NovelToon NovelToon
Legenda Kaisar Surgawi

Legenda Kaisar Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Huo Li hidup sebagai murid pelayan kasta terendah di Sekte Pedang Mendalam. Diperlakukan bak sampah, dan hampir mati, ia kehilangan seluruh harapan hingga diselamatkan oleh seorang pria misterius.

Pria itu memberinya sebuah teknik kultivasi terlarang dan sebuah artefak yang mampu mengubah seluruh harta dunia menjadi sumber kekuatan. Sebagai gantinya, Huo Li menerima satu syarat yang mustahil: meruntuhkan langit.

Dengan dendam yang membara namun hati yang tetap terkendali, ia bersumpah akan bangkit dari dasar dunia kultivasi, membalaskan dendamnya dan meruntuhkan langit.

Bagaimanakah kisah Huo Li? Saksikan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 29 — Jangan Uji Kesabaranku

"Ada apa ini? Siapa kau? Berani-beraninya kau mencari kepala cabang paviliun kami dengan cara yang begitu arogan," sebuah suara wanita yang merdu namun tajam memecah suasana.

Seorang wanita dengan tubuh molek yang dibalut gaun sutra ketat berwarna merah belahan tinggi melangkah mendekat. Lekuk tubuhnya yang menggoda kontras dengan tatapan matanya yang sedingin rubah betina. Ia melirik Huo Li dari atas ke bawah, menilai.

Melihat aura misterius dan ketenangan Huo Li yang tak tergoyahkan meski diancam, wanita itu segera mendengus. Ia mengangkat tangannya, menyuruh kedua penjaga di pintu untuk mundur.

"Kalian berdua, turunkan senjata kalian. Jangan terlalu tegang," perintahnya. Namun, ia memberi isyarat mata agar mereka tetap mengawasi. Wanita itu kemudian kembali menatap Huo Li. "Kau. Ayo ikut aku."

Huo Li tidak merespons dengan kata-kata. Ia hanya mengangguk pelan dan melangkah mengikuti ayunan pinggul wanita itu dari belakang, masuk menembus kemewahan lantai dasar paviliun menuju sebuah lorong pribadi di lantai dua.

Mereka tiba di sebuah ruang VIP yang luas, beraroma kayu cendana berkualitas tinggi, dan dijaga ketat.

Wanita itu duduk menyilang kaki di atas kursi besar, menatap Huo Li yang berdiri tegak di tengah ruangan.

"Aku Su Qin. Kepala pelayan sekaligus manajer pengelola di cabang Paviliun Dagang Anggrek Merah ini," wanita itu memperkenalkan diri dengan dagu terangkat. "Kepala Cabang kami terlalu sibuk untuk mengurus tamu tak diundang. Jadi, katakan padaku, transaksi besar apa yang ingin kau lakukan?"

"Sesuatu yang akan sangat menguntungkan pelelangan kalian besok," jawab Huo Li singkat dengan suara seraknya.

Mata Su Qin sedikit menyipit. "Kalau begitu, tunjukkan barang yang ingin kau transaksikan itu padaku."

Namun, bukannya mempersilakan Huo Li untuk duduk, Su Qin justru memberikan isyarat tangan.

Sret!

Pintu di belakang Huo Li tertutup rapat. Lima orang pria berotot besar yang mengenakan zirah kulit melangkah maju dari sudut ruangan yang remang, berdiri berjejer tepat di belakang punggung Huo Li. Auranya jelas: itu adalah sebuah ancaman tersirat untuk tidak mempermainkan Paviliun Dagang Anggrek Merah.

Di balik topeng emasnya, tatapan Huo Li seketika mendingin. Sebagai seseorang yang telah terbiasa memegang kendali atas hidup dan matinya sendiri belakangan ini, ia paling benci diintimidasi, apalagi di bawah ancaman anjing-anjing penjaga.

'Kau ingin mengujiku, Nona Su?' batin Huo Li.

Huo Li marah. Ia tidak mengatakan apa-apa, namun ia melepaskan kuncian pada dantian emasnya. Fluktuasi Energi Surgawi Bintang 2 tahap akhir setara Ranah Spiritual Mendalam Tahap Akhir meledak keluar dari tubuhnya bagaikan gelombang pasang, menekan udara di dalam ruang VIP itu hingga terasa sesak.

Merasakan aura yang menekan dan sikap arogan tamu bertopeng itu, kelima pria berotot di belakang Huo Li merasa terhina. Bagi mereka, Huo Li telah bersikap sangat lancang di wilayah kekuasaan mereka.

