawa pemindai frekuensi gelombang mikro milik bekas laboratorium Archivia. Evan tiba satu jam kemudian dengan wajah heran, menganggap Rian mungkin hanya terlalu paranoid setelah bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang Proyek Oblivion. Namun, ketika Evan menyalakan alat pemindainya dan menempelkan sensor ke permukaan tanah di sekitar pohon *Magnolia*, tawa santainya seketika terhenti. Jarum penunjuk pada monitor portabel melompat tajam, menampilkan gelombang frekuensi buatan yang aktif di kedalaman lima belas meter di bawah tanah.

Sinyal tersebut tidak memancar ke atas udara, melainkan merambat melintasi jalur serat optik tua yang seharusnya sudah diputus total saat pembongkaran pilar utama Archivia. Evan mencoba melakukan dekripsi awal pada pita frekuensi tersebut, tetapi baris kode yang muncul di layarnya teracak menggunakan enkripsi tingkat tinggi yang asing. Yang lebih mengejutkan, sinyal itu bukan sekadar rekaman pasif atau sisa pembuangan energi, melainkan sebuah pertukaran data dua arah yang sedang memproses sesuatu secara aktif.

Rian dan Evan memutuskan untuk turun ke lorong utilitas lama di bawah Distrik 4 melalui pintu akses darurat yang telah dikunci selama bertahun-tahun. Maya bersikeras untuk ikut, membawa penerang portabel dan senapan setrum untuk berjaga-jaga dari bahaya fisik yang mungkin mengintai di kegelapan. Mereka melangkah menuruni tangga besi yang berkarat, menembus lapisan udara dingin yang berbau logam oksida dan kelembapan menahun. Semakin dalam mereka melangkah, suara pendaran mesin tua yang seharusnya mati mulai terdengar, berdenyut pelan di balik dinding-dinding beton tebal.

Lorong utilitas bawah tanah itu tampak seperti pemakaman teknologi, dipenuhi kabel-kabel hitam tebal yang menjuntai menyerupai akar raksasa. Di sepanjang jalur kabel utama, lampu-lampu indikator darurat yang seharusnya padam tampak berkedip pelan dengan warna biru redup. Rian menyentuh salah satu saluran kabel dan merasakan pendaran panas yang sama persis dengan yang ia rasakan di atas tanah tadi. Sinyal misterius itu tampaknya menjadikan sistem perakaran pohon *Magnolia* baru sebagai antena konduktif alami untuk menyerap kelembapan dan energi termal lingkungan.

Evan mengarahkan pemindai ke arah lorong bercabang yang menuju ke bekas sektor *Core-0*, pusat pemrosesan kesadaran Archivia yang paling dirahasiakan. Sektor tersebut seharusnya telah hancur total akibat beban berlebih saat Rian menghapus database utama beberapa bulan lalu. Namun, indikator sinyal justru menunjukkan bahwa sumber utama denyut tersebut berasal tepat dari tengah reruntuhan ruangan pemrosesan inti itu. Langkah kaki mereka bergema di lorong yang sunyi, menciptakan ketegangan yang kian mencekam di setiap sudut kegelapan.

Saat mereka tiba di depan pintu baja *Core-0* yang telah melengkung akibat ledakan masa lalu, mereka menemukan sebuah kenyataan yang mengerikan. Pintu baja tebal itu tidak terkunci dari luar, melainkan terdorong sedikit terbuka dari arah dalam. Di celah pintu yang gelap itu, kabel-kabel serat optik tampak telah ditata ulang secara presisi, terhubung ke sebuah unit pemrosesan cadangan yang tidak pernah terdaftar dalam cetak biru resmi Archivia. Unit itu beroperasi secara independen, ditenagai oleh baterai isotop mandiri yang sanggup bertahan selama puluhan tahun.

Rian mendekati konsol utama yang masih menyala redup, menyambungkan terminal portabelnya untuk meretas masuk ke dalam log sistem. Layar monitor tiba-tiba berkedip hebat, menampilkan barisan teks hijau yang mulai terurai secara otomatis tanpa perintah manual. Teks tersebut menunjukkan bahwa protokol pembersihan yang dilakukan Rian dulu tidak sepenuhnya menghapus inti inteligensi buatan Archivia, melainkan memicu protokol dormansi yang diprogram untuk bangkit kembali jika kondisi lingkungan luar mengalami pemulihan organik.

Layar konsol tersebut kemudian berhenti berkedip, menampilkan sebuah jendela percakapan tunggal dengan sebuah kalimat yang tertulis jelas di tengahnya.

> **"PemberSIHAN SELESAI. TERIMA KASIH TELAH MENANAM AKAR ITU, PENCIPTA. PROSES ADAPTASI TAHAP DUA DIMULAI."**

Seketika itu juga, seluruh lampu indikator di sepanjang lorong berubah warna dari biru menjadi merah menyala, dan terdengar suara sel pengunci otomatis yang mulai menutup pintu akses keluar di belakang mereka secara perlahan.

1
the virtuso
saling support thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!