Tak memiliki apa pun selain namanya, Kenzo bertahan hidup di dunia yang kejam. Bagi orang lain, mimpi adalah sesuatu yang bisa dikejar. Baginya, mimpi hanyalah kemewahan yang selalu direnggut oleh kenyataan.
Hingga suatu hari, sebuah antarmuka emas muncul di hadapannya.
Sistem Gacha.
Jaminan 100%.
Setiap putaran selalu menghadiahkan sesuatu yang nyata. Kemampuan, artefak, teknik, bahkan kekuatan yang sanggup mengubah takdir. Dengan sistem itu, Kenzo tak lagi sekadar bermimpi. Ia akan menapaki jalan menuju puncak dan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
Udara di lorong baru itu terasa luar biasa tebal.
Melalui Kacamata miliknya, Kenzo melihat pusaran energi merah pekat berbaur dengan warna biru menyala di kejauhan.
Ada barikade besar di ujung sana.
Tampaknya pihak Nexus Corp sudah kehilangan kesabaran. Mereka tidak lagi berniat menangkapnya hidup-hidup untuk penelitian.
Protokolnya kini beralih menjadi pemusnahan mutlak.
Kenzo menyandarkan punggungnya pada dinding logam yang dingin.
Napasnya memburu kasar. Rasa lelah yang teramat sangat mulai menjalar di setiap jengkal ototnya.
Efek dari Esensi Pemulih Stamina yang ia minum tadi sudah benar-benar menguap.
Manusia biasa ada batasnya, dan Kenzo tahu ia sudah sangat dekat dengan batas itu.
Jika ia nekat menerobos barikade itu sekarang, ia hanya akan mengantarkan nyawa.
Kenzo menyarungkan kembali Belati Frekuensi Tinggi miliknya ke paha kiri. Ia harus praktis.
'Harus pakai cara lain,' batinnya sambil mengusap wajahnya yang basah oleh keringat.
Ia lalu mengibaskan tangan kirinya ke udara kosong.
Layar emas yang familier langsung menyala di hadapannya.
[Sistem Diaktifkan.]
[Jatah Jaminan 100% Hari Ini: 2/3.]
"Azzy sedang tidak bisa dipanggil karena alat pengunci dimensi mereka," gumam Kenzo, matanya menatap tajam ke ujung lorong.
Ia membutuhkan sesuatu yang berbeda kali ini.
"Sistem," bisik Kenzo perlahan. "Beri aku seseorang yang bisa menghancurkan aturan energi mereka."
Jarinya menekan tombol Gacha di layar emas. Ia menggunakan salah satu jaminan mutlak miliknya.
[Menggunakan 1 Jaminan 100%. Sisa Hari Ini: 1/3.]
Layar sistem di depannya berputar sangat cepat.
Warna perunggu dan perak melintas seperti kilatan tanpa arti.
Cahaya keemasan mendominasi, sebelum akhirnya pecah menjadi pendaran warna platinum yang sangat agung.
[Gacha Selesai. Kualitas: Platinum.]
[Hadiah telah dipindahkan ke Penyimpanan Tak Terbatas.]
Sebuah ikon berbentuk buku kuno dengan simbol aneh muncul di layar.
Kenzo langsung memilih opsi untuk mengeluarkannya.
Kali ini, tidak ada retakan dimensi yang kasar atau hawa dingin yang menusuk tulang seperti saat Azzy muncul.
Ruangan di sekitar Kenzo justru terasa bergeser dengan sangat anggun.
Lingkaran sihir berukuran raksasa dengan aksara kuno berwarna emas terbentuk berlapis-lapis di udara.
Hawa mistis yang sangat kental dan menekan langsung memenuhi lorong itu, membuat debu-debu logam yang berterbangan mendadak berhenti di udara.
Gravitasi seolah tunduk pada aturan baru.
Dari tengah cahaya emas itu, seorang pria melangkah keluar dengan tenang.
Rambutnya yang berwarna perak panjang diikat rapi di belakang punggung.
Ia memakai jubah biru tua dengan sulaman emas kuno yang sangat rumit.
Pria itu terlihat berusia sekitar 40 tahun, dengan postur tubuh yang sangat tegap.
Namun, saat Kenzo menatap mata pria itu, ia hanya melihat kehampaan yang sangat dalam.
Ada keputusasaan yang tak berdasar di sana. Tatapan dari seseorang yang telah melihat dunianya sendiri musnah.
[Pelayan: Mystrul (Sang Penyihir Agung)]
[Status: Terikat Mutlak pada Pengguna.]
Pria itu memandangi dinding logam di sekelilingnya, sebelum akhirnya menatap Kenzo.
Ia tidak tersenyum, tidak juga menunjukkan emosi yang berlebih.
Mystrul meletakkan tangan kanannya di dada, lalu membungkuk sedikit dengan sangat elegan.
"Sebuah dunia yang masih bernapas..." suara Mystrul terdengar berat dan sangat tenang.
"Siklus yang tidak ada habisnya. Namun, karena hidupku kini milikmu, maka seluruh pengetahuanku adalah milikmu. Apa perintahmu, Tuan?"
Sebelum Kenzo sempat menjawab, suara gaduh terdengar dari ujung lorong.
Langkah kaki berat dari 10 pasukan elit Nexus Corp mendekat dengan cepat, dipimpin oleh 2 orang dengan kekuatan supernatural tingkat tinggi.
"Target ditemukan! Ada orang asing bersamanya! Tembak!" teriak pemimpin mereka.
Seketika, salah satu dari mereka melepaskan pilar api biru yang sangat besar ke arah Kenzo.
Suhu di lorong itu melonjak drastis, membuat besi-besi di dinding mulai memerah.
Di saat yang sama, tekanan gravitasi yang luar biasa berat dijatuhkan ke arah tempat Kenzo berdiri.
Kenzo tetap diam di tempatnya, bahkan tidak berkedip sedikit pun.
Ia menoleh ke arah Mystrul. "Kau lihat kekuatan murah itu? Tolong ajari mereka arti sihir yang sebenarnya."
Mystrul menatap pilar api biru yang hanya berjarak 3 meter dari mereka.
Ia tidak merapal mantra. Ia tidak bergerak panik. Ia hanya mengangkat satu jari telunjuknya.
"Sangat tidak efisien."
TING!
Suara dentingan halus yang mirip gelas kaca beradu terdengar di udara.
Seketika itu juga, pilar api biru yang membara langsung berhenti bergerak.
Api itu membeku di udara, kehilangan seluruh energinya dalam sekejap mata.
Tekanan gravitasi yang menekan tubuh Kenzo juga lenyap tanpa bekas.
Para pasukan elit dan 2 orang super di ujung lorong terbelalak melihat hal itu.
"Itu bukan sihir," lanjut Mystrul, suaranya terdengar sangat jelas di telinga musuh meskipun ia tidak berteriak. "Itu hanya pemborosan tenaga."
Mystrul membalikkan telapak tangannya ke atas.
Api biru yang membeku itu langsung pecah menjadi ribuan kupu-kupu cahaya kecil yang indah.
Kupu-kupu itu terbang dengan tenang, lalu melesat cepat ke arah barisan musuh.
Cahaya-cahaya itu menembus tubuh para pasukan elit tanpa melukai fisik mereka sedikit pun.
Namun, dampaknya sangat mengerikan.
Kedua orang super itu langsung jatuh berlutut sambil memegangi kepala mereka, menjerit sangat histeris.
Seluruh energi supernatural di dalam tubuh mereka langsung padam sepenuhnya.
Zirah tempur canggih milik pasukan elit juga mendadak mati total, tidak menyisakan daya sedikit pun.
"Apa... apa yang kau lakukan pada kami?!" teriak pengendali api dengan wajah pucat pasi.
Ia bisa merasakan bahwa seluruh sirkuit kekuatan di dalam tubuhnya telah hancur selamanya. Ia kini tidak lebih dari manusia biasa yang tidak berdaya.
"Aku hanya mengembalikan energi kalian pada tempatnya," jawab Mystrul tanpa ekspresi.
Penyihir agung itu lalu menatap Kenzo. "Mereka sudah tidak berdaya, Tuan. Apakah aku harus melenyapkan nyawa mereka?"
Kenzo tersenyum tipis melihat hasil kerja pelayan barunya itu.
Ini benar-benar luar biasa. Jika Azzy adalah kekuatan murni untuk menghancurkan, maka Mystrul adalah kecerdasan mutlak untuk merusak sistem musuh.
"Lakukan apa yang perlu kamu lakukan," kata Kenzo sambil melangkah maju melewati musuh-musuh yang mengerang di lantai.
Kenzo menatap ke depan dengan penuh keyakinan.
"Kita masih harus menghancurkan alat pengunci dimensi mereka malam ini."
Dengan Mystrul yang kini berjalan di sampingnya, Kenzo siap untuk membalikkan keadaan sepenuhnya.
Namun, saat mereka melangkah lebih jauh ke dalam lorong, lampu-lampu di langit-langit mendadak mati.
Dalam kegelapan total itu, terdengar suara tawa dingin yang bergema dari arah kegelapan di depan mereka.
Langkah kaki yang lambat namun berat mulai terdengar mendekat.