"Bajingan! Jaga sikapmu di depan Nona Su!" bentak salah satu pria berotot. Tidak mengetahui seberapa tinggi kekuatan yang dimiliki Huo Li.

Melihat tamunya tidak mau tunduk dan justru membalas ancamannya dengan tekanan aura, kesabaran Su Qin habis.

"Hajar dia!" perintah Su Qin dingin, menggebrak meja kecil di sebelahnya. "Berani-beraninya bersikap kurang ajar di hadapan cabang Paviliun Dagang Anggrek Merah!"

Mendapat perintah itu, kelima pria berotot, ditambah dua penjaga elit yang berada di dekat pintu, total tujuh orang yang semuanya adalah kultivator Ranah Spiritual Mendalam Tahap Awal—segera menguarkan fluktuasi energi spiritual mereka secara serempak. Udara di ruangan itu bergetar hebat. Mereka menerjang maju, berniat memukul dan melumpuhkan pria bertopeng mencurigakan ini ke lantai.

Namun, bagi Huo Li, gerakan mereka tak ubahnya seperti anak kecil yang sedang belajar merangkak.

'Tubuh yang besar tapi pijakan yang rapuh,' batin Huo Li mengejek.

WUSH!

"Langkah Pemutus Nadi."

Huo Li bahkan tidak repot-repot mencabut pedang tulang di punggungnya. Tubuhnya seketika memudar menjadi bayangan ilusi. Ia menyelinap di antara celah serangan kepalan tangan yang dibalut energi spiritual dengan sangat mulus.

BRAK!

Tangan Huo Li yang dibalut Energi Surgawi murni menghantam titik meridian utama di leher pria pertama. Pria berotot itu langsung pingsan sebelum tubuhnya menyentuh lantai.

BRAK! BRAK!

Dengan putaran tumit yang cepat, kaki Huo Li menendang lutut dan ulu hati dua penjaga lainnya secara bersamaan, membuat mereka memuntahkan air liur dan terpelanting menghancurkan rak kayu di sudut ruangan.

BRAK! BRAK! BRAK!

Tiga pukulan beruntun kembali dilayangkan. Gerakan Huo Li sangat efisien, tanpa gerakan sia-sia. Dalam waktu kurang dari sepuluh tarikan napas, ketujuh kultivator Ranah Spiritual Mendalam Tahap Awal itu telah terkapar di lantai, mengerang kesakitan dengan tulang yang bergeser atau jatuh pingsan tak sadarkan diri.

Huo Li mengibaskan lengan jubah hitamnya dengan elegan, berdiri tegak kembali di posisi awalnya, seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Ia menoleh perlahan menatap wanita di kursi kebesaran.

Di atas kursi kebesaran itu, wajah Su Qin yang tadinya angkuh kini memucat pasi. Matanya terbelalak lebar menatap kekacauan di ruangannya. Mulutnya setengah terbuka, napasnya tertahan.

"I... Ini...!" gumam Su Qin dengan bibir bergetar, syok berat menyapu seluruh kesombongannya. Menjatuhkan tujuh kultivator elit paviliun dalam hitungan detik tanpa menggunakan senjata? Monster dari mana pria bertopeng ini berasal?!

1
Aiby Kushina Uzumaki
perasaan novelnya udah baca tp menghilang, apa ini di revisi lagi Thor???
Blueria: Iya kak, udah di revisi semua. Dari bab 1 sampai yang terakhir kali kemarin ditulis🙏
total 1 replies
Luo Zheng
lanjutkann
Blueria: Siap☕😁
total 1 replies
Luo Zheng
💪💪💪💪👍
Luo Zheng
Paviliun Anggrek Merah
Tio Buki
Iya nih
Tio Buki
Like, iklan, komen, plus hadiah. Tidak termasuk vote. Karena vote sudah habis🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Lanjutkan
Tio Buki
Semangat👍👍👍👍👍
Tio Buki
Moga lancar ya🙏🙏💪💪💪
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor👍👍👍🙏
Tio Buki
Kesal dia
Tio Buki
Iya, emang kenapa
Tio Buki
Ceritanya keren 👍🙏
Tio Buki
Ikut baca ya 👍👍👍🙏
Rinaldi Sigar
lnjut
Bg Xinn: 2 menit langsung habis, panjangin chapternya thor🤣
total 1 replies
sibaweh abduh
sangat bagus sekali thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Bg Xinn: pendek sekali chapternya🤣 1 menit baca udah kelar
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
kopi thor
Blueria: Terimakasih kopinya ☕🔥
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